Kisah Untuk Mama

Kisah Untuk Mama
8.Cerita Masa lalu


__ADS_3

Dari dalam ruangan sebelah,ternyata mak nur juga sedang memperhatikan Aulia,air matanya tanpa sengaja ikut menetes,sangat miris melihat gadis itu tumbuh hingga se besar itu,tapi tidak pernah sekalipun tau siapa ibunya,dan sebuah kenyataan yang ia tau,kalau ibunya pun tidak pernah menganggap nya ada.


Mak nur tau,keputusan Angga untuk tidak memberi tau keberadaan Rahma adalah benar, karena mak nur yakin Rahma tidak akan mau mengenali Aulia sebagai anaknya dan itu akan membuat gadis cantik itu lebih menderita lagi nantinya.


Sekarang Mak Nur jadi bingung,harus mengatakan apa kepada anak ini tentang ibunya,jika ia berbicara tentang kebaikan ibunya mak nur takut Aulia akan semakin berharap kepada ibunya,tapi jika ia bicara tentang keburukannya ia juga takut anak itu akan membenci ibunya.


" Yu,,emak harus gimana sekarang yu,," kata mak nur menggenggam tangan tante ayu.


" Ayu juga bingung mak, makanya ayu ajak dia kesini,,kalo menurut ayu,emak cerita aja yang sebenarnya dah,ayu yakin itu anak ga akan benci sama ibunya mak" kata tante ayu.


Mereka berdua pun keluar dari dalam untuk menemui tiga remaja yang sudah menunggu mereka.


" Aulia,,,sini,,duduk deket nenek " pinta mak nur.


Aulia pun mendekat duduk di sebelah mak nur yang sudah terlihat bersedih itu, perasaanya jadi tidak nyaman.


" Neng,,dengerin nenek ya,,apapun yang nantinya nenek cerita in eneng ga boleh benci sama orang tua Eneng ya?" Kata Mk nur membelai rambut Aulia.


" Iya nek, Aulia janji ga akan kaya gitu " jawab Aulia.

__ADS_1


Mak nur menarik nafasnya panjang sebelum bercerita,dan Aulia bersiap mendengar kan dengan perasaan yang campur aduk,tapi ia sudah berjanji pada dirinya, apapun yang ia dengar nanti itu tidak akan merubah kasih sayangnya kepada kedua orangtuanya.


" Rahma itu anak bungsu dari 4 bersaudara,dia hidup berkecukupan anak paling di sayang di keluarga karena anak perempuan satu satunya,tapi karena kasih sayang yang berlebihan itu membuat nya jadi besar kepala, sifatnya yang egois sudah mendarah daging hingga dewasa,waktu Rahma menginjak bangku SMP,dia berlibur ke sini selama 1 bulan lebih,dan di sini dia berkenalan dengan Angga,remaja pada umumnya yang suka dengan lawan jenis itu sudah biasa,semua mengira itu hanya cinta monyet,tapi entah bagaimana ceritanya mereka di pertemukan lagi di bangku SMA ketika Angga dan keluarganya juga pindah ke kota,mereka mungkin melanjutkan kisah cinta mereka,Rahma memang lebih sering tinggal sendiri di rumah,ibunya pemilik Butik ternama di kota sedangkan Ayahnya adalah seorang Dokter,tapi mereka sudah berpisah sejak lama,jadi Rahma dan kakak kakanya hanya di urus oleh pengasuh,Dua kakak rahma ikut sang ayah tinggal di kota Bandung, sementara Rahma dan Rahman kakak ke tiganya tinggal di sini bersama ibunya,pada saat kejadian itu Rahman masih Kuliah dan Rahma kelas 1 SMA,mungkin karena Rahma sering sendirian di rumah ia jadi sering mengajak Angga main di rumahnya,dan kejadian tidak di inginkan terjadi,Rahma mengandung di usianya yang baru 16 tahun, semua keluarga kecewa terlebih mamanya yang merasa gagal mendidik anak perempuan satu satunya,tapi untungnya Keluarga Angga mau bertanggung jawab,pada saat itu Rahma juga bersedia di nikahi oleh Angga,walau sebenarnya mama dari rahma tidak bisa menerima Angga karena status sosial mereka berbeda,tapi Rahma menginginkan pernikahan itu dan di dukung oleh papanya karena papanya tidak setuju jika Rahma melakukan Aborsi di usia semuda itu, sebagai Dokter ia sangat tau keduanya memang sama sama besar resikonya, tapi dia rasa melahirkan lebih beresiko kecil daripada harus Aborsi,jadi mereka menikah kan Angga dan Rahma secara tertutup,karena rencananya setelah kamu lahir,Rahma akan tetap melanjutkan sekolah nya atas keinginan mamanya,selama Rahma Hamil,Ia memilih ikut tinggal di rumah Angga,karena mamanya hanya mengizinkan Rahma yang tinggal di rumahnya, Angga tidak di perbolehkan menginjakkan kaki di sana,jadi Rahma yang saat itu masih di butakan oleh cinta memilih tinggal bersama Angga di rumah yang sederhana jauh sekali dari keadaan rumahnya sendiri,dan itu membuat sang mama marah,ia akhirnya menyetop keuangan Rahma dan membiarkan anaknya itu hidup susah dengan tujuan akan bisa membuat rahma jera dan akan memilih kembali kepadanya,dan itu berhasil,,Rahma yang biasa hidup bagai putri tidak akan sanggup hidup bersama keluarga Angga,baru di bulan pertama ia sudah memilih kembali ke rumahnya dan sampai kamu di lahirkan di sana,Angga pun mendampingi Rahma pada saat itu dan entah bagaimana dan apa tujuanya,kamu di bawa oleh Angga dan kami tidak pernah tau lagi tentang kabarmu,hingga hari ini emak ngeliat kamu sudah dewasa " kata mak nur menyudahi ceritanya dengan menitikan air mata.


Mereka yang ada di sana pun ikut menitikan air matanya,ternyata seperti itu perjalanan cerita cinta orang tuanya,Aulia tidak bisa berkata apapun,ia hanya menangis di dalam rangkulan Mak Nur.


" Nek,,apa aku boleh tau, alamat mama,Aulia pengen banget ketemu mama nek" pinta Aulia memelas.


Mak nur menatap tante ayu,ada keraguan di sana,dan Aulia tau itu.


" Aulia mohon nek,sekali aja,,aulia pengen ketemu mama " aulia mengatupkan tangannya di dada,chika dan Mega pun melakukan hal yang sama, berharap Mak Nur luluh.


" Sayang,dengerin nenek ya, sebaiknya kamu ga usah ketemu mama,kamu cukup tau aja keadaan mama kamu,,kita semua hanya ingin menjaga perasaan kamu sayang ,tolong dengerin kata nenek ya " kata mak nur membujuk Aulia.


" Satu lagi pertanyaan Aulia nek,tolong yang ini harus nenek jawab,,,Apa mama sudah menikah lagi sekarang?" Tanya nya ragu.


Lagi lagi mak nur menatap tante ayu,seakan meminta persetujuan, setelah di angguki mak nur akhirnya menjawab.


" Sudah dan kamu sudah punya dua Adik perempuan " jawab mak nur pasrah.

__ADS_1


Akhirnya mereka memutuskan untuk pulang, walaupun tidak mendapatkan alamat mamanya tapi setidaknya Aulia punya cerita tentang mamanya yang selama ini tidak pernah ia kenal.


Mereka akhirnya berpamitam juga kepada keluarga Tante Ayu,mama tante ayu menawarkan untuk menginap tapi mereka dengan sopan menolaknya karena ga mau ngerepotin tante ayu yang udah banyak ngebantu.


" Tante, makasih banyak ya atas bantuanya " kata Aulia sebelum pergi.


" Sama sama sayang,maaf ya tante cuma bisa batu segitu " kata tante ayu ga enak hati.


" Eh inget ya tan jangan bilang bilang papa dan om kalo aku ke sini ya ?" Aulia mengingat kan.


" Iya sayang,kamu juga jangan sampai keceplosan ya,solanya papa dan om kamu bisa marah sama tante nanti " tante ayu juga mengingatkan.


" Iya tante, sekali lagi makasih ya " kata Aulia


" Kalo gitu kita pamit ya tan, makasih jamuannya, baksonya enak tan,kapan kapan kita kesini lagi ah numpang makan bakso hehe " kata Chika


" Iya sayang,tante tunggu loh, kabarin aja kalo main ya ,ya udah hati hati di jalan ya ?" Kata tante ayu melambaikan tangan ke arah mobil chika yang mulai melaju.


" Yah,,,gagal lagi aja dapet informasi,," kata Mega prustasi.

__ADS_1


" Iya nih,, trus kita harus gimana lagi sekarang ris?" Tanya chika menengok ke arah Aulia.


" Awaaas chik,,, " Aulia dan Mega berteriak bersamaan mobil yang di rem mendadak oleh chika.


__ADS_2