
Aulia menaiki kasur itu lagi dan melipat kakinya lalu memeluknya lutut nya sendiri,ketika mendengar suara pintu di ketuk,aulia seperti ketakutan dan bersembunyi di dalam selimut,ia yakin itu Andrian dan Aulia sangat takut jika pria itu akan berbuat macam macam kepadanya.
Tak lama Aulia mendengar suara pintu di buka,dan ia mempererat peganganya pada selimut,kini tangannya sudah berkeringat dingin,ia benar benar takut sekarang,karena mendengar suara langkah mendekat.
" Buka selimut mu,aku ingin bicara " kata Andrian dengan keras, padahal Aulia ada di hadapannya.
Aulia hanya tersentak kaget tapi tidak berani keluar dari selimut ia malah mempererat pegangan selimut nya lagi.
Andrian yang tidak sabar pun menarik selimut itu dengan kencang, sampai tubuh Aulia ikut bergeser di atas kasur.
" Tidak,,tidak pak,,, maafkan saya pak maaf " kata Aulia setengah berteriak setelah Andrian berhasil menarik dan membuang selimut itu.
Aulia menangis ketakutan karena kesalahannya mengganggu orang yang hampir sampai di puncaknya
" Kamu tau apa kesalahanmu?" Tanya Andrian dengan mata menatap tajam ke arah Aulia.
Aulia hanya mengangguk lemah lalu berkata dengan lirih di tengah isakan nya.
" Maafkan saya pak,saya tidak sengaja,,tadi,,, " kata Aulia dengan isakan,ia memilih perkataan yang akan ia ucapkan dengan terbata bata,ia jadi semakin bingung harus mengatakan apa.
Sebenarnya Andrian tidak tega melihat wajah ketakutan itu, tapi ia masih sangat kesal dengan Aulia, karena gadis ini ia harus membawa pelacur ke apartemen nya dan sekarang ia belum menuntaskan hasrat nya lagi lagi gadis ini yang mengacaukan nya, kepalanya sudah teramat pusing sekarang,walau nafsunya sudah terbang bersama teriakan gadis ini.
" Baiklah saya akan memaafkan kamu, tapi ada syarat nya" kata Andrian mencoba lebih tenang setelah menghembuskan nafasnya.
Aulia mengangkat wajahnya ragu,ia takut sekali jika Andrian sudah menyebutkan syarat,itu pasti lah tidak menguntungkan untuk nya.
Tapi mau bagaimana pun Aulia harus tetap menerima ny, karena ia tidak punya kuasa untuk menolaknya.
" Apa kamu bersedia menerima syarat nya?" Tanya Andrian dengan senyum liciknya.
Aulia bingung harus menjawab apaa,ia masih sangat ketakutan,dan hanya bisa mengangguk lemah dengan isak tangis tertahan, semoga saja bukan hal buruk yang di pinta bos nya itu.
Andrian naik ke tempat tidur mendekati Aulia,dan Aulia bersikap waspada dengan mencoba menggeser tubuhnya menjauhi Andrian,tapi tangan Aulia di tarik oleh Andrian sampai Aulia berada sangat dekat dengan pria itu sekarang.
__ADS_1
Ingin sekali ia lari dari sini sekarang juga,tapi badannya seakan sulit di gerakan, karena jantung nya tiba tiba berdegup tak beraturan, apalagi jaraknya sangat dekat sekarang,wangi parfum di tubuh Andrian bahkan sudah mampir di di penciumanya,entah ini parfum siapa mungkin saja parfum wanita tadi.
" Kamu tau bagaimana rasanya ketika akan sampai di puncak, lalu di tarik jatuh ke bawah?" Kata Andrian setengah berbisik di telinga Aulia,dan Aulia berusaha menjauhkan kepalanya dari sana, tangan nya sudah gemetar dari tadi,dan mungkin Andrian juga merasakanya,tapi Andrian malah semakin senang mengerjai Aulia.
" Karena,,kamu,yang sudah membuat aku gagal dari kenikmatan yang seharusnya aku rasakan,maka kamu yang harus membayar nya dengan sebuah kenikmatan juga " kata Andrian masih dengan nada dingin penuh ancaman.
Hembusan nafas Andrian membuat bulu kuduknya meremang, apalagi dengan ucapan penuh artinya,itu sangat menciut kan nyali Aulia.
Aulia berusaha berontak dari cengkraman tangan Andrian,ia harus segera pergi dari sini sekarang juga, aulia sangat mengerti maksud perkataan Andrian,dan itu tidak boleh terjadi,tolong kasihani Aulia tuhan.
" Pak,,jangan pak,, tolong jangan, biarin saya pergi pak,saya mohon " kata Aulia berusaha pergi sambil memohon dan berusaha melepaskan tangannya dari cengkraman Andrian, Air matanya semakin deras mengalir kala Andrian menarik paksa Aulia sampai Aulia terjatuh di kasur dan dengan cepat Andrian menindih Aulia.
Aulia kalah tenaga tapi ia masih terus berusaha melepaskan diri dari tubuh besar Andrian,bajunya sudah mulai acak acakan karena aulia terus bergerak.
Andrian pun sangat kualahan memegangi Aulia yang seperti punya kekuatan besar untuk melawannya.
Aulia berteriak meminta tolong,tapi dengan cepat Andrian membungkam mulut Aulia dengan bibir nya, awalnya hanya untuk membuat Aulia berhenti berteriak,tapi saat Aulia berhenti karena terkejut, Andrian malah menikmati nya, sedang kan Aulia hanya membesarkan matanya mendapatkan ciuman itu,ia bingung bagaimana mengartikan rasanya, entah kenapa tubuh nya pun berhenti bergerak, karena jantung nya sudah berdetak tak beraturan mungkin kah ia terkena serangan jantung, karena kini tubuhnya ikut melamah.
Andrian yang melihat tidak ada pergerakan lagi dari tubuh Aulia pun menghentikan ciumannya, lalu menjauh kan wajahnya, Andrian menatap Aulia yang juga menatapnya dengan amarah, Aulia mengeluarkan air mata tanpa suara, Andrian tau gadis itu syok dengan perbuatannya.
Membayangkan hal bodoh yang terjadi semalam membuatnya menarik garis senyum lebih lebar lagi.
Setelah merenggut ciuman pertama dari gadis di bawah umur itu, Andrian lalu mengancam aulia kalau ia akan melakukan hal yang lebih parah dari ini, jika gadis itu masih terus berteriak dan melakukan perlawanan.
Dengan wajah bodoh yang ketakutan, Aulia menganggukan kepalanya mengerti, setelah dirasa Aulia cukup tenang, Andrian pun melepaskan cengkraman nya.
Aulia berusaha bersikap setenang mungkin agar terlepas dari Andrian,saat Andrian lengah akhirnya Aulia mencoba melarikan diri dari kamar itu,tapi sayang ketika sampai di pintu kamar Aulia sama sekali tidak bisa membukanya.
Pintu itu di kunci secara otomatis oleh Andrian,dan itu sangat membuat Aulia merasa sangat ketakutan.
" Kamu mau kabur hah,,,? silahkan saja ? tapi ingat aku tidak akan mudah melepaskan mu begitu saja,kau sudah banyak mengacau hari ini Aulia " kata Andrian sinis.
" Pak, saya mohon pak,lepaskan saya pak,saya berjanji saya akan melupakan kejadian yang saya alami hari ini,tapi saya mohon bukakan pintu nya pak,saya mau pulang " kaya Aulia sambil menangis memohon,dan itu malah membuat Andrian semakin semangat mengerjai Aulia.
__ADS_1
" Turuti apa perintah saya sekarang, atau kamu akan menerima hukuman yang lebih dari sekedar ciuman?apa kamu memang sengaja menginginkan nya?" Kata Andrian tajam.
Aulia menutup mulut nya dengan tangan, lalu menggeleng kan keras kepalanya.
" Sekarang turuti perintah saya, mendekat,,?" Kata Andian.
Aulia masih diam di depan pintu tanpa pergerakan,ia masih sangat ketakutan dengan apa yang Andrian lakukan tadi.
" Aulia,,?" Kata Andrian sedikit menekan suaranya.
Aulia dengan cepat merespon, walau dengan perasaan takut dan air mata yang masih menetes Aulia mencoba melangkah kan kakinya mendekati Andrian.
Tidak terlalu dekat masih sekitar satu meter dari kasur.
" Lebih dekat aulia" kata Andrian berusaha menurunkan suara nya
Aulia enggan lebih dekat lagi,ia sangat takut sekarang, tapi apa lagi yang bisa ia lakukan selain menuruti perintah Andrian, dengan tubuh gemetar Aulia maju satu langkah, tapi Andrian malah memelototi Aulia.
Dengan takut takut aulia pun menempel di tempat tidur.
" Naik,," kata andrian lagi,menatap wajah ketakutan Aulia menjadi kesenangan sendiri untuk nya.
Seperti tadi, Aulia tidak merespon jika Andrian masih mengatakan nya sekali.
" AULIA,,SAYA BILANG NAIK " Andrian meninggikan suaranya.
Karena kaget dan takut aulia reflek naik ke tempat tidur, tapi tangisnya mulai mengeluarkan suara yang di tahan oleh tangannya.
Andrian yang melihat kelakuanku aulia itu ingin sekali tertawa, tapi ia mencoba menahan nya.
" Baringkan tubuhmu di sebelah saya " kata Andrian lagi.
" Jangan pak saya mohon pak,,," aulia menangis sejadinya,menyatukan tanganya di dada,wajah aulia mulai pucat.
__ADS_1
" Aulia stop,,jangan membuatku hilang kesabaran, sekarang berbaring lah,saya hanya meminta mu berbaring,apa yang kamu fikirkan hah " Andrian sudah tidak sabar menghadapi aulia yang sedari tadi menangis.