Kisah Untuk Mama

Kisah Untuk Mama
23.Kehawatiran Sahabatnya


__ADS_3

Sebenarnya ada apa, kenapa sikap sahabatnya ini terasa sangat aneh,atau karena semalam ia bermalam di apartemen Andrian,dan itu membuat mereka sangat khawatir hingga menangis?


" Guys,,,gue baik baik aja,kalian kenapa jadi lebay gini sih?dan eh,,gue mau tanya deh,koq gue bisa ada di sini? siapa yang anter gue ke sini,chik?" Tanya Aulia yang sudah sangat penasaran dari tadi,tapi kenapa kepala nya masih terasa sangat sakit.


Chika masih menatap Aulia dengan nanar,ia bingung harus menjelaskan nya dari mana.


" Ris?ada yang mau gue sampai in sama lo?" Kata chika ragu.


Aulia semakin mengerutkan dahinya,ada apa sebenarnya?


" Ada apa chika?lo jangan bikin gue takut deh?" Kata Aulia menatap chika dan mega bergantian.


" Tadi,, waktu gue nelpon lo,yang angkat telepon nya bos lo ris,,,,terus dia ngabarin gue kalo lo ada di apartemen nya dari semalam,dan lo udah dua kali pingsan di sana,," chika menarik nafasnya dalam dalam seperti menahan sesak di dadanya.


" Iya chik,,itu benar,kayanya gue cuma kecapean aja deh, kenapa lo nangis gitu,gue baik baik aja chik,ga " kata aulia santai.


" Masalah nya bukan itu ris,,," chika memandang Aulia dengan mata berkaca-kaca.


" Kata pak Andrian,lo bukan kecapean,, tapi,,lo,,,lo,,kena kanker " kata chika sambil menangis memeluk aulia.


Aulia masih belum mengerti dengan perkataan Chika pun hanya terdiam, tapi kemudian ia berkata dengan santai.


" Lo dapet info dari pak Andrian ya??itu semua ga bener chik,pak Andrian emang suka gila kalo ngomong, kelewatan banget si bikin gosip ga jelas gini " kata aulia kesal.

__ADS_1


" Lo yakin,ris?tapi tadi dia juga kelihatan panik banget pas nganterin lo kesini?"kata Chika lagi sambil menghapus air matanya.


" Gue yakin Chik, orang gue tadi denger sendiri, orang yang meriksa gue bilang kalo gue cuma kecapean aja " kata aulia tanpa dosa.


" Lah katanya lo pingsan,,,koq lo tau omongan dokter?" Tanya Chika yang mulai tenang.


Aulia jadi tertawa mengingat kejadian di apartemen bosnya itu, chika dan Mega saling pandang,tidak tau apa yang membuat Aulia tertawa.


Aulia akhirnya menceritakan semuanya kejadian yang terjadi padanya, sampai pada saat dirinya keluar dari kamar mandi.


" Jadi gue tuh pura pura pingsan,karena gue males denger ocehan bos gila gue itu, emang badan gue ga enak banget semalam,kayanya gue masuk angin aja,gue juga agak demam,,pak Andrian panik dan ngehubungin dokter, tapi dokter bilang gue cuma kelelahan aja koq, orang gue denger sendiri,terus gue pura pura bangun, entah apa yang pak Andrian kasih ke dalam minuman gue membuat gue ngantuk banget,terus gue ketiduran dan bangun ada di kamar chika " jelas aulia panjang lebar.


" sialan tuh bos lo ris,tadi pas dia angkat telepon dari gue,dia tuh panik banget dan langsung nganterin lo ke sini dalam keadaan ga sadar,kan gue panik,dia cuma bilang kalo lo kena kangker stadium akhir katanya umur lo cuma tinggal 2 bulan lagi,gimna gue ga nangis coba, ngeliat lo ga sadar terus dapet berita kaya gitu,gila ya tuh orang,liat aja kalo ketemu gue pites tuh orang " kata chika geram.


" Tapi kenapa dia ngasih lo minuman biar lo pingsan lagi ya ris?kan harus nya dia senang lo udah sadar?aneh ga sih?" Kini giliran mega yang nyahut.


" Iya juga ya, emang bos gue itu rada rada aneh sih " kata Aulia lagi,ia mengingat kejadian semalam dan otak nya sudah mulai tertular kegilaan bosnya itu, karena tanpa sadar Aulia tersenyum dalam lamunannya.


" Lo yakin ga di apa apain pas lo ga sadar ris?" Tanya Mega.


Wajah aulia seketika pucat,ia tidak tau jawaban dari pertanyaan mega,dan ia mulai ketakutan dengan fikiran buruk yang tiba tiba melintas.


" Jam berapa dia antar gue ke sini chik?" Tanya Aulia panik.

__ADS_1


" Satu jam yang lalu ris? kenapa? Jam berapa lo terakhir sadar?" Tanya chika ikutan panik.


" Jam 11 siang dan sekarang udah jam 3 sore ?" Kata aulia lemah.


Mereka bertiga terdiam dengan fikiran masing masing.


" Engga,,,gue yakin pak Andrian ga mungkin macam macam sama gue,,,ga mungkin?"kata aulia mencoba menenangkan hatinya.


" Semoga aja ris,, semoga pak Andrian ga ada niat jahat ya sama lo ?" Jawab mega.


" Mendingan lo tanya aja langsung ke orang nya ris, biar lo ga penasaran?" Usul Chika.


" Kenapa nasib gue sial banget sih,dulu gue terbangun dalam keadaan yang ga baik,dan sekarang gue harus bertanya tanya apa yang terjadi sama gue, kenapa tuhan ga adil banget sama gue,apa karena gue ga punya ibu,jadi orang orang mudah banget memperlakukan gue kaya gini " kata Aulia mengeluarkan tangisnya.


Aulia sangat lelah menangis,ia ingin sekali menceritakan sedikit kejadian semalam yang dia ingat,tapi ia takut ke tiga Sahabatnya itu akan semakin khawatir,jadi Aulia memilih diam,ia sudah berjanji akan melupakan hal itu mulai hari ini.


Setelah puas menangis dan bercerita kepada dua teman nya, akhirnya chika mengantar aulia pulang, Sedang mega pulang ke rumahnya sendiri.


Di perjalanan, Chika mengajak aulia untuk makan di salah satu restoran cepat saji, chika dan aulia menunggu pesanan mereka di kursi paling pojok di resto itu,ia sengaja mengambil posisi di meja paling sudut,agar bisa melihat ke luar resto yang pemandangan nya lumayan bagus jika di lihat di sore hari.


" Ris,,gue ke toilet bentar ya, panggilan alam?" Chika meninggalkan Aulia sendiri,ia menatap ke luar dengan tatapan sendu.


Fikiran nya tidak pernah lepas dari kejadian yang ia alami belakang an ini,kadang ia merasa tuhan sangat tidak adil, membiarkanya menanggung kesedihan sendiri,andai ada seorang ibu bersamanya setidaknya ada tempat untuknya bercerita dan mengadu atas kesedihannya selama ini.

__ADS_1


Air mata nya sempat menetes tapi buru buru ia hapus, sekarang aulia sedang memperhatikan ke luar jendela,ia tidak sengaja melihat mobil yang berhenti tidak jauh dari tempatnya duduk, meskipun ia ada di dalam tapi bisa melihat jelas keadaan di luar,karena resto itu di kelilingi kaca besar jadi memudahkan untuk melihat keadaan di luar.


Aulia mencoba mengalihkan suasana hatinya dengan melihat beberapa orang lalu lalang di depan resto,dan beberapa menit kemudian ia terlihat tertarik pada seseorang yang baru saja turun dari mobil mewah nya.


__ADS_2