Kisah Untuk Mama

Kisah Untuk Mama
32. Kekejaman sang Mama


__ADS_3

Aulia masih di buat kagum dengan villa megah di atas bukit ini,setelah keluar dari mobil, Sarah mengajak aulia masuk ke dalam villa itu.


Dan aulia di buat takjub melihat villa itu, walau terkesan tua tapi sangat nyaman dan sangat terawat, perabotan di dalamnya juga terlihat modern.


Aulia tidak menaru curiga apapun kepada Sarah,ia justru sangat bahagia akhirnya bisa menghabiskan waktu bersama ibunya,walau dengan cara yang aneh.


Sarah mengenal kan Aulia kepada wanita yang usianya lebih tua dari sarah, melihat dandanan wanita itu aulia merasa risih, wanita perokok itu menatap aulia dengan sangat berbeda, sebenarnya wajah wanita itu cantik tapi karena banyak lubang lubang tak lazim, membuat wanita itu terlihat aneh.


" Apa kamu sudah menyiapkan apa yang aku pinta?" Tanya Sarah tanpa basa basi.


" Tentu saja,aku telah menyiapkan nya, memang nya kapan akan berangkat?" Tanya wanita itu.


" Besok, pastikan tidak ada hambatan " kata Sarah datar.


" Anything for you baby,," wanita itu berjalan menghampiri seseorang yang sejak tadi berdiri tidak jauh dari mereka, mengambil beberapa berkas yang orang itu serahkan,lalu memberikan nya kepada Sarah.


" Semuanya sudah lengkap "


Sarah membuka map coklat itu,lalu tersenyum miring.


" Baiklah aku akan mentransfer sisanya " kata Sarah lagi.


Aulia hanya diam saja,masih melihat sekeliling ruangan ini, sangat megah ,apa ini milik ibunya?


" Aulia kau sudah berjanji kan akan melakukan apa saja untuk ku?" Tanya Sarah dengan senyum yang terlihat sangat menakutkan.


Dengan polosnya Aulia menganggukan kepalanya.


" Berjanjilah apapun yang terjadi kau jangan pernah melibatkan ibumu yang sudah melahirkan mu ini,apa kau mengerti?aku melakukan ini untuk kebaikan mu"


Aulia diam,dia tidak mengerti apa maksud dari perkataan ibunya itu, tapi ia sudah berjanji maka ia akan menepati nya,aulia menganggukan kepalanya lemah.


" Baiklah, untuk sementara tinggal lah di sini,aku akan sering mengunjungi mu di sini, karena aku tidak bisa menemui mu di luar kau pasti tau apa alasan nya?apa kau mengerti ?" Kata Sarah tegas.


" Tapi bu,,,aku harus mengabari ayah,aku takut ia mengkhawatirkan aku dan bagaimana dengan sekolah ku?" Kata aulia ragu.


" Urusan ayahmu dan juga sekolah mu sudah aku yang urus,kau hanya perlu patuh atas perintah ku,faham?" Kata sarah menatap aulia tajam.


" Tapi bu,,,aku takut,," kata aulia yang memang merasa tidak berani mengambil keputusan ini.


" Banyak sekali bicara,kau memang anak tidak tau di untung,Roy bawa anak ini ke kamar " perintah Sarah kepada pria yang tadi berdiri tidak jauh darinya.


Dengan cepat pria itu menarik tangan Aulia,tapi aulia berusaha berontak menolak di bawa oleh pria itu.


" Ibu,,,aku tidak mau bu,ibu tolong jangan seperti ini,,tolong biarkan aku pulang Bu,bu tolong aku,,, lepaskan,,,lepaskan,,,ibu tolong bu" aulia mulai panik dan menangis,tapi Sarah dengan sangat tidak berperasaan malah tersenyum mencemooh kearah anak kandungnya itu.


Seperti apapun aulia berontak tapi tidak sedikit pun pria itu memberikan celah,Aulia memukul lengan pria berotot itu berusaha agar bisa terlepas dari cengkraman nya yang kuat, tapi sia sia, kekuatan dan jeritannya sudah tidak berlaku bagi pria itu.

__ADS_1


" Roy,,jangan sampai lecet,itu barang baru " kata wanita itu setengah berteriak ia merokok dengan santai di tempat tadi ia duduk.


Aulia di bawa ke sebuah kamar yang sangat besar dan mewah,lalu pria bernama roy itu melemparnya ke kasur dan pria berotot itu meninggal kan aulia di sana,aulia berusaha mengejar tapi pria itu keburu menutup pintunya dan mengunci nya dari luar.


Aulia menggedor pintu itu dengan keras, berteriak meminta tolong di buka kan.


" Ibu,,,tolong aku bu,,,jangan tinggalkan aku bu,,,tolong " aulia menangis pilu, menyandarkan tubuhnya di balik pintu, sambil masih berteriak memanggil ibunya.


Aulia tidak boleh menyerah,ia harus mencari cara lain untuk pergi dari tempat ini,ia melihat ke arah jendela besar yang ada di samping kamar itu,ia mencari cari bagaimana ia bisa keluar dari sana, tapi sepertinya jendela itu terkunci,ingin sekali ia berteriak minta tolong, sepertinya percuma karena yang ia tau, villa ini jauh dari rumah penduduk.


Dari atas aulia melihat ibunya keluar menuju mobil yang tadi terparkir di halaman yang luas itu, seperti nya Ibu nya benar benar akan meninggalkan nya di sini,aulia berteriak memanggil ibunya, menggedor kaca sekuat tenaga yang ia punya,tapi sepertinya percuma karena ibunya sama sekali tidak mendengar nya.


Tapi aulia masih terus mencoba,dan ibunya mendengar nya,karena Sarah melihat ke atas, di mana ada aulia di balik kaca itu,aulia masih berusaha meminta tolong agar ibunya tidak meninggalkan nya di sini.


Sarah berhenti di pintu mobil ia menatap anak kandungnya itu, dengan tatapan yang sulit di artikan,tapi kemudian sarah tersenyum, seakan mengejek aulia bahkan Sarah sempat melambaikan tangan dengan bahagia.


Aulia menatap kepergian ibunya dengan tangis pilu yang tidak di dengar ibunya, sampai mobil itu pergi aulia masih berusaha berteriak memanggil ibunya, menatap nanar mobil yang pergi meninggalkan nya tanpa belas kasihan.


Aulia sangat sakit hati melihat kepergian ibunya yang dengan tega membuang nya ke tempat ini, senyum bahagia yang terakhir aulia liat membuat nya tambah terluka,ibunya meninggalkan nya bersama orang orang menakutkan ini, orang yang tidak aulia kenal sedikit pun,aulia tidak tau apa yang ibunya dan wanita perokok itu rencanakan,tapi firasat nya mengatakan itu bukanlah hal baik.


Bodoh,ia benar benar bodoh, percaya kepada ibunya yang sejak awal sudah menolak kehadiran nya, harus nya ia tidak usah menginginkan seorang ibu, harusnya ia mendengar kata kata ayah dan keluarga nya, kalau ia tidak usah mencari tau tentang ibunya, ternyata ini yang ia dapatkan setelah tau siapa ibunya,hanya kekecewaan dan rasa sakit yang ia dapatkan, bukan pelukan hangat ataupun sebuah pengakuan dari ibunya,tapi sebuah hinaan dan luka yang semakin dalam yang aulia dapat kan.


" Ibu,, ternyata kau benar-benar tidak menginginkan aku,,aku menyesal pernah mencintaimu dengan segenap jiwaku bu, sampai kapanpun aku akan selalu mengingat hari ini bu " batin aulia dalam hati,ia menekuk lututnya menangis di atas lututnya.


" Ayah,,,nenek,,,om,,,tolong aulia " suaranya sangat lemah, memanggil satu persatu orang yang ia sayangi,bahkan nama Andrian pun terselip di dalam rintihannya,ia terus saja memanggil nama keluarga dan sahabatnya dengan lemah dan semakin lemah, sampai ia akhirnya tidak sadarkan diri di sana sambil memeluk tubuh nya sendiri fi atas lantai yang dingin.


Chika dan Mega sudah sampai di kafe itu,mereka telat sekitar 2 menit karena jalanan sangat padat sore itu, padahal chika sebisa mungkin mengendarai mobilnya dengan cepat.


Saat sampai di sana mereka mencari keberadaan Andrian, tapi pria itu sudah tidak ada di sana,dua menit,,,hanya dua menit tapi pria tidak punya sopan santun itu sudah pergi.


Chika dan mega sangat kesal dengan tingkah Andrian yang dirasa telah mengerjai mereka.


" Berengsek tuh orang,kalo ketemu habis gue pites tuh orang,,eggrrrhhh " chika sudah sangat naik darah.


" Coba telpon chik,kali aja tuh orang malah belum sampai " kata mega mencoba mencari peruntungan.


Chika segera menelpon Andrian,satu kali panggilan telepon langsung di angkat.


" Kalian terlambat dan kalian sudah membuang waktu saya selama 2 menit,maaf saya tidak akan membantu kalian menemukan sahabat kalian " kata Andrian hendak mematikan telponya.


" Pak tolong pak,, bantu kita,Aulia dalam bahaya pak,,," kata chika setengah memohon.


" Kami akan memberikan informasi apapun yang ingin bapak ketahui, tapi tolong bantu kita mencari aulia pak tolong " kini giliran mega yang bersuara.


Adrian menyunggingkan senyumnya,ia tau sangat mudah menggiring anak kecil agar masuk perangkap nya.


" Baiklah " hanya itu jawabanya lalu panggilan nya terputus.

__ADS_1


" Dasar gila,,dia tidak memberikan penjelasan apapun,ihhh nyeselin banget aih tuh orang " chika dan Mega tidak sadar kalau kini mereka menjadi pusat perhatian karena suara mereka mengganggu pengunjung lain.


Setelah tersadar mereka jadi malu sendiri dan berniat meninggalkan kafe itu, tapi seorang pria mencegah nya.


" Kalian di tunggu pak Andrian di private room, silahkan saya akan mengantar kalian " kata pria berseragam hitam itu tanpa basabasi.


" Oh ternyata dia berada di private room, kenapa tidak kepikiran,pak Andrian kan bukan orang sembarangan " bisik Mega ke pada Chika.


" Iya ga,gue juga ga kepikiran,sialan " kata chika mengumpat dengan pelan.


Pintu ruangan private room di buka,di sana sudah duduk pria sombong itu dengan pesona yang sangat kuat.


Andrian menyuruh kedua bocah itu duduk dengan mengangkat dagunya angkuh.


Chika sudah sangat kesal melihat tingkah bos tampan sahabat nya ini,ingin rasanya chika berkata kasar, tapi ia tidak berani, karena hanya Andrian satu satunya orang yang bisa menolong mereka.


" Bicara lah apa yang kalian tau tentang aulia " kata Andrian langsung pada intinya.


Mega dan chika saling pandang,belum faham maksud orang ini.


" Mendingan bapak aja yang nanya apa yang mau bapak tau " sahut mega asal saja.


" Saya ingin tau semua tentang aulia,jadi jangan buang buang waktu saya " jawab Andrian mulai kesal.


" Justru bapak yang buang buang waktu kita,nyawa teman saya dalam bahaya pak, barusan saat kami menelpon aulia tapi,yang mengangkat telponnya seorang laki laki,itu sangat bahaya pak,bisa saja Aulia di culik,apa bapak tidak punya perasaan hah " chika memaki maki Andrian dengan sangat kesal,ia sudah melupakan sopan santunnya.


Andrian sempat terkejut tapi kemudian ia bisa menutupi perasaannya,ia bersikap biasa saja.


" Jangan berlebihan, bisa saja itu pacarnya " jawab Andrian santai.


" Tidak mungkin, aulia tidak punya pacar,dan tidak pernah menyukai pria manapun kecuali Anda,yang sayangnya anda orang yang tidak berperasaan " kata chika dengan masih marah marah wajahnya sudah sangat merah menahan kesal kepada Andrian,rasanya chika sudah siap untuk mencakar wajah tampan di hadapannya ini.


Kali ini Andrian sudah tidak bisa menutupi keterkejutan nya, apa benar yang anak kecil ini kata kan? aulia menyukainya?ada rasa bahagia terselip di sana walau sebagian hatinya masih menolaknya.


" Pak,,,saya mohon,tolong aulia pak,dia sudah sangat menderita selama ini,Sedari kecil aulia sudah di buat menderita oleh ibunya,dan setelah menemukan ibunya kini Aulia malah di tolak secara terang terangan ia di permalukan di depan banyak orang,nasibnya sangat tidak beruntung,ia juga pernah mengalami hal yang paling memalukan bagi wanita,ia pernah kami temukan di kamar hotel dengan tubuh tanpa busana,saat itu aulia hampir ingin menghilangkan nyawanya tapi untungnya ia gadis yang kuat,beberapa bulan terakhir juga ia baru saja mendapatkan musibah yang membuat nya harus terikat dengan anda, padahal tujuan hanya satu ingin menemukan ibunya, tapi sekarang setelah menemukan ibunya, aulia malah menghilang " Chik merangkul tubuh mega dan mereka pun menangis memikirkan nasib sahabat nya itu.


Andrian tidak menyangka ternyata aulia semenderita itu,ia sekarang menjadi orang yang paling merasa bersalah karena ia juga termasuk orang yang ikut andil dalam menambah kesedihan aulia yang lebih menyakitkan lagi ternyata gadis itu menyimpan rasa kepada nya.


" Sebenarnya sebelum kalian meminta,saya sudah mengerahkan anak buah saya untuk mencari Aulia, Sekarang kita hanya tinggal menunggu anak buah saya memberikan laporan tentang keberadaan aulia,kalian tenang saja,saya tidak seburuk yang kalian fikirkan " jawab Andrian akhirnya.


Ia sudah tidak bisa menutupi dirinya sekarang, karena Andrian tau kedua anak ini tulus berteman dengan Aulia, sampai sampai mereka berani memakinya demi sahabat nya itu.


" Apa kalian bisa memberi tau saya, siapa ibu kandungnya Aulia yang tadi kalian bilang?"sambung Andrian.


Chika dan mega mengangguk bersamaan.


" I,,ibu kandung aulia A,, adalah,,i,, ibu Sarah pak " kata Mega pelan.

__ADS_1


__ADS_2