
Hari yang di tunggu pun tiba,hari keputusan nasib beasiswa nya, selama ini Aulia tidak pernah menceritakan permasalahan nya kepada keluarga nya,ia berangkat sekolah seperti biasa, walau tidak pernah sampai ke sekolah,chika dan Mega bergantian menemani Aulia yang sedang di skorsing itu, padahal Aulia sudah melarang para sahabatnya itu untuk membolos,tapi mereka tidak mendengarkannya, untung saja rapat dewan sekolah di adakan lebih cepat dari perkiraan mereka,jadi keputusan nya pun akan lebih cepat di putuskan.
Aulia berdoa semoga saja Pak Mario tidak ingkar dengan janjinya, walaupun ibu Dewi sudah meyakinkan bahwa ia akan di pertahankan di sekolah ini, tapi jika belum mendengar sendiri keputusan nya Aulia belum merasa lega.
Di kursi paling depan Pak Mario sudah duduk dengan wibawanya yang tidak di ragukan lagi,di sebelah kanannya ada asisten merangkap sekertaris nya yang selalu setia mendampingi nya, sedangkan di sebelahnya kirinya ada kepala sekolah dan beberapa pengurus yayasan yang lainya,di depannya kini ada Aulia yang di dampingi bu Dewi,tangan Aulia terasa dingin sekali, jantungnya berdebar tak menentu,ia sangat takut berharap, sedangkan si pembuat masalah malah tidak hadir di sekolah hari ini, entah apa yang terjadi dengannya.
Kepala sekolah memulai pembicaraan bersama anggota yang lain, walaupun itu hanya sekedar formalitas saja,tapi Aulia tetaplah gugup, apalagi sejak tadi Pak Mario menatapnya dengan tatapan yang sulit di artikan.
Aulia hanya menjawab beberapa pertanyaan,dan sisanya para orang dewasa yang menyelesaikan nya, Aulia sudah tidak bisa fokus mendengar kan lagi,yang ia dengar hanya sebuah keputusan di akhir pembicaraan mereka.
" Baiklah Clarissa Aulia Anggara,saya mewakili kepala yayasan serta para pengurus, meminta maaf atas permasalahan yang melibatkan ananda sebagai siswi terbaik di sekolah kami,kami memutuskan untuk mempertahankan ananda di sekolah untuk melanjutkan pendidikan di sini dengan beasiswa yang telah kami sepakati, permasalahan ini kami tutup,dan kami menganggap ini sebuah kesalahpahaman dan tidak perlu melanjutkan kasus ini sampai mencuat keluar sekolah, apakah ananda bersedia memaafkan kesalahpahaman ini?" Tanya kepala sekolah.
" Iya pak,," jawab Aulia, walaupun setengah hati karena ia merasa tidak dapat keadilan, setidaknya untuk mengembalikan lagi citra baiknya di sekolah,tapi ia masih bersyukur karena ia masih bisa melanjutkan sekolah nya, itu adalah yang terpenting.
" Baiklah Aulia, untuk kedepannya tolong jaga sikap Ananda,jangan sampai melakukan pelanggaran di sekolah lagi, karena itu akan sangat berpengaruh dengan beasiswa ananda untuk ke universitas seperti yang sudah sekolah ini janjikan "
" Iya pak, terimakasih banyak pak, untuk kedepannya saya akan lebih berhati-hati " jawab Aulia sopan.
" Bagaimana Pak Bramanta,apa ada yang ingin di sampaikan?" Kata kepala sekolah mempersilahkan,dan di balas anggukan oleh Mario.
" Clarisa Aulia, sebelum nya saya mengucapkan banyak terimakasih atas prestasi membanggakan yang sudah kamu berikan kepada sekolah,dan juga mewakili Sandra saya meminta maaf atas kesalahpahaman ini,dan sebagai tanda permintaan maaf,saya menawarkan ananda untuk bekerja paruh waktu di kantor saya, untuk sekalian mengasah kemampuan kerja ananda nantinya,jika ananda bersedia, sekertaris saya akan mengurus kontrak nya " kata Mario yang membuat beberapa mata terlihat terkejut.
Bukan apa, mereka tau untuk bisa bergabung di perusahaan itu, mereka harus melalui seleksi ketat dan juga harus memiliki kemampuan yang mempuni, bagaimana mungkin, seorang siswi seperti Aulia mendapat kan tawaran yang banyak sekali di dambakan orang di luar sana dengan sangat mudah,Ibu Dewi pun sepertinya terlihat sangat kaget dengan perkataan temanya itu, pasalnya yang ia tau Mario adalah tipe orang yang sangat selektif memilih pekerja untuk berada di kantor nya, kenapa dengan mudah sekali ia langsung merekrut Aulia yang bahkan belum ada pengalaman apapun,agak sedikit aneh,tapi mungkin saja itu benar benar niat tulus membantu Aulia,walau ada kecurigaan yang Ibu Dewi rasakan.
Aulia hanya terpaku menatap Mario, seperti baru saja terbangun dari mimpi ,ia akhirnya mengangguk kan kepalanya dengan antusias.
" Mau pak,mau saya bersedia " tanpa fikir panjang Aulia langsung menerimanya, karena ini adalah kesempatan yang baik,agar ia bisa membantu perekonomian keluarga nya.
Tanpa ia ketahui,ia baru saja mulai memasuki lautan yang ia tidak tau seberapa dalam kedalaman nya untuk dapat menyaksikan keindahan yang alam janjikan.
Mario hanya menyunggingkan senyum tipisnya, entah kenapa ia sangat tertarik dengan Aulia,ia merasa sangat penasaran dengan cerita Andrian kemarin,apa tujuan anak ini mendekati keluarganya,apalagi sampai berani mengusik Maria,ya akhirnya Andrian menceritakan alasannya membawa Aulia ke kamar Mario malam itu,ia mendesak Andrian bercerita,karena ulah anak itu, Mario hampir saja di permalukan tadi,ia sangat kesal dengan Andrian yang sangat ceroboh itu.
*Flash back*
Setelah Dewi dan Aulia pergi dari kantor Mario,ia memanggil Andrian ke ruanganya.
" Ke Ruangan ku sekarang " Mario menelpon Andrian dari telpon di ruangan nya.
Tak butuh waktu lama, Andrian pun datang ke ruangan kakaknya itu.
" Ada apa kak?" Tanyanya sambil duduk di hadapan kakkaknya yang sudah berwajah ketat itu.
" Karena ulahmu aku hampir saja menanggung malu,dri!" Mario menyalahkan rokonya.
" ulah ku yang mana?" Andrian mengerutkan keningnya.
" Gadis yang baru saja keluar dari kantor ini bersama Dewi, gadis yang kau bawa ke hotel tempat ku menginap,dan gadis yang sudah kau rusak lebih dulu tapi kau tawarkan kepadaku untuk merusak nya " kata Mario Santai.
" Oh jadi gadis itu datang kesini menemui mu kak?ada masalah apa memang nya?"
Mario melemparkan sebuah amplop yang tadi Dewi berikan kepadanya.
Andrian sempat terkejut melihat pemandangan di depanya,ia meneliti dengan baik.
" Apa maksudmu,aku yang telah melakukannya?aku belum gila kak?kenapa kau mudah saja mempercayainya?anak itu memang memiliki niat yang buruk kepada keluarga kita ternyata " Andrian geram sendiri.
" Jelaskan,apa yang kau lakukan kepada nya malam itu?dan apa tujuanmu sebenarnya membawanya ke kamarku?" Pinta Mario tanpa jeda.
__ADS_1
" Sebenarnya aku hanya ingin memberikan sedikit pelajaran untuknya kak, beberapa waktu yang lalu,aku bertemu dengannya di rumah Kak Maria, dan wanita itu mengaku sebagai asisten rumah tangga pengganti yang dikirim dari penyalur, awalnya aku percaya, tapi saat aku mengontrol cctv rumah,ternyata gadis itu seperti sedang mencari informasi,dan ia memberikan informasi lewat telpon,entah kepada siapa,aku mulai curiga dan tanpa sengaja aku menemukan nya di cafe milikku bersama beberapa teman Sandra, kecurigaan ku makin bertambah karena anak itu turun dari mobil mewah bersama temannya jadi tidak mungkin anak itu menjadi Asisten rumah tangga, karena yang aku tau pergaulan sandra adalah anak orang orang ternama,aku mengikuti mereka sampai ke dalam club dan ternyata anak itu dan temannya bermasalah dengan Sandra,aku memantau mereka,anak itu sangat polos dan tidak pernah menyentuh minuman,jadi saat ia kalah dalam permainan ia di haruskan meminum alkohol dan membuat anak itu mulai mabuk,aku jadikan itu sebagai kebetulan, akhirnya aku punya rencana mengerjainya dengan membawa ke hotel tapi saat aku di hotel aku ketemu Airin,kakak kan tau aku sedang pendekatan denganya,jadi ia sempat curiga kepadaku karena membawa wanita ke kamar hotel, karena tidak punya alasan lain akhirnya aku menggunakan namamu kak,maaf " jelas Andrian panjang lebar.
Mario melirik tajam ke arah Andrian, tatapan nya seperti siap menguliti Andrian.
" Kau gila dri, bagaimana jika sampai Airin salah sangka terhadapku dan itu sampai ke telinga Sarah,kau mau membuat ku menjadi miskin hah ?" Kata Mario berapi api.
" Tunggu, tunggu dulu kak,tidak seperti itu kak,aku hanya bingung saat itu,dan kebetulan aku kan tau kau ada di sana,lagi pula, Airin mengerti koq , jadi aku jamin ia tidak akan buka mulut soal itu " Andrian mencoba memberikan pengertian kepada kakaknya yang mulai kesal.
Mario akhirnya mengendurkan otot nya,dan itu membuat Andrian lega.
" Lanjutkan,dan jangan ada yang di tutupi " pinta Mario setengah membentak.
" Lalu siapa sangka anak itu malah muntah di bajuku dan juga mengenai bajunya, tapi demi tuhan kak,aku tidak macam macam dengan nya,kan kau tau sendiri aku hanya membukakan bajunya saja lalu menutupi nya dengan selimut,bahkan bra nya saja masih terpasang sempurna saat kita meninggalkan nya di sana " kata Adrian dengan pasti, Mario sempat mengangguki ucapan Andrian.
" Kau yakin tidak kembali kesana setelah aku pergi?" Tanya Mario memicingkan matanya menaruh curiga pada nya.
" Ya tuhan kak, aku bersumpah demi seluruh harta warisanku kak?" kata Adrian sungguh sungguh.
Mario seperti berfikir,Andrian tidak mungkin berani membohongi nya,lalu bagaimana bisa anak itu bisa sampai terlihat seperti itu,dan siapa yang sudah memfoto nya dengan posisi seperti itu.
Mario benar benar berfikir keras,apa mungkin ini ulah anaknya,tapi tidak ada satupun Keluarga nya yang tau kalau Mario selama ini tidur di hotel, termasuk istrinya itu,yang mereka tau Mario pulang ke rumah Maria atau ke apartemen nya.
" Lalu siapa yang melakukan semua itu?apa kau mencurigai seseorang, memanfaatkan keadaan ini?" Tanya Mario.
" Entahlah kak, mungkin saja ini ulah anak itu sendiri,untuk mencari celah menjatuhkan keluarga kita,atau mungkin ia suruhan salah satu rival kita?"
" Tidak mungkin dri,anak itu terlalu polos walau ku akui ia anak yang pintar,tapi untuk melakukan hal se ekstrim itu,ia tidak mungkin tidak tau berurusan dengan siapa?lagi pula ia hanya gadis biasa,yang bersekolah mengandalkan beasiswa karena otak cemerlang nya " kata Mario seprti berfikir.
" Tapi kak tidak menutup kemungkinan ia lakukan ini karena uang kan?" Kata Andrian.
" Jika karena uang untuk apa dia sampai takut kehilangan beasiswa nya?apa mungkin ia di ancam seseorang?" Mario coba menyimpulkan.
" Dri coba kamu cek cctv hotel pada malam itu,hingga gadis itu meninggal kan kamar,siapa saja yang sudah masuk di sana" perintah Mario.
" Baik kak " Andrian lalu pergi meninggalkan Mario yang sedang menyusun rencana.
***
Aulia keluar dari ruangan itu dengan wajah berseri,ia langsung di hampiri oleh kedua sahabatnya,yang berteriak histeris setelah mendengar ceritanya.
" Yeyyy,,,selamat ya ris, akhirnya lo ga jadi di keluarin,dan dapat bonus bisa pelatihan kerja di kantor pak Mario , sumpah lo keren banget " kata Mega antusias.
" Ini semua berkat kalian guys,gue makasih banget sama kalian yang udah selalu ngedukung gue ya "kata Aulia dengan mata berkaca kaca.
" Udah dong jangan sedih sedih, mendingan sekarang kita ke kantin yuk,gue udah laper dari tadi nungguin lo nih " kata Chika.
Akhirnya mereka bertiga makan di kantin dengan nyaman,tanpa ada gangguan dari Sandra and the genk,walau banyak pasang mata yang menatapnya dengan tatapan aneh tapi Aulia tidak memperdulikan nya,ia tidak mau perduli tentang pendapat orang lain yang pasti ia masih tetap bisa bersekolah dengan baik ke depannya.
" Guys, menurut kalian,salah ga sih gue nerima tawaranya pak Mario?" Tanya Aulia tiba tiba.
" Kalo menurut gue sih ga salah ris,mungkin aja pak Mario beneran ngerasa bersalah sama lo,dan itu sebagai bukti permintaan maaf dan pastinya dia udah mempertimbangkannya juga kan" jawab Chika.
" Bener sih ris,soalnya yang gue denger pak Mario tuh ga gampang ngerekrut orang bergabung di perusahaan nya, kalo di mata dia orang itu ga punya kemampuan walaupun orang itu lulusan Harvard sekalipun,dia ga akan terima koq " timbrung mega.
"Jadi gue udah bener nih kalo nerima kerjaan partime ini ?" Tanya Aulia lagi.
" Ya bener lah, sekalian buat jadi pengalaman,dan siapa tau bakalan manjang nantinya,jadi lo ga usah susah-susah lagi cari kerja,dan lagian di sana tuh karyawan nya sejahtera guyss,,,gajinya berani bayar mahal juga loh,,, pokonya kalo lo beneran jadi kerja di sana,lo harus sering teraktir kita ya "sahut Mega panjang lebar.
__ADS_1
Aulia hanya mengangguk kan kepalanya,dan ia berencana meminta pendapat ayah dan neneknya dulu.
" Gue belum bisa mutusin, gue harus konsultasi ke bokap gue dulu soal ini " kata Aulia.
Tiba tiba seorang siswa memanggil Aulia.
" Risa,,,lo di panggil sama bu Dewi suruh ke ruangannya " kata siswa berkacamata tebal itu.
" Oh iya ,gue kesana sekarang " kata Aulia langsung bangkit dari duduknya menuju ruangan Bu Dewi, sementara dua sahabatnya melanjutkan makan mereka.
Tok tok tok..
" Masuk " kata wanita dari dalam sana.
" Permisi bu,ibu manggil saya?" Tanya Aulia sopan menimbulkan kepalanya di balik pintu.
" Oh Aulia, silahkan masuk " kata bu Dewi ramah.
" Ayo duduk Aulia "
" Baik bu " Aulia mendudukkan dirinya di sebrang meja ibu dewi.
" Aulia,saya mau menanyakan sesuatu kepada kamu, tapi tolong jawab yang jujur ya " kata bu dewi masih mempertahankan senyum nya.
" Baik bu,ada apa ya?" Kata aulia bingung.
" Maaf Aulia, apa sebelum nya kamu pernah mengenal Pak Mario?" Tanyanya penuh selidik.
Aulia menggeleng kan kepalanya, " belum bu " jawabnya pasti.
Bu Dewi sejenak mengerutkan kening,cukup aneh dengan pengakuan Aulia,tadi Mario bilang bahwa ia pernah mengenal Aulia sebelumnya,lalu kenapa jawaban mereka berbeda.
" Kamu yakin?" Bu Dewi mencoba menatap mata Aulia mana tau melihat kebohongan di sana.
" Yakin bu,saya tidak pernah mengenal pak Mario sebelum nya,selain ia pemilik sekolah ini saya tidak tau apapun " jawab Aulia pasti.
" Kalau Istri pak Mario?Apa kamu pernah mengenal nya ?"
" Maksud ibu,ibu Sarah?" Tanya Aulia.
" Bukan, tapi Ibu Maria " jawab bu dewi.
Aulia sempat bingung menjawabnya,karena selain memang hanya sekali bertemu denganya,ia juga tidak tau menau tentang ibu Maria.
Akhirnya Aulia memilih menggelengkan kepalanya lagi,dan untungnya bu Dewi mempercayainya.
" Oke baiklah,lalu apakah kamu sudah memikirkan tentang tawaran pak Mario tadi?"
" Sudah bu " jawabnya ragu " tapi saya akan minya izin ayah dulu,jadi belum bisa memberi keputusan bu " jawab Aulia.
" Aulia,hanya sedikit saran saja,jika kamu keberatan atau merasa tidak dapat membagi waktu,lebih baik kamu tidak usah menerima ny, karena ibu juga tidak mau kalau sampai nilai kamu menurun, karena pekerjaan kamu nantinya " kata bu Dewi bijaksana.
" Baik bu nanti saya fikirkan kembali bu,dan saya mau mengucapkan terimakasih atas kebaikan ibu telah membantu saya menyelesaikan masalah saya bu " jawab Aulia.
Bu dewi mengangguk lalu tersenyum
" Itu sudah menjadi tugas saya,tapi tolong kedepannya kamu harus bisa membuat saya bangga,dan tidak salah mempertahankan kamu di sekolah ini "
__ADS_1
" Baik bu " Aulia lalu berpamitan undur diri dari ruangan Bu Dewi.