
Gadis seusia mereka kalau sudah membicarakan urusan lelaki ganteng sudah pasti itu kegiatan paling menyenangkan sampai mereka lupa waktu, sekarang mereka sedang duduk di sebuah kafe yang lumayan ramai, menghabiskan malam minggu seprti kebanyakan remaja lainya.
Setelah dari rumah mega untuk membersihkan dan berganti pakaian,mereka memutuskan nongkrong di kafe yang baru buka beberapa minggu lalu.
Mereka menduduki kursi di pinggir dekat sekelompok anak remaja yang sedang menikmati musik yang sedang di alunkan oleh band akustik di depan sana.
Ternyata ada Arkan di antara remaja pria itu dan yang lebih membuat suasana tidak enak adalah,ada Sandra yang menempel dengan Arkan juga ada 2 dayang dayang nya yang selalu melekat seperti lem.
Chika,Aulia dan Mega akhirnya memutuskan untuk mencarinya tempat lain,karena enggan berurusan dengan sandra.
Terutama Chika yang sudah sangat kesal melihat pemandangan di hadapanya,tapi dasar nasib, sebelum mereka keluar Sandara keburu menyadari kehadiran mereka.
Dan bukan Sandra namanya jika tidak membuat kekacauan.
" Ehhh,,,mau kemana lo bertiga?? Kabur ya? Guys liat nih gue ketemu mainan gaess " suara cempreng Melisa membuat semua mata beralih ke mereka bertiga.
Aulia,Chika dan Mega,serempak menghentikan langkah mereka,Chika yang mudah terpancing emosi akhirnya bersuara.
" Sory ya,,,ga level gue nongkrong bareng sama lo,kita mau cabut ke tempat yang lebih steril,yukk,,, " baru saja Chika menarik dua temanya Sandra langsung menghadang jalan mereka.
" Ow ow ow ,,, kalo cuma modal bacot doang ga usah sok keren ya lo,,lo udah masuk ke sini berarti lo harus ikuti peraturan di sini,secara ini kafe gue,,,dan lo lo dan lo ga akan bisa dengan mudah keluar dari sini " katanya dengan gaya sombongnya.
" Urusan lo apa,kalo gue tau ini cafe lo,najis banget gue masuk ke sini,,,lo butuh duit gue buat nambah pemasukan kafe lo hah?oke gue bayar,,,tapi gue ga sudi makan di sini " jawab chika tak kalah sombongnya.
__ADS_1
" Hahhaha jangan gila ya lo,,, simpan aja duit lo buat oprasi pelastik,biar bisa ngalahin kecantikan gue terus bisa bikin cowok gue berpaling dari gue,,, " Sandra mulai menghina fisiknya.
Arkan yang merasa situasi mulai panas akhirnya mencoba melerai dengan menenangkan Sandra,tapi ternyata sikap Arkan malah membuat Chika semakin panas,ia akhirnya terbawa suasana di sana.
" Hidup lo tuh menyedihkan ya, cantik tapi sukanya yang bekas gue,," pernyataan chika membuat Arkan yang menarik sandra terhenti.
Sandra akhirnya tersenyum senang melihat perubahan Arkan,ia tau Chika mulai masuk perangkap nya.
" Ohh,,, gitu ya?emang lo udah ngapain aja sama Arkan hah,,, udah tidur bareng?" Sandra mulai mencela Chika.
Sontak pertanyaan Sandra membuat semua orang yang ada di sana merasa penasaran,Arkan pun merasa kesal karena chika memancing Sandra untuk berbuat semakin jauh.
Chika yang sudah masuk jebakan pun hanya bisa menahan kesal.
"Diam lo mempunyai banyak Arti chik " Melisa mulai memanasi keadaan.
Chika masih mematung menatap Arkan yang juga menatapnya penuh arti.
" Oke kalo lo ga bisa jawab, gimna kalo kita taruhan aja chik,,, kalo lo kalah harus menceritakan semua rahasia lo termasuk tentang keperawanan lo di hadapan kita semua,dan kalau gue yang kalah,gue akan ninggalin Arkan buat lo, gimana?berani?" Tantang Sandra.
Chika yang pantang di tantang akhirnya menyanggupi tantangan Sandra.
Sandra akhirnya mengajak chika bermain truth or dare,tapi mereka hanya boleh melakukan dare saja,kalau tidak berani melakukan dare mereka bisa memilih meminum minuman beralkohol atau menyerah dan yang bermain bukan hanya Sandra dan Chika,tapi Aulia ,Mega , Melisa dan Nadine pun harus ikut bermain.
__ADS_1
Mereka pindah ke tempat yang lebih bebas,karena di kafe itu terlalu terbuka, akhirnya mereka pindah ke sebuah club, Aulia yang tidak pernah ke tempat seperti itu pun sedikit takut,tapi Chika dan Mega mencoba menenangkan nya bahwa mereka akan menjaganya di sana.
Aulia dan Mega sudah berwajah pias tapi demi persahabatan akhirnya mereka pun ikut menyanggupi, mereka tidak tau bahwa permainan ini hanyalah jebakan genk Sandra untuk menghancurkan persahabatan Aulia,Chika dan Mega.
Botol di putar,,,tantangan pertama jatuh kepada Melisa, kartu bertuliskan dia harus mencium bibir orang yang ada di belakang nya.
Antoni cowok berbadan besar itu dengan senang hati menerima ciuman dari Melisa.
Di lanjutkan putaran ke dua,jatuh ke Sandra,ia harus memegang alat vital nya di depan semuanya orang.
Ketiga jatuh ke Chika,tantanganya harus mencium satu orang berbaju merah,mudah karena Aulia adalah orang berbaju merah.
Semua berjalan lancar,baru satu orang yang kalah karena Nadine menolak lebih tepatnya tidak di izinkan oleh sandra karena ia harus memegang kelamin pria di belakangnya,yang tak lain adalah Arkan, Nadine akhirnya meminum minuman itu,dan bukan masalah karena ia sering meminum nya.
Mega hanya harus menepuk pantat beberapa pria berbaju hitam, sampai beberapa kali putaran,Aulia belum mendapatkan giliran , sedangkan chika sudah 2 kali meminum minuman beralkohol itu Sandra pun sama,kini giliran Mega yang tidak berani memegang buah dada nya di hadapan orang akhirnya meminum sekali minuman itu.
Hingga keadaan tidak terkendali, Aulia mendapat tantangan membuakakan baju seorang pria berbadan gempal,dengan takut dan meminta izin sesopan mungkin akhirnya ia bisa melakukanya.
Belum ada yang mau mengalah, minuman sudah mulai merasuki mereka,waktu sudah berputar dengan cepat.
Permainan selanjutnya jatuh ke Aulia,tantanganya lumayan sulit,ia harus mencium orang pertama yang masuk ke dalam club itu mereka mulai menunggu,dan Aulia dengan perasaan campur aduk akhirnya memberanikan diri untuk melakukan nya karena ia tidak mungkin menyerah apalagi harus minum beralkohol.
Tiga,Dua,Satu,,, seorang pria memasuki club itu,pria tua itu menatap aneh ke arah Aulia, tapi Aulia akhirnya melakukan nya, setelah nya meminta maaf lalu pergi meninggalkan pria yang hanya bengong mendapatkan serangan tiba tiba dari anak remaja.
__ADS_1
Keadaannya sudah tidak terkendali, Chika bahkan sudah Mabuk dan Mega pun sama,Genk Sandra bahkan sudah tidak terkendali, Aulia juga mulai merasa pusing di kepala nya, akhirnya mereka tidak melanjutkan permainan tapi malah berpesta layaknya orang tidak bermusuhan, bergoyang mengikuti irama musik.
Aulia yang merasa pusing hanya duduk di kursi depan bartender, memegangi kepalanya yang berdenyut,tapi seseorang memberikan air mineral kepadanya,dan kesadarannya perlahan menghilang.