Kisah Untuk Mama

Kisah Untuk Mama
12. Pengakuan Mario


__ADS_3

Bu Dewi berhasil membuat janji dengan pak Mario,tapi ini semua ia lakukan tanpa mengikuti prosedur sekolah.


Ia sengaja agar tidak melibatkan sekolah, karena sesuai pemberitahuan dari keponakannya,bisa saja Sandra menggagalkan rencana mereka karena ia memang menginginkan Aulia di keluarkan dari sekolah,dan tidak menutup kemungkinan ia akan membujuk ayahnya,agar tidak mempertimbangkan keputusan sekolah untuk mencabut beasiswa Aulia.


Hari itu pun tiba,bu Dewi dan Aulia berangkat ke kantor stasiun televisi ternama itu,untuk bertemu langsung dengan pak Mario, Aulia sangat mengingat jelas bagaimana wajah pria itu,pria yang sangat berwibawa dan terkesan dingin,itu membuat nya terlihat sangat menawan.


Aulia sudah gila karena baru saja mengatakan bapak bapak itu menawan, sepertinya ada yang salah dengan selera dirinya soal laki laki.


" Aulia ingat, bersikap lah yang meyakinkan jika foto itu tidak benar,jangan dulu mengeluarkan strategi untuk mengunci pak Mario dengan bukti yang kita punya,biar bagaimanapun,ia yang berkuasa dalam mengambil keputusan,apa kamu faham" tanya Bu Dewi ketika mereka sedang menunggu di ruang tunggu kantor pak Mario.


" Faham bu " Aulia menjawabnya dengan lemah, sejujurnya sekarang ujung jarinya mulai terasa dingin,karena ia sangat takut bertemu pria ini, pria yang memungkinkan besar merebut keperawanan nya dengan paksa.


Apakah Aulia sanggup berbicara langsung dengannya, sedangkan kini badannya mulai sedikit bergetar padahal ia baru memikirkan nya.


Saat mereka sedang menunggu, Aulia di kejutkan oleh seseorang yang pernah di kenalnya,pria tampan nya,yang ia temui di rumah ibu Maria,ia ingat sekali wajah tampan yang membuatnya susah berkedip.


Tapi bukan sekarang waktu yang tepat untuk bertemu dengan nya,Aulia berharap pria itu tidak mengenali nya, karena jika ia mengenalinya,habis sudah, semua kebohongan nya akan terbongkar,dan bisa saja akan menimbulkan masalah baru untuk nya.


Ya tuhan ingin rasanya ia menjadi tidak terlihat di sini,tapi sepertinya terlambat,pria itu sudah melihatnya,walau tidak berbicara,tapi keterkejutan nya nampak jelas di wajahnya.


Untungnya pria itu terlihat buru buru jadi tidak menegur nya,huhh,,, Aulia bisa bernafas lega setelah melihat pria itu pergi begitu saja.


" Permisi,dengan Ibu Dewi dari Nusantara school?Pak Mario sudah di ruangannya,mari saya antar " kata wanita cantik itu dengan ramah,tubuh ramping yang di balut baju berkelas ala Sekertaris yang pernah ia lihat di televisi kini terlihat di dunia nyata.


" Baiklah,ayo Aulia " ajak ibu Dewi, mengikuti wanita yang bahkan cari berjalan nya saja sangat terlihat mewah.


Tangan Aulia bertambah dingin ketika memasuki ruangan bernuansa abu abu itu, entah karena suhu di dalam ruangan yang sangat tinggi,atau suhu tubuhnya yang mendadak turun, badannya kini sedikit bergetar menahan dingin.


Di depannya kini sudah menunggu seorang pria matang yang sedang menandatangani surat yang di bawakan oleh sekertaris nya itu,lalu wanita itu undur diri, setelah mempersilahkan Bu Dewi dan Aulia duduk.


Pria itu berjalan ke arah mereka, meskipun Aulia tidak melihat nya tapi ia merasakan pergerakan pria itu yang kini sedang menatapnya, Aulia bahkan tidak berani mengangkat wajahnya.


" Selamat siang pak Mario,saya ibu Dewi dari Nusantara school" sapa ibu dewi ramah, mengulurkan tangannya ketika pria itu telah mendudukkan diri di hadapannya.


Dan pria itu menjabat ukuran tangan bu dewi dengan formal, Aulia masih bisa merasakan pria matang itu masih menatap nya.


" Dan ini Clarisa Aulia, salah satu siswi penerima beasiswa di sekolah kita pak,dan Aulia juga yang telah membawa nama baik sekolah kita dalam ajang olimpiade matematika yang di adakan tahun kemarin " jelas ibu Dewi.


Aulia memberanikan diri mengangkat wajahnya,yang seketika terkunci oleh tatapan tajam itu.

__ADS_1


" Oh,jadi ini siswi yang memberikan mendali emas dengan nilai terbaik di sekolah kita?saya tidak menyangka ?" Jawab pria itu ambigu.


" Jadi,ada masalah apa ibu Dewi sampai datang ke sini dan membuat janji bertemu secara pribadi begini,apa ini tidak ada hubungannya dengan sekolah, atau bagaimana?" Tanya pak Mario langsung saja.


" Jadi begini pak,kedatangan saya kesini,memang bukan sekolah yang mengirim saya, dengan kata lain ini secara pribadi saya ingin bertemu bapak, untuk membicarakan hal yang sangat serius " kata bu Dewi dengan nada bicaranya yang sangat terlihat serius.


" Haha,,, sudahlah jangan bicara seperti itu kepadaku,aku merasa seperti orang asing saja,jadi kamu mau minum apa? Ini pertama kamu menginjakkan kaki di kantor ku,aku harus menjamunya dengan baik " kata pak Mario dengan santai, menghilangkan sikap wibawa yang sejak tadi ia pertahankan,tapi itu semua tidak mengurangi jiwa kepemimpinan yang sangat melekat di dirinya.


Aulia melirik ke arah bu Dewi yang masih mempertahankan sikap profesional nya,bu Dewi menatap pak Mario seakan memberi tau tentang keberadaan Aulia di sana,tapi pria itu sepertinya masa bodo,bu dewi akhirnya menghembuskan nafas pasrah.


" Terimakasih atas tawaranya, tapi tidak usah repot-repot Rio,aku kesini untuk meluruskan suatu hal yang sudah di lakukan oleh anak kesayangan mu " kata ibu Dewi sambil memberikan map yang berisi foto foto yang Sandra sebar di sekolah.


Mario sempat terkejut melihat foto itu,lalu ia menatap Aulia tajam, Aulia dengan cepat menunduk an wajahnya.


" Jadi apa yang kalian inginkan?" Tanyanya lagi dengan tatapan tidak lepas dari Aulia, meletakan map itu dengan sedikit melemparnya ke atas meja.


" Pihak sekolah akan mengadakan rapat dewan sekolah, untuk mengambil keputusan untuk masalah ini,dan kemungkinan keputusan nya akan membuat anak ini kehilangan beasiswa nya dan juga akan di Drop out dari sekolah,aku ingin kamu mempertimbangkan nya untuk mempertahankan nya di sekolah,karena foto yang Sandra sebar belum tentu benar keasliannya " kata bu Dewi berusaha meyakinkan pak Mario.


Mario seperti memikirkan sesuatu,dan sejujurnya ia tertarik dengan anak ini,anak yang Andrian bawa pada malam itu,dan yang ia temui di butik istrinya,itu seperti bukan kebetulan semata, mungkin ada sesuatu yang di rencanakan anak remaja ini.


" Emmm bagaimana kamu yakin jika foto itu bukan Asli?" Tanya Mario masih dengan tatapan mematikan ke arah Aulia.


" Jika foto itu asli bagaimana?aku tidak ingin membela orang yang salah,apalagi jika melanggar peraturan sekolah, dengan kelakuan tidak terpuji seperti itu " jawab Mario dengan tatapan mengintimidasi.


" Apa kau yakin itu foto asli? mungkin saja itu foto asli yang Sandra ambil sendiri, karena memergoki seseorang yang membawa Aulia ke kamar itu?" Jawab Bu Dewi yang mulai melancarkan serangannya.


" Apa maksud mu?" Jawab Mario mengalihkan tatapannya ke arah bu Dewi dengan tenang.


Bu Dewi membalas tatapan itu dengan sangat tajam, sambil memberikan sebuah bukti tentang nama penyewa kamar yang malam itu di tempati Aulia.


Mario sempat terkejut tapi kemudian ia menutupinya dengan tawa.


" Jadi maksudmu aku yang membawa anak ini ke sana?dan aku yang telah melakukan perbuatan tidak senonoh itu?oh,, ayolah wi,,nama Mario tidak hanya satu di kota ini,kau jangan gila dengan berfikir seperti itu tentang ku,aku tidak akan melakukan hal seperti itu dengan wanita sembarang an " jawab nya santai.


Aulia yang mendengar nada santai tidak bersalah dari Mario,kini dengan berani mengangkat wajahnya ia menatap Mario dengan wajah tidak percaya nya, kenapa ia merasa seperti di rendahkan di sini, walaupun apa yang ia katakan mungkin saja benar tapi entah kenapa terasa sangat sakit jika di ucapkan seperti itu.


Ibu Dewi kini menyunggingkan senyum miring nya.


" Baiklah,bagaimana jika kita sama sama periksa cctv hotel itu?" Ajak ibu Dewi.

__ADS_1


Ada keterkejutan di wajah Mario,ia mengeratkan rahangnya,dan tatapan nya kini berubah tajam, seperti seorang pencuri yang tertangkap basah ia masih mencoba mengelak,dan Aulia yang melihat perubahan wajah itu seketika mengeluarkan air matanya,ada wajah kecewa dan juga ketakutan di sana,dan Mario yang melihat itu mulai merenggang kan wajahnya, walau tidak mengalihkan tatapan tajamnya.


Bu Dewi hanya dapat mengelus punggung tangan Aulia, mencoba menenangkan gadis itu.


Untuk beberapa saat ruangan itu menjadi hening, mereka berkutat dengan fikiran masing masing.


Dewi dan Aulia yakin jika pria itu benar Mario,dan Mario mulai kesal karena semua ini ulah adiknya dan sekarang malah ia yang jadi tersangka.


" Baiklah,begini wi,itu semua tidak seperti yang ada di fikiran kalian," Mario menarik nafas pelan.


" Kamar itu memang di sewa dengan namaku,tapi bukan aku yang membawa anak ini ke sana,aku bersumpah aku tidak pernah melakukan apapun dengan anak ini" kata Mario akhirnya, secara tidak langsung mengakui perbuatannya.


" Lalu, maksud kamu ada orang lain yang melakukan nya? pasti orang itu orang terdekat mu, karena tidak mungkin kau tidak mengenal nya tapi memperbolehkan nya menggunakan kamarmu" ibu Dewi mengintrogasi.


" Apa ini akal akalan anakmu saja? karena hanya Sandra yang memungkinkan melakukan hal itu." Tuduh Dewi.


Mario hanya diam,ia tidak mungkin bilang jika ini ulah Andrian, masalah nya akan semakin rumit,jadi ia tidak mengelak jika tuduhan jatuh kepada sandra, setidaknya ini akan lebih mudah di lalui.


Mario menatap Aulia dengan tatapan yang sulit di artikan,jujur saja Aulia sangat manis,dan sangat menarik,hanya pria bodoh yang tidak senang melihat anak SMA dengan wajah manis dan bentuk tubuh yang bagus seperti Aulia, jelas saja Andrian tertarik dengan anak yang usianya bahkan jauh di bawahnya,jika di lihat tanpa seragam sekolah seperti waktu di butik,Aulia memang tidak terlihat seperti anak SMA, badannya yang sangat padat berisi membuat seorang pria tidak akan bisa menolak jika punya kesempatan menikmati nya.


Aulia yang merasa di tatap dengan intens menjadi sangat tidak nyaman,ia mengerti tatapan itu, meskipun kesal tapi ia coba menahannya demi kelangsungan beasiswa nya,ia mencoba menahan amarah di diri nya yang sejak tadi sudah ingin ia luapkan, tapi jika memang ini hanya ulah Sandra,ada kemungkinan ia tidak kehilangan harta berharga nya,ada rasa senang memikirkan nya.


" Oke kita bisa anggap Sandra yang melakukan nya, lalu apa yang kamu inginkan selanjutnya?" Tanya Mario.


" Kamu adalah pemilik sekolah dan suaramu akan di dengar oleh dewan sekolah,jadi aku harap kamu bisa mempertahankan Aulia di sekolah, bagaimana pun caranya dan jangan lupa suruh Sandra meminta maaf kepada Aulia secara langsung untuk membersihkan namanya!!" Pinta ibu Dewi langsung.


"Emm,kalau soal yang pertama, aku akan melakukan nya, tapi soal Sandra,aku akan mencoba bicara padanya,kau tau sendiri bagaimana anak itu, apalagi untuk urusan minta maaf,aku sangsi ia mau melakukan nya, mengingat sifatnya yang sangat egois " jawab Mario.


" Terkadang aku bingung, dari mana Sandra mendapatkan sifat seperti itu,setau yang ku ingat,Maria wanita yang sangat ramah dan Penyabar sedang kau orang yang bijaksana,lalu kenapa sifat Sandra malah lebih mirip dengan Sarah ya?" Tanya Bu Dewi mulai bersahabat.


Mario hanya mengangkat bahunya dalam diam,ia tidak ingin melanjutkan perbincangan soal keluarganya, karena melihat ada Aulia di sana,dan Dewi faham itu.


Akhirnya pak Mario meminta maaf atas kelakuan Sandra dan juga kelalaian nya,suasana menjadi santai,bu Dewi dan pak Mario,mereka banyak membicarakan hal hal masa lalu,dan sesekali menanyakan perihal sekolah dan ilmu pengetahuan kepada Aulia, karena ia adalah siswi berprestasi maka dengan mudah Aulia menjawabnya.


Kenapa Aulia merasa pak Mario secara tidak langsung, sedang berusaha menguji kemampuan nya.


Setelah selesai dengan urusan mereka, akhirnya Dewi dan Aulia berpamitan, Aulia mengucapkan banyak terimakasih kepada Mario,ternyata dia pria yang baik dan ramah sangat tidak sesuai dengan pembawaan nya yang terkesan sombong,tapi di balik itu ia adalah sosok yang bijaksana,ia sempat menawarkan makan siang bersama, tapi di tolak oleh bu Dewi karena mengingat ia tidak bisa terlalu lama meninggal kan sekolah,Pak Mario berkata jika Aulia tidak perlu mengkhawatirkan urusan sekolah,ia berjanji kepada Aulia kalau ia akan menyelesaikan permasalahan secepatnya,untuk sekarang Aulia harus tetap menjalani hukuman skorsing nya saja, sampai rapat dewan sekolah di adakan dan pak Mario akan menyelesaikan dengan caranya,pak Mario juga meminta Maaf atas sikap buruk anaknya,dan meminta Aulia memakluminya.


Meski agak keberatan jika harus di rumahkan sementara, tapi mengingat semua ini berurusan dengan banyak orang jadi Aulia berusaha menerimanya,yang terpenting adalah ia tidak akan kehilangan beasiswa nya.

__ADS_1


__ADS_2