
Jam sudah menunjukkan pukul 10 malam, tapi kini Aulia sedang berada di apartemen Andrian, membereskan beberapa berkas yang entah sejak kapan ada di apartemen ini,ia sangat lelah sekali,ingin rasanya ia berbaring meluruskan tubuhnya, tapi map dan laptop di hadapannya masih menunggu nya.
Sedangkan si pemilik Apartemen ini entah di mana sekarang ia berada, mungkin ia sudah mengistirahatkan tubuhnya dengan nyaman, sedang kan Aulia masih harus bekerja keras di sini, Mulut dan matanya sudah mulai tidak bisa di kondisikan,bahkan kini tubuhnya pun sudah sehaluan bersama otak dan matanya.
Aulia masih mencoba menahan kantuknya dengan meminum air putih dan memakan beberapa permen kopi,tapi semuanya seperti nya sudah tidak ampuh lagi, matanya masih saja mengantuk dan akhirnya ia roboh juga di atas laptop yang menyala.
Setelah selesai membersihkan diri, Andrian rencananya akan melihat pekerjaan Aulia di luar,tapi tanpa ia duga malah menemukan gadis itu tertidur di atas meja.
Andrian menghampiri Aulia ke mejanya,ia sebenarnya ingin sekali memaki anak itu,karena tertidur di saat kerjaanya masih menumpuk,tapi saat berada di hadapannya Andrian malah berfikir lain..
Andrian menatapi wajah Aulia, sebagian rambut menghalangi wajah aulia, entah kenapa bibir andrian terangkat dengan sendirinya,merasa kasihan dengan siksaan yang selama ini ia berikan,tapi Andrian jarang sekali mendengar Aulia mengeluh,ada sedikit rasa kagum menghampiri nya,gadis ini berjuang untuk kesembuhan ayahnya,hatinya benar-benar tulus melakukan nya.
Dan hatinya mulai ragu,apakah gadis se polos dan setulus Aulia bisa merencanakan kejahatan seperti yang selama ini ia fikirkan.
Entah setan mana yang membawa tangan Andrian kini menyingkirkan helaian rambut yang menutupi wajah Aulia,dan gadis itu tidak terusik sedikitpun dengan ulah Andrian.
Pasti ia sangat lelah sekali,fikir Andrian.
" Ya tuhan,apa yang aku fikirkan?apa aku baru saja bilang kalau aku mengasihani nya " Andrian menepis fikiran konyol itu.
Ia akhirnya memutuskan meninggalkan Aulia yang tertidur di atas meja, Andrian memasuki kamarnya, lalu membaringkan tubuhnya di kasur empuk nya.
__ADS_1
Lagi lagi fikirnya tertuju kepada Aulia, kenapa ia merasa tidak tega meninggalkan gadis itu di sana, seperti ada panggilan tak kasat mata yang menuntunya kembali ke tempat dimana ia meninggal kan Aulia yang tertidur tadi.
Andrian mengangkat tubuh Aulia dengan hati hati,ia akan memindahkan anak itu ke kamar nya,dan gadis itu tidak terusik sama sekali,itu menandakan bahwa Aulia sudah sangat kelewat lelah .
Bahkan saat andrian membaringkan tubuh anak itu di kasurnya, Aulia sama sekali tidak terusik, malah mencari kenyamanan di sana.
Andrian mengangkat sudut bibirnya,lucu sekali anak ini,pantas saja ia sangat mudah di bohingi, karena terlalu polos, bahkan saat tidur pun wajah polos itu makin terlihat,Andrian dengan susah payah menahan diri untuk tidak memuji kecantikan Aulia, tapi semua sia sia saja karena saat Aulia membalikkan tubuhnnya sesuatu menggoda iman Andrian di sana.
Alih alih mengerjai Aulia dengan sengaja membuat anak itu tidur bersamanya di kamar , nyatanya malah membuat fikiran andrian yang tidak karuan.
Saat melihat blouse gadis itu terangkat saat membalikan tubuhnya tadi,andrian malah di buat tidak fokus karena melihat perut yang putih mulus itu di hadapan nya,juga rok kerja yang sedikit naik ke atas, membuat otaknya seketika seperti di sengat listrik, dulu ia pernah melihat nya sekali, tapi tidak ada perasaan apapun selain memang rasa kesal,atau keadaanya berbeda? karena saat itu ada kak Mario di sana,dan sekarang di kamar ini hanya ada mereka berdua.
Rasa nya kepala Andrian sudah mendidih dan ingin sekali ia menyergap gadis di hadapannya ini,otaknya mulai bertraveling kemana mana,tapi dengan gerakan cepat ia pergi dari kamar itu, keluar dari kamar dan menelpon seseorang.
Andrian terus saja berjalan mondar mandir untuk menetralisir perasaan yang sangat menyiksa ini.
Tak lama suara bel apartemen berbunyi,dengan cepat Andrian membuka pintunya,di sana sudah ada serorang wanita dengan mini dress yang sangat pas di tubuhnya.
Tanpa banyak bertanya, Andrian menarik wanita itu ke ruang tamu,dan menyuruh wanita itu melucuti pakaian nya segera.
Wanita yang baru datang itu sempat bingung kerena baru kali ini ia akan melakukan hubungan tanpa basa basi terlebih dahulu, tapi ia tidak membantah,dan menuruti perintah Andrian dengan gerakan lambat dan menggoda.
__ADS_1
Andrian yang sudah tidak tahan akhirnya tidak bisa menahan lagi, dengan cepat ia menarik wanita itu menyuruhnya menghadap belakang,dan sedikit mendorong tubuhnya agar membungkuk,meraba sedikit bagian sensitif wanita itu, sampai wanita itu mengeluarkan suara.
Tanpa menunggu lama ia langsung membenamkan miliknya di sana,mencoba menikmati kegiatan nya bersama wanita bayaran yang ia pesan dari temannya itu.
Aulia membuka matanya mencoba mengumpulkan kesadaran,menoleh ke kanan,ia masih belum tersadar,saat kesadarannya sudah kembali, Aulia membesar kan matanya.
Di mana ia berada?ini bukan kamarnya chika, ia sangat trauma dengan keadaan seperti ini, seperti Dejavu dan dengan cepat ia membuka selimutnya lalu melihat keadaannya, Aulia bernafas lega, karena seluruh bajunya masih melekat di tubuhnya,ia lalu mencoba mengingat di mana ia terakhir berada,jam berapa sekarang?ia mencari ponselnya tapi sepertinya tidak ada di kamar ini,yang pasti ini sudah tengah malam,karena di luar sangat gelap.
Ketika mengingat nya Aulia langsung membesarkan matanya,ya tuhan,,,pak Andrian.
Apa ini di kamar pria itu?tapi bagaimana bisa,apa pak Andrian yang memindahkanya nya ke sini? karena seingat nya semalam ia mengerjakan laporan di ruang tamu,lalu,,,ia seperti nya ketiduran?Tidak mungkin kan ia tidur sambil berjalan? dari pada menerka nerka lebih baik sekarang ia mencari pria itu saja.
Aulia turun dari ranjang king zise itu,lalu menuju pintu, tapi ia mendengar suara aneh dari luar, samar samar seperti suara rintihan,tiba tiba saja bulu kuduknya berdiri,apa mungkin apartemen ini berhantu,aulia ragu untuk membukanya,tapi ia sangat penasaran suara apa itu?jika benar hantu bagaimana? Aulia menarik lagi tangannya dari gagang pintu,lalu sampai kapan ia akan terus diam di kamar ini? bukankah ada pak Andrian di luar,yaa,,pasti itu bukan hantu,aulia mencoba meyakinkan dirinya,ia memberanikan diri juga membuka pintu dengan perlahan.
Semakin pintu di buka suara nya semakin nyata terdengar, Aulia mencoba mengikuti arah suara perempuan yang makin terdengar nyaring itu.
Ketika melewati lorong kamar,Aulia berdiri mematung, karena yang ia lihat lebih menakutkan daripada hantu,ia ingin pergi,tapi kakinya sulit di gerakan dan tanpa sadar Aulia malah berteriak melihat pemandangan di hadapannya.
Andrian yang terkejut mendengar teriakan pun seketika menghentikan kegiatannya, dengan terburu buru ia menutupi area pribadinya dengan bantal sofa yang ada di dekatnya, sedangkan si wanita tidak terlalu terkejut karena sejak tadi ia sudah melihat bayangan gadis itu,dan ia sengaja tidak memberikan isyarat kepada Andrian karena ia sendiri akan sampai,jadi tidak ingin terganggu.
Andrian mengambil celana nya dan segera memakai nya, setelah nya ia langsung menyuruh wanita itu pergi, dengan ragu Andrian mencoba menemui Aulia yang kembali ke kamarnya dengan wajah pucat pasi setelah ia sadar dari teriakannya.
__ADS_1