
Aulia pulang ke rumah nya,ia ingin cepat cepat bertemu ayah dan neneknya,tapi sesampainya di rumah,tidak ada satupun orang di sana.
Tidak biasanya neneknya juga tidak ada di rumah, akhirnya ia memutuskan menelpon ayahnya,tapi sudah 5 kali panggilan ayahnya tidak mengangkat nya.
Akhirnya Aulia memutuskan menunggu saja, setelah membersihkan diri,ia makan siang dengan menu yang sudah di siapkan di tempat penyimpanan makanan.
Karena kelelahan menunggu akhirnya Aulia tertidur di ruang tv,saat bangun ternyata hari sudah hampir malam,dan semua lampu belum ada yang di nyalahkan.
" Nek,,,nenek,,," Aulia memanggil neneknya berharap neneknya sudah pulang, tapi ternyata sang nenek belum pulang juga.
Aulia yang bingung akhirnya mencoba menghubungi ayahnya lagi,tapi tidak juga ada jawaban,rasa khawatir menyelimuti nya,ada apa ini, kenapa tidak biasanya neneknya pergi tanpa memberikan kabar dan ayahnya juga tidak mengangkat telponnya.
Jam sudah menunjukkan pukul 18.00,ini sudah terlalu lama, Aulia mulai panik dan bingung harus bagaimana,apa ia coba menanyakan pada tetangga saja.
Akhirnya aulia memutuskan pergi ke rumah tetangga sebelah rumah, untuk menanyakan keberadaan neneknya,barang kali Bude Murni tau, karena biasanya neneknya dekat dengan bude murni.
" Assalamualaikum,,bude,," aulia mengucapkan salam.
" Eh Aulia, tumben ke sini,ada apa?" Tanya bude murni ramah.
" Ini bude,aku mau nanya,bude tau ga nenek kemana?soalnya belum pulang dari tadi Aulia pulang sekolah "
" Loh,, bude ga tau lia,,bude belum ke rumah nenek, soalnya dari pagi bude pergi ke rumah sodara,tadi siang pas pulang bude liat rumah kamu juga sepi ,bude kira nenek lagi istirahat "jawab bude murni.
" Aduh,, kemana ya nenek,ga biasanya pergi lama gini " aulia mulai khawatir.
__ADS_1
" Coba tanya ayah kamu?" Kata bude murni yang ikutan bingung.
" Aku udah telpon ayah berkali kali tapi ga di angkat de,aduh ada apa ya de,aku jadi khawatir deh "
" Mungkin lagi ada keperluan kali,kamu tinggu aja, biasanya ayah kamu pulang sebentar lagi " bude murni mencoba menenangkan.
" Ya udah deh bude,aku tunggu di rumah aja,aku pulang ya, makasih bude " aulia berpamitan.
Ada yang aneh,tapi apa?aulia semakin gusar memikirkan nya,apa terjadi sesuatu dengan neneknya,ya tuhan semoga neneknya baik baik saja.
Aulia membuka pintu rumahnya,dan senyum nya langsung terukir melihat neneknya yang sudah duduk di meja makan,buru buru ia menghampiri nya,rasanya lega melihat neneknya baik baik saja.
" Nenek,,," Aulia langsung berhambur memeluk neneknya.
" Ada apa nek?" Tanya aulia menjauhkan tubuhnya perlahan dari pelukan neneknya, perasaan yang sudah membaik kini mulai gelisah lagi,apalagi neneknya malah menangis mengelus wajah Aulia.
" Nek,,,ada apa? apa terjadi sesuatu?" Aulia mencoba bertanya lagi.
" Ayah kamu lia,,,dia kecelakaan?" Jawab nenek dengan tangis.
" Nek,, bagaimana maksudnya? Ayah,,, di mana ayah nek,dia baik baik sajakan nek ?" Air mata nya jatuh juga, fikiran buruk langsung berlarian, ia sangat takut jika sampai terjadi sesuatu dengan ayahnya.
" Kamu yang sabar ya sayang,kita sama sama berdoa untuk ayah,semoga ayah kamu segera sadar " kata nenek mencoba menenangkan Aulia.
" Dimana ayah sekarang nek?aku mau ketemu ayah " aulia sudah tidak mampu menahan tangisnya,ia ingin segera melihat ayahnya untuk memastikan keadaanya.
__ADS_1
" Ayah kamu sedang di ruang ICU rumah sakit HARAPAN sayang,om rendi yang gantiin nenek Jaga di sana "
"kenapa tidak ada yang mengabari aku nek?aku mau kesana sekarang, Aulia mau ketemu ayah " Aulia segera mengambil tasnya,dan bergegas pergi ke rumah sakit.
Di kursi angkutan umum Aulia terus saja mengeluarkan air matanya,walau ia coba tahan,tapi nyatanya ia tidak mampu juga,ia takut kehilangan ayahnya,ia sangat tidak bisa jika sampai itu terjadi mungkin ia akan memilih ikut dengan nya kalau sampai itu terjadi.
Tak lama mobil itu berhenti,karena rumah sakit ada di seberang jadi Aulia harus melewati jembatan penyebrangan dahulu untuk sampai di sana,tapi Aulia akan membutuhkan waktu lama untuk melewatinya,jadi Aulia memutuskan menyebrang lewat bawah saja.
Entah karena melamun atau memang mobil yang terlalu kencang saat Aulia menyebrang, ia malah hampir tertabrak mobil,dan hampir saja kehilangan nyawa nya.
Untuk saja sebuah tangan kekar menarik nya tepat waktu,Aulia terjatuh menabrak dada pria yang menarik nya,dan akhirnya mereka berdua terjatuh karena tarikan kuat dari pria itu,posisi terjatuh nya sangat tidak menguntungkan si pria,karena Aulia terjatuh di atas badan pria itu dalam posisi membelakangi nya.
Terdengar ringisan dari balik badan Aulia,dan ia baru menyadari nya jika pria itu kini ada di bawahnya, Aulia buru buru bangkit,tapi secara tidak sengaja bokongnya menekan bagian sensitif si pria,juga karena itu tersentuh wanita jadi ia cepat sekali bereaksi.
" Ma,,,maaf mas,,te, terimakasih sudah menolong saya " kata aulia gugup,karena baru saja nyawanya sudah dipastikan tidak akan menempel di tubuhnya,badan Aulia pun sedikit bergetar.
Saat pria itu menaiki tatapan nya,Aulia langsung terkejut,karena orang itu adalah adik dari ibu Maria,yang beberapa waktu lalu berjumpa di rumah bu Maria.
Tapi aulia buru buru menurunkan wajahnya, selain takut ketahuan tentang kebohongan nya yang menyamar jadi ART,ia juga enggan menatap wajah tampan itu lama lama.
" Kamu,,,yang,,,di rumah kak Maria kan?ART implan itukah?" Tanya Andrian kepada Aulia.
Aulia membolakan matanya menatap gusar ke arah Andrian,ia akan ketahuan sebentar lagi,tapi kemudian Andrian meraih tangan Aulia dan menarik nya ke rumah sakit di sebrang jalan itu, Aulia yang kaget tidak sempat melepaskan tangan besar pria itu jadi Aulia hanya mengikuti saja,sejenak ia melupakan tujuan nya datang ke rumah sakit itu.
Entah kemana pria tampan nya ini akan membawanya,yang jelas Aulia hanya mengikuti langkah besar pria itu,walau kadang terseok seok, tapi Aulia tetap mengikuti pria itu, karena tangannya di genggam dengan sangat kuat.
__ADS_1