
Mereka bertiga sangat kaget melihat seorang anak perempuan yang tiba tiba menyetop mobil mereka, karena mereka keasikan mengobrol jadi tidak terlalu memperhatikan jalan,padahal anak kecil itu sudah sejak tadi berdiri di pinggir sana ia memang sengaja menyetop kendaraan itu.
Karena kaget anak itu juga jadi berjongkok menutup telinga nya.
" Guyss,,, itu tadi manusia kan?" Tanya chika masih dengan jantung berdebar kencang.
" Iya chik itu manusia,,,gue liat koq " kata Aulia masih memegangi dadanya yang juga berdetak kencang.
" Eh,,,kayanya gue tau deh siapa barusan," mega buru buru membuka pintu mobilnya dan di ikuti chika juga Aulia.
Seorang anak perempuan sedang berjongkok memegangi telinga nya,anak itu juga sepertinya terkejut dengan mobil yang hampir membuat nya kehilangan nyawa.
" Intan ?" Kata mereka bersamaan.
" Anak itu mengangkat kepalanya,menatap ke arah 3 gadis yang kini saling beradu tatap itu.
Intan berdiri dengan takut,lalu menyerahkan sepotong kertas kepada mereka,dan dengan cepat ia berlari meninggalkan ketiga gadis itu yang kini merasa kebingungan.
" Chika mencoba mengejar,tapi tangan Aulia menahannya " Aulia menunjukkan kertas kecil itu.
" ARMA butik " tulisan tangan yang bahkan sangat sulit untuk di baca.
" Apa ini sebuah petunjuk ?" Tanya Mega.
" Mungkin " mereka menatap kepergian anak yang sudah menghilang itu.
Mereka kembali ke mobil dan melanjutkan perjalanan mereka.
Ke tiga gadis itu kini sedang duduk di pinggir pantai di pusat kota, seperti malam Minggu pada umumnya,banyak sekali muda mudi yang menghabiskan waktu di sana, mulai dari yang berpasangan dan tak sedikit pula yang berkumpul bersama teman temanya.
" Ris,,apa mungkin ARMA butik itu maksudnya Butik punya nenek lo kali?" Tanya mega.
" Iya,bisa jadi si, soalnya kan mak nur tadi cerita,nenek lo pemilik butik kan?mungkin sekarang nyokap lo yang ngelanjutin usahanya kali " sahut chika.
" Mungkin aja si,cuma kita kan ga tau di mana tempatnya " jawabnya polos.
" Ya ampun ris,hp lo udah canggih, kenapa ga kita coba cari di google,mungkin aja ketemu " kata chika.
" Iya juga " Aulia langsung mengetikan di kolom pencarian.
Ada beberapa nama butik dengan nama itu,tapi yang ada di ibukota hanya ada 3 tempat,yang salah satunya berada di sekitar tempat mereka kini.
" Coba cari tau owner nya "
Aulia mencoba mencarinya,dari tiga tempat yang ada di ibu kota,dua di antaranya adalah punya satu pemilik yang sama,sedangkan yang satu pemiliknya berbeda.
Akhirnya mereka memutuskan untuk melanjutkan pencarian besok,hari sudah hampir jam 11 malam,tapi kota ini seakan baru bangun dari tidurnya,orang yang datang bukan semakin sepi tapi malah semakin ramai.
Mereka bertiga kembali ke rumah chika yang untuk beristirahat karena mereka sudah kelelahan dengan perjalanan yang sebenarnya tidak terlalu jauh,tapi karena ini ibu kota,rasanya jika tidak di warnai kemacetan itu bukan ibu kota namanya.
Keesokan paginya mereka mulai melanjutkan misi mereka untuk mencari ibu kandung Aulia, mereka mengunjungi butik yang pertama.
Tidak jauh dari tempat semalam mereka beristirahat,kali ini chika yang sengaja turun untuk mencari tau tempat itu,dan di yakini itu bukan milik orang yang mereka cari, karena pemilik nya adalah seorang pria menyerupai wanita.
Jadi bisa di pastikan itu bukan ibu dari sahabat nya, karena tidak mungkin ia mengandung anak,memangnya mau di keluarin dari mana?
" Nihil ris,pemiliknya bukan perempuan " jelas chika.
" Ohh ,,, lah koq bisa," tanya Aulia yang sedikit bingung.
" Iya biasa ,,ternyata cowok yang bertransformasi jadi cewek jadi udah di pastiin yang ini failed,next place aja" kata chika melajukan mobilnya.
Mereka menuju butik selanjutnya yang mereka cari lewat google.
__ADS_1
Mereka sampai di butik yang lebih besar dari butik yang tadi,di depan di tulis dengan tulisan sangat besar, ARMA BOUTIQUE
Mencoba peruntungan kali ini Aulia yang turun sendiri,melihat keadaanya sudah membua Aulia panas dingin,di sana pasti menjual barang barang mahal.
Ia merasa kecil masuk ke sana,jika benar ini butik milik ibunya, berarti selama ini ibunya hidup dengan mewah, sedangkan ia hidup kesusahan sejak kecil.
Ada rasa miris mengingat nya,tapi tak mengapa,ia hanya butuh tau siapa ibunya ,apapun yang terjadi nanti ia tidak memikirkan nya.
Dengan tangan bergetar Aulia datang ke sana, menanyakan kepada wanita yang menyambutnya saat dia datang tadi.
" Pe,,permisi mba," katanya gugup.
" Iya,ada yang bisa kami bantu kak?" Jawab wanita itu ramah.
" Boleh saya tau siapa pemilik butik ini?" Tanya Aulia sopan.
Wanita itu sempat mengerutkan keningnya,tapi kemudian ia tersenyum.
" Butik ini milik Ibu Abigail R Mahendra ,tapi sekarang yang mengelola adalah anaknya, ibu Sarah R Bramanta " jawab wanita itu masih ramah.
" Oh baiklah kalau begitu mba terimakasih sebelumnya " kata Aulia ramah lalu permisi keluar dari sana.
Tapi baru hendak membuka pintu , Aulia di kejutkan dengan kedatangan Sandra di sana,tentu saja mereka berdua sama sama terkejut.
" Elo,,,ngapain di sini?" Tanya Sandra dengan gayanya yang menyebalkan.
" E,,emm Sandra,gue,,itu gue " Aulia bingung mau jawab apa.
" Pasti mau mencuri ya?kan ga mungkin kalo lo mau beli,iya nih lo pasti mau mencuri" ,,Sandra mulai meraih tangan Aulia untuk segera menariknya ke dalam.
" Ehh Sandra lepasin,,,gue ga mencuri,,,lepas,," Aulia berusaha melepaskan tangannya dari cengkraman Sandra.
" Gue tau lo orang miskin jadi ga mungkin kalo lo mau beli di sini,pasti lo abis mencuri kan,sini tas lo,biar gie periksa " Sandra merebut tas Aulia, lalu memaksa Aulia masuk ke dalam.
Wanita yang di panggil Meri sempat kaget mendengar kata pencuri,karena tadi gadis ini hanya bertanya di depan,jadi tidak mungkin gadis ini mencuri karna Meri bersamanya tadi,tapi karena takut kena marah Sandra ia akhirnya menuruti perintah Sandra.
Meri tidak menemukan apapun di sana ia hanya menemukan peralatan anak gadis pada umumnya saja,lalu memberikan tas itu lagi ke pada Aulia yang masih terlihat ketakutan.
" Jadi sebenarnya ngapain lo kesini hah,,, pasti chika ya yang nyuruh lo mata matain gue?bilang sama Chika jangan jadi pengecut,beraninya nyuruh nyuruh orang " kata Sandra mendorong bahu Aulia hampir terjatuh.
Tapi Seorang pria menahannya dari belakang,jadi Aulia tidak jadi menyentuh lantai.
Saat Aulia menengok dan matanya langsung berpaut dengan pria itu,pria paruh baya se usia ayahnya yang masih sangat terlihat tampan dengan dandanan ala pria berkelas itu.
" Sandra,,kamu apa apan sih?" Kata pria itu.
" Papa,,,ini,,pah anak ini mau mencuri,," jawab Sandra.
" Eengga om,ga gitu,saya cuma em saya salah alamat om " jawab Aulia gugup.
Pria itu menatap Aulia dengan kening berkerut, seprtinya ia mengenali anak ini,tapi dimana? Ia mencoba mengingatnya tapi belum juga mendapatkan jawaban.
" Kenapa kamu menuduh orang sembarang?" Tanya pria itu kepada Sandra.
" Dia ini temen aku di sekolah pah,dan dia itu siswi beasiswa,jadi ga mungkin kan dia mau beli di sini,secara buat jajan aja dia ga mampu " sindir Sandra.
" Sandra jaga ucapanmu," peringat pria itu.
Aulia hanya menunduk an wajahnya dalam,ia merasa sakit hati dengan tuduhan sandra, tapi memang yang sandra bilang ada benarnya,jika saja butik ini memang benar milik ibunya,ia pasti akan membalas ucapan Sandra itu.
" Mba Meri,tolong di jelaskan " perintah pria itu.
" Begini pak Mario,,,,,,,," wanita yang bernama Meri itu mulai menjelaskan, tapi bukan itu yang Aulia ingin dengar.
__ADS_1
Nama Mario,itu sangat menggangu nya,juga tatapan pria itu kepadanya terlihat sangat aneh,Mario,,di mana dia pernah mendengar nama itu,Aulia mencoba mengingat nama itu,dan kilasan kejadian dirinya tanpa busana di dalam hotel mulai mampir di ingatannya,iya Mario adalah nama pria yang menyewa kamar hotel nya kemarin , apakah benar pria ini yang telah memperkosanya kemarin.
Badan Aulia mendadak gemetar, tubuhnya menjadi sangat dingin ,tulang tulangnya sudah seperti akan lepas dari tubuhnya.
Aulia melangkah mundur dan tanpa di perintah air matanya menetes,ia sangat ketakutan,dengan tenaga yang tersisa ia berlari keluar dari tempat itu.
Mereka yang ada di dalam menjadi bingung,dengan sikap Aulia, Sandra ingin mengejar,tapi papanya menahan tangannya.
" Jangan di kejar,biar saja anak itu pergi " kata sang papa.
Sandra akhirnya menurut untuk tidak mengejar Aulia.
Aulia masuk ke dalam mobil yang sejak tadi menunggunya,lalu ia menangis di dalam mobil menutup ke dua wajahnya dengan tangan nya.
Chika dan Mega yang bingung hanya bisa saling menatap,yang ada di fikiran mereka bahwa Aulia telah bertemu ibunya lalu mendapat kan perlakuan tidak menyenangkan,makanya Aulia nangis, mereka sempat menyesal karena tidak mendampingi Aulia di sana,pasti ibunya memperlakukanya dengan kejam makanya Aulia sampai menangis tersedu begini.
Chika meraih tubuh sahabatnya itu dan mega juga memeluk Aulia dari belakang,mencoba menenangkan perasaan sahabat nya itu.
" Yang sabar ya ris,,," cuma itu kata kata yang dapat mereka ucapkan.
Mereka sebenarnya penasaran apa yang sebenarnya terjadi di sana, tapi melihat kesedihan Aulia mereka mencoba bersabar untuk bertanya,terlebih mega yang sejak tadi sudah sangat penasaran.
Mereka akhirnya pergi dari sana,menuju sebuah taman yang tidak terlalu ramai, sepanjang perjalanan Aulia hanya menatap kosong ke depan persis seperti saat kejadian naas itu menimpanya,tapi kemudian ia buka suara dan malah membuat kedua sahabatnya itu tercengang.
" Itu bukan butik nyokap gue,itu butik nyokapnya sandra,dan tadi gue ketemu sandra di sana " kata Aulia memcoba menahan tangisnya.
Chika dan mega sangat terkejut, ternyata pemikiran mereka salag,tapi Chika mulai kesal jika menyebut nama Sandra pasti ada kejadian yang tidak menyenangkan,ia menahan amarahnya sebisa mungkin tapi akhirnya mulutnya tidak bisa di cegah juga.
" Terus dia memperlakukan lo dengan buruk, makanya lo sampe nangis ketakutan kaya tadi,,, dasar berengsek,,lo kenapa ga bilang dari tadi,pengen gue hajar tuh anak rasanya " kata chika ber api api,dia tau bagaimana Sandra jadi pasti Sandra sudah sangat keterlaluan memperlakukan Aulia,chika jadi gemas sendiri.
" Itu juga bener, tapi ada hal lain yang membuat gue ga mau mengingat nama itu lagi chik,,, gue takut " Aulia menangis lagi.
Chika akhirnya memutuskan untuk berhenti sebentar untuk memenangkan Aulia, Chika beradu pandang dengan Mega yang mengangkat bahunya.
" Ya udah lo tenang in diri dulu ya,ini lo minum dulu ris " mega memberikan air mineral untuk Aulia.
Setelah cukup tenang Aulia akhirnya mencoba menceritakan kejadian tadi di butik itu,sampai kepada pria yang bernama Mario,Aulia dengan takut menyebutkan namanya.
" Lo tenang ya ris, mungkin aja bukan pria yang sama ris,,,lo tenang ya,kalo lo mau,kita bisa koq mencari taunya " kata chika.
" Engga chik,biarin aja,gue mau ngelupain kejadian itu,gue ga mau inget inget lagi " tujuan gue sekarang cuma mau cari nyokap gue,itu aja " jawab aulia lemah.
" Oke ris,,gue ngerti,kita akan terus bantu lo cari nyokap lo koq,lo tenang aja ya " kata chika mengelus bahu sahabatnya itu.
" Makasih ya chik ga ,gue beruntung banget punya sahabat kaya kalian " jawab Aulia.
" Sama sama ris, kita juga beruntung koq punya sahabat kaya lo, seenggaknya lo yang paling waras di antara kita bertiga " jawab mega ikut memeluk chika dan Aulia.
Mereka menghabiskan waktu di taman hingga hari menjelang sore, mereka masih menyusun teka teki tentang kertas yang intan berikan.
Ga mungkin intan hanya asal memberikan petunjuk sampai hampir mempertaruhkan keselamatan nya.
Jadi mereka bertiga mencoba kembali menyusuri kepingan puzzle yang bahkan masih sangat berantakan itu.
" Mungkin ga sih kalau ibu Sarah itu sama Ibu Rahma orang yang sama?" Tanya mega tiba tiba.
" Mungkin juga sih,tapi kita ga punya cukup bukti untuk meyakinkan kecurigaan kita kan?" Jawab chika.
" Menurut lo gimana ris?" Tanya chika lagi
" Kayanya gue harus minta bantuan tante ayu lagi deh " jawab Aulia.
" Gue harus cari tau nama nenek gue dulu chik,kalo gue udah tau gue baru bisa meyakinkan diri gue kalo ibu Sarah memang ibu gue chik "
__ADS_1
" Iya lo bener ris,coba deh lo coba hubungi tante ayu dulu "