
Kini aku telah resmi menjadi pacar Damian, semua siswi di sekolah ini sepertinya iri dan kalah saing denganku wkwk..
Damian pun sangat dekat dengan keluargaku, hingga dia bebas datang ke rumah dan pergi membawa ku berjalan.
Ujian semesterku telah usai, kini sudah waktunya liburan.
Damian mengajakku untuk camping di puncak XX dan aku diperbolehkan mengajak teman-temanku. Sungguh kabar gembira untuk liburan yang sesungguhnya.
Waktu sudah di tentukan, aku meminta izin dengan orang tua. Sudah ku duga ayah dan ibu pasti mengijinkan karena aku pergi dengan Damian, lagipula ada 5 temanku yang ikut.
Silvi, Dinda, Acha, Gita dan Vina pun sudah bersiap. Aku tak tau mereka berangkat atas izin orang tua mereka atau mereka nekat berangkat tanpa izin. Mereka semua juga membawa pasangan tentunya.
***
Setelah persiapan dari beberapa hari sebelumnya, kini waktunya untuk berangkat bersenang-senang. Damian menjemput ku ke rumah, dan meminta izin dengan orang tua ku . Setelah meminta izin, Damian memasukkan semua tas yang isinya adalah pakaian dan perlengkapan ku selama nanti camping ke dalam mobilnya.
5 temanku memutuskan untuk membawa motor dengan pasangan mereka.
Kurang lebih 2 jam perjalanan, tiba lah kami di sebuah villa yang cukup besar. Damian memarkirkan mobilnya, 5 temanku pun mengikuti Damian.
"Kita udah sampai dek, mobilnya kita parkir disini aja . Di belakang villa ini ada jalan setapak untuk kita lewati " ucap Damian.
__ADS_1
"Oh iyaa kak, tapi aman aja kan? Ini banyak motor teman-temanku juga" Jawabku .
"Aman dek, disitu ada pak Candra yang jaga semua nya " Ujar Damian seraya menunjuk sebuah pos .
Kami pun turun dari mobil, ku lihat teman-teman ku menikmati tempat ini , mereka sudah berfoto duluan tanpa diriku hiks .
"Enak banget ya disini, sejuuuuuk banget" Ujar Vina.
"Kita akan naik ke atas sana, pemandangan dan udaranya jauh lebih nyaman dari ini" Ujar Damian menunjuk gunung tepat dibelakang villa ini.
"Aku mau ke pos sebentar ya, mau memberitahu pak Candra untuk menjaga semua kendaraan kita" Ujar Damian seraya meninggalkan ku.
**
"Sudah dong, ayo naik sekarang" Jawab Silvi.
Kami pun langsung berjalan menuju belakang villa. Tas ku dibawakan oleh Damian, aku hanya membawa 2 kantong plastik belanjaan yang berisi makanan ringan.
"Hati-hati ya kalian, disini banyak akar pohon yang naik ke atas tanah " Damian mempringati teman-teman lain agar tidak tersandung.
Damian berjalan tepat di belakangku , ia selalu memintaku untuk berhati-hati. Kurang lebih 30 menit kami mendaki gunung ini, tetapi belum juga sampai. Tak sedekat yang ku bayangkan, kami memutuskan untuk beristirahat karena lelah.
__ADS_1
Setelah minum dan beristirahat sejenak, kami memutuskan untuk melanjutkan pendakian lagi. Sekitar 15 menit berjalan, tibalah kami di lokasi datar yang bersih dari pepohonan .
Semua lelah rasanya terbayarkan, udara sore ini sungguh sejuk sekali. Kami berada dipuncak gunung, aku bisa melihat pemandangan dibawah gunung ini. Sepertinya lokasi ini memang sering digunakan untuk lokasi menginap saat camping.
"Yeeeeeeeeaaaahh akhirnya sampai " sorak Acha senang.
Teman-temanku yang lain pun tak kalah hebohnya, mereka selalu mengabadikan momen ini dengan hp mereka.
Aku melihat Damian mulai membuka tenda camping nya, cukup besar, cukup untuk berdua pikir ku wkwk..
Aku pun mulai membuka tenda camping ku juga, tetapi Damian menghentikannya.
"Sudah gak usah, kita tidur bareng aja ya. Biar kamu lebih aman juga sama kakak" Ujar Damian seraya membereskan tenda ku kembali.
"Aku gak enak sama temen yang lain kak" jawabku berbisik.
"Gak papa, cuek aja , tuh liat mereka juga asik pacaran disini" Damian menunjukkan teman-temanku yang sibuk dengan pacar mereka.
"Hehe iyaa juga sih , ya udah aku nurut aja sama kakak" jawabku pasrah.
Bersambungd...
__ADS_1