
Liburan telah usai, hari ini waktunya kembali ke sekolah. Aku telah bersiap dan stay menunggu Damian menjemput ku jam 06.30.
"Ayah, hari ini aku gak bawa motor ya, Damian mau jemput" ujar ku memberitahu ayah.
"Iya sudah, kalo niat ke sekolah jangan belok-belok gak bener" jawab ayah mempringati ku. Aku hanya mengangguk mengerti.
Damian telah sampai menjemput ku dengan mobilnya, kami pun segera berangkat setelah berpamitan. Kini aku sudah tak pernah mabuk perjalanan lagi karena sudah terbiasa masuk ke dalam mobil Damian hehe.
"Udah sarapan dek? " tanya Damian dalam perjalanan.
"Belum kak, kakak sudah ? jawabku seraya menanyakan balik .
"Belum juga, nanti kita makan di kantin aja ya" ujar Damian.
***
Sekolah
Damian memarkirkan mobilnya.
"Dek, ini dari mama" ujar Damian seraya memberikan beberapa lembar uang 100.000'an.
"Loh, kenapa mama kasih kak?" tanya ku terkejut.
__ADS_1
" Kata mama, kamu sudah jadi bagian tanggung jawab kami" Damian menjelaskan.
"Emangnya harus ya kak sampe dikasih uang segala? " tanyaku lagi karena masih tak enak jika harus menerimanya.
"Ini buat uang jajan kamu dek, mama sudah anggap kamu anaknya juga. Jatah kakak juga sama kaya jatah kamu" dengan sabar Damian menjelaskan dan meyakinkan ku untuk menerimanya.
"Makasih ya kak" jawab ku seraya menerima uang tersebut. "Pantas saja Damian tak pernah kekurangan uang, pemberian orang tuanya aja banyak begini" gumam ku dalam hati .
Kami pun segera turun dan hendak ke kantin, semua mata tertuju pada kami. Ya tentu saja, pasti karena mereka mengetahui kami sudah bertunangan dari akun sosmed .
Kami berjalan berdampingan tapi tak menyentuh sedikitpun karena ini area sekolah .
"Kakak mau makan apa? biar aku yang pesankan" tanya ku pada Damian.
"Adek mau makan apa? " Damian bertanya balik tanpa menjawab pertanyaan ku.
"Okey, kamu tunggu sini ya. Kakak pesankan dulu. Lihat, disana cowok semua. Kakak gak mau ada cowok yang liat kamu tanpa kedip selain kakak" jawabnya tak ingin cemburu.
Aku pun hanya mengangguk mengerti dan tersipu malu karena bahagia dengan perlakuan Damian.
Tak lama Damian kembali datang membawa 2 porsi ayam geprek.
"Ayo makan" ujar Damian setelah meletakkan piring di hadapanku .
__ADS_1
Kami pun segera makan dan menghabiskannya karena sebentar lagi akan upacara bendera.
Setelah selesai kami langsung ke kelas masing-masing.
"Ray, baru datang? " tanya Silvi saat aku masuk kedalam kelas .
"Dari tadi sih, aku sarapan dulu sama Damian" jawab ku.
"Nah ham, kami gak diajak " tambah Gita
"Kalian belum pada datang tadi, jadi aku mau ngajak siapa?" jawabku membela diri.
Teettt...tetttt....teeetttt. Bel sudah berbunyi, kami menyudahi percakapan dan langsung turun ke lapangan.
Cuaca hari ini sangat mendukung, mendung tapi tak hujan.
Setelah beberapa saat melakukan upacara, kami semua bubar barisan dan kembali masuk ke dalam kelas. Mata pelajaran kedua telah berlangsung.
Entahlah, aku hanya mengikuti alur saja. Memang sangat membosankan, tetapi hendak kabur pun tak bisa karena aku berangkat bersama Damian.
Hingga sore aku menahan diri agar tetap stay di sekolah, (teeetttt...teeetttt...tettt ...teett ..) yeeaaaahh, bell pulang sekolah berbunyi. Semangat 45 ku berkobar, aku dan semua teman di kelas bersiap pulang.
Setelah membaca doa dan guru keluar kelas, kami langsung berhambur untuk segera pulang.
__ADS_1
Aku menuju parkiran, ternyata Damian sudah menunggu ku. Aku segera masuk mobilnya dan Damian mulai mengemudikan mobilnya perlahan keluar dari gerbang sekolah.
Bersambung...