
Aku sudah cukup lama tak sekolah, hari ini aku memutuskan untuk masuk sekolah kembali.
Aku berpamitan dengan kedua orang tua ku dan mencium tangan mereka.
Aku mengemudikan motor ku dengan santai, aku sengaja berangkat pagi karena ingin menikmati sejuknya jalan pegunungan yang ku lewati.
Setelah sampai disekolah, seperti biasa banyak mata yang memandangku. Aku tak memperdulikan mereka, aku tetap berjalan santai ke ruang kelas ku.
5 kawan ku belum ada yang datang jadi aku memutuskan untuk duduk santai di depan kelas.
Tak ku sangka, Damian langsung menghampiri ku sedikit berlari.
"Udah masuk sekolah, udah beneran sembuh dek?" ucapnya sambil mengacak rambutku.
"Beneran sudah sembuh kok kak, ni lihat sudah bisa dandan kan aku" jawabku sambil memainkan mata dan memonyongkan bibirku.
Damian tertawa melihat kelakuan ku, "Ya sudah, nanti sore kakak ada tanding basket di lapangan sekolah kita. Kakak mau semangat dari kamu, jam 4 kakak jemput ya " , lagi-lagi Damian mengacak rambut ku dan pergi begitu saja.
Setelah Damian pergi , datanglah 1 persatu teman serangkai ku.
__ADS_1
Sudah bisa dibayangkan seberapa banyak yang mereka pertanyakan hihi.
***
Jam sekolah telah selesai, aku pun segera pulang ke rumah. Sesampainya di rumah, aku langsung berganti pakaian dan makan siang.
Setelah selesai , aku duduk di depan meja hias ku. Ku lihat sudah jam 15.45 , "sebentar lagi pasti Damian akan sampai menjemput ku" , gumam ku dalam hati.
Aku mulai membersihkan debu di wajahku dengan cleanser, setelah itu aku make up ulang wajahku.
"Heeem...Waktu yang sangat tepat sekali. Baru saja aku selesai berdandan, Damian telah sampai di depan rumah ", aku berbicara dengan bayangan di cermin ku.
Aku dan Damian meminta izin dengan ibu akan keluar rumah, ibu pun mengizinkan kami .
Baru sampai di gerbang sekolah, Damian memberhentikan mobilnya dan meminta ku untuk memejamkan mata. Aku pun bingung, apa yang akan dia lakukan.
"Tutup matamu yaa dek" Ujar Damian seraya menutup mataku dengan sebuah kain.
"Kenapa kak? kakak gak lagi ngerjain aku kan? " tanya ku sedikit panik.
__ADS_1
" Enggak, tenang aja yah. Lagian kita sudah tinggal masuk aja" jawab Damian menenangkan ku.
Ia membunyikan klakson mobil nya 2 kali, entah apa maksudnya. Aku hanya mengikutinya.
Tak lama, mobil kembali berhenti dan Damian mematikan mesin mobilnya .
Dia turun dan membukakan pintuku, dengan hati-hati ia menuntun ku berjalan hingga akhirnya berhenti.
"Dek, kita sudah sampe. Dalam hitungan ke tiga kamu boleh buka matamu. 1 2 3", Ujar Damian .
Aku pun membuka perlahan mataku dan aku sangat terkejut apa yang ku lihat saat ini.
Damian sudah berlutut di depan ku dengan memegang setangkai bunga mawar berwarna merah. Semua teman-teman ku dan teman Damian berdiri di tepi lapangan dengan membawa balon huruf bertulisan I LOVE RAYA.
Aku yang masih bingung terus saja memandang Damian dan sekeliling ku.
"Dek, kamu mau gak jadi pacar kakak? " Ucap nya tegas seraya menatap ku dengan penuh harapan.
Aku diam sejenak, ku yakinkan diriku bahwa ini nyata dan ku yakinkan hati ku untuk berkata "Iya kak adek mau", jawabku sambil menganggukkan kepala . Aku sangat terharu, tangis ku hampir pecah.
__ADS_1
Seketika Damian bangkit dan langsung memeluk ku, semua teman yang berada di tepi lapangan pun berloncat dan berteriak penuh kemenangan.
Bersambung...