
Chika dan Mega sedang duduk di kantin,ini jam istirahat, dua sahabat itu sedang sangat khawatir, mereka mencoba menghubungi aulia sejak pagi tadi,tapi ponselnya tidak aktif.
Tidak biasanya aulia tidak ada kabar seperti ini,dan yang paling anehnya, aulia melewatkan pelajaran favorit nya,juga melewatkan ulangan harian yang sudah di beri tahukan beberapa hari yang lalu.
Jikapun aulia sakit,anak itu pasti mengabari mereka dan juga bu Dewi wali kelas nya,tapi bu Dewi pun sampai menanyakan ketidak hadiran Aulia hari ini kepada Mega.
" Chik,aneh ga si? aulia ga bisa di hubungin, kenapa ya dia?" Kata mega yang sejak tadi menelpon Aulia tapi hanya operator yang menjawab.
Chika pun sejak tadi pagi sudah berusaha menghubungi Aulia,tapi masih saja sama.
" Ckk gue nyesel banget tadi bangun kesiangan, harusnya tadi gue jemput aja tuh anak ke rumah nya ya " kini giliran chika yang berkomentar.
Tak lama seseorang datang ke meja Chika dan Mega,pria itu duduk di sebelah Chika.
" Kayanya personil nya kurang satu ya,tumben si anak teladan bolos " kata Arkan sambil menyomot kentang goreng di meja.
Chika hanya melirik malas ke mantan pacarnya,ia segan menanggapi Arkan karena ia sedang tidak mood berkelahi dengan Sandra,ada yang lebih penting yang harus ia fikirkan.
" Ga tau nih kita juga lagi bingung, padahal hari ini ada ulangan Matematika" mega yang menyahuti.
" Aneh ya,bukanya si Risa pemenang olimpiade matematika ya?koq aneh si kabur dari pelajaran itu, padahal tadi dia udah nunggu bis,gue kira mau berangkat sekolah " sambung Arkan dengan santai.
Tapi reaksi chika sangat berlebihan,chika yang sejak tadi diam sampai berdiri dari duduknya.
" Lo yakin kan?" Tanya chika.
" Iya,,,orang dia pake seragam sekolah koq, kenapa kamu keget gitu si,biasa aja kali ngeliat orang bolos " kata Arkan masih santai.
" Ini ga biasa, bukan risa banget,dia ga mungkin bolos tanpa alasan, apalagi hari ini ada ulangan matematika,dia kan siswi beasiswa jadi ga mungkin kalo ga terjadi sesuatu sama dia, sampai dia bolos sekolah " kata chika marah.
Arkan jadi kaget melihat reaksi chika yang malah marah kepadanya, tapi Arkan masih tersenyum merasa lucu dengan tingkah mantan pacar yang tidak dia akui mantan, karena sampai saat ini Arkan masih sangat menyayangi Chika dan masih menganggap nya pacarnya.
" Biasa aja sayang, kenapa marah gitu, mungkin memang risa lagi malas sekolah aja,atau karena ada masalah kali sama keluarganya, kenapa kamu panik banget si?" Kata Arkan dengan tidak tau malaunya masih memanggil chika dengan sebutan sayang.
Chika memutar bola matanya malas, sedang kan mega cekikikan melihat tingkah chika.
__ADS_1
Chika memilih diam tidak menjawab perkataan Arkan, tapi Chika bingung ada apa sebenarnya dengan aulia,kenapa Aulia membolos,lalu kemana anak itu sebenarnya.
" Yu ga cabut ke kelas " ajak chika akhirnya meninggal kan arkan sendirian di meja nya.
" Dulu an ya kak " hanya mega yang berpamitan sedang kan chika sudah menjauh terlebih dulu.
Arkan yang sudah terbiasa mendapatkan penolakan Chika hanya menggedikan bahunya acuh,biar saja yang penting chika tidak menjauhinya seperti kemarin kemarin,itu membuat arkan tersiksa.
Bel pulang sekolah berbunyi, chika dan mega bergegas ke kantor pak Mario untuk menemui aulia,ia sangat berharap aulia tidak bolos kerja juga sehingga ia tidak perlu khawatir berlebihan.
Mereka sampai di kantor itu, menanyakan kepada resepsionis di mana ruangan pak Andrian,karena aulia bercerita karena pekerjaan nya hanya mengekor pak andrian saja.
Sesampainya di lantai ruangan pak andrian mereka bertanya lagi kepada resepsionis di lantai itu.
" Selamat siang ada yang bisa di bantu dek?" Tanya wanita itu ramah.
" Mba saya mau tanya,mba kenal Clarissa Aulia Anggara?" Tanya chika sopan.
" Dari bagian apa ya dek? masalahnya ini lantai petinggi perusahaan,jadi kalau adek mau cari anak magang, seperti nya adek salah lantai" jawab wanita cantik itu.
" Bukan mba,temen kita bukan anak magang,ia bekerja di ruangan ini dan bekerja dengan pak Andrian " jawab mega dengan polosnya.
Oh ternyata anak itu masih sekolah, pantas saja terlihat sangat polos,batinnya.
" Oh maksudnya Aulia?pelayan pribadi pak Andrian?"
" Hah,, pelayan pribadi? maksudnya gimana ya mba?" Kata chika sedikit tersinggung dengan kata kata pelayan.
" Loh,Aulia kan tidak ada di daftar karyawan kantor ini,dia hanya terikat kontrak dengan pak Andrian secara pribadi,anak itu sepertinya belum terlihat, mungkin sebentar lagi sampai, silahkan di tunggu aja dek" kata wanita itu akhirnya seperti nya ia malas meladeni anak sekolah seperti mereka.
Jadi chika dan mega memutuskan untuk menunggu aulia di kursi di ruang tunggu di sana,sudah hampir 30 menit tapi aulia juga belum terlihat muncul di sana.
Perasaan chika semakin tidak enak,ia berniat bertanya lagi ke wanita tadi untuk bisa menemui pak andrian saja.
Tapi pucuk di cinta ulam pun tiba, pak Andrian berjalan ke luar menuju meja wanita tadi tanpa melihat dua anak kecil berseragam sekolah yang menatapnya dengan tatapan berbeda.
__ADS_1
" Mes,, Aulia belum sampai?" Tanya Andrian kepada wanita tinggi semampai itu.
" Belum pak, itu juga ada dua teman nya yang mencari nya?" Kata messy menunjuk ke arah dua anak berseragam sekolah yang kini sedang bangkit dan berjalan ke arah Andrian.
Andrian mengerutkan keningnya, melihat dua gadis remaja itu,ia mengingat salah satunya,anak yang bersama Aulia di kafe tempo hari,dan kemungkinan anak yang ia menelpon aulia waktu itu di apartemen.
" Kalian,ada perlu apa mencari Aulia sampai ke sini?" Tanya Andrian tanpa basa basi.
" Kami hanya ingin memastikan kalau aulia datang kesini dengan baik baik saja " jawab chika sinis masih merasa kesel karena Andrian pernah membohongi nya.
" Apa maksud nya?"
" Begini pak, Aulia hari ini tidak masuk sekolah,dan tadi salah satu teman kami melihat aulia di jalan dengan seragam sekolah,dan itu membuat kita khawatir karena tidak biasa nya aulia membolos, apalagi hari ini ada ulangan matematika " jawab mega dengan polosnya.
Dasar anak remaja, hanya seperti itu saja mereka sangat lebay sampai datang menemui nya.
Andrian hanya geleng-geleng kepala, melihat tingkah dua anak ini,tapi tidak memungkiri kalau perasaan nya pun aneh, karena tidak biasanya Aulia terlambat tanpa pemberitahuan.
" Kalau Aulia datang suruh segera menemui saya " kata Andrian kepada Messy.
" Baik pak "
Lalu Andrian pergi meninggalkan dua bocah kecil yang menganga tidak percaya melihat tingkah Andrian yang menurut mereka sangat menjengkelkan.
" Chik,,,gila ya, sombong banget orang itu " kata mega yang tersadar dari ketidak percayaan nya.
Chika mengeras kan rahang nya,ia sangat kesal melihat tingkah congkak bos yang sangat di sukai sahabat nya itu.
" Ayo cabut,, ganteng doang tapi sombong " kata chika menggerutu, sambil berlalu meninggalkan tempat itu.
Messy hanya tersenyum melihat tingkah anak remaja itu,ia lalu melanjutkan pekerjaannya.
" Ih sombong banget sih tuh pak Andrian, untung aja ganteng,coba kalo jelek udah gue damprat tuh orang " kata chika kesal.
" Iya sebel banget,udah kaya gue butiran debu aja " sahut Mega tak kalah kesal nya.
__ADS_1
" Terus sekarang gimana dong chik?Risa kemana sih?apa kita ke rumahnya aja kali ya?" Kata mega memberi saran..
" Ya udah kita coba kerumahnya " jawab aulia menyalahkan mesin mobilnya lalu meninggalkan kantor itu.