
Hubunganku dengan Diki saat ini sedang baik-baik saja, dan dia pun berniat untuk melamarku setelah aku lulus sekolah nanti. Ya ku harap itu bukanlah hanya omong kosong. Karena , aku pernah kehilangan cintanya sekali beberapa tahun lalu.
Dia meninggalkan ku disaat aku sangat mencintainya. Meninggalkan ku tanpa alasan yang jelas. Dia menghilang tanpa kabar dan berlalu begitu saja. Ckk, jika aku mengingat kebodohan lalu, tak habis fikir aku bisa menerimanya lagi saat ini.
Dulu aku lah yang selalu berjuang mempertahankan hubungan agar tak berpisah dengannya. Seperti kehilangan akal akupun menuruti semua kemauannya. Ya, semua kemauannya tanpa terkecuali.
Sampai pada akhirnya, hal yang sangat terkutuk pada saat itu terjadi.
Dia menginginkan diriku seutuhnya, aku menolaknya karena aku takut jika ketahuan keluargaku, terutama ayahku . Bagaimana jika terjadi sesuatu padaku setelah melakukannya? tetapi, aku juga tak ingin kehilangannya. Aku sangat mencintainya .
Hati dan pikiranku tak ingin bersatu.
Kami berpacaran memang sudah diluar batas , ciuman adalah hal biasa yang kami lakukan saat bertemu. Hari ini, tiba saatnya untuk aku melakukan kebohongan lagi kepada orang tuaku untuk sekedar menemui nya. Jam pulang sekolahpun sebentar lagi akan berakhir, aku sengaja tak membawa kendaraan agar bisa dijemput Diki dan berjalan dengannya usai pulang sekolah.
Aku keluarkan Handphoneku dari dalam tas dan segera menelpon ayahku.
Beberapa detik menunggu terhubung..
Ayah : Halo Assalamualaikum.
Raya : Iya waalaikum salam ayah. Yah, aku minta ijin ya mau kerumah Gita ngerjakan tugas kelompok. Besok dikumpul soalnya.
Nanti pulangnya biar diantarkan temanku.
__ADS_1
Ayah : Iya, jangan sore- sore pulangnya.
Raya : Iya ayah, yasudah. Assalamu'alaikum.
Ayah : Waalaikum salam ( mematikan sambungan telepon).
tuutttt.
Selamat batinku , aku senyum-senyum kegirangan dan segera menghubungi Diki untuk menjemputku sekarang. Karena waktu pulang sebentar lagi dan jarak rumah Diki kesekolahku cukup jauh.
Raya : Kak, aku bntr lagi pulang. Jemput sekarang yah. Aku sudah ijin Ayah kalo aku pulang sore hari ini. Aku kangen ππ
Diki : Iyaa sayang, kakak otw yaa.. Kakak mau lepas kangen sama kamu π
Jam pulang sekolahpun tiba. Aku berjalan menuju gerbang sekolah, ku lihat dia sudah menungguku di depan gerbang.
Raya : Sudah lama kak nunggu?
Diki : Kakak baru sampe kok, ayo naik.
Raya : (Naik motor) , Kita mau kemana kak?
Diki : Ke hotel.
__ADS_1
Raya : hah??? hotel?
Diki pun hanya tertawa mendengar aku terkejut menanyakannya. Tanpa menjawab pertanyaanku, Diki mulai melaju membawa motornya. Dan akhirnya berhenti di sebuah warung makan sederhana, aku pun mulai bernafas lega.
Diki : Kita makan dulu yaa yang ( memarkirkan motornya)
Raya : Iya kak, sembarang aja .
Akupun mengikuti nya masuk kedalam rumah makan tersebut, dan mencari tempat untuk kami makan. Diki pun menghampiriku, tak selang berapa lama datang pelayan mengantarkan 2 porsi makanan & minuman.
Setelah selesai makan, Dikipun membayar semuanya.
Aku mulai bertanya lagi padanya.
Raya : Sekarang kita mau kemana kak?
Diki : Melepas rindu sayang ( sambil memegang pipiku).
Akupun hanya terdiam tanpa ekspresi mengikutinya.
Kurang lebih 20 menit kami diperjalanan, Diki mulai melambat membawa motornya. Aku membaca tulisan besar itu. Ya , Diki tak main-main dengan ucapannya. Jelas sekali itu adalah Hotel XX.
Ya Tuhan, mulai panas dingin rasanya sekujur tubuhku. Apa yang akan dia lakukan padaku di hotel ini, gumam ku dalam hati cemas.
__ADS_1
Bersambung....