
Setelah pendaftaran , kami pun menunggu hasil seleksi dari sekolah sampai tanggal yang telah ditentukan.
Hari ini adalah waktunya kami kembali ke sekolah. Aku dan 5 teman ku sibuk mencari masing-masing nama dipapan pengumuman.
"Yes , aku keterima di jurusan yang ku pilih" sorak ku bahagia.
Gita, Vina, Acha, Dinda & Silvi pun tak kalah hebohnya dari ku. Ya, kami semua lulus seleksi dan diterima di jurusan yang kami pilih. Kami sengaja memilih 1 jurusan agar tetap bersama dalam 1 kelas.
Kurang lengkap rasanya jika ghibah kurang anggota hehe.
Seiring berjalannya waktu, rasa cinta dan sayang ku untuk Diki mulai hilang. Aku sudah tak mencari tahu keberadaanya, bahkan jika ada yang memberi informasi tentangnya aku tak ingin lagi untuk mengetahuinya. Kini aku mulai bahagia dengan dunia ku sendiri.
Aku mulai beranjak dewasa, aku merawat diriku sekarang. Merubah penampilan ku, dari pakaian hingga make up. Ya, Kini aku telah mengenal skincare dan make up hehe.
Aku sangat menyukai pakaian yang membuat ku terlihat seksi.
__ADS_1
Aku pun sudah sangat terbiasa dengan keadaan di rumah, aku tak memperdulikan lagi apa yang mereka inginkan. Aku menjadi sering bertengkar dengan orang tua ku karena tak mendengarkan segala perintahnya. Hatiku lelah menahan semua penderitaan selama ini. Benar saja raga ku tidak terluka, tetapi jiwa ku hampir mati mereka perbuat.
------------------------------------------------------------------------
Hari pertama masuk sekolahpun telah tiba. Aku dan 5 teman ku merupakan geng yang terkenal pada saat SMP. Terkenal cantik dan nakal tentunya wkwk.
Kami sudah siap untuk menebarkan pesona ke sesama siswa baru dan kakak kelas. Pakaian sekolah kami pun sudah kami bawa ke tukang jahit untuk di rubah lebih kecil , jadi press body.
Sungguh, entah apa tujuan kami sekolah. Yang kami tahu, jika kami berangkat sekolah maka kami akan mendapatkan uang saku hehe.
Jam pertama telah usai, hanya memperkenalkan diri masing-masing dalam 1 kelas.
Kami memutuskan untuk makan di kantin. "Wow, rame nya. Gimana mau dapat makanan kalo gini ceritanya?" Tanya Dinda .
" Sini biar aku duluan yang jalan" Ujar Acha dan langsung berjalan paling depan .
__ADS_1
Acha adalah temanku yang paling berani diantara yang lain. Yang penting maju dulu, apapun yang terjadi itu urusan belakang . Begitulah kira-kira prinsip kehidupannya.
Kami pun mengikuti Acha, ku lihat dia berjalan dengan penuh pesonanya. Dia memberikan senyum kepada semua siswa laki-laki yang sedang ada di kantin.
Dan mengucapkan kalimat lembut " Permisi ya, kami mau lewat". Sontak saja semua yang mendengar langsung memandang kami. Aku melihat mata mereka terpukau dengan pesona kami. Dan ku lihat juga tatapan sinis dari siswi perempuan , yang ku yakini bahwa mereka adalah kakak kelas.
Tak perlu menunggu waktu yang lama, kami pun di beri jalan. Setelah memesan beberapa makanan, kami memutuskan untuk membawa nya ke dalam kelas.
Makan sambil ghibah adalah hal yang seru. Kami saling menceritakan apa yang baru saja terjadi, haha suara tawa kami lepas memenuhi ruangan ini. Kami tak pernah memperdulikan yang tak menyukai kami.
Setelah makan, kami duduk di depan kelas sambil mengobrol seperti biasa.
Aku memandang laki- laki yang menurutku tampan sesuai kriteria ku. Dia pun membalas tatapan ku, dan tersenyum padaku.
Deg.. jantungku seperti berhenti sejenak.
__ADS_1
"Apa yang terjadi? hanya sekedar senyuman tapi bisa membuat ku salah tingkah begini", gumam ku dalam hati.
Bersambung...