Kisah Untuk Mama

Kisah Untuk Mama
21. Tidur di Sampingnya


__ADS_3

Aulia mencoba menghentikan tangisnya,walau sangat sulit,tapi akhirnya ia menuruti perintah Andrian,dengan pelan ia berbaring di sana, semoga saja pria ini benar benar tidak melakukan apapun kepada aulia, karena saat ini aulia memang sudah sangat kehilangan tenaga untuk melawan Andrian jika ia berbuat macam macam kepadanya.


" Istirahat lah di sini, karena tidak mungkin kamu pulang tengah malam seperti ini, tenang saja,saya tidak akan melakukan hal yang kamu fikirkan, karena saya masih pria normal " kata Andrian.


" Maksud bapak?" Tanya Aulia bingung dengan kata terakhir yang Andrian ucapkan,apa maksudnya pria normal?apa ia fikir Aulia bukan gadis normal, aulia ingin sekali tersinggung dengan kata kata pak Andrian tapi sekali lagi,ia tidak punya kemampuan untuk melawan.


" Tidak ada maksud, tidur lah sekarang,saya juga sudah mengantuk " kata Andrian membuka mulutnya agar aulia percaya.


Aulia masih belum berani melakukan nya,ia sangat takut jika Andrian melakukan hal seperti tadi.


" Aulia tolong,jangan membuat ku mengatakan nya dua kali " kata Andrian kesal.


Aulia buru buru melakukan perintah Andrian,ia membaringkan tubuhnya tanpa suara, menempatkan sendiri tubuhnya sejauh mungkin dari andrian.


Dan dapat di pastikan aulia tidak akan bisa memejamkan matanya,ia tidak ingin kejadian yang dulu menimpanya akan terulang lagi.


Andrian pun membaringkan tubuhnya di sisi berlawanan dari aulia,ia tersenyum sambil memijat pelipisnya yang sedikit pusing.


Aulia benar benar berusaha menahan kantuknya,ia tidak ingin tertidur, tapi kenyataannya ia tidak bisa juga menahan kantuknya, karena ia merasa kan tubuh nya yang mulai berubah suhu,dan sedikit demi sedikit kehilangan kesadaran nya.


Andrian yang sedari tadi menatap punggung Aulia pun merasa ada yang aneh dengan anak itu, tubuhnya seperti bergetar,apa ia menangis lagi?fikir Andrian.

__ADS_1


" Aulia?" Panggilan Andrian pelan.


Tapi tidak ada jawaban,dan andrian mencoba menyentuh tangan aulia dengan ragu, takut jika anak itu ketakutan lagi dan kembali histeris.


Tapi ternyata Andrian malah merasa kan panas pada tangan Aulia, Andrian mencoba menarik pelan tubuh aulia agar terlentang,dan benar saja anak itu ternyata demam, karena matanya kini terpejam juga tubuhnya bergetar seperti orang kedinginan, Andrian dengan cepat menyelimuti tubuh aulia,ia bergegas mencari kompres demam,lalu menaruh nya di kening Aulia,dalam tidurnya Andrian mendengar Aulia mengatakan sesuatu.


" Ma,, Aku kangen mama " suaranya sangat pelan dan lirih, Andrian masih bisa mendengar nya dengan jelas, tapi ia heran, kenapa dalam tidurnya aulia mengatakan hal itu, apa mamanya sudah meninggal?oh,,iya mungkin begitu.


Kasian sekali aulia jika benar begitu, berarti mungkin sudah lama sekali,mamanya meninggalkannya di dunia ini, sampai sampai aulia merindukan nya sampai terbawa ke alam bawah sadarnya.


Jam sudah menunjukkan pukul 3 dinihari,demam aulia tidak juga turun, Andrian rasa Aulia perlu meminum obat penurun panas,jadi Andrian berusaha membangun kan Aulia agar meminum obat yang kebetulan tersedia di kotak penyimpanan obat nya.


" Aulia,,, bangun lah" kata Andrian pelan mencoba menepuk pipi Aulia lembut, beberapa kali Andrian melakukan nya,dan akhirnya aulia membuka matanya.


Andrian dengan perlahan mengangkat tubuh aulia agar terduduk,antara sadar dan tidak,aulia mengikuti arahan Andrian untuk meminum obatnya.


Lalu ia kembali tertidur, Andrian yang merasa lelah pun akhirnya terbawa juga ke alam mimpi.


Aulia terbangun ketika jam sudah menunjukkan pukul 9 pagi,ia sangat terkejut, karena baru kali ini ia bangun kesiangan,iya terperanjat dari tidurnya ketika menyadari ia tidak berada dinkamarnya ataupun kamar chika dan setelah di ingat ingat ternyata ia tidak bermimpi jika semalam ia tidur di kamar pak Andrian, aulia punya trauma sendiri kala ia bangun bukan di kamar yang ia kenali,aulia langsung waspada melihat tubuhnya, takut takut kejadian dulu terulang lagi.


Aulia yakin ini kamar Andrian,karena semalam pun ia terbangun di kamar ini,lalu,,,ya tuhan aulia mengingat kejadian semalam yang membuat perut nya mual,dan sekarang ia harus menghadapi bos gila itu karena sudah bangun kesiangan, aulia sangat berharap jika Andrian sudah tidak ada di sini, karena ia sangat tidak bersemangat untuk mendengarkan ocehan bosnya itu,dan sejujurnya Aulia masih sangat ketakutan.

__ADS_1


Untung saja semalam ia sudah menelpon ayahnya,kalau malam ini ia akan menginap di rumah chika,semoga saja ayahnya tidak memastikan kepada chika,kalau sampai itu terjadi, aulia tidak tau harus menjelaskan apa.


Kejadian semalam sempat terlintas di fikiran nya,ia menjadi malu sendiri dengan apa yang sudah terjadi,rasa ia tidak berani jika harus bertemu pak Andrian sekarang,mudah mudahan saja pria itu beneran tidak ada di sini.


Aulia sedang berfikir bagaimana caranya ia bisa menghindari bos nya itu,apa aulia pura pura tidur saja ya, sampai pria itu pergi dari apartemen nya,ya seperti nya itu ide bagus, tapi apakah mungkin kalau bos nya itu meninggal kan aulia di apartemen nya sendirian?tidak mungkin kan?


Aulia bertanya dan menjawab sendiri pertanyaan nya, akhirnya ia kebingungan harus bagaimana lagi, sedangkan di celah pintu seseorang sedang memperhatikan nya dengan tersenyum miring.


Akhirnya aulia menjalankan misi nya untuk berpura-pura tidur, sampai Andrian berangkat ke kantor fikirnya,ia berjanji tidak akan bangun walau pun bosnya itu membangunkan nya.


Ketika mendengar langkah kaki mendekat, aulia mulai memejamkan matanya, berpura pura tertidur nyenyak,mengatur nafasnya agar beraturan.


Satu,,dua,,,tiga


Aulia mengintip dengan sebelah matanya, mencari cari keberadaan Andrian, tapi sepertinya orang itu tidak masuk ke kamar ini,kenapa langkah kakinya seperti sangat dekat dan Aulia menghembuskan nafasnya pelan, mendudukkan lagi dirinya di atas kasur, karena ia yakin tidak menemukan tanda tanda ke hadiran Andrian, seperti nya bos nya itu sudah pergi.


Aulia harus segera pergi,ia sudah tidak perduli jika harus di pecat atau di hukum apapun,yang pasti ia harus pergi sekarang juga.


Aulia tidak tau,sedangkan dari arah belakang seorang pria sedang tersenyum jahil.


Aulia baru akan menurunkan kakinya untuk pergi dari sana,tapi suara berat itu mengagetkan aulia, entah dari mana datangnya bos gilanya itu, aulia memejamkan matanya pasrah karena ia sudah tertangkap basah.

__ADS_1


" Wah,,,bagus sekali,,,mau mencoba melarikan diri rupanya, setelah meninggal kan pekerjaan yang menumpuk,lalu mengganggu aktifitas panasku dan tidur di kamarku dengan berpura pura sakit, sekarang kau mau mencari celah untuk kabur?" Suara berat yang menggema itu mengagetkan dan juga menciutkan nyali Aulia.


__ADS_2