
Aulia terbangun di tempat asing,dia mengejapkan matanya,mencoba mendapatkan kesadaran,kepalanya sedikit pusing,ia belum sadar akan keadaan di sekitarnya.
Saat kesadarannya pelahan ia dapatkan ia langsung mendudukan dirinya dengan cepat,matanya berkeliling mencari tau dimana dia berada, seperti sebuah kamar,tapi kamar siapa ini?yang pasti bukan kamar mega?apa ini sebuah hotel?ya tuhan,,,
Aulia langsung melihat ke badannya, jantungnya langsung berdegup kencang, badanya mendadak lemas,tidak ada sehelai benang pun yang menempel di tubuhnya,ia mendadak bodoh,mencoba mengingatkan apa yang terjadi semalam, tapi tidak ada yang dia ingat, seprtinya nyawanya telah di ambil seketika itu juga, Aulia langsung menangis sejadi jadinya,ya tuhan apa yang terjadi dengannya.
Aulia masih berfikir keras,mencoba menyusun kejadian semalam,mulai dari taruhan itu sampai permainan sialan itu dan dia terjebak di sini,dimana chika dan Mega?semalam setelah seorang pria sesuai ayahnya memberikan nya air mineral di dalam botol,ia tidak ingat apa-apa lagi.
Siapa orang itu?apa dia yang sudah memperkosanya, seperti kisah di dalam novel,,ya tuhan jangan sampai itu terjadi, bagaimana nasibnya jika itu benar terjadi tuhan,Aulia hanya bisa menangisi nasibnya sekarang,di dalam kamar ini tidak ada siapapun,hanya ada dirinya dengan selimut putih yang menutupi tubuh polosnya.
Apa hari ini akan menjadi hari terakhir nya di dunia kenapa nasibnya se sial ini,,ia harus kehilangan harta paling berharga nya oleh orang yang tidak di kenal, bagaimana jika sampai ayahnya tau, neneknya dan om nya tau,apa yang akan terjadi dengannya nanti.
Selama beberapa jam Aulia hanya menangis otaknya tidak bisa berfikir lagi, setelah tenang ia mencari tasnya dan ia menemukan nya di sofa,Aulia mencari posel jadulnya lalu mencoba menghubungi Chika.
Dengan masih menangis Aulia menekan nomor Chika.
" Halooo,Risa,lo di mana? kenapa pergi ninggalin kita di club?lo baik baik aja kan?" Chika langsung memberondong pertanyaanya kepada Aulia.
" Gue ga baik baik aja chik " tangis aulia pecah lagi.
" Lo kenapa ris?dari semalam gue ngehubungin lo tapi ponsel lo ga aktif,lo di mana sekarang?lo pulang ke rumah?sama siapa?siapa yang anter lo? kenapa lo ga baik baik aja?ada apa ris?" Chika dan Mega mulai panik.
" Gue,,,ga tau,,gue di mana sekarang chik,,,tapi gue ga pake baju " Aulia masih menangis.
" Hah,,, maksudnya gimana?coba,coba lo tenang dulu,,jangan nangis ris,,, cerita in ke kita pelan pelan, sekarang lo di mana?mksud gue coba lo cari tau lo di mana,ada ciri ciri apa di sana?masalahnya hp lo ga bisa buat share lok ris,gue jadi bingung harus cari lo ke mana?"chika jadi prustasi sendiri.
" Gue,,ada di kamar chik,tapi ga tau ini kamar siapa, karena gue sendirian di sini" Aulia masih saja terisak.
" Kamar?" Chika mulai curiga kalau kamar yang di maksud adalah hotel.
" Apa nuansanya dominan putih?" Tanya chika lagi.
" Ii, iya,," chika yakin Aulia di hotel.
" Coba lo liat di meja ,apa ada keras atau majalah,atau apapun yang ada tulisannya?"
Aulia mulai melihat ke meja mencari apa yang chika tanyakan.lalu ia memberi tau tulisan itu.
__ADS_1
" Hah,,,oke ris,lo tenang,,gue sama mega ke sana sekarang, tugas lo sekarang telpon ke resepsionis pake telpon tu hotel,dan bilang kalau ada yang cari atas nama lo suruh antar aja ke kamar lo ya oke " chika memberi arahan karena ia tidak tau Aulia ada di kamar nomor berapa.
" Iya chik,,dan tolong bawain gue baju ya " pinta Aulia dengan rasa malu.
Chika dan Mega saling melempar tatap,ya tuhan apa yang terjadi dengan sahabatnya itu, kenapa malah jadi kacau kaya gini,dan chika jadi merasa sangat bersalah,karena ini semua karena dirinya,ia jadi melibatkan gadis sepolos aulia,semoga apa yang mereka khawatirkan tidak terjadi.
Tidak sampai 30 menit Chika dan Mega sampai di sana karena memang lokasinya tidak jauh dari rumah mega.
Aulia ternyata melakukan apa yang chika perintah kan,jadi tidak sulit menemukan kamar yang di tuju, karena hotel ini adalah hotel berbintang dan memiliki ratusan kamar.
Saat Chika dan Mega memasuki kamar itu,Aulia langsung menangis tersedu-sedu,memeluk kedua sahabatnya itu.
Chika dan Mega pun tak kuasa menahan air mata mereka, karena melihat keadaan Aulia yang hanya mengenakan selimut tanpa apa apa lagi di tubuhnya, sedangkan mereka tidak menemukan pakaian Aulia atau benda lain di kamar itu.
Aulia mengenakan pakaian yang di bawakan mereka, meskipun kini Aulia sudah tidak lagi menangis setelah menceritakan keadaanya,tapi jejak tangis masih ada di kedua pipinya.
Mega membawa Auli ke parkiran hotel tempat mobil chika berada, sedang kan Chika mencoba mencari tau,siapa yang membawa Aulia kesana.
Ia mencoba menanyakan kepada resepsionis,atas nama siapa kamar itu di pesan,dan resepsionis hanya mengatakan nama Mario yang memesan kamar itu,tanpa memberikan keterangan apa apa lagi.
Chika masuk ke dalam mobil,dan mega yang pertama bertanya.
" Kamarnya di pesan atas nama Mario,siapa ya Mario?"
" Mungkin cowok yang ngasih risa air mineral itu chik " kata mega.
" Berengsek,siapa tuh cowok,kalo ketemu gue akan bikin perhitungan sama dia " kata chika emosi.
Aulia sedari tadi hanya diam menatap kosong ke depan, seperti nya ia masih trauma dengan kejadian ini,tapi kemudian ia berkata yang membuat kedua temannya tercengang.
" Percuma chik,itu semua ga akan ngebalikin keperawanan gue koq " kata Aulia datar.
Chika menatap tidak percaya ke arah temanya itu,dia semakin merasa bersalah dengan keadaan Aulia sekarang.
" Maafin gue ris,ini semua gara gara gue " chika sangat merasa bersalah,pasti Aulia sangat kecewa padanya sekarang.
" Anterin gue balik chik,gue mau pulang " pinta Aulia tanpa menatap chika.
__ADS_1
Chika paham akan kesalahannya jadi dia tidak bisa berkata apapun selain menuruti permintaan Aulia.
Mereka sampai di rumah Aulia, sebelum Aulia turun dari mobil, Chika menahan tangannya.
" Gue janji gue akan bikin orang itu nyesel ris, maafin gue sekali lagi ris " pinta chika setengah memohon.
Aulia pergi tanpa menoleh ke arah sahabat nya itu,ia benar benar sakit sekali sekarang,ia tidak tau apa yang harus ia lakukan, Aulia merasa sangat kotor.
Saat neneknya menyapanya,Aulia hanya tersenyum,untung ayah dan om nya sedang tidak ada di rumah.
Aulia memasuki kamarnya,membuka bajunya lalu melihat tubuh kotornya di cermin,ada beberapa jejak yang orang itu tinggal kan di sana,dan itu membuat Aulia semakin jijik dengan tubuhnya,ia mencoba menghapus jejak itu tapi peecuma,hanya perih yang ia rasakan, Aulia menangis tanpa suara di dalam kamarnya.
Sementara chika dan mega kini sedang ada di sebuah kafe, mencoba mencari solusi atas permasalahan ini.
" Chik,,apa kita minta bantuan Arkan aja,dia kan pinter,kali aja dia punya solusi " usul Mega.
" Lo gila ga,,itu sama aja kita bikin malu Risa " jawab chika.
" Ya terus sekarang gimana?gue kasian sama Risa,dia itu polos banget chik,dia pasti trauma banget sama semua ini ya tuhan chik,,gue takut kalo sampe dia berbuat nekat chik " kata mega dengan khawatir.
" Gue juga lagi mikir ini ga, gue tau ini semua salah gue,dan gue pasti akan cari tau siapa cowok itu,gue juga kasian sama risa apalagi ini semua terjadi karena gue ga, Risa pasti benci banget sama gue sekarang " jawab chika prustasi.
Mega mengelus tangan chika mencoba menenangkan,ia juga bersalah karena tidak menjaga aulia dengan baik,padahal ia tau kalau Aulia gadis yang sangat polos.
" Chik, gimana kalo kita coba cari tau dari cctv hotel itu?" Usul mega.
" Caranya?" Chika merasa itu ide bagus.
" Kita bayar aja security hotel itu buat bantu kita gimana?kaya yang di film film tuh " kata Mega dengan yakin.
" Ya Allah Mega,lo kira semudah kaya film bayar security,apalagi kita masih anak SMA, terus kita harus kasih alasan apa coba?" Kata chika.
" Iya juga ya,,, aduuh terus gimana dong chik ?" Kata Mega ikutan bingung.
" Bener sih satu satunya jalan ya liat cctv,tapi minta tolong siapa ya biar urusannya gampang " fikir chika.
Sebenarnya mudah aja jika harus minta tolong Arkan,dan pasti Arkan akan sangat membantu,cuma gimana kalo sampai ini bocor ke Sandra lampir itu, urusan nya malah tambah parah kan.
__ADS_1
Esok harinya, Aulia tidak masuk sekolah,dari izin nya katanya Aulia sakit, Chika dan Mega orang yang paling khawatir sekali,ini pasti ada hungannya dengan masalah kemarin.
Mereka berniat menjenguk Aulia ketika pulang sekolah nanti,hari hari seperti biasa mereka jalani, dengan sedikit permasalahan bersama Sandra seperti biasa.