
Dengan gontai aulia kembali ke ruangan Andrian,ia benar-benar berperang dengan hati nya sekarang, setelah menemukan ibu kandungnya,kenapa ia malah ragu,bukan ragu kalau ibu sarah adalah ibu kandungnya tapi ragu untuk mengakui nya.
Bahkan sampai aulia membuka pintu ruangan Andrian pun Wajah nya masih saja sedih, Andrian melihat perubahan aulia pun jadi bertanya-tanya.
Apa yang kakaknya itu bicarakan dengan aulia sehingga membuat anak itu sedih.
" Aulia,," tidak ada jawaban " Aulia,,, kenapa kamu melemun?kalau tidak niat bekerja harusnya tidak usah datang " kata Andrian ketus.
" Baik lah pak,saya izin pulang pak, sepertinya bapak benar harusnya saya tidak usah datang hari ini " jawab aulia dengan berani, bahkan ia sendiri tidak sadar dengan apa yang ia ucapkan.
Aulia segera mengambil tasnya dan benar benar ingin pulang, sebelum suara bariton Andrian terdengar dan menghentikan langkahnya.
" Kamu fikir ini perusahaan ibumu?? seenaknya saja datang dan pergi sesuka hati,dimana etika mu sebagai siswi yang berprestasi hah?" Kata Andrian tegas.
Tapi aulia malah menatap Andrian dengan sedih,dan itu kontan membuat Andrian menutup mulutnya.
" Bapak benar, seandainya perusahaan ini milik ibu saya dan andai saja ibu saya menginginkan saya, mungkin sekarang saya tidak ada di sini pak, maafkan saya " jawab aulia dengan menundukkan kepalanya.
" Hey,,, aulia,kamu kenapa hah?aneh sekali?" Tanya Andrian bingung.
Biasanya sekejam apapun perkataan Andrian , aulia tidak pernah marah, apalagi bersedih,bagi Andrian Aulia adalah gadis yang kuat,tapi kenapa sekarang ia seperti gadis yang lemah, apa ini ada hubungannya dengan kak Mario?
" Ya sudah tolong ambilkan berkas ke ruangan pak Yuda,bagian keuangan, sekarang,,, setelah itu ikut saya bertemu klien di luar " perintah Andrian akhirnya.
Aulia hanya mengangguk kan kepalanya, lalu pergi meninggalkan Andrian yang menatapnya dengan bingung.
Setelah kepergian aulia Andrian mencoba menelpon Mario untuk mencari tau kenapa Aulia seperti itu.
" Kak,,"
" Ya"
" Apa yang terjadi? Ada apa kakak memanggil aulia?"
" Ada suatu hal yang ingin aku tanyakan kepada anak itu,tapi sepertinya anak itu masih belum mau buka mulut "
" Maksudnya?"
" Aku merasa,yang kita curigai selama ini benar,Anak itu ada maksud tertentu mendekati Keluarga kita, sepertinya ada hubungannya dengan Sarah" kata Mario menceritakan kejadian kemarin kepada Andrian.
" Lalu,kalau memang target anak itu kak Sarah, kenapa ia harus datang ke rumah kak Maria?"
__ADS_1
" Entahlah, tolong cari tau, jangan hanya menggunakan nya untuk kepentingan mu sendiri " sarkas Mario lalu mematikan panggilan itu.
Kini Aulia dan Andrian sedang ada di private room sebuah restoran yang sangat jauh dari kantornya, restoran itu bernuansa monochrome itu membuat hati aulia yang gelap menjadi semakin gelap.
Beralasan menunggu klien yang tidak datang, padahal memang tidak ada yang akan datang ke sana, Andrian sengaja menyewa tempat private agar pembicaraan nya bersama aulia tidak di ketahui siapapun.
Entah apa tujuan Andrian membawa Aulia ke tempat yang sedikit romantis itu,yang jelas ia ingin mencari tau apa tujuan anak itu mendekati Keluarga nya.
" Aulia,,ada yang ingin saya tanyakan,tolong jawab yang jujur agar semua nya menjadi mudah untuk mu " kata Andrian menatap tajam ke arah aulia.
Aulia seperti sedang di sidang sekarang, suasana hening dan redup menambah kegundahan hatinya, akhir akhir ini, permasalahan hidupnya sangat lah rumit,kalau di ingat ingat semua masalah itu tidak satupun yang terselesaikan yang ada malah semakin bertambah.
Sekarang apa lagi yang ingin pak Andrian tanyakan, pasti akan menambah masalah baru lagi untuk nya.
" Silahkan pak, tapi dengan syarat?" Aulia sudah mulai berani kepada Andrian,kadang rasa marah membuat kita jadi berani kepada apapun.
" Oh,,, sudah berani memberikan syarat sekarang?mulai minta hati kamu rupanya?" Jawab Andrian kesal.
" Terserah bapak mau berfikir apa,tapi selama ini saya merasa, bapak sudah terlalu melewati batas,saya tau saya berhutang banyak, tapi bapak tidak seharusnya juga menginjak harga diri saya " jawab Aulia tak kalah kesal.
" Apa maksud kamu aulia,jangan berani kurang ajar kepada saya ?" Andrian sudah mulai jengkel dengan sikap kurang ajar anak itu.
" Kurang ajar,,,anda bilang saya kurang ajar, bagaimana dengan anda sendiri hah? mengambil ciuman pertama saya dan memberikan saya obat bius atau obat tidur atau apalah yang jelas itu membuat saya hilang kesadaran apa itu tidak anda rasa lebih kurang ajar " Aulia pun meninggikan suaranya, sekarang ia sudah tidak takut jika nantinya ia akan di penjarakan sekalipun.
Andrian sudah tidak ingin melanjutkan pembicaraan nya?ia berniat pergi meninggalkan aulia yang hari ini sangat menjengkelkan sekali, tapi kata kata Aulia membuat nya berhenti.
" Apa anda juga yang waktu itu membawa saya ke kamar hotel atas nama Mario?dan apa anda juga yang telah melakukan perbuatan tidak senonoh itu kepada saya saat saya tidak sadarkan diri?" Kata Aulia yang hampir tercekat karena menahan sakit di dadanya.
Aulia mulai berfikir tentang kejadian kemarin yang sangat mirip dengan apa yang terjadi padanya malam itu di club, aulia memang tidak terlalu memperhatikan siapa pria yang memberinya air mineral, tapi aulia masih bisa mencium bau parfum yang di pakai pria itu waktu menggendong nya ke dalam mobil,parfum yang sama yang setiap hari ia hirup saat ia dekat dengan Andrian,dan parfum yang sama yang ada di kamar pria itu.
Aulia dulu berfikir mungkin hanya kebetulan, karena parfum seperti itu tidak hanya satu di buatnya, tapi kejadian kemarin saat ia pura pura pingsan dan malah tidak sadarkan diri setelah Andrian memberikan nya Air minum,itu bukan seperti kebetulan tapi seperti kesengajaan,dan aulia pernah mengalami nya.
Andrian mengepalkan tangannya,ia tidak menjawab pertanyaan Aulia,ia malah berlalu pergi meninggalkan aulia yang langsung menangis tersedu-sedu.
Andrian tidak menyangkal atau pun mengiyakan, dan itu malah membuat aulia semakin bingung, sejujurnya ia sangat menyesal telah menerima tawaran Andrian dulu,jika tau keadaan nya akan seperti ini,ia akan menolak bantuan itu.
Dan sekarang seperti merasa di permainkan, Aulia akhirnya berani mengatakan apa yang selama ini ia pendam karena merasa Andrian sudah banyak berbuat baik kepada keluarga nya.
Aulia keluar dari restoran itu dengan langkah gontai, Andrian meninggalkan nya di tempat entah berantah yang aulia tidak ketahui,ia ingin mengabari sahabat nya tapi aulia merasa perlu sendiri dulu untuk menenangkan fikiranya.
Aulia duduk di kursi taman yang ada di pinggir jalan,di sana memang ada beberapa muda mudi yang juga duduk beristirahat di bawah pohon yang memang sangat rindang itu.
__ADS_1
Fikiran aulia kini beralih kepada ibunya, Penolakan terang terangan yang di lakukan Sarah sejujurnya sangat melukai hatinya, tapi ia mencoba menerima nya, mungkin karena Ibunya belum siap menerima kehadirannya saja, makanya sekarang ia sedang menenangkan diri, mungkin nanti saat dia kembali, ibunya itu sudah bisa membuka hatinya.
Aulia terlarut dalam lamunannya, sampai ia tidak menyadari, seseorang telah duduk di sampingnya, mencoba meredam Amarah nya sendiri.
Andrian memutuskan kembali untuk menjemput Aulia,karena dirinya sudah salah meninggalkan anak itu sendirian di tempat yang lumayan jauh dari kantornya.
" Ayo kita kembali ke kantor, masih banyak pekerjaan yang harus di selesaikan " suara itu mengalihkan lamunan Aulia.
Aulia mengerut kan keningnya, merasa aneh dengan sikap Andrian, padahal bukannya tadi ia sendiri yang sudah meninggalkan Aulia, tapi kenapa sekarang ia kembali.
Aulia yang sangat lelah sudah tidak bersemangat mengajak Andrian berdebat,ia akhirnya mengikuti Andrian masuk ke mobilnya.
Di sepanjang perjalanan mereka hanya diam dan berkutat dengan fikiran mereka masing masing, sesekali Andrian melirik ke arah Aulia,ia sadar selama ini ia sudah sangat keterlaluan kepada Aulia , tapi kecurigaan nya masih ada, Andrian merasa harus menemukan jawaban atas apa yang selama ini ia curigai,Andrian akhirnya mencoba berdamai dengan gadis yang entah kemasukan setan apa hari ini.
" Aulia maafkan atas sikap saya selama ini Kepada mu,saya tau saya sudah sangat keterlaluan memperlakukan kamu, semua yang saya lakukan sebenarnya hanya untuk memberikan pelajaran kepada kamu karena telah mengganggu Keluarga saya " kata Andrian mengakui kesalahannya.
" Apa maksudnya bapak?saya tidak pernah mengganggu Keluarga bapak?" Jawab aulia tidak terima dengan tuduhan Andrian.
" Kak Maria, adalah kakak ipar yang paling Saya sayangi ,saat melihat kamu pertama kali di rumah kak Maria,saya sejujurnya percaya kalau kamu adalah pekerja pengganti yang di kirim oleh yayasan,tapi saya memperhatikan kamu saat kamu mencari cari sesuatu untuk di ketahui,dan melaporkan nya pada seseorang di balik earphone yang kamu kenakan,saya curiga kalau kamu di suruh seseorang memata matai kak Maria,apa itu benar?" Tanya Andrian.
Aulia terlihat ragu menjawab nya, jadi ia hanya diam saja.
" Diam kamu adalah iya,kamu di suruh seseorang untuk mencari tau tentang kak Maria?? awalnya saya mengira kamu melakukan semua itu karena uang, tapi saat melihat kamu berada di kafe saya pada malam itu, kamu turun bersama dengan teman kamu dari mobil mewah,dan ternyata kamu adalah temannya Sandra,yang saya tau sekolah Sandra adalah sekolah anak anak orang berkelas,dan yang saya yakini kamu memang sengaja mencari tau keadaan kak Maria untuk menjatuhkan Keluarga saya atau mungkin kamu memang adalah suruhan salah satu saingan bisnis keluarga saya?" Kata Andrian menjelaskan,ia sedikit melirik ke arah aulia.
Aulia masih diam menatap jalan raya di depannya yang mulai padat, karena sudah masuk ke pusat kota,tapi Andrian berbelok ke arah taman kota,dan memarkirkan kendaraan nya di sana.
" Saya sangat kesal dengan kamu pada saat itu,dan kebetulan saya melihat kamu masuk ke club dan mulai terpengaruh alkohol,saya berniat memberikan kamu sedikit pelajaran "
Aulia mulai terpengaruh dengan omongan Andrian,ia lalu menatap Andrian tajam, fikir nya kembali ke saat itu,saat dimana ia terbangun dengan selimut yang menutupi tubuh telanjang nya,ingin rasanya Aulia menampar wajah Andrian itu, tapi perkataan selanjutnya membuat nya mengurungkan niatnya.
" Apa yang terjadi tidak seperti yang kamu fikirkan Aulia,saya memang berniat mengerjai kamu dengan memberikan kamu minuman yang bisa membuat kamu berkata jujur,tapi rencana saya berantakan karena saya bertemu seseorang yang penting untuk hidup saya pada saat itu,jadi saya memutuskan membawa kamu ke kamar kak Mario, dengan Alasan kalau kamu adalah wanita nya kak Mario, maafkan saya Aulia " Andrian pun menatap Aulia yang kini juga menatapnya dengan mata berkaca-kaca.
" Ja,,jadi,,, apakah pak Mario yang sudah melakukan itu kepada saya?" Tanya Aulia mulai terisak.
" Saya rasa bukan, karena kak Mario sendiri menuduh saya yang melakukan nya, karena ia baru tau kejadian itu saat kamu datang bersama kak Dewi ke kantor,jadi saya rasa bukan Kak Mario pelaku nya " kata Andrian menjelaskan.
" Bagaimana mungkin bapak berdua tidak tau siapa yang melakukan itu kepada saya?" Aulia kini sudah memecahkan tangisnya
" Demi Tuhan Aulia,saya tidak melakukan perbuatan tidak senonoh itu,dan kak Mario pun tidak mungkin melakukan nya,maaf, walaupun pada saat itu memang saya yang sudah membukakan pakaian atas kamu tapi hanya pakaiannya saja tidak dengan bra nya,saya bersumpah " kata Andrian takut.
Aulia mendengar itu tentu saja sangat kesal dan dengan refleks menutup bagian dadanya seketika.
__ADS_1
" Kenapa bapak melakukan itu,kalau begitu sama saja melakukan perbuatan tidak senonoh " kata aulia semakin kencang menangis menutup wajahnya dengan kedua tangannya.
" Tenang dulu Aulia saya belum selesai ,," kata Andrian merasa bersalah bercampur kesal.