Kisah Untuk Mama

Kisah Untuk Mama
22.


__ADS_3

Aulia langsung membalikan tubuhnya dengan cepat menghadap si empunya suara, seperti maling yang tertangkap basah,Aulia tidak bisa memberikan pembelaan dengan benar.


" Tidak pak,bukan begitu,saya hanya,,,emm,,,hanya mau ke toilet,,,ya betul ke toilet, panggilan alam pak " kata aulia mencoba mencari alasan, padahal Andrian benar kalau ia mencoba ingin kabur darinya, aulia segera berlari ke toilet di kamar itu,mengunci pintunya dan ia bersandar di balik pintu memegangi jantung nya yang hampir lepas.


Lebih dari 20 menit aulia belum juga keluar dari kamar mandi dan itu membuat Andrian sangat kesal, entah apa yang Andrian tunggu dari gadis itu,kenapa juga ia malah menunggu Aulia seperti orang bodoh.


" Aulia,,kalau dalam hitungan 3 kamu tidak keluar juga saya akan buka kamar mandi ini dengan paksa " kata Andrian berteriak.


Tapi tidak ada jawaban juga dari dalam, Andrian sudah mulai emosi.


" Satu,,," hening.


" dua,,," belum juga ada tanda tanda pintu akan di buka.


" Aulia,,,saya tidak main main ,,,ti,,,,ga "


Berbarengan dengan pintu yang di buka pelan, memunculkan aulia dari dalam sana dengan wajah pucat dan terlihat lemah.


" Aulia,,?kamu baik baik saja?" Tanya Andrian pelan sambil berjalan menghampiri aulia.


Belum sampai Andrian ke depan anak itu sudah menjatuhkan tubuhnya,untung Andrian punya reflek yang baik,jadi aulia segera di tangkap nya,badan anak itu kembali panas lagi.


Andrian membopong tubuh aulia ke tempat tidur,ia bingung harus bagaimana,jika membawa nya ke rumah sakit itu akan menjadi banyak pertanyaan,lagi pula Andrian tidak tau harus menghubungi keluarga nya ke mana.


Andrian berinisiatif menelpon dokter keluarga nya.


" Halo,,Rey,,,tolong ke apartemen ku segera,aku butuh bantuan mu" tanpa menunggu jawaban Andrian mematikan ponselnya.

__ADS_1


Membuat orang yang di telpon kesal setengah mati, tapi dokter muda itu tetap mematuhi perintah Andrian, mempersiapkan segalanya dengan cepat untuk segera menuju apartemen teman tidak berakhlak itu.


Dokter Rey tiba setelah 20 menit telpon itu di matikan,ia langsung menuju lantai di mana Andrian berada, setelah menekan bel tak lama pintu terbuka, memunculkan wajah menyebalkannya versi tuan muda pada umumnya.


" Masuklah rey,," kata Andrian mempersilahkan temanya itu masuk.


Sejak membuka kan pintu, Rey sudah bingung,ada apa sebenarnya, kenapa Andrian kelihatan baik baik saja.


" Kau terlihat sangat sehat,lalu kenapa memanggil ku ke sini?jangan bilang hanya butuh teman bicara,kau gila,,,aku sedang ada jadwal praktek dri,," kata dokter itu terlihat kesal dengan berbicara tanpa jeda.


" Memang nya aku kurang kerjaan, memanggil mu hanya untuk mengobrol,ada orang yang harus kau periksa,ayo ke kamar ku " ajak Andrian.


" Wahh aku curiga, siapa orangnya?apa seorang wanita yang kau hamili?" Kata Reihan asal.


" Banyak bicara,,," Adrian mulai kesal.


" Dri,,kau sudah gila,kau apakan gadis kecil ini sampai pingsan begini?" Kata Reihan sambil mempersiapkan alat alat kedokteran nya.


" Ikuti saja perintah ku dan jangan banyak bicara rey,,,kau tidak pernah berubah,masih saja cerewet " kata Andrian,tapi tidak terlalu di perdulikan oleh Rey.


" Dri,apa ia adik kak Sarah atau kerabatnya? wajah nya sangat mirip saat iparmu itu belum melakukan operasi plastik ?" Tanya Rey sambil terus memeriksa Aulia.


Andrian hanya diam saja,ia kira hanya perasaan nya saja jika aulia memang sangat mirip Sarah waktu pertama menikah dengan kak Mario, ternyata Rey pun mengatakan hal yang sama,apa mungkin ada orang kembar tapi berbeda usia?atau mungkin memang aulia ini ada hubungan darah dengan Sarah?tapi selama yang ia tau Sarah tidak punya keluarga perempuan.


Andrian sangat yakin jika Aulia ada hubungannya dengan Sarah,bisa saja anak itu sepupu atau keponakan dari Sarah,dan sudah pasti Sarah sengaja mengirim Aulia ke rumah kak Maria untuk menyakitinya.


Mengingat kakak iparnya itu hati Andrian jadi semakin kesal dengan Aulia,dan Andrian sangat bersemangat untuk menambah penderitaan Aulia, karena Aulia yang sudah membuat Kak Maria harus menghuni Rumah Sakit Jiwa.

__ADS_1


****"


Aulia memegangi pelipisnya yang sedikit pusing,ia tidak tau apa yang terjadi,di mana ini? seperti di kamar chika? kenapa Aulia jadi sering terbangun di tempat berbeda,ia seperti bermimpi,ia berusaha mendudukkan dirinya dan mengenali di mana ia berada, melihat jam di atas meja,jam 3 sore.


Nyawanya masih belum menyatu sempurna, ketika seseorang langsung memeluk nya di atas tempat tidur,tak lama terdengar isak tangis di dalam pelukan aulia,ini sahabatnya ia sangat mengenalinya, tapi kenapa Chika menangis?jadi benar ini kamar chika? aulia menatap sekeliling nya,iya ini di kamar chika, bagaimana bisa ia ada di sini?yang ia ingat terakhir kali ia berada di apartemen pak Andrian.


" Chik,,," panggil aulia mencoba menjauh kan tubuh Chika dari tubuhnya.


" Ris,,,lo,,," belum selesai bicara Chika menangis lagi dan memeluk Aulia.


Selama yang Aulia tau, Chika bukan gadis yang cengeng kalau hanya menyangkut dirinya sendiri, pasti ada masalah lain, sampai chika menangis sedih begini.


" Lo kenapa?jangan bikin gue takut deh chik?" Kata aulia mengusap punggung chika, berusaha menenangkan gadis itu, tapi Chika belum juga mau menjawabnya.


" Ya udah,lo nangis dulu deh,kalo udah selesai, cerita ya,,,ada apa?"kata aulia mencoba sabar.


Akhirnya Chika menjauhkan tubuhnya perlahan,ia menatap Aulia dengan tatapan aneh.


Chika menarik nafasnya berat,lalu mencoba menatap Aulia, tatapan nanar itu tidak bisa ia sembunyikan dengan baik, aulia mengerutkan keningnya,merasa aneh dengan tatapan chika.


"Risa,,ya tuhan,,,risa lo baik baik aja kan?gimana keadaan lo ris??" Mega membuka pintu kamarnya Chika dengan kasar dan terburu buru menghampiri Aulia,Kini giliran mega yang memeluk Aulia,tidak ada tangis,tapi ada rasa khawatir yang berlebihan.


Sikap kedua sahabatnya itu sangat membuat Aulia bingung,ia yakin ada yang tidak beres, sebenarnya apa yang terjadi dengan nya kenapa sekarang ia bisa terbangun di kamar Chika, Aulia mencoba mengingat, tapi tidak satupun ia mengingat nya.


bayangannya sangat buram,tapi ia ingat terakhir kali ia berada di Apartemen bosnya itu ,dan ia sedang mengerjakan laporan, lalu ia ketiduran, lalu,,,,


Aulia berusaha mengingatnya tapi kepalanya malah menjadi pusing, Aulia memijat pelipisnya yang terasa sakit,dan itu tidak luput dari perhatian sahabatnya,dengan sigap Chika dan Mega membantu Aulia merebahkan tubuhnya di kasur.Chika dan Mega semakin yakin kalau Aulia memang sedang menderita karena.

__ADS_1


__ADS_2