
Chika dan Mega ragu untuk masuk ke rumah Aulia, karena mereka masih sangat merasa bersalah dengan semua yang terjadi.
Tapi mau bagaimanapun mereka harus bertanggung jawab atas semua yang terjadi dengan Aulia.
" Siang oma,, Risa nya ada oma?" Tanya chika dan Mega setelah mereka di bukakan pintu oleh neneknya Aulia,
" Oh kalian,,,mari masuk,Aulia ada di dalam,lagi kurang sehat,semalam badanya panas,Aulia pasti senang kalian datang " kata nenek Aulia mempersilahkan Chika dan Mega masuk.
Mereka ragu mengetuk pintu kamar Aulia,tapi mereka melakukan nya juga,tidak ada jawaban dari dalam,dan nenenknya menyuruh membuka saja pintunya tidak di kunci.
Di dalam kamar terlihat Aulia tidur membelakangi mereka, Chika dan Mega menghampiri Aulia yang sedang merenung,mereka tau Aulia tidak tidur,hanya menghindari mereka.
" Ris,,,lo sakit apa?" Tanya mega lebih dulu membuka suara.
Hening,,,,
Mega dan Chika saling melempar tatap, tapi kemudian chika mendekati Aulia dengan duduk di pinggir tempat tidur kecilnya.
" Ris,kita ga akan bisa ngelewatin masalah dengan cuma diem,kita harus cari tau siapa. Cowok itu,dan lo harus minta tanggung jawab ris,kita akan bantuin lo koq " kata chika lembut mencoba membujuk Aulia.
Hening,,,,
Chika menghembuskan nafas pasrah, ia masih mencoba bersabar,untuk beberapa waktu semua hening,tidak ada pembicaraan apapun hanya hembusan angin di luar jendela yang terdengar.
Chika akhirnya menyerah, dia berlutut di hadapan Aulia untuk meminta maaf.
" Ris,gue mohon maafin gue ris,,tolong maafin gue ,,,ini salah gue dan gue janji gue akan perbaiki semuanya,jangan kaya gini ris,lo sahabat gue,dan gue ga mau kehilangan kalian " chika tidak dapat lagi membendung air matanya ia akhirnya menangis juga.
Mega yang menyaksikan itu jadi merasa kasihan dengan Chika,ia pun ikut bersalah tentang masalah yang di hadapi Aulia,jadi Mega ikut berlutut bersama chika untuk meminta maaf kepada Aulia.
Sejujurnya Aulia pun merasa tidak tega dengan kedua sahabatnya itu, mereka sangat baik kepadanya, mereka yang selalu membantu kesusahan Aulia selama ini,dan yang pasti mereka adalah sahabat pertama Aulia yang tidak menjauhinya setelah tau kalau ia tidak memiliki ibu.
Ada pergerakan, Aulia mendudukkan dirinya di kasur menghadap ke arah Chika dan mega,mungkin ini pertama kalinya mereka berlutut di hadapan orang.
Chika yang egois karena anak tunggal,Mega yang anak bungsu yang hidupnya bagai putri, mereka pasti tidak pernah melakukan hal se hina ini hanya untuk mendapatkan teman,kenapa Aulia harus egois dengan sikap nya, lagi pula ini tidak sepenuhnya salah mereka,Aulia yang tidak berhati hati saat berada di tempat itu.
Aulia menatap mereka,ia sempat menitikkan air mata, sebelum ia tersenyum dan merentangkan tangannya,yang di sambut bahagia oleh Chika dan Mega.
Iya,, itulah Aulia,hatinya mudah luluh oleh sebuah hubungan, seperti apapun kesalahan seseorang kepadanya ia akan memaafkannya,hanya satu kebencian yang tidak dapat ia maafkan, penghianatan.
Mereka akhirnya bisa kembali bersahabat,menjalani hari hari seperti biasa, Chika mencoba untuk menghentikan Misinya menjatuhkan Sandra, walaupun sampai hari ini Sandra masih saja mengganggu mereka tapi chika mencoba menahan emosinya agar tidak terpancing asal tidak melampaui batas ia masih bisa terima.
Kasus yang menerpa Aulia mereka tutup, karena aulia yang meminta nya,ia tidak ingin mengetahui siapa yang sudah meniduri nya malam itu, karena ia ingin melupakan kejadian itu.
seminggu telah berlalu,Aulia seprti biasa, menuliskan semua tentang dirinya di buku kesayangannya,hanya bagian dimana ia terbangun di kamar hotel, Aulia sengaja tidak menulisnya, karena ia tidak mau membuat ibunya kecewa,biarlah itu semua menjadi rahasia dirinya dan para sahabatnya.
Hari ini bukan hari ulang tahun nya,tapi sahabatnya itu memberikan sebuah kotak hadiah untuk aulia,dan itu sebuah handphone,bukan handphone keluaran terbaru,tapi yang pasti itu lebih canggih dari handphone lamanya aulia.
" Please jangan di tolak ya pemberian kita, anggap aja ini permintaan maaf yang telat dari kita " kata Chika.
Aulia memang sempat ingin menolaknya, karena ia merasa tidak enak dengan kedua sahabatnya itu,yang sudah sangat berlebihan,tapi mendengar alasan chika ,aulia jadi menerima nya.
" Kita ga mau kehilangan lo lagi ris, seenggaknya kalo lo pake smartphone,kita jadi gampang nyari lo kalo lo butuh bantuan kita " kata Chika meyakinkan.
Aulia sangat bahagia memiliki sahabat seperti mereka,ia mulai belajar menggunakan benda pipih itu dengan cepat,ternyata di benda itu aulia juga bisa mencari berbagai informasi dunia,ia sempat berfikir,apa benda itu bisa membantu nya mencari ibunya.
__ADS_1
Aulia bahkan kini sudah masuk di grup kelasnya,ternyata enak juga punya ponsel pintar kaya gini,ia jadi tidak ketinggalan informasi tentang sekolahnya.
Siang itu,saat mereka sedang makan di kantin.
" Chik,gue boleh minta tolong sesuatu ga?" Tanya Aulia.
" Boleh lah,apa yang bisa gue bantu?" Tanya chika antusias,biasanya Aulia anak yang mandiri,ia jarang sekali meminta bantuan.
" Emm,,,gue mau cari nyokap gue,lewat media sosial bisa kan?" Tanya Aulia.
Aulia bukan tidak mengerti soal internet tapi selama ini dia hanya menggunakan fasilitas sekolah jadi tidak berani mencari apapun di komputer milik sekolah,ia sangat takut ketauan.
" Bisa sih,asal lo tau beberapa informasi dari nyokap lo " kata chika.
" Itu dia yang ga gue tau sama sekali chik,ga " kata Aulia pasrah.
" Kenapa ga kita coba cari tau dari temen-temen bokap lo ris?" Kata mega.
" Kita,,,emang kalian mau bantu gue?" Tanya Aulia.
" Ya elah ris,kita kan sahabat masa ga mau bantu si,kita pasti bantu lah " kata chika yang di angguki mega.
" Tapi gue ga mau sampe bokap atau om gue tau ya "pinta Aulia.
" Iya santai aja, yang pertama lo harus cari tau di mana bokap lo sekolah dulu dan angkatan tahun berapa,kita bisa cari di Facebook kan "
Esoknya mereka mulai menyisir satu persatu orang yang berpotensi mengenal orang tua aulia.
Mereka mencoba menghubungi bapak bapak itu dan mencoba menanyakan nama ayahnya Aulia,cukup sulit karena beberapa pria yang mereka hubungi ternyata seorang pria hidung belang,mencoba menjebak anak anak SMA itu dengan bujuk rayu kalau ia sangat tau tentang ayah Aulia.
Semua yang mereka hubungi tidak ada yang tau menau perihal istri dari pak Anggara ayah Aulia itu.
" Kenapa ya dari 15 orang yang kita tanyain ga ada satupun yang tau nyokap lo ris, tapi mereka kenal bokap lo dan juga beberapa mantan bokap lo,aneh ga sih?" Kata chika sambil minum es coffelatte nya.
" Aneh si menurut gue,koq bisa gitu ya " kata Mega.
" Lo ga bisa ya cari informasi ke saudara saudara lo gitu atau siapa ke ,,,dikit aja informasi nya misalnya nama gitu,kan jadi gampang " kata mega lagi.
" Semua keluarga gue ga ada yang pernah mau jawab pertanyaan gue kalau berhubungan sama nyokap gue ga, mereka kaya sengaja nutupin itu semua dari gue "
Aulia jadi bertampang sedih memikirkan ibunya, kenapa susah banget nyari ibunya itu.
" Ya udah deh chik ,ga ,,,kita stop aja nyari nya,gue juga kayanya udah cape "Aulia akhirnya menyerahkan.
Mega dan Chika saling tatap lalu menyentuh tangan Aulia, mengelus nya lembut.
" Sori ya ris,,bukanya kita ga mau bantu lo,tapi petunjuknya bener bener minim ris " kata mega sungkan.
Aulia hanya mengangguk lalu tersenyum,apa mungkin dia memang tidak di takdirkan bertemu ibunya.
" Mungkin suatu hari nanti petunjuk bisa saja datang dengan sendirinya " kata chika mencoba memberikan semangat.
Akhirnya mereka keluar dari dalam mall itu, sebelum nya Aulia pergi ke toilet dulu,ia meminta chika dan mega menunggu nya di mobil.
Setelah ia menuntaskan hajatnya,ia keluar dari toilet dan mencuci tangannya di westafel,lalu terburu buru keluar,ia takut sahabatnya itu lama menunggu nya.
__ADS_1
Karena terburu buru ia tidak memperhatikan jalan,ia lalu menabrak seorang perempuan,usianya tidak terlalu tua tapi dia sangat cantik.
Perempuan itu malah meminta maaf lebih dulu kepada Aulia karena ia juga ternyata terburu buru.
Perempuan itu menatap Aulia lama,tapi kemudian buru buru pergi meninggalkan nya.
Aulia merasa ada yang aneh dengan tatapan wanita itu, tatapan terkejut tapi kemudian jadi tidak ramah, padahal saat meminta maaf tadi wanita itu terdengar sangat ramah.
Aneh,, tapi aulia tidak menghiraukan nya,ia berlalu begitu saja,Aulia tidak tau padahal wanita itu adalah wanita yang sedang ia cari keberadaanya.
Aulia pulang dengan lesu,di depan rumah ia melihat motor om nya sudah terparkir dan ada satu motor yang aulia tidak kenali,mungkin teman om nya.
Kakak ayahnya itu memang lebih pandai bergaul dari pada ayah Aulia,jadi om nya itu sering membawa temanya ke rumah.
" Assalamualaikum," Aulia mengucapkan salam dan bersalaman kepada dua orang teman om nya itu.
" Ini Aulia ,,,ren,,? udah gede banget ya,,?sepantar sama anak gue ya,cantik banget, campuran yang pas?" Kata seorang wanita yang terlihat sangat cuek,tapi om nya itu memberikan isyarat agar tidak melanjutkan ucapanya.
Aulia memperhatikan wanita itu, sepertinya ia tau banyak tentang dirinya,yang bahkan tidak pernah ia temui,aulia akhirnya menyunggingkan senyum bahagia, seperti nya tuhan memberinya sedikit jalan.
Aulia sengaja menunggu teman om nya itu di ujung jalan di warung tempat biasa ia membeli kebutuhan nya itu, rencananya ia mau minta nomer telpon wanita itu.
Sebuah keberuntungan, wanita itu berhenti di warung membeli sesuatu,dan dia melihat aulia yang sedang minum es di sana.
" Hai Tante,," sapa Aulia.
" Eh,, Aulia,tante pamit pulang ya sayang " ucap wanita itu ramah hendak meninggalkan Aulia.
" Tante,,,emm,,, kalo boleh tau nama tante siapa ya?" Tanya Aulia sopan.
" Ih si cantik,,, panggil aja tante ayu, tante juga temenan sama papa kamu loh, dulu kita sama sama tinggal di pinggiran kota waktu masih kecil " kata tante Ayu ramah.
" Oh gitu ya tan,,boleh ga kapan kapan aku main ke rumah Tante?" Tanya Aulia.
" Boleh dong,,,anak tante juga ada yang seusia kamu,tapi laki laki " kata tante ayu
" Oke deh tante,kalo boleh aku minta nomernya tante dong?" Pinta Aulia,tak menyangka semudah itu membujuk teman papanya ini.
Dengan senang hati tante ayu mengetikan nomernya ke ponsel Aulia,kalau tidak salah ia juga bilang kalau di sana ada Keluarga dari mamanya.
Aulia semakin senang, benar kata chika petunjuk bisa datang dengan sendirinya tanpa di cari.
Aulia segera menghubungi chika dengan semangat.
" Halo chik,,lo lagi di mana?" Tanya Aulia.
" Baru sampai rumah,tadi gue mampir dulu ke rumah mega,soalnya nyokapnya baru pulang tuh,jadi ya basa basi dulu deh,kenapa ris?"
" Gue dapet petunjuk tentang nyokap gue chik " kata Aulia dengan bahagia,ia menceritakan kejadian yang barusan kepada chika.
Akhirnya mereka memutuskan untuk pergi mengunjungi tante ayu ke pinggir kota yang tidak terlalu jauh itu,hanya butuh waktu 2 jam jika tidak macet, weekend ini semua rencana akan mereka laksanakan.
Seperti biasa,Aulia meminta izin menginap di rumah Chika malam ini, dengan alasan orang tua chika sedang tidak di rumah,walau sebenarnya setiap hari memang orang tuanya tidak pernah di rumah.
Mereka bertiga akhirnya berangkat ke rumah Tante ayu menggunakan mobil chika, sebelumnya Aulia menelpon tante ayu untuk meminta alamat rumahnya,dan juga meminta untuk merahasiakan kedatangan nya dari ayah dan om nya.
__ADS_1