Kisah Untuk Mama

Kisah Untuk Mama
1.Perkenalan


__ADS_3

Adakah ada anak yang lahir tanpa seorang ibu? Jawabannya pasti tidaklah ada,yang ada adalah ibu hanya melahirkan dan setelahnya pergi entah kemana.


Jika memang ayah yang menyakitimu kenapa aku yang kau korbankan ibu?ketika aku kecil semua teman teman ku menanyakan siapa ibuku dan aku hanya bisa menggelengkan kepala lalu mereka menertawakan ku,mereka bilang hewan saja tau siapa ibunya,kenapa aku tidak?itu terlalu sakit karena hati ku masih terlalu kecil untuk menerima penghinaan seperti itu.


Ayah yang aku kenal tidak pernah ingin memberitahukan dari rahim siapa aku di lahirkan,jika aku memaksa,ayah akan sangat marah dan aku pernah melihatnya diam diam menangis,dan itu membuatku semakin sakit ibu.


Hanya nenek yang masih mau menjawab pertanyaan ku tentang dirimu, walaupun hanya sekedar tau bahwa kau masih hidup aku sudah sangat bahagia, karena aku yakin suatu hari kita akan di pertemukan.


Hari ini aku akan memulai hari pertama ku manjadi anak SMA, lihatlah ayah membelikanku baju,tas dan sepatu baru,nenek bilang aku sangat cantik persis seperti mu, terimakasih telah mewariskan wajah cantik ini untuk ku.


Meskipun ayah tidak pernah memujiku cantik,tapi aku tau ayah sangat merindukan mu ,ia sering bersedih jika menatap ku terlalu lama, meskipun ayah tidak pernah mengatakanya tapi aku tau.


Baiklah ibu,aku akan berangkat ke sekolah,semoga aku mendapatkan teman yang baik hari ini,tidak seperti teman-teman lama ku yang tidak mau berteman dengan ku karena aku tidak punya ibu kata mereka,doakan aku ya..


Clarisa Aulia menutup buku catatanya,ia memandang ke luar jendela lalu mengalihkan tatapanya pada jam kecil di atas mejanya,ia merapihkan segala keperluan nya memasukan ke dalam tas baru yang ayahnya belikan dengan bekerja keras.


Clarisa Aulia menggayuh sepedanya untuk sampai ke sekolah barunya,sepeda yang ayahnya belikan 2 tahun lalu karena Aulia mendapat juara olimpiade matematika mewakili sekolahnya,ia sangat bersemangat hari ini, memakai seragam baru dan membawa peralatan sekolah yang baru juga,rambut panjang bergelombang nya di ikat ekor kuda dengan menyisakan poni gembal di dahinya.


Ia tidak berhenti tersenyum sambil menggayuh sepedanya,ya di saat anak anak seusianya telah menggunakan motor atau mobil ke sekolah Aulia masih setia dengan sepeda berwarna kuning itu lesung pipi di kedua pipinya sangat ketara jika ia tersenyum.


Aulia sampai di gerbang sekolah barunya,gerbang sekolah yang di impikan banyak anak seusianya,Aulia bisa masuk ke sini karena otak cemerlang nya, mengandalkan beasiswa hadiah dari olimpiade matematika yang di pilihnya,ia memarkirkan sepeda nya di antara beberapa sepeda motor di sana, setelah nya ia berjalan ke arah lapangan yang di khususkan untuk anak baru yang akan bergabung di sekolah itu.


Beberapa anak menatapnya,Aulia hanya tersenyum kala berpapasan dengan mereka,entah itu kakak kelas atau sama denganya siswa baru,yang pasti tidak ada satupun anak yang Aulia kenal,karena jelas sekali masuk ke sekolah ini tidaklah mudah,syarat pertama pasti harus banyak uang dan itu suatu keberuntungan untuknya,setidaknya tidak ada yang memprovokasi anak anak lain untuk membulinya.


Aulia bergabung di barisan anak perempuan, mencoba berbaur kepada mereka, beberapa ada yang tersenyum dan kebanyakan mereka acuh saja,dan tentunya mereka semua anak anak orang kaya, Aulia menatap dirinya yang sangat jauh berbeda dari mereka,tapi ia selalu bersyukur untuk apa yang ayahnya berikan untuk nya.


" Hai,," sapa seorang gadis dengan rambut sebahu dan kacamata yang bertengger di hidung mancung nya.


Aulia tersenyum lalu menjawab sapaan gadis itu.


" Hai juga,,boleh kenalan?"tanya aulia ragu.


Gadis berkacamata itu bersenyum manis lalu menjulurkan tangannya.


" Aku,,Mega Diani, panggil aja Mega atau Dian asal jangan panggil aku Ani " katanya tertawa kecil.


Aulia ikut tertawa mendengar ucapan anak ini, seprtinya ia anak yang baik.


" Aku Clarisa Aulia " jawab aulia sambil meraih tangan Mega.


" Emm kamu dari sekolah mana ris?" Tanya mega lagi.


" Oh aku dari SMPN 12, kalo kamu?"tanya Aulia balik.


Mega sempat mengerutkan keningnya tapi ia tetap tersenyum.


" Aku dari SMP Benih Bangsa " jawab Mega.


Aulia hanya mengangguk kan kepalanya lalu tersenyum,tak heran jika yang masuk kesini pastilah dari sekolah yang tidak kalah elitnya, mereka mulai berbincang bincang layaknya anak remaja pada umumnya,Aulia bersyukur di hari pertama nya ia mendapat teman yang baik seperti Mega,ia tidak mengukur pertemanan karena harta.


Setelah semua anak berkumpul,seorang guru pembimbing memberikan arahan,bahwa kegiatan hari ini ia serahkan kepada anak anak OSIS yang merupakan kakak kelas siswa siswi terpilih di sekolah ini.


Mereka semua mulai memperkenalkan diri satu persatu,lalu memberi tahukan jabatan mereka di sana, setelah nya mereka membagi siswa baru ke dalam beberapa kelompok dan mulai menjalankan kegiatan mereka.


Selama satu minggu kegiatan mereka hanya di isi dengan pengenalan lingkungan sekolah dan bermacam kegiatan menyambut anak baru.

__ADS_1


Hari ini hari terakhir Penataran untuk siswa dan siswi baru, Seperti biasa Mega sudah menunggu Aulia di parkiran sekolah,tak lama sepeda berwarna kuning itu memasuki gerbang sekolah.


Dari jauh Mega sudah melambaikan tanganya ke arah Aulia.


" Hai ga,,udah lama nunggu ya?" Sapa Aulia ketika sampai di hadapan Mega.


" Engga koq ris,paling bru 5 menitan,yuk kita masuk,," ajak Mega menarik tangan Aulia.


Mereka berbincang sepanjang perjalanan.


" Eh ris ,lo tau Melisa ga?" Tanya Mega.


" Melisa yang kelompok Azalea itu?" Jawab Aulia.


" Iya bener itu dia,,tuh cowok yang di lapangan basket itu liat ga,yang pake sepatu biru?" Tunjuk Mega ke arah cowok yang sedang duduk memainkan ponselnya bersama beberapa temannya.


" Iya gue liat,kakak kelas kan?" Tanya Aulia.


" Iya bener, kemarin gue liat dia sama Melisa keluar dari dalem Apartemen, rangkulan gitu "


" Nah terus emang kenapa kalo mereka rangkulan,mungkin mereka pacaran kali?"


" Ihh lo nih emang ga tau ya,di grup tuh lagi rame,tuh cowok namanya Arkan dia itu udah punya pacar kakak kelas kita juga,dan lo tau ga siapa pacar tuh si Arkan?"


" Ya ga tau,kan gue ga masuk grup " jawab Aulia santai.


" Oh iya ya,,,gini nih,si Arkan ini anak kepala yayasan,terus dia ini udah di jodohin sama Sandra kakak kelas kita yang super duper cantik kaya barbie, primadona nya Sekolah kita,kenal kan lo?" Tanya Mega lagi.


" Masa sih,kan masih sekolah? " Jawab Aulia singkat.


" Nih gue kasih tau ya,di lingkungan orang orang kaya mereka tuh,perjodohan bahkan di lakukan sejak keluar dari dalam rahim, alasannya buat memperkuat kerajaan bisnis mereka,dan Keluarganya Arkan itu pemilik Hotel dia itu anak orang kaya raya, sedangkan Sandra itu anaknya Pemilik stasiun televisi ,jadi mereka udah di jodohin dari kecil " jelas mega panjang lebar.


" Yehh gimana ga heboh coba,kalo aja kemarin gue foto mereka keluar dari dalem Apartemen dengan mesra kaya gitu,apa ga jadi heboh tuh se antero dunia " kata Mega lebay.


" Ya udah si biarin aja bukan urusan kita juga,ngapain ikut campur urusan orang " kata Aulia.


" Bukan gitu,gue kasian aja sama ka Sandra,di selingkuhin sama si Arkan yang ga ganteng ganteng banget itu,padahal kurang apa coba ka Sandra itu,udah cantik kaya lagi apa coba kurangnya,udah gitu di selingkuhin nya sama Melisa lagi yang iyuchhh,,,cewe BO " kata mega dengan gaya jijiknya.


" Ehh jangan sembarangan lo ga,nanti orangnya denger aja,bahaya tau fitnah orang kaya gitu"


" Ih gw ga fitnah ris,Melisa tuh emang cw bo,dia kan temen SMP gw juga,dan dia itu pernah di boking sama kepala sekolah gw coba gila kan"


" Ehh,,udah ahh jangan ngomongin orang,dosa lo nanti, pagi pagi udah ngegibah aja lo deh ,yuk buruan masuk kelas " Aulia akhirnya menarik tangan Mega agar tidak bergosip lagi.


Baru saja akan memasuki kelas, Aulia dan Mega melihat ada keramaian di depan kelas mereka, karena rasa penasaran mereka pun mendekat,pintu kelas di tutup hanya menyisakan jendela besar yang gordennya sengaja di buka lebar.


Di dalam sana terlihat 4 siswi perempuan sedang membuly seorang siswi lainya, Mega dan Aulia tercengang melihat siapa yang di dalam sana,baru saja mereka membicarakan nya ternyata kakak kelas primadona sekolah mereka sedang membuly seorang siswi,dan anehnya lagi 4 dari siswi itu adalah Melissa sedangkan yang di buly adalah siswi yang baru saja masuk hari ini,karena Aulia,Mega atau yang lainya baru melihat anak perempuan itu di kelas.


" Ehh itu ada apa si,,"


" Kasian banget baru masuk udah di labrak kakak kelas,,,"


" Gila keren banget Melisa baru masuk di sini udah bisa gabung sama genk kakak kelas "


" Iya lah secara Melisa kan tajir,cantik lagi "

__ADS_1


Mega dan Aulia yang tidak tau permasalahan nya hanya mencuri dengar dari teman teman nya yang lain.


Mega yang penasaran akhirnya bertanya juga,ke salah satu teman kelasnya.


" Eh din,itu kenapa si,anak baru ya kayanya?" Tanya mega kepada Dini salah satu teman kelasnya yang terlihat paling gosip.


" Itu tuh namanya Chika dia anak baru di sini,tapi liat deh kasian banget,baru masuk udah di damprat gara gara tuh anak ketauan jalan sama kak Arkan, pacarnya kak Sandra " kata dini mencoba memberikan informasi.


" Nah terus tuh si Melissa ngapain ikut ikutan " Mega masih kepo.


" Oh si Melissa kan sekarang masuk genk Miss Perfect ,genk nya kak Sandara itu loh, keren kan tuh anak,baru masuk udah bisa masuk genk ter populer di sini,soalnya gue denger denger katanya Melissa itu masih sepupuan sama Arkan,makanya dia bisa lolos masuk genk itu " Dini masih bergosip ria.


Mega hanya manggut-manggut dan akhirnya ia hanya menonton pertunjukan di dalam kelas bersama teman yang lainnya,menyaksikan anak baru yang mencoba melawan Sandra and the genk.


Tak lama Arkan dan beberapa temannya datang langsung masuk ke dalam,ia mencoba melerai dengan menarik Sandra keluar,akhir nya mereka semua keluar mengikuti Arkan,menyisakan chika yang masih dengan wajah memerah.


Di barengi dengan suara bel masuk kelas dan semua murid berhamburan ke kelas masing masing.


Aulia yang kedapatan duduk bersama Chika karena memang ia dari kemarin yang duduk sendirian.


Dengan perasaan tidak enak Aulia akhirnya mengajak Chika berkenalan.


" Hai,,gue Aulia,nama lo Chika ya?salam kenal ya chika " kata Aulia ramah.


Tapi gadis cantik itu hanya menatap Aulia tajam,seakan memberi isyarat jangan mengganggu nya.


Aulia yang menerima tatapan itu menjadi sungkan,dan tersenyum seperti orang bodoh.


Bel istirahat berbunyi,semua siswa berlarian keluar kelas menuju kantin tempat favorit mereka,sedangkan Aulia yang selalu membawa bekal ke sekolah seperti biasa hanya berdiam diri di kelas di temani Mega yang ikutan membawa bekal juga, padahal Mega sebenarnya mampu untuk jajan di kantin sekolah,tapi karena sahabatnya itu tidak pernah mau di ajak ke kantin jadi Mega mengukuti Aulia membawa bekal dari rumah.


Tapi hari ini,di kelas bukan hanya ada Aulia dan Mega,tapi kini ada Chika yang sedang menikmati musik yang ia dengar kan melalui earphone nya, seperti enggan di ganggu, Chika mendudukan dirinya di kursi paling belakang.


Aulia dan Mega hanya saling menatap lalu melanjutkan makan mereka sambil berbincang hangat.


Tak lama mereka terkejut karena kedatangan kak Arkan di kelas mereka ia bersama 2 temanya menghampiri Chika di belakang, melewati Aulia dan Mega seperti tak terlihat di sana.


Aulia dan Mega yang baru memulai makanya jadi bingung harus bagaimana,mengingat kejadian tadi pagi rasanya mereka takut kalau harus melihat perkelahian lagi,ingin pergi tapi kaki mereka seperti sulit di gerakan karena takut,mau melanjutkan makan pun sepertinya seleranya sudah menghilang entah kemana.


Aulia mencoba menikmati makanan mereka walau dengan perasaan was was, akhirnya mereka mendengar pembicaran orang di belakang sana.


" Cik,ayo ikut gue,ada yang harus gue jelasin sama lo " pinta Arkan menarik tangan Chika.


Chika hanya menatap benci kepada Arkan, mencoba melepaskan tangan Arkan dari tanganya.


" Lepasin gue dan jauhin gue ,,, kita ga pernah saling kenal, Sekarang pergi lo dari sini " chika menekan suaranya.


" Chik please dengerin dulu penjelasn gue,ayo ikut gue " pinta Arkan sekali lagi.


" Apa yang mau lo jelasin hah,,,gue udah ga butuh penjelasan apapun ngerti lo?"


" Chik jangan gini dong,kasih gue kesempatan buat jelasin semuanya " Arkan berusaha meraih tangan chika tapi kemudian di tepis olehnya.


" Oke gue kasih kesempatan lo 5 menit dari sekarang " chika melihat jam tangannya lalu menatap tajam ke arah Arkan.


Arkan yang akan menjelaskan akhirnya menatap Aulia dan Mega , alih-alih menyuruh mereka pergi,Chika malah menjadikan Aulia dan Mega sebagai saksi.

__ADS_1


Dengan berat hati Aulia dan Mega pun mencoba mengikuti permintaan chika,sebenarna Aulia enggan tapi Mega yang super kepo memaksanya tanpa suara,hanya raut wajahnya saja seperti memohon.


" Waktu lo ga banyak kan, cepat jelasin dan pergi dari hidup gue " pinta chika dengan kesal.


__ADS_2