
Sementara itu di sebuah ruangan yang sangat nyaman, seorang wanita terlihat sedang bermuka masam,meski begitu tidak tampak sehelai kerutan pun di wajah cantiknya.
Sarah sedang menatap laptop nya, melihat cctv di Butik nya,dan dugaan nya benar,anak itu benar benar datang ke sana,sarah menggeram mengepalkan tangannya kuat kuat.
" Berengsek ,, arghhhh " suara pecahan gelas terdengar sangat nyaring di kamar nya yang luas.
" Angga,,,, pasti dia yang sudah menyuruh anaknya datang menemui ku,dasar pria tidak berguna,berani beraninya dia melakukan itu kepadaku,apa tidak cukup pelajaran yang aku buat untuk nya karena sudah berani mengusik rumah tanggaku, arghhhh,,,, kenapa dia tidak mati saja " Sarah mengumpat sendiri di kamar nya.
Kebencian Sarah semakin bertambah kepada mantan suaminya itu,selama 17 tahun Sarah tidak pernah bisa menghilang kan rasa sakit hatinya kepada Angga,dengan kehadiran Aulia sekarang malah menambah luka di hatinya,yang tidak pernah benar benar ia sembuhkan, mungkin kebencian itu sudah mendarah daging di tubuhnya,bahkan seorang anak pun tidak dapat meluluhkan hati Sarah.
Sarah menatap dirinya di cermin yang kini retak tak beraturan, seperti itulah sebenarnya hatinya,ia meraba wajahnya,memperhatikan setiap inci wajahnya di cermin yang retak, entah kenapa wajah anaknya kini terbayang di matanya.
Wajah anak itu memang sangat mirip dengan wajah nya dulu, Sarah tidak bisa memungkiri itu,sebaik apapun ia berusaha merubah wajahnya kini,ia tetap merindukan wajahnya yang dulu,wajah yang di miliki oleh anaknya sekarang.
Tok,tok,tok
" Sayang,,,boleh mama masuk?" Tanya seorang wanita tua di balik pintu.
" Masuk mah,,," jawab sarah masih terbawa suasana hatinya.
Wanita tua nan anggun itu berjalan ke arah anaknya,yang terlihat sangat kacau itu ia memberikan senyum ramah keibuan nya kepada anak perempuan semata wayangnya .
Kecantikan wanita itu tidak pupus di makan usia,yang kini di turunkan kepada cucu cucunya.
Wanita itu tidak terlalu terkejut melihat keadaan kamar anaknya,ini sudah biasa terlihat jika anaknya itu sedang ada masalah.
" ada apa sayang?apa karena Mario lagi?" Wanita itu merapihkan rambut anaknya yang terlihat berantakan.
__ADS_1
" Bukan mah,,," kata Sarah menatap tajam ke depan.
Abigail mengerutkan keningnya,aneh,,, biasa hanya jika bermasalah dengan Mario Sarah berlaku seperti ini.
" Apa ada yang mama tidak ketahui sayang?" Tanya wanita awet muda itu.
" Aku pusing mah,,,ini semua gara gara papa,kenapa dulu ia tidak mengizinkan aku melakukan aborsi,jika saja anak itu tidak ada, mungkin aku tidak akan merasa terancam seperti ini sekarang " kata Sarah menggebu gebu.
" Apa maksud kamu sayang?apa,,,anak itu ,,,?" Abigail terlihat sangat terkejut dan tidak percaya, setelah sekian lama tidak pernah sedikitpun terdengar kabar berita nya,kini kenapa anak itu di sebut sebut sarah.
Sarah menganggukkan kepalanya seakan mengerti apa yang ibunya itu fikirkan.
" Mah,aku harus gimana sekarang?" Sarah memeluk mamanya,ia sangat takut kebohongan yang selama 17 tahun ini ia tutupi harus terbongkar sekarang, di saat rumah tangganya dengan Mario sedang tidak baik baik saja.
" Tenang sayang,kita akan cari cara bagaimana mengatasi nya,mama akan selalu membantu kamu sayang,jangan takut " abigail memeluk sayang putrinya itu, mencoba menenangkan putrinya dari ketakutan nya.
" Tenang sayang,itu belum tentu terjadi,lagi pula anak itu tidak akan punya akses masuk menemui Mario, memang nya sehebat apa dia sampai bisa menemui orang sehebat Mario?"jawab Abigail mencoba menguatkan Sarah.
" Apa mama tidak tau,anak itu sekarang bekerja di kantor Mario mah,,dan Sarah yakin ini pasti karena Andrian yang kurang ajar itu " jawab Sarah dengan emosi.
" Hah,,,kamu yakin?bagaimana mungkin? bukannya anak kamu itu belum lulus sekolah?" Tanya Abigail heran.
" Aku yakin mah,,, entah bagaimana, tapi yang jelas,anak itu ada bersama Andrian ,dan sepertinya Andrian sangat dekat dengannya,Sarah yakin Andrian pasti tau sesuatu tentang anak itu "
" Belum tentu sayang,mama yakin,kalau pun Andrian memang mengetahuinya ia tidak punya bukti untuk menjatuhkan kamu"
Sarah masih menangis,ia sangat khawatir jika kebohongan nya akan segera terungkap,ia harus mencari cara bagaimana agar posisi nya aman.
__ADS_1
Jika hanya kehilangan 35 persen saham Sarah tidak masalah,asal jangan kehilangan Mario,Sarah sangat terobsesi dengan suaminya itu, beberapa bulan ini ia mencoba terlihat lemah di mata Mario, tujuannya hanya agar suami nya itu iba,dan masih merasa dirinya adalah wanita baik baik,tapi sekarang satu ancaman datang yang pastinya bisa dengan mudah,membuatnya kehilangan Mario.
" Aku ga mau kehilangan Mario mah, apapun alasannya aku ga akan sanggup jika harus berpisah dari Mario, beberapa bulan saja rasanya aku hampir mati, bagaimana jika untuk selamanya,aku ga akan sanggup mah,,,tolong,,,tolong cari cara bagaimana agar Mario tidak pernah tau masa lalu ku mah "
" Tidak sayang,kamu tenang saja,mama tidak akan membiarkan kamu kehilangan Mario,mama janji akan melakukan segala cara untuk membantu kamu,bila perlu mama akan membuat anak itu lenyap dari dunia ini,,mama janji sayang "
Sarah tersenyum di dalam tangisnya,ia sangat percaya jika ibunya sudah bicara maka tidak ada yang bisa menghentikan nya.
Abigail sangat menyayangi Sarah, sejak dulu bahkan ia tidak pernah menolak apapun yang anaknya itu pinta,makanya saat dulu Sarah lebih memilih Angga daripada dirinya, Abigail sempat sangat kecewa bahkan bersedih sampai berlarut-larut tapi Abigail pasti punya seribu satu cara agar apa yang ia inginkan harus ia dapatkan.
Sarah akhirnya merasa lega karena kata kata Abigail, ibunya itu selalu punya kuasa untuk menyingkirkan apapun yang menjadi penghambat nya,dan itu juga yang menjadikan Sarah orang yang egois dan sombong, merasa hidupnya tidak pernah sulit.
" Sudahlah, sekarang bersih kan dirimu lalu kita makan,mama sudah membuat makanan kesukaan kamu, udang saus jamur sudah menunggu di meja makan ,mama tunggu di bawah " Abigail mencium kepala anaknya lalu turun ke bawah.
Memang hanya rumah mamanya yang sarah rasa lebih dari nyaman,ia bangkit lalu masuk ke kamar mandi dengan cepat membersihkan diri untuk makan bersama sang mama.
***
Andrian sudah kembali ke apartemen nya setelah mengantar aulia pulang, Andrian sudah mengenakan celana joger army dan kaos berwarna putih, pakaian santai yang sangat pas di tubuhnya.
Andrian duduk di balkon kamar nya,di tangan nya memegang rokok elektrik, fikiran nya sedang melayang jauh, memikirkan gadis kecil yang beberapa hari ini sering mengganggu fikiranya, bibir tersenyum hanya dengan membayangkannya, seperti nya Andrian sudah gila,
" apa iya aku jatuh cinta?tidak mungkin,aku tidak mungkin menyukai gadis di bawah umur kan?" Andrian masih berusaha menepis fikiran nya.
" Mungkin hanya rasa kasihan saja,,,makanya aku bersikap seperti ini "Andrian akhirnya menyimpulkan apa yang ia fikirkan.
Tapi senyuman ceria itu selalu saja mengganggu lamunannya,lantas ia ikut tersenyum,gila,,ini benar-benar gila
__ADS_1
Tapi ada hal lain yang lebih mengganggu fikirannya,ia belum bisa menemukan jawaban apa alasan aulia, mencari tau tentang Sarah,apa ini ada hubungannya dengan masa lalu Sarah?