
Wanita cantik dengan tampilan anggun itu sedang duduk di kursi kerjanya dengan sangat elegan,wanita itu ada di lantai dua sebuah butik,menatap laptop di hadapanya di barengi mengetik sesuatu di sana.
Ia di kejutkan dengan pintu ruangannya yang di buka tiba tiba,tapi kemudian senyumnya terbit,melihat dua orang yang sangat ia sayangi datang,ia menutup laptopnya,lalu menghampiri kedua orang itu.
" Hai,,sayang,," seranya berdiri menyambut pelukan seorang gadis cantik,lalu mencium pipinya.
Ia lalu beralih memeluk seorang pria tampan dengan setelan jas abu abu yang sangat pas di tubuhnya itu.
" Mas,," Sarah memberikan jarak setelah memeluk suaminya.
" Tidak biasanya kamu terlambat sayang,biasanya kamu selalu on time " kata Sarah sambil menyuruh putri kesayangan nya duduk di ikuti suaminya.
" Aku sudah sampai tepat waktu mom,tapi tadi ada insiden kecil di bawah,jadi aku terlambat naik ke atas " jawab Sandra dengan manja.
" Ada apa sayang? Apa ada suatu hal yang momy lewatkan di cctv?" Kata wanita itu dengan gaya anggunnya.
" Ada pencuri kecil di bawah tadi,,," Sandra menghentikan ucapanya yang keburu di selah oleh papanya.
" Sandra sudahlah,tidak usah di permasalahkan,anak itu bukan pencuri, lagipula kamu dan Meri sudah memeriksa tasnya bukan,dan tidak menemukan apapun " kata Mario yang sedari tadi hanya diam, sejujurnya ia sedang memikirkan gadis yang di bawa Andrian ke kamarnya tempo hari.
Sandra akhirnya diam,Sarah mengelus punggung nya dengan sayang,lalu tersenyum, mengisyaratkannya untuk tenang,ia mencoba menenangkan anak itu yang selalu saja bertentangan dengan Ayahnya.
" Baiklah,ayo kita berangkat sekarang,,momy sudah sangat lapar,menunggu kalian " ajak Sarah meraih tangan putri cantiknya itu.
Mario mengikutinya dari belakang dengan wajah tegas dan tatapan dinginnya,ia terpaksa menuruti keinginan Sandra untuk makan siang bersama dengan momy nya karena anak itu terus saja merengek,bahkan mengacaukan rapatnya siang ini.
Sandra memang putri pertamanya yang sering membuat Mario kesal tapi biar bagaimanapun ia adalah putri dari orang yang Mario cintai, meskipun Sandra tidak menginginkan ibu kandungnya, tapi Mario tetap menyayangi Sandra yang kadang membuat nya jengah dengan sikap manja dan sombong nya itu.
Di tambah lagi sekarang ada Sarah,ibu sambung nya yang sangat memanjakan nya dan juga memiliki sifat yang sama dengan Sandra,itu membuat Sandra semakin menjadi, egois dan kekanakan.
Akhir akhir ini hubungan nya dan sarah memang merenggang,karena sebuah fakta yang terlambat Mario ketahui,sebelum menikah dengannya ternyata Sarah pernah menikah dengan pria lain, sedangkan keluarganya tidak mempercayainya dan yang mereka tau Sarah adalah wanita baik baik.
Wanita itu pandai menyimpan rahasia dari semua orang,juga keluarganya yang memilih tutup mulut dari perbuatan salah putri mereka.
Mario terjebak di situasi yang salah,ia terpaksa menikahi Sarah karena Istri pertamanya mengalami gangguan jiwa karena kehilangan putra kembar mereka karena sebuah kecelakaan,sedangkan anak perempuan nya saat itu masih kecil sangat butuh perhatian seorang ibu dan pada saat dirinya terpuruk keluarganya membawa Sarah ke rumah,ia menjadi seperti malaikat tanpa sayap yang mampu meluluhkan hati putrinya Sandra.
Awalnya Mario menolak untuk menikah dengan sarah,karena ia masih sangat mencintai Maria meskipun wanita itu bahkan seringkali melupakan nya dan menyalahkanya atas kehilangan putra nya.
Tapi malam itu Mario terjebak karena kesalahannya merenggut dengan tidak sadar keperawanan Sarah, Keluarga sarah tidak terima dan meminta pertanggung jawaban nya,dan dengan sangat mudah keluarga Mario menerima Sarah dengan tangan terbuka, karena memang itu yang mereka harapkan.
__ADS_1
Mario mencoba menerima Sarah sebagai istri ke duanya, karena Sarah memang sangat mencintai Sandra seperti anaknya sendiri,tidak ada alasan lagi untuk tidak menyukai wanita itu,sikapnya yang lembut dan penyayang walaupun agak sombong karena memang dia terlahir dari keluarga kaya.
Lambat laun Mario mulai membuka hatinya,mencoba menerima Sarah sebagai istri seutuhnya untuknya,dan mulai mengabaikan Maria karena sudah tidak ada harapan wanita itu akan sembuh,hidupnya harus ditunjang oleh obat obatan jika tidak Maria akan hilang kendali dan bisa melukai siapa saja.
Itu membuat Mario lelah dan berhenti berharap,tapi biar begitu Mario tetap membiayai hidup Maria,walau ia tidak pernah mengunjunginya, terakhir ia mengunjungi Maria, wanita itu mencoba menusukan gunting di perut Mario.
Untuk keamanannya Mario menyuruh adiknya Andrian untuk mengunjungi kakak iparnya itu sesekali,karena hanya kepada Andrian ,Maria bersikap normal layaknya orang sehat.
Hubungan Mario dan Sarah mulai membaik selama beberapa tahun, tapi beberapa bulan ini,Mario tanpa sengaja mendapatkan informasi mengenai Istrinya itu, informasi yang sangat mengejutkan kalau Sarah ternyata telah memiliki suami sebelumnya,dan Mario merasa terjebak dengan pengakuannya dulu saat keluarganya bilang kalau Sarah masih gadis dan Mario lah yang telah merebut ke gadisan Sarah.
Walau berusaha tidak mempercayainya,tapi pengakuan dari Sarah sangat mengejutkan nya,ia tidak menyangkal hal itu tapi ia berkata kalau soal keperawanan itu memang Mario yang pertama kali,Sarah mengaku kalau pernikahannya terdahulu hanya sebuah kesalah pahaman.
Tentu saja Mario tidak mempercayainya ia masih terus mengumpulkan bukti bukti tentang hal tersebut,tapi apapun nanti yang ia dapatkan itu tidak akan bisa membuatnya pergi dari Sarah,itu semua karena Sandra dan juga 35% Saham perusahaannya yang sudah ia alihkan untuk Sarah sebagai hadiah ulang tahun wanita itu,sedangkan anak kembarnya Mario sangat yakin kalau kedua anak cantiknya itu akan lebih memilih dirinya dari pada ibunya.
" Papa,,, bagaimana ideku barusan ?" Tanya Sandra mengalihkan lamunanya.
Mereka sedang makan siang di salah satu restoran mewah dan di dalam private room yang berdesain sangat clasik itu, suasana yang hangat dan nyaman untuk keluarga bahagia yang sedang duduk di sana.
" Ide apa?" Mario malah balik bertanya,karena sejak tadi ia tidak menyimak pembicaraan anak dan istrinya itu.
Sarah sudah berwajah masam tapi berusaha agar tetap terlihat anggun, sedangkan Sandra sudah cemberut dengan gayanya.
" Jadi papa tidak mendengar kan aku bicara panjang lebar barusan,ya tuhan,,,apa yang sebenarnya papa pikirkan sih " kata Sandra merengek,Sarah hanya tersenyum melihat gaya merajuk Sandra.
" Sandra hanya mengajak kita berlibur mas,aku rasa itu bukan ide yang buruk,kamu juga harus sedikit memberikan waktu untuk keluarga mas,biarkan Andrian yang mengurus pekerjaan mu itu,sudah waktunya juga ia belajar bertanggung jawab atas perusahaan,karena sebagian adalah miliknya juga " ucap sarah masih dengan suara lembutnya.
" Akan papa fikirkan, sekarang papa sudah terlambat,papa harus mengurus rapat yang tadi tertunda karena ulahmu,,kamu akan pulang bersama papa atau bersama momy?" Ucap Mario akhirnya.
" Aku pulang bersama Momy saja pa,kami akan berbelanja dulu setelah ini " jawab sandra dengan cengir manjanya.
" Baiklah,lakukan apa yang kalian suka,papa pergi " Mario merapihkan jasnya lalu bergegas meninggalkan mereka.
Sarah memandang sendu ke arah suaminya pergi, sikap nya masih belum berubah,Sarah sangat rindu perhatian dari suaminya itu, beberapa bulan ini Mario menjauh darinya,bahkan jarang sekali pulang ke rumah,Sarah berfikir Mario pulang ke rumah Maria dan itu membuat nya cemburu,ia tanpa sadar mengeratkan genggaman tangannya.
Sandra yang menyadari itu,mencoba mengalihkan Ibu tirinya itu.
" Momy,are you oke?" Tanya Sandra pelan.
" Yes,,yes baby ,im fine " jawab Sarah berusaha tersenyum se tenang mungkin.
__ADS_1
Ia menatap Sandra dan yang ia lihat adalah wajah Maria yang sangat ia benci,ia mencoba membuang pandanganya agar tidak terbawa suasana.
" Ayo sayang, waktu nya kita bersenang-senang " ajak Sarah yang mulai bisa mengontrol emosinya.
Mereka keluar dari restoran itu dengan perasaan senang, siapapun yang melihatnya akan mengira mereka adalah ibu dan anak yang sangat bahagia.
Di dalam mobil Mario masih memikirkan gadis yang tadi ia temui di butik,ada rasa penasaran melihat anak itu, tatapan matanya seperti tidak asing,juga wajah cantik gadis iti mengingat kannya pada seseorang,tapi siapa,ia mencoba memikirkan nya tapi belum juga menemukan jawaban,hanya wajah yang Andrian bawa pada malam itu yang di ingat nya.
Andrian,ya,,apa hubungan gadis itu dengan andrian?Mario jadi penasaran,apa benar gadis itu bukan gadis baik baik?tapi wajah polos nya tidak mengatakan demikian.
Mario memasang earphone di telinganya lalu menyalakan panggilan kepada Andrian.
" Ya kak?" Jawab Andrian ketika melihat siapa yang menelepon nya.
" Kamu di mana dri?" Tanya Mario.
" Aku di kantor,ada apa kak?"
" Tunggu aku di ruangan ku,ada yang ingin ku tanyakan " kata mario segera.
" Baik kak,aku tunggu " panggilan terputus , Andrian bergegas menuju ruangan kakaknya.
Beberapa menit kemudian Mobil yang di gunakan Mario memasuki parkiran khusus nya,ia pergi menuju ruangannya,di sana sudah menunggu Andrian di sofa nyaman di ruangan bos stasiun televisi itu.
" Dri,,sudah lama di sini" sapa Mario sambil mendudukan dirinya di sofa single nya.
" Beberapa menit saja,ada apa kak memanggil ku kesini?ada yang harus aku kerjakan kah?" Tanya Adrian kepada Mario.
" Emm,aku hanya ingin tau sesuatu, tentang gadis yang kau bawa ke kamar ku tempo hari,yang memuntahkan isi perutnya di kamar hotel ?" Tanya Mario tanpa basa basi.
Adrian mengerutkan keningnya lalu ia tersenyum menggoda.
" Haha,,dia bukan gadis bayaran kak,aku menemukan nya di club bersama teman temanya dan anak itu mabuk, ia hanya gadis polos yang ikut ikutan saja, karena aku kasian padanya,takut ada orang yang memanfaatkan nya,makanya aku bawa dia ke kamar mu?ada apa? Kau tertarik merusak anak itu ?" Tanya Andrian setengah menyindir.
" Jangan bodoh,aku buakan pedofil,ia seusia dengan Sandra mana mungkin aku tertarik dengan anak kecil, walaupun ia sedikit menggoda" jawab Mario santai.
" Lalu untuk apa kau menanyakan nya sampai memanggil ku ke sini " kata adrian menyodorkan kotak rokok ke arah kakaknya.
" Aku penasaran saja, karena tadi aku bertemu dengan anak itu di butik Sarah,dan ternyata ia teman sekolah Sandra " kata Mario menyalahkan rokonya.
__ADS_1
Adrian mengerutkan kening,apa sebenarnya tujuan anak itu,Andrian semakin curiga,pertama Maria sekarang Sarah,kenapa Adrian merasa gadis itu memiliki niat yang buruk kepada keluarga nya.
Sebenarnya kejadian di hotel adalah ulahnya, untuk membuat efek jera kepada gadis yang menyusup ke rumah Maria.