
Arkan menjelaskan tentang hubungannya bersama Sandra yang di jodohkan,dan ternyata Arkan dan Chika sudah menjalin hubungan sejak lama,dan sekarang Arkan berjanji akan mencoba membatalkan perjodohan ini, karena hanya Chika yang Arkan sayangi,Aulia dan Mega lah yang menjadi saksi janji Arkan kepada Chika.
Hari berganti tapi tidak ada kepastian dari Arkan,yang ada Chika malah menjadi bulan bulanan Sandra dan Genknya,itu mungkin hari terberat untuk Chika karena Chika adalah siswi yang tidak memiliki teman oh bukan tapi Chika yang membatasi diri untuk berteman.
Mereka melalui hari hari di sekolah dengan sangat baik, walau kadang ada saja permasalahan yang di ciptakan genk Sandra tapi itu semua malah menjadi cerita sendiri bagi siswa siswi di sana.
Terhusus Aulia yang hanya mengandalkan beasiswa untuk sekolah di sana,ia tidak pernah ingin berurusan dengan sandra dan genk nya, begitu pun Mega, tapi semua berubah ketika mereka naik ke kelas 2.
Semakin lama sikap Sandra semakin menjadi,ia bersama genknya terus saja membuly orang, terutama chika yang selalu jadi sasaranya,tentu saja chika tidak diam,ia berusaha melawan tapi karena chika sendiri jelas saja ia kalah,dan Arkan selalu jadi yang terdepan membelanya dan itu membuat Sandra semakin membenci Chika.
Pernah suatu hari Sandra mengunci Chika di dalam gudang laboratorium yang jarang sekali di buka, entah bagaimana caranya Chika bisa terjebak di sana seharian,dan semua adalah ulaah sandra, sementara Aulia dan Mega yang pada saat itu kebetulan sedang pergi ke taman belakang untuk menaruh beberapa peralatan yang rusak karena tadi mereka berolahraga,mereka melewati ruangan itu untuk sampai di gudang peralatan tidak terpakai.
Sayup sayup mereka mendengar suara pintu di gedor pelan dan ter dengar suara berteriak,waktu itu sekitar pukul 4 sore.
" Ris,lo dengar suara orang teriak gasih?" Tanya Mega berhenti sambil memastikan.
Aulia yang belum mendengar apapun akhirnya menggeleng.
" Eh sumpah gue dengar suara orang teriak,tau,,," kata Mega memegang lengan Aulia dengan sangat kuat,mega sepertinya ketakutan.
" Paling suara anak anak lain yang belum pulang,udah yu,,,kenapa jadi ketakutan gitu si lo " kata Aulia menarik tangan Mega untuk melanjutkan jalan mereka.
Tapi sebelum mereka bergerak,Aulia dan Mega mendengar seperti suara pintu di gedor dan suara teriakan orang meminta tolong.
Mega yang dari tadi ketakutan akhirnya menarik Aulia untuk berlari meninggalkan tempat itu,tapi baru sebentar berlari,Aulia menghentikan langkahnya,dan Mega pun otomatis ikut berhenti karena tangan mereka masih menyatu.
" Ihh kenapa berhenti si Ris,ayo kita pulang, sumpah gue takut banget "kata mega seperti orang mau nangis.
" Tunggu ga, gimana kalo itu beneran orang minta tolong coba?kita balik ke sana yu,mastiin,kalo suaranya masih ada gue yakin itu pasti Orang, karena kalo setan ga mungkin nakutin dua kali "ajak Aulia berusaha menarik Mega.
" Ahh ga mau,,,gue takut ris,,kalo beneran hantu tiba tiba nongol gimna?" Mega mulai panik.
" Ngaco lo,mana ada hantu nongol sore sore ,udah ayooo " ajak Aulia menyeret Mega ke tempat tadi.
__ADS_1
Mega berusaha menahan tubuhnya,tapi karena lemas ia jadi tidak kuat,dan akhirnya pasrah mengikuti Aulia sambil terus berpegangan erat di lengan Aulia.
Setelah mereka sampai ke depan ruang Laboratorium, mereka mulai memasang telinga mereka baik baik,dan ternyata teriakan serta gedoran pintu itu masih ada, akhirnya Aulia meyakini Mega kalau itu adalah manusia,dan akhirnya mereka mencari sumber suara itu yang ternyata datang dari dalam laboratorium tepatnya di bagian belakang tempat penyimpanan alat alat praktek.
Dan yang lebih mengejutkan lagi yang mereka dengar adalah suara orang yang mereka kenali,ya itu suara chika,Aulia dan Mega segera membuka pintu yang di kunci dari luar itu karena kuncinya di tinggalkan menggantung di pintu.
Dan sejak saat itu Aulia ,Mega dan Chika menjadi sangat dekat,dan siapa sangka karena chika meminta bantuan Aulia dan Mega untuk mencari tau tentang Sandra malah mengantarkan Aulia kepada ibunya.
Chika yang merasa kesal dengan Sandra akhirnya mencari cara agar bisa menjatuhkan Sandra dengan cara yang halus, kebetulan ia mendapatkan informasi tentang asal usul Sandra,dan Chika ingin memastikan informasi itu serta mencari bukti,ia meminta bantuan ke dua sahabatnya itu.
Sore itu setelah pulang sekolah Aulia ,Mega dan Chika menguntit Sandra pulang ke rumah nya, tujuannya hanya ingin mencari tau seperti apa keluarga Sandra itu, karena ada beberapa gosip yang beredar kalau ibu sandra adalah istri ke dua keluara Bramanta yang katanya lagi ia bukan anak sah keluarga itu.
Mereka bertiga sengaja memakai mobil Mega yang ia tukar dengan kakak nya di sekolah tadi,mobil pasaran itu tidak akan di curigai oleh Sandra karena banyak yang menggunakan nya.
Sebenarnya Aulia tidak berminat mengikuti kedua temannya itu,tapi ia terpaksa karena Chika menawarkan jajan di kantin untuk satu tahun,ya Aulia jadi tergiur dengan tawaran Chika dan akhirnya ia menyetujui nya.
Mereka pergi ke salah satu kawasan perumahan elit,mereka membuntuti mobil Sandra dan genk nya yang masuk ke daerah perumahan itu dan tak lama mobil berhenti menunggu gerbang tinggi itu di buka,lalu mobil Sandra hilang di telan pagar besi yang menjulang itu.
Tidak sulit untuk menanyakan kebenaran rumah itu karena ayah Sandara adalah orang yang terkenal,Aulia yang di perintahkan turun oleh chika karena tampilannya yang tidak terlalu mencolok jadi tidak akan di curigai.
" Selamat siang pak"sapa chika menyapa scurity yang hendak menutup pintu.
" Iya selamat siang dek,mau cari siapa?" Tanya scurity berbadan besar itu.
" Emm apa benar ini kediaman ibu Maria?" Tanya Aulia ragu.
Scurity itu mengerutkan keningnya
" Adek siapa ya?" Tanya nya lagi.
" Saya Risa pak,saya temannya Joana " jawab Aulia senatural mungkin.
" Oh mau cari mba Joana,ada tuh baru aja pulang, tunggu sebentar saya telpon dulu ya "
__ADS_1
" Eeh ga usah pak,saya bukan mau ketemu Joana,tapi mau ketemu ibunya Joana,ibu Maria " pinta Aulia lagi membuat scurity itu mengurungkan niatnya menelpon.
Scurity itu terlihat bingung, tapi akhirnya ia menjawabnya.
Mega dan Chika berusaha mendengarkan ucapan scurity itu dengan seksama.
" Maaf dek,ini bukan kediaman ibu Maria,tapi ibu Sarah, kalo adek mau ketemu ibu Maria, ade ke perumahan Pondok Asri Aja,di sana ibu Maria tinggal " jelas scurity itu.
" Oh gitu ya pak? Tapi Joana tinggal di sini kan pak?" Tanya Aulia lagi.
Scurity itu mulai curiga kepada Aulia,ia hanya mengangguk lalu mempersilahkan Aulia pergi.
Aulia memasuki mobil,dengan jantung berdebar dan tangan terasa dingin,ia sudah menahan pipis sejak tadi karena perasaan takutnya.
" Aduhh,,,gue takut banget tau cik,ga " kata Aulia lemas di jok depan sebelah Chika.
" Tapi akting lo bagus ko Ris " jawab Mega.
" Tuh kan bener,gue yakin semua gosip yang dulu beredar ternyata benar,Sandra bukan anak kandung Ibu Sarah Bramanta ,tapi kenapa dia ga tinggal sama nyokap nya ya?pasti ada yang ga beres nih "
Kata Chika seperti berfikir,sedangkan Aulia dan Mega hanya manggut-manggut manggut aja.
"Apa kita pergi ke rumah ibu Maria saja ya?kita cari tau kebenaran nya?" Kata Mega memberikan usul.
" Tapi kalo kita barengan kesananya,bu Maria pasti curiga,untuk kali ini kita harus pake strategi " kata chika berfikir.
Mereka masih mengobrol di dalam mobil,menyusun rencana untuk besok, setelah rencana tersusun,akhirnya mereka memutuskan pulang,dan melanjutkan misi mereka besok.
Aulia sangat suka berada di sekolah atau di luar rumah, karena ia akan melupakan masalahnya sendiri jika sedang bersama teman temanya, sedangkan saat di rumah ia selalu kepikiran ibunya.
Meskipun Ayah,om,dan neneknya sangat menyayangi nya,tapi Aulia juga butuh sosok seorang ibu, terkadang ia menangis sendiri di kamar jika merindukan ibunya,ia tidak tau bagaimana wajahnya ,yang ia tau hanya ibunya sangat mirip dengannya.
Aulia sempat berfikir untuk meminta bantuan Chika dan Mega untuk mencari keberadaan ibunya,tapi ia belum berani mengatakan nya,karena ia takut kejadian di masa kecilnya terulang.
__ADS_1
Meskipun kedua sahabatnya itu menerima nya dengan baik,tapi Aulia belum berani berbicara jujur kepada mereka, mungkin suatu saat Aulia akan menceritakannya.
Aulia menutup bukunya,setelah menceritakan hari harinya kepada ibunya,yang ia tulis di sebuah buku agenda berwarna biru itu,semua kisah hidupnya dan hari harinya ia tuangkan di buku itu,dengan tujuan jika bertemu ibunya suatu hari nanti ibunya akan mengetahui hari hari yang ia lalui,jadi ibunya akan mengetahui kehidupanya tanpa harus bertanya kepada orang lain,Aulia akan memberikan buku itu kepada ibunya suatu hari nanti.