Kisah Untuk Mama

Kisah Untuk Mama
34.Menanti dengan Cemas


__ADS_3

Sekarang Mario sedang cemas menunggu temannya itu memberikan kabar, karena Mario sangat takut jika aulia sampai jatuh ke tangan orang lain.


Mario sebenarnya sudah tidak sabar ingin bertemu Sarah dan membuat perhitungan dengan istrinya itu,tapi Mario merasa Aulia lebih penting untuk segera di selamatkan dari villa itu.


Karena Mario panik,ia sampai lupa menghubungi Andrian untuk memberikan nya kabar.


Mario baru akan menelpon Andrian, tapi ponselnya lebih dulu berbunyi, temanya itu menelpon,kalau ia sudah mendapatkan pesanan Mario, dan Ia akan membawa pesanan Mario ini ke hotel yang sudah mereka bicarakan sebelum nya.


" Tapi Mario,anak ini sekarang dalam keadaan tidak sadarkan diri " hanya itu yang temanya itu informasi kan


Mario bernafas lega setelah mendapatkan foto Aulia yang tertidur di sebelah temanya itu, setidaknya anak itu sekarang sudah aman, Mario akan mengurus Sarah setelah ini.


Ia lalu meninggalkan penginapan dan bergegas menuju hotel yang sudah Mario katakan tadi kepada temannya.


Mario ternyata lebih dulu tiba di hotel jadi ia memutuskan menunggu di parkiran , setelah mobil temanya itu datang, Mario mengucapkan banyak terima kasih karena telah membantu nya.


" Jangan sungkan ri,,,kalau butuh barang baru yang masih gress seperti ini jangan sungkan untuk bilang padaku hahaha terkadang kita juga butuh yang baru untuk merefresh otak kita ri, baiklah aku pamit,malam ini aku sudah ada janji dengan kekasih ku yang tak kalah cantik dari yang ini , sampai jumpa ri,selamat bersenang-senang " kata pria itu meninggal kan Mario yang berwajah datar.


Mario mengangkat tubuh Aulia ala bridal untuk membawanya ke kamar hotel yang memang sudah ia pesan.


Mario menidurkan aulia dengan Hati hati, memposisikan anak itu dengan nyaman lalu menyelimuti nya .


Untuk beberapa saat Mario memandangi wajah Aulia yang sedang tertidur,ia merindukan wajah ini, wajah Sarah yang dulu sangat ia kagumi, tapi sekarang Sarah sudah merubah wajahnya sedikit demi sedikit,menjalani operasi di beberapa bagian wajah dan juga tubuhnya,itu membuat Mario semakin tidak mengenali istrinya lagi.


Di tambah lagi semakin hari,sifat buruk Sarah terlihat satu persatu, mulai dari caranya mempengaruhi Sandra untuk membenci Maria, dan ternyata sarah menipunya dulu untuk bisa menikah dengan nya, sampai Mario harus kehilangan anak dan istrinya yang sangat tulus mencintai nya,dan sekarang Sarah dengan sangat keterlaluan membuang Aulia yang tidak berdosa itu ke tempat seperti itu.


Entah apa yang membuat sarah melakukan hal keji seperti itu,Mario akan mencari taunya, sebenarnya Mario curiga, jika Aulia adalah anak kandung Sarah, tapi mengingat dulu apa yang pernah terjadi antara dirinya dan Sarah,memang pada malam itu Mario bisa merasakan kalau Sarah masih perawan makanya Mario tidak mengelak saat Keluarga Sarah meminta pertanggung jawaban.


Kini gadis di hadapannya telah membuka matanya,gadis itu menatap sendu ke arah Mario, dengan susah payah Mario menelan ludahnya.

__ADS_1


Aulia masih menatap Mario dengan tatapan berbeda, Mario bingung,ada apa dengan gadis ini kenapa bertingkah seperti itu.


" A,,aulia,,kau,,sudah sadar " tanya Mario terbata, menahan degub jantung yang tiba tiba saja berdebar tak menentu.


" Pak,,Mario?" Tanya Aulia yang masih mengejapkan matanya.


" Ya,,"


" Saya di mana?" Tanya Aulia masih berbaring dan melihat sekitar.


" Kamu sudah aman Aulia,istirahatlah,saya akan menghubungi Andrian " kata Mario akhirnya memutuskan kontak mata antara mereka.


Baru saja Mario akan beranjak, Aulia menarik tangan nya.


" Jangan tinggalin saya pak,sya takut " kata Aulia mulai menangis,


Mario bingung dengan tingkah Aulia, tapi akhirnya Mario mendekat, duduk di pinggir tempat tidur Aulia,ia mencoba menenangkan gadis itu.


Dengan cepat Aulia memeluk Mario,ia menangis di dada Mario, sedangkan Mario masih diam, mungkin Aulia masih trauma dengan kejadian yang ia alami di dalam villa itu.


Mario akhirnya membalas pelukan Aulia, mengelus punggung kecil gadis itu mencoba mengurangi kesedihan nya..


Cukup lama Aulia menangis, sebelum tubuhnya merasa tidak nyaman, entah apa yang terjadi tubuhnya tapi sepertinya Aulia membutuhkan sesuatu entah apa, aulia jadi bingung sendiri.


Aulia melepaskan tubuhnya dari pelukan Mario,ia mengangkat wajahnya menatap Mario dari bawah dadanya dan ternyata Mario juga menundukan wajahnya menatap Aulia dengan tatapan dalam,Mario mencoba menepis nya tapi tidak bisa,seakan Aulia seperti magnet yang membuat Mario ingin lebih dekat dengannya,jiwanya seperti di bawa ke sebuah masalalu.


Entah apa yang membimbing Mario mencium bibir tebal milik aulia,dan lebih parahnya aulia tidak menolak,ia malah memejamkan matanya seakan menyambut ciuman hangat yang memang sedang ia butuh kan, tapi di sela sela matanya sebuah linangan menetes.


Awalnya hanya ciuman lembut yang Mario berikan, tapi makin lama ciuman itu semakin panas,di tambah Aulia yang sepertinya memberikan akses lidah Mario untuk menjelajahi rongga mulutnya.

__ADS_1


Mario seperti mendapatkan air di tengah gurun,ia tidak memikirkan apapun yang sekarang ada di fikiranya bagaimana menuntaskan hasratnya yang tiba tiba saja muncul karena gadis di bawah umur.


Aulia yang tidak pernah merasakan hal seperti ini pun sepertinya menikmati sentuhan dari Mario,hatinya menolak tapi tubuhnya menginginkan,rasa nyaman saat Mario menyentuh nya membuat aulia semakin menggila,di tambah denyutan di bagian intimnya terasa sangat tidak nyaman.


Dari ciuman itu, Mario mulai menurunkan ciuman nya ke leher putih aulia mengecapnya, hingga ******* kecil lolos dari bibir aulia,dan itu membuat Mario terpancing untuk bisa menyusuri lebih dalam tubuh gadis ini, Entah sejak kapan piama yang Aulia kenakan sudah tergeletak di lantai kamar itu.


Mario sudah gelap mata melihat gundukan besar milik aulia yang sebelumnya pernah ia lihat tapi kali ini ia melihat nya sangat dekat dan tanpa berfikir lagi mario memainkan nya dan itu membuat aulia melenguh menikmati rasa yang belum pernah aulia rasakan sebelumnya,aulia hanya diam menikmati setiap sentuhan yang Mario berikan, membuat aulia semakin nyaman dan saat mario berhenti itu membuat Aulia tersiksa.


Mario yang sudah terlanjur jauh akhirnya melanjutkan aksinya, karena ia melihat kekecewaan di wajah aulia saat Mario menghentikan permainan nya.


" Tolong jangan berhenti,saya sangat tersiksa tolong saya pak " suaranya sudah tidak bisa di dengar dengan jelas,antara erang an atau *******.


Mario pun sudah di selimuti hawa nafsu jadi otaknya sudah tidak bisa berfikir jernih,apalagi ia sudah cukup lama tidak menikmati rasa yang seperti ini lagi.


Kini sudah tidak ada sehelai benang pun yang menempel di tubuh aulia, meskipun malu malu, aulia tetap tidak bisa menolak sentuhan Mario, karena tubuhnya menginginkan kenyamanan.


Aulia mendapat kenikmatan lebih saat Mario bermain di bawah sana memainkanya dengan jari juga dengan lidahnya,dan itu membuat Aulia melayang entah ke langit lapisan keberapa, rasanya tidak pernah aulia merasakan kenikmatan semacam ini.


Aulia sudah tidak memikirkan apapun sekarang yang ia rasakan ia hanya ingin mengeluarkan sesuatu yang sudah ingin meluncur dari bawah sana.


" Pak,,aku mau pipishh" dengan polosnya aulia berkata dengan ucapan yang sudah sulit ia keluarkan dengan normal.


" Keluakan sayang,aku akan menyelesaikan nya" jawab Mario,setelah berkata begitu Mario memainkanya jarinya di sana lalu bibirnya meraih bibir seksi aulia, sampai aulia melengkung kan tubuhnya bersamaan cairan hangat mengalir di tangan Mario.


Ini benar benar gila, Mario menyesali perbuatan gilanya,yang sampai berani melakukan hal sejauh ini,ia menatap Aulia di tempat tidur dengan tubuh polosnya yang memejamkan matanya seakan ia sudah sangat kelelahan, Mario menyelimuti tubuh gadis itu dengan selimut.


Ia lalu masuk ke kamar mandi dan melanjutkan hasrat yang berhasil ia tahan, untungnya otaknya masih sedikit berfungsi, untuk tidak mendobrak pertahanan anak itu,Mario memilih menyelesaikan hasratnya di kamar mandi bersama si sabun cair yang di sediakan hotel.


Setelah selesai dengan urusan nya , Mario keluar kamar mandi,ia memperhatikan gadis yang tertidur dengn nyaman di tempat tidur itu , bibirnya menyunggingkan senyum,ia merasa bodoh dan sudah gila,bisa bisanya melakukan hal itu pada gadis yang sedang tidak sepenuhnya sadar.

__ADS_1


Cukup lama Mario memandangi Aulia,ia lalu mendekati nya, merapihkan rambutnya yang menutupi wajah cantik gadis itu, sekali lagi Mario memandangi Aulia,lalu ia mencium kening gadis yang tertidur sangat nyenyak sakali.


__ADS_2