
Sekitar jam 7 malam,mereka sampai di rumah Tante Ayu,tidak terlalu sulit mencari rumahnya,meskipun hanya di kota kecil tapi kawasan itu termasuk kawasan ramai dan padat penduduk , seperti pada umumnya di sana mereka masih saling mengenal satu sama lain, apalagi tante ayu termasuk orang asli di sana,jadi begitu bertanya,orang di sana pun mengenail nya.
"Hai,,, Aulia, sayang,,, akhirnya sampai juga di rumah Tante,begini keadaanya harap maklum ya sayang " kata tante ayu antusias sekali.
Ia langsung menyediakan camilan dan minuman setelah mempersilahkan duduk,ternyata ibu dari tante ayu juga mengetahui siapa Aulia,hatinya semakin senang,ia yakin bahwa kepergianya kali ini tidak akan sia sia.
" Aulia cantik banget ya,persis mama nya dulu,tapi sekarang mama kamu udah banyak berubah wajahnya " kata si emak ibu tante ayu yang maunya di panggil emak.
" Oh gitu ya mak,emak kenal mama ku juga?" Tanyanya.
" Kenal dong,dulu kan masa kecilnya barengan sama tante ayu " kata si emak.
" Bukanya tante ayu temennya om rendi ya mak?" Tanya Aulia penasaran.
" Iya,tante ayu temen sekolah rendi,tapi kan nenek kamu dulunya tinggal di depan rumah itu tuh,,,yang pojok,dulunya tinggal di situ,jadi ya rendi,angga sama tante ayu ya mainya barengan di sini " sambung si emak.
Tak lama tante ayu dateng membawa beberapa mangkok bakso,ternyata tadi dia keluar pesenin bakso untuk kita.
" Taro sini aja mas baksonya " kata tante ayu kepada tukang bakso.
" Eh lagi ada tamu jauh ya,yang mana anaknya angga yu?" Kata tukang bakso melihat ke arah mereka bertiga.
" Ini nih mas cipto yang baju putih,mirip kan?" Kata tante ayu menunjuk Aulia.
" O iya mirip banget ya,dulu neneknya langganan baso pakde di sini " kata tukang bakso itu sambil menerima uluran tangan aulia untuk bersalaman.
__ADS_1
" Oh iya pakde " aulia hanya tersenyum canggung.
" Ya udah saya permisi ke lapak lagi ya,mari semua " pamit tukang bakso itu.
" Tante ayu kenapa repot repot si,aku jadi ga enak nih " kata aulia sungkan.
" Ga kenapa koq,kan ga sering sering juga kamu kesini,udah makan deh,nanti keburu dingin " kata Tante ayu mempersilahkan.
Mereka pun memakan baksonya sambil berbincang hangat,bertanya seputar mas kecil ayah dan om nya di sini.
Ternyata hampir 8 tahun keluarga papanya tinggal di kampung ini,dan ternyata tante ayu lah mak comblang hubungan antara papa dan mamanya,tante ayu cerita kalau mamanya itu saudara sepupu temen tante ayu,ia sedang liburan di sini lalu tante ayu mengenalkan mereka dan main bersama om rendi,papanya,tante ayu, Tante lisa dan juga mamanya,yang Aulia baru tau namana Rahma dan aulia baru mengetahui nya sekarang,sampai di situ pun aulia sudah sangat senang,tante ayu sangat semangat menceritakan masa kecil mereka,seperti masa kecil pada umumnya selalu terdengar menarik jika di ceritakan.
Setelah cukup lama dan mereka sudah menghabiskan baksonya, Aulia mulai menyampaikan tujuan ya datang kesini.
" Maaf tante sebelum nya,Aulia ingin menanyakan sesuatu sama Tante tentang mama, apa tante tau di mana mama sekarang?aku pengen banget ketemu mama tan?" Kata Aulia dengan mata berkaca.
Aulia sudah tau pasti jawaban ini yang akan ia dapatkan,hanya saja ia mencoba peruntungan, barangkali fikiranya salah,ternyata memang sesulit itu untuk bertemu ibu kandungnya.
" Apa tante tau,apa alasanya mama dan papa bercerai?dan kenapa aku ga boleh kenal sama mama tan,semua keluarga seperti membenci mama?" Tanya aulia menahan tangisnya.
Ayu merasa miris melihat Keadaan Aulia sebenarnya ada rasa enggan menceritakannya, tapi karenaTante ayu yang melihat kesedihan di wajah Aulia menjadi tidak enak hati,ia pun memberikan sedikit jalan untuk Aulia bisa menemukan ibunya.
" Maaf sayang sebenarnya ini bukan ranah tante untuk menceritakan permasalahan keluarga kamu, walau sebenarnya tante tau semuanya,tapi tante ga berani untuk menceritakan nya,tapi tante bisa ngajak kamu ketemu dengan ibunya tante lisa kamu, mungkin dia lebih berhak untuk menceritakan nya, kalau soal keluarga papa kamu yang tidak mengizinkan kamu mengetahui mama kamu,tante rasa itu semua mereka lakukan untuk menjaga perasaan kamu sayang,jadi,jangan pernah berfikir buruk tentang mereka ya?" Jelas tante ayu.
Akhirnya Tante ayu mengantar Aulia dan teman temanya untuk menemui ibu dari Tante Lisa,atau sama saja dia juga nenek dari aulia secara tidak langsung.
__ADS_1
Mereka berjalan kaki untuk menuju ke sana, kebetulan rumah itu masih menyala lampu nya,jadi bisa di pastikan mereka belum tidur.
Setelah mengucapkan salam beberapa kali,pintupun di bukakan oleh perempuan yang sudah se tua nenek Aulia di rumah.
" Mak nur,,ini ada yang mau ketemu?" Kata tante ayu mengalami nenek tersebut dan di ikuti oleh tiga remaja itu.
" Ini siapa yu,ayo masuk dulu,silahkan duduk,,,Intaan,,,tolong bikinin minum tan?" Kata wanita tua yang masih terlihat energik itu, memanggil entah siapa untuk membuat minuman.
" Ini mak,,yang baju putih ini,,namanya Aulia,emak kenal kaga?coba perhatiin mukanya?" Kata tante ayu dengan logatnya.
Wanita tua itu memperhatikan wajah aulia dengan teliti,dan tiba tiba saja dia memalingkan wajahnya dengan gugup.
Chika yang menangkap perubahan wajah itu,menyengol tangan Aulia memberikan isyarat.
Aulia pun menatap ke arah wanita tua itu dengan kening berkerut.
" Kayanya dia ngenalin lo deh ris?" Bisik chika.
" Ehh sini sini tan,,taro sini minumanya "kata nenek itu mengalihkan pandanganya, sambil menutupi rasa gugupnya.
" Bentar ya neng emak ke dalem dulu,ayu,,,sini dah ikut ke dalem " ajak nenek itu.
" Gue yakin ris ini beneran keluarga lo,soalnya lo liat deh,cewek yang tadi bawa minuman,mirip mirip sama lo tau,,iya ga chik " tanya mega antusias.
" Iya gue juga lagi merhatiin,dan coba liat deh tuh foto foto masa kecil itu,liat anak yang baju merah ris,mirip lo ga sih?" Kata chika menunjuk sebuah figura di dinding.
__ADS_1
Aulia berdiri,mendekati foto yang chika tunjuk,dan benar anak itu persis dirinya,apa itu ibunya?hatinya langsung bahagia walau hanya melihat foto masa kecil yang mungkin ibunya itu,Aulia mencoba menyentuh foto itu,entah kenapa air matanya menetes begitu saja.
Ada kebahagiaan yang sulit ia ungkapkan,walau hanya bentuk masa kecil tapi untuk yang pertama kalinya ia bisa merasakan kehadiran seorang ibu di sana,melihat wajah itu membuat senyum tercetak bersama tetesan air matanya.