
Andrian sekarang jadi bingung bagaimana ia harus melanjutkan nya, karena Aulia masih saja menangis, padahal Andrian sudah berusaha membujuknya tapi aulia masih belum mau membuka wajah nya dan masih saja menangis.
" Aulia , stop, dengar kan dulu kelanjutan nya jangan asal berfikir dan malah menangis,saya jadi bingung, berhenti lah,jangan sampai ada yang mengetuk kaca mobil karena mendengar suara tangisanmu Aulia "
Barulah Aulia berhenti menangis setelah Andrian memberikan peringatan seperti itu.
" Ini, hapus air matamu " Andrian memberikan sapu tangan nya kepada Aulia.
" Jangan menangis lagi dengarkan dulu penjelasan saya " sambung Andrian.
" Kamu memuntahkan isi perut kamu dan mengotori baju yang kamu gunakan,juga mengenai baju saya,daripada muntahan kamu mengotori kasur nantinya,saya berinisiatif merobek baju kamu dan membiarkan kamu tidur di tempat tidur kak Mario, tapi saya bersumpah atas nama tuhan,saya hanya membuka bajunya tidak dengan bra dan yang lainya, lalu saya menutup tubuh kamu dengan selimut kemudian saya pergi bersama Kak Mario, meninggalkan kamu sendiri di sana,hanya itu Aulia tidak lebih " kata Andrian meyakinkan.
Aulia hanya diam dan menatap lurus dengan air mata yang masih sesekali menetes,ia sangat sedih, kenapa seakan dirinya tidak berharga sehingga harus di buat seperti itu, aulia sudah kehilangan harga dirinya semenjak ia bangun di kamar hotel waktu itu.
" Dan soal malam itu, waktu kamu menginap di apartemen saya, sebetulnya itu hanya ketidaksengajaan saja, saya mencium kamu karena,,,kamu sangat berisik,,ya berisik " kata Andrian beralasan, Aulia sempat melirik nya sebentar ia merasa malu dengan ucapan bosnya itu rona di pipinya tidak bisa bohong, tapi yang membuat aneh adalah alasanya.
"soal obat bius itu juga saya terpaksa melakukan nya, karena saya tau kamu hanya berputar-putar pingsan untuk menghindari saya,walau memang kamu kelelahan juga tapi saya tau kamu tidak benar benar hilang kesadaran " Andrian menengok ke arah Aulia tapi Aulia mengalihkan pandangannya ke sebelah kirinya,ia pun di buat malu sekali lagi ternyata ia ketauan berbohong.
" Satu lagi,saya tidak melakukan apapun kepada kamu aulia, jangan berfikir kalau saya sengaja berbuat seperti itu kepada kamu,saya minta maaf kalau memang sikap saya keterlaluan " kata Andrian akhirnya.
Selama Aulia bekerja dengannya Andrian sedikit banyak tau bagaimana pribadi Aulia, seperti nya Aulia memang tidak ada niat jahat kepada keluarga nya, walau pun Andrian belum tau apa alasan Aulia mencari tau tentang kak Maria,tapi Andrian yakin jika aulia bukanlah gadis yang bisa menyakiti orang lain,dan tentang Sarah,sepertinya Andrian memang harus mencari tau sekarang.
Aulia tidak menjawab maaf dari Andrian,ia masih setia dengan diam, menatap jalan di depanya.
" Aulia, sekarang boleh saya menanyakan suatu hal,mengenai yang tadi kak Mario tanya kan kepadamu?" Kini Andrian yang menanyakan nya.
Aulia masih enggan bicara,tapi dari gerak gerik nya Andrian tau aulia mulai tidak nyaman mengenai pertanyaan nya.
" Maaf,bukan saya mau ikut campur urusan kamu,tapi jika kamu bermasalah dengan Sarah, sebaiknya kamu berhati hati hanya itu pesan saya " ternyata kata kata Andrian ampuh membuat aulia buka suara.
" Kenapa saya harus berhati-hati?apa ibu Sarah itu orang yang mengerikan?" Tanya Aulia sedikit tersinggung.
" Kamu hanya belum tau seperti apa sifat asli wanita itu,wanita kejam itu bahkan lebih menakutkan dari pada hantu sekali pun, sayang nya wajahnya sangat cantik,persis seperti kamu " kata Andrian tanpa mengalihkan tatapannya dari jalan.
Apa pak Andrian baru saja menyebut nya cantik?wajah Aulia merona dengan sendirinya, walau sebenarnya hatinya sangat kesal karena Andrian baru saja menghina ibunya,tapi sebagai wanita ia pasti tersanjung bila di puji cantik.
" Bapak sudah banyak bicara sejak tadi,apa sekarang boleh saya yang berbicara?" Kata aulia menutupi kegugupannya.
" Memang nya siapa yang melarang mu bicara?lebih baik kamu bicara sekarang dari pada diam,saya seperti berbicara dengan batu sejak tadi?" Kata Andrian kesal.
Dasar bos gila,dia sudah kembali ke wujud aslinya.
" Tadi bapak bilang ibu Sarah itu mengerikan, memangnya apa yang sudah ia perbuat sampai bapak terlihat membencinya ?" Tanya Aulia,ia merasa ini kesempatan baik untuk mencari tau kebenaran tentang ibu Sarah.
__ADS_1
" Dia adalah wanita yang sudah membuat kak Maria jadi seperti itu,dulu hubungan kak Mario dan kak Maria sangatlah harmonis, memiliki 3 anak yang sangat lucu,dua anak mereka kembar dan kak Mario sangat menyayangi anak laki laki nya, tapi semua berubah semenjak kehadiran Sarah " Andrian mengehentikan ceritanya seperti mengingat ingat sesuatu.
" Apa ibu Sarah yang sudah merebut pak Mario dari istrinya?" Aulia menyimpulkan.
"Entahlah bisa di sebut merebut atau bukan, karena kisah cinta mereka di mulai saat kak Maria sudah mengalami depresi dan hampir melukai kak Mario,tapi sebenarnya anak kembar kak Mario juga meninggal karena pada saat itu kak Mario harus menolong Sarah terlebih dahulu,jadi kak Mario tidak melihat kalau dua anaknya itu malah menyebrang menghampiri Ayahnya yang sedang menolong Sarah yang terserempet mobil "
" Berarti tidak bisa menyebut ibu Sarah sudah merebut pak Mario kalau begitu?" Aulia sedikit kesal mendengar cerita Andrian.
Andrian mengerutkan keningnya,ia merasa aneh, seperti nya Aulia terlihat sangat membela Sarah, benar kata kak Mario, pasti ada sesuatu antara Aulia dan Sarah.
" Ada hal yang tidak perlu saya jelaskan Aulia, karena ini masalah keluarga saya " kata Andrian karena merasa ia sudah sangat banyak bercerita.
" dulu Saya memang sempat membenci kamu,saya merasa karena kamu yang sudah membuat kak Maria harus kembali ke rumah sakit jiwa, semenjak kehadiran kamu ke rumahnya,kak Maria jadi sering mengamuk dan menolak meminum obatnya,ia selalu bilang kalau kamu pergi bersama suaminya makanya kamu tidak pernah kembali lagi ke rumah nya,dan itu membuat nya tersiksa,saya tidak sanggup menyaksikan dirinya yang harus di ikat karena hampir melukai pelayan di rumah,itu semua karena kamu yang memiliki wajah yang mirip dengan Sarah makanya ia berfikir kamu telah mengambil suaminya "
Aulia sempat terkejut, mendengar penjelasan Andrian,ia merasa sangat bersalah kalau memang itu yang terjadi dengan ibu Maria.
" Pak,,satu hal lagi yang ingin saya tanyakan?apa sebelum menikah dengan pak Mario,ibu Sarah pernah punya suami?" Tanya Aulia pelan,ia sejujurnya takut menanyakan hal ini,tapi ia harus mencoba nya biar ia bisa menyimpulkan.
" Mario menikahi Sarah karena sebuah kesalahan satu malam,dan membuat Sarah hamil, orang tua Sarah menuntut Mario untuk menikahi Sarah karena kata Sarah kalau Mario lah yang sudah mengambil keperawanan nya pada malam itu " jawaban Andrian tentu malah membuat Aulia semakin bingung.
Kalau memang cerita nya seperti itu,berarti belum dapat di pastikan kalau Sarah adalah ibu kandungnya.
" Tapi beberapa bulan yang lalu,kak Mario mengetahui Fakta,kalau sebelum menikah dengannya, Sarah ternyata pernah menikah dengan pria lain,dan berita itu di benarkan oleh Sarah sendiri, tapi Sarah bilang pernikahan nya yang terdahulu hanya sebuah kesalahan,dan Sarah belum pernah di sentuh oleh suami pertama nya, begitu pengakuan wanita itu " kaya Andrian melanjutkan ceritanya.
Akhirnya aulia hanya bisa diam mencoba menyimpulkan apa yang sebenarnya sedang terjadi, kenapa sampai Ibu Sarah merahasiakan pernikahan pertama nya,dan lebih parahnya,ia merahasiakan anak kandungnya sendiri.
" Aulia,,,"
" Ya,,?"
" Seperti nya kamu sangat tertarik dengan Sarah?apa ada suatu hal yang sedang kamu coba cari tahu kan?" Selidik Andrian.
" Ti,,tidak ,,,saya hanya mau tau saja,maaf pak,tapi bapak tenang saja,saya tidak pernah punya niat buruk sedikit pun pada keluarga bapak,saya akan merahasiakan apapun yang saya ketahui. " kata Aulia akhirnya.
"Terimakasih,saya percaya sama kamu " jawab Andrian dengan senyuman dan itu sukses membuat jantung Aulia berdegup kencang.
" Baiklah, sekarang sudah hampir malam,saya akan mengantar kamu pulang " kata pak Andrian akhirnya menyalakan Mobil untuk menuju rumah aulia.
" Apa kamu lapar,?" Tanya Andrian.
aulia menganggukan kepalanya,memang Sejak tadi cacing di perutnya sudan minta di beri makan.
Mereka memutuskan makan malam di restoran yang lumayan mewah, Aulia sangat risih makan bersama pak Andrian, karena biar bagaimanapun Andrian adalah bosnya dan dia hanya bawah nya,di tambah lagi makanan yang di pesan adalah steak, makanan yang hanya mengganjal lambung nya saja.
__ADS_1
Andrian melihat aulia hanya menatap steak di hadapan nya,ia mengira jika aulia tidak menyukai nya,tapi ternyata bukan itu.
" Aulia?" Panggilan Andrian pun sepertinya aulia tidak mendengarnya.
" Aulia,,?" Panggil Andrian kesal karena Aulia hanya melamunkan .
" I,,,i,,,iya pak "jawab aulia secepat kilat.
" Kenapa malah melamun?apa kamu tidak suka dengan makanan nya?kalo begitu kamu boleh memesan yang lain. "kata Andrian mencoba memberikan pilihan kepada aulia.
"Bu,,bukan pak,saya suka makan daging,tapi,,,tapi,,,saya tidak tau cara memakannya " jawab Aulia pelan.
Andrian hampir saja tertawa, tapi ia coba menahannya.
" Oh,,, kenapa tidak bilang dari tadi,sini biar saya bantu "
Andrian mengambil tempat steak Aulia, dengan sabar Andrian membantu memotong motong daging itu dengan potongan kecil,yang cukup untuk masuk di mulut gadis itu.
Setelah selesai dengan urusan nya memotong daging, Andrian mempersilahkan aulia untuk makan.
" Makanlah,ini sudah lebih mudah " kata Andrian Sambil ... memberikan tempat makanan Aulia.
" Terimakasih pak " kata Aulia tersenyum malu.
Mereka selesai makan malam, lalu sedikit berbincang tentang kehidupan Aulia bersama ayahnya.
" Aulia maaf,jika saya lancang menanyakan hal ini kepada kamu, sepertinya sejak tadi kamu hanya menceritakan ayah mu, memang nya di mana ibu mu?" Tanya Andrian pelan.
" Saya bingung harus cerita dari mana, tapi yang jelas sejak saya di lahirkan,ibu saya meninggalkan saya dan ayah, suatu saat saya pasti akan menceritakannya pada bapak,atau mungkin suatu saat saya akan butuh bantuan bapak untuk mencari ibu kandung saya " kata Aulia berusaha tersenyum.
" Maafkan saya jika membuat kamu sedih, kapan pun kamu siap silahkan cerita,dan jika memang butuh bantuan saya katakan saja,jangan sungkan " Andrian mencoba menghibur aulia yang kelihatan bersedih setelah di tanyakan tentang ibunya.
" Terimakasih banyak pak " jawab aulia.
Mereka berbincang santai setelah makan,ternyata Aulia sosok yang ceria di balik sifat penurut dan patuh nya.
Entah mengapa, Andrian malah merasa kasian kepada Aulia,ia pun sempat merasa bebersalah karena pernah melakukan hal buruk kepada anak itu, tapi sekarang Andrian berjanji akan lebih baik kepada aulia.
Perasaan berbeda yang tidak Andrian sadari adalah, ia mulai menyukai gadis kecil itu, entah sejak kapan tapi yang jelas perasaan itu datang dengan sendirinya.
Andrian mengantar Aulia pulang ke rumah nya,walau dengan pakasaan akhirnya Aulia mengizinkan nya untuk datang ke rumah nya,ia sekalian ingin melihat bagaimana keadaan Aulia sebenarnya.
Sesampainya di rumah Aulia, Andrian lumayan terkejut melihat keadaan rumah aulia, ternyata sangat jauh dari perkiraan nya,aulia memang bukan Keluarga berada, bahkan bisa di bilang hidupnya sangat memprihatikan,di tambah sekarang ayahnya harus kehilangan ke dua kakinya.
__ADS_1
Andrian jadi semakin merasa bersalah, telah menyakiti anak itu kemarin, padahal aulia benar benar perlu di bantu.