Kisah Untuk Mama

Kisah Untuk Mama
25.Ingin Segera Berjumpa


__ADS_3

Setelah bel pulang sekolah berbunyi, aulia dengan semangat merapihkan bukunya,ia sangat antusias untuk berjumpa ibu Sarah.


Chika dan Mega hanya saling memandang, melihat kebahagiaan sahabat nya itu, bukannya mereka tidak senang melihat kebahagiaan aulia,tapi chika dan mega merasa khawatir dengan sahabatnya itu.


Mereka takut jika nanti aulia mendapatkan perlakuan yang kurang baik dari wanita yang sangat ia cintai itu, tapi apapun yang terjadi Chika dan Mega akan tetap ada bersama aulia untuk menguatkan sahabat nya itu.


" Ayo,,kita on the way ,gue udah ga sabar mau meluk ibu gue,,eh menurut kalian, gue beliin ibu gue apa ya sebagai permintaan maaf gue?" Tanya aulia dengan senyum yang tidak pernah pudar sejak tadi pagi.


Chika dan mega lagi lagi hanya saling melempar tatap, mereka bingung bagaimana menjelaskan nya kepada aulia agar aulia tidak terlalu menaruh harapan besar kepada ibu sarah.


"Ris,, emang nya lo udah yakin banget ya,kalau ibu sarah itu ibu kandung lo?" Tanya Mega, tujuan nya untuk membuat hati aulia goyah, tapi kenyataannya Aulia malah tersenyum sumringah.


" Gue yakin banget ga,,, karena bukan gue yang cari,tapi ibu gue sendiri yang ngasih tau ke gue,di mana coba alasannya untuk bikin gue ga yakin?" Kata Aulia.


" Ya kali aja lo mau memastikan lebih dulu gitu, misalnya kita selidiki dulu semuanya,lagian ibu lo kan namanya Rahma ris?koq bisa di ganti jadi Sarah?" Kata Mega mencoba membujuk Aulia.


" Ya makanya,gue mau coba nemuin bu Sarah juga sekalian memastikan, bener ga dia ibu kandung gue,ya udah yuk buruan,gue udah ga sabar banget tau " kata Aulia sumringah.


Lagi lagi chika dan Mega saling menatap, lalu hanya bisa berwajah pasrah mengikuti aulia untuk menemui ibu kandungnya.


Setelah melewati kepadatan lalu lintas di jam makan siang orang kantoran, akhirnya mereka sampai di butik tempat aulia bertemu Sandra, karena Aulia yakin kalau ibu sarah memang ada di sini di jam kerja seperti ini.


Aulia benar benar tidak menyangka jika dirinya adalah anak orang terkenal seperti ibu Sarah, sebenarnya ada rasa kecewa mengingat hidupnya selama ini kesusahan sedangkan ibunya bergelimang harta, tapi lagi lagi Aulia menepis fikiran itu, ibunya selama ini hanya tidak tau saja, kalau ibunya tau aulia yakin ibunya itu pasti tidak akan membiarkan aulia hidup kesusahan.


Saat memasuki Butik itu, karyawati ibunya yang kemarin memeriksa tas nya atas perintah Sandra sepertinya mengenali aulia,dan wanita itu dengan cepat menghampiri aulia dan kedua temannya.


" Selamat siang,ada yang bisa saya bantu?" Tanya karyawati yang di dada kanannya bertuliskan nama Meri itu.


" Selamat siang mba,apa bisa bertemu dengan ibu Sarah?" Tanya aulia sambil tersenyum ramah.


" Maaf,kaka yang waktu itu kesini kan?" Tanya Meri.


" Iya mba betul,apa ibu Sarah nya ada?" Tanya aulia lagi.


" Maaf, tapi ibu Sarah sedang tidak ke kantor kak, ibu sarah berangkat ke Singapura pagi tadi " kata Meri dengan sopan.


" Hah,,, Singapura?" Aulia seperti kecewa mendengar perkataan karyawati itu.


" Iya,ada fashion show yang harus ibu Sarah hadiri,,apa ada hal yang mau di sampaikan ka? mungkin saya bisa bantu menyampaikan nya ?" Kata Mira ramah.


" Tidak mba,,,biar nanti kami akan menelpon langsung kepada ibu sarah,kalu gitu kami permisi ya mba,terimaksih atas waktunya, kami permisi " kata Chika menyela ucapan aulia dan langsung menarik aulia meninggalkan tempat itu.


Setelah mereka semua berada di dalam mobil barulah mereka bercerita.


" Kalian ngapain narik gue sih?gue kan mau cari tau ke karyawati itu, tentang nyokap gue chik ,ga,kalian kenapa sih?" Kata aulia kesal, melihat dirinya di tarik paksa ke dalam mobil.

__ADS_1


" Ris,gini ya,,lo ga boleh sembarang cerita ke orang, apalagi nanya nanya ke orang tentang nyokap lo, emang lo mau bikin nyokap lo malu,kalau sampai masalah pribadi nya di ketahui orang?" Kata chika berusaha memberikan alasan yang masuk akal.


Aulia terdiam seperti nya ia membenarkan ucapan Chika,dan ia akhirnya hanya menghembuskan nafas pasrah.


" Gimana kita coba cari tau tentang nyokap lo dari orang terdekat nya dulu ris?" Saran mega.


" Iya bener tuh kata mega,lo mendingan coba tanya tanya sama pak Andrian deh,kan pak Andrian Adik ipar nya Bu Sarah, mungkin aja sedikit banyak dia tau sesuatu? gimana?" Sambung Chika.


" Iya juga ya,oke deh gue coba cari tau melalui pak Andrian aja, tapi kan bos gue itu rada rada gila, masalah gue sama dia aja belum beres sekarang nambah masalah baru lagi " kata Aulia sedikit ragu


" Ya di coba dulu aja ris, sambil menyelam minum air lah atau sekali dayung dua tiga pulau terlampaui,,,eh bener ga sih peribahasa nya?" Kata mega yang mengundang tawa kedua sahabatnya.


Setelah menyusun rencana, akhirnya Aulia mencoba menemui pak Andrian di kantor nya, seperti biasa ia berangkat ke kantor itu, walaupun hari ini ia datang sudah sangat telat sekali karena tadi harus ke butik ibu Sarah dulu, sebenarnya niatnya hari ini Aulia tidak mau bekerja dulu, mengingat masalah nya dengan pak Andrian ia jadi takut menemui bosnya itu,tapi rencananya harus berjalan lancar,ia harus tau tentang Ibu Sarah jadi ia memberanikan diri bertemu pak Andrian.


" Selamat siang mba Anes,," sapa Aulia kepada sekertaris Andrian itu.


" Loh,, aulia?kamu sudah sembuh?kata pak Andrian kamu masih belum bisa masuk hari ini?" Tanya mba Anes terkejut.


" Hah pak Andrian bilang gitu ya mba?" Tanya aulia tak kalah kagetnya.


Apa karena kejadian kemarin makanya pak Andrian yang memberikan kabar ke kantor kalau dirinya sakit, terkadang bosnya itu pengertian juga, aulia jadi senang merasa di beri perhatian.


" Eheem,,,kenapa kamu senyum senyum?" Kata suara berat yang sangat ia kenali mengagetkannya, sedangkan Mba Anes yang dari tadi menyadari kehadiran pak Andrian langsung memberi salam lalu memberikan beberapa map kepada bos gilanya itu.


" Eh,,pak Andrian,selamat siang pak?" Sapa Aulia akhirnya.


Tanpa banyak bicara lagi aulia langsung mengikuti pak Andrian masuk ke ruangannya,ia hanya tersenyum sebetar ke arah mba Anes,lalu buru buru kabur mengikuti bos gila itu.


" Baguslah kamu sudah masuk, saya jadi tidak rugi memberikan kamu izin dua hari,buatkan saya kopi " titah pak Andrian yang membuat Aulia bingung, padahal di depannya sudah ada kopi yang terlihat masih penuh, kenapa malah minta di buat kan kopi lagi.


" Kenapa bengong?saya tidak membayar kamu untuk melamun, cepat buatkan saya kopi "katanya lagi dengan nada yang sedikit meninggi yang biasa Aulia dengar.


" Baik pak,,," auliaa akhirnya menuruti perintah bosnya itu,ia membuat kan kopi seperti biasa dan membawa kannya ke meja Andrian, seperti biasa sifat menyebalkanya selalu saja ada untuk mengerjai Aulia, baru saja Aulia membawakan nya kopi sekarang aulia di suruh kembali lagi ke pantry untuk membawa gelas kopi yang masih penuh yang tadi ada di atas mejanya, kenapa tidak menyuruh nya membawanya tadi sekalian membuat kopi yang baru,memang saja bosnya itu senang mengerjai aulia.


Seperti biasa, aulia hanya berdiri menunggu perintah dan akan mengekor ke mana Andrian pergi, kecuali saat rapat, biasanya mba Anes lah yang mengikuti pak Andrian ke dalam.


Saat ini Aulia sedang berada di belakang Andrian yang terlihat sangat sibuk, sebenarnya sejak tadi mulutnya sudah gatal ingin menanyakan hal hal yang sudah ia susun bersama sahabat nya tadi, tapi sepertinya ia tidak punya kesempatan untuk menanyakan itu karena melihat Andrian sejak tadi hanya sibuk berkutat dengan kertas dan laptop nya, sesekali ia menyuruh aulia menyusun kertas yang tadi ia periksa.


Suara dering telepon mengalihkan pekerjaan Andrian sejenak, aulia mengangkatnya.


" Selamat siang,, baik pak " kata aulia


" Bapak Mario " aulia memberi tau Andrian.


Andrian langsung mengambil telponnya,lalu mengangkatnya.

__ADS_1


" Ya kak?"


,,,,,


" Ada apa? mengapa memanggil nya?"


,,,,,


" Baik ka,saya akan menyuruh nya ke ruangan mu " Andrian menutup telponnya, lalu menatap aulia dengan kesal, sedangkan aulia tidak mengerti mengapa Andrian seperti nya kesal dengan nya setelah menerima telepon dari pak Mario.


" Pergi ke ruangan pak Mario sekarang,dan setelah selesai cepat kembali ke sini "titah Andrian dengan wajah kesal yang tidak bisa ia tutupi.


Aulia tidak tau apa masalahnya sampai ia di panggil pak Mario, karena ini pertama kalinya Aulia bertemu lagi dengan pak Mario selama ia bekerja dengan Andrian.


Aulia berjalan menuju ruangan pak Mario dengan perasaan bertanya tanya,apa kira kira masalah nya sampai pak Mario memanggil nya segala.


Aulia mengetuk pintu ruangan yang pernah ia masuki dulu, setelah mendapatkan jawaban dari dalam, aulia baru mendorong pintu itu,di dalam sudah terlihat pria yang penuh wibawa sedang menandatangani surat, lalu menutup nya ketika melihat aulia datang, tidak seperti Andrian yang bersikap semena mena, Pak Mario memperlakukanya dengan baik, bahkan ia menyuruh nya duduk di hadapan nya.


" Selamat siang pak,bapak memanggil saya?" Sapa Aulia sopan.


" Iya Aulia, silahkan duduk" jawab pak Mario tak kalah sopan nya.


Aulia mendudukkan dirinya di sebrang pak Mario yang kini malah menatap nya dengan tatapan yang sulit aulia mengerti.


" Begini aulia,ada beberapa hal yang ingin saya tanyakan kepada kamu?" Kata pak Mario sopan setelah Aulia mendudukkan dirinya dengan nyaman.


" I,,iya,,ada apa ya pak?" Jawab aulia gugup.


" Apa kamu mengenal istri saya?" Tanyanya dengan tatapan tajam yang membuat aulia menaikan kan pandangan nya menatap aneh ke arah pak Mario heran dengan pertanyaan.


Aulia tidak tau harus menjawab apa,ia sangat bingung sekarang, aulia ingin menjawab sesuai hatinya, tapi ia takut di tertawa kan karena ia belum punya bukti,jika hanya diam saja pak Mario akan berfikir kalau Aulia menyembunyikan sesuatu.


" Iya pak, saya kenal " jawab Aulia pelan.


" Di mana kamu mengenal nya?"


" Di sekolah,saat Sandra mendapatkan surat pemanggilan orang tua " kata Aulia akhirnya,ia tidak berani mengatakan isi hatinya,ia sangat takut kalau pak Mario marah dan bertengkar dengan ibunya nanti.


Meskipun Aulia akan mendapatkan jawaban yang yang memuaskan dari Mario jika ia bertanya pada Mario, tapi Aulia memikirkan kata kata Sarah di restoran kemarin,kalau Aulia tidak boleh merusak kebahagiaan ibunya.


Apa memang seharusnya ia tidak egois untuk meminta di akui oleh ibunya? tapi aulia ingin memastikan apa benar Ibu sarah adalah ibunya?tapi sekarang aulia jadi ragu dengan niatnya sendiri.


Mario memperhatikan Aulia yang malah melamun jadi semakin curiga, kalau ada yang anak itu tutupi darinya, tapi sepertinya Mario harus mencari cara lain untuk mengetahui nya.


Kemarin saat janjian dengan Sarah dan ke dua anak kembar nya di restoran kesukaan anaknya itu, Sarah tiba tiba membatalkan janji nya padahal Mario sudah menunggu sejak tadi di ruangan khusus yang sengaja Mario pesan untuk kenyamanan putri kembarnya itu.

__ADS_1


Tapi saat Mario turun ke bawah ia malah menyaksikan pemandangan aneh di sana,ia tidak sengaja melihat Aulia mengejar mobil Sarah sambil menangis,tapi Sarah dengan teganya meninggalkan aulia yang mengejarnya sampai terjatuh.


Mario tidak tau apa yang terjadi sebelumnya, tapi Mario rasa, Aulia ada hubungannya dengan masa lalu istri nya itu, setelah ia ingat ingat ternyata benar Aulia sangat mirip dengan Sarah waktu istrinya itu masih sangat belia, walaupun dulu Mario hanya sekali melihat nya di acara ulangtahun ayahnya Sarah,tapi Mario tidak pernah lupa dengan wajah cantik itu wajah yang dulu pernah hampir membuat nya tergoda, sebelum menjadi istrinya sekarang, Sarah memang secantik Aulia.


__ADS_2