
Hari ini Aulia,Chika dan mega sedang menyusun rencana untuk datang ke rumah ibu Maria dan lagi lagi Aulia lah yang mereka gunakan sebagai alat menggali informasi.
Aulia sudah berdandan seperti seorang pembantu rumah tangga yang akan di tugaskan membantu urusan rumah.
Aulia berjalan mendekati rumah itu,tidak seperti rumah ibu Sarah yang kemarin ada seorang penjaga,di rumah ini sepertinya biasa saja walaupun terlihat mewah tapi tidak terlalu besar.
Aulia memasuki rumah dengan takut,ia benar benar seperti seorang pencuri sekarang,di telinga nya sudah terpasang earphone yang terhubung dengan sahabatnya di dalam mobil.
" Gaess rumahnya sepi,kayanya ga ada orang deh,apa gue balik aja ya,,,gue takut " kata Aulia setengah berbisik.
" Jangan ris,lo coba ketuk pintu nya dulu,,kita udah hampir selesai " kata Chika meyakinkan.
Huhhft,,,Aulia menarik nafas dalam sebelum mengetuk pintu rumah itu.
Beberapa kali ketukan, akhirnya pintu di buka,bukan seorang wanita yang keluar, melainkan seorang pria muda yang sangat ,,,,tampan, Aulia membeku melihat pemandangan di hadapannya.
" Ya,,,kamu cari siapa?" Kata pria itu membuyarkan keterpanaan Aulia.
" Ehh emm,,,itu,,apa benar ini rumah ibu Maria?" Tanya auria gugup.
Pria itu hanya menatap Aulia dan seperti sedang berfikir, Aulia yang paham keadaan langsung berkata.
" Saya Risa mas,saya dari agen ART,di tugaskan untuk menjadi pekerja implan di sini " kata risa berusaha tenang di tengah jantung nya yang berdegup kencang.
Lagi lagi pria itu hanya menatap nya seperti tidak percaya hanya wajah nya terlampau tampan,jadi di tengah ketidak percayaan nya, Aulia menikmati wajah tampan itu, sebelum suara seorang wanita membuyarkan lamunanya.
" Ohh,,si mba dari agen ART ya?" kata wanita itu ramah.
" I,,iya bu " jawab Aulia.
" Ini yang akan gantiin mbo sum sementara dri,,," kata wanita paruh baya itu.
" Oh,,gitu,,koq ganti nya muda banget ka?" Jawab pria tampan itu Aulia hanya menunduk mendengar kan peebincangan mereka.
" Mungkin cuma dia kali yang ada,udah ga papa,yuk mba masuk,biar saya tunjukin kamar nya "kata wanita itu ramah,dia mungkin ibu Maria yang di maksud.
" Oh ,,, ya udah ka,aku balik kantor dulu ya,kakak jaga kesehatan jangan lupa makan dan minum obatnya "pria itu memeluk wanita tua itu dengan sayang.
" Hati hati di jalan ya dri,salam sama mas mu " wanita itu tersenyum manis.
Pria itu mengangguk sambil berlalu melambaikan tangan,dan kalau tidak salah pria itu sempat melirik aulia sesaat,yang membuat jantungnya berlompatan tidak karuan.
" Ayo mba,," si nyonya rumah mengajakna masuk.
" Mba namanya siapa?" Tanya ibu itu ramah.
" Saya risa bu "
" Usianya?"
" 17 tahun bu "
" Loh,,,ga sekolah?" Tanya ibu Maria menhentikan langkahnya.
" Saya masih sekolah bu,tapi saya butuh uang untuk kebutuhan sekolah saya,kalau boleh saya juga mau minta izin untuk sekolah setelah pekerjaan saya selesaikan bu,atau saya datang setelah pulang sekolah "pinta Aulia mendalami perannya.
Wanita yang sangat mirip dengan sandra itu melebarkan senyumnya.
" Tentu saja boleh, kamu bisa datang ke sini setelah menyelesaikan sejolahmu, sekolah itu sangat penting,jadi ga boleh sampai ga sekolah " kata wanita itu ramah.
" Terimakasih bu " Aulia menundukan kepalanya sopan.
" Sama sama,saya senang melihat anak seusia kamu tidak malu mengambil pekerjaan paruh waktu seperti ini,anak saya juga beda usia setahun sama kamu sekarang,kelas 3 SMA,tapi ia gadis yang manja,maklum lah anak kesayangan papanya "wanita itu mencoba mengingatkan jauh.
" Iya bu,,,kalau boleh saya tau anak ibu apa masih di sekolah? bersekolah di mana ya?"tanya Aulia ragu.
Tapi sepertinya ia ibu maria enggan terlalu membuka diri,ia hanya tersenyum sebagai bentuk penolakan.
" Maaf bu " Aulia menundukan kepalanya.
__ADS_1
"Ya sudah,kamu akan saya kenal kan dengan 2 ART di sini,yuk ikut saya "
Setelah mengenalkan Aulia kepada ART yang lain ibu maria meninggalkan mereka.
" Risa,kamu tugasnya di lantai atas ya,terus kamu juga jangan lupa kasih obat ibu setiap jam 8 dan jam 2 siang siapkan aja obatnya di meja ruang baca,karena ibu selalu menghabiskan waktunya di sana, obatnya ada di kotak obat " kata ART senior di sana.
" Baik kak,tapi saya datang ke sini sekitar jam 12 kak,karena saya harus ke sekolah paginya,saya sudah izin sama ibu " kata Aulia lagi.
" Oh baiklah kalo gitu kamu jam 2 siang aja, sekalian beres beres ruangan di atas ya " kata nya lagi.
" Iya kak,,saya ke atas dulu membawakan obat ibu " kata Aulia karena jam sudah menunjukkan pukul 13,52.
" Risa lo tanya sama ART itu,ibu Maria sakit apa?" Kata Chika yang dari tadi hanya diam, Aulia fikir earphone nya sudah mati.
" Eh,,oke "
" Ka,,saya mau tanya " kata Aulia berbalik lagi ke arah ART yang sedang merapikan dapur.
" Tanya apa ris?"
" Emang ibu sakit apa ya?"
" Oh,,,ibu pernah Depresi makanya minum obatnya harus rutin,biar ga kambuh " jawab ART itu pelan.
" Ohh,,, iya kak,saya ke atas dulu "
Chika dan Mega mulai bergosip di sebrang sana,sedangkan Aulia fokus menaiki tangga membawakan obat untuk nyonya nya.
Aulia mengetuk pintu yang tadi sudah di beri tau oleh ART senior itu, setelah mendapatkan jawaban dari dalam Aulia pun langsung masuk ke dalam.
" Bu,,ini obatnya " Aulia meletakkan obat dan menuangkan air ke dalam gelas yang ada di atas meja,lalu memberikan nya kepada ibu Maria.
Ibu Maria hanya tersenyum sebagai ucapan terimakasih.
Setelah selesai minum tidak sengaja wanita itu tersedak air,dan membuat air di mulutnya berceceran ke luar,Aulia yang melihat itu dengan cepat mengambil tisu dan membersihkan mulut serta baju yang terkena percikan Air.
" Ya ampun bu,,,pelan pelan "kata Aulia lembut sambil terus membersihkan dagu bu Maria dan mencoba mengelus pelan punggung nya.
" Terimakasih nak," wanita ita mengelus tangan Aulia.
" Sama sama bu " Aulia membalas senyum wanita itu ramah.
" Kamu mengingatkan saya kepada Joana anak saya " kata wanita itu pelan.
Tampak kesedihan di matanya,Aulia menangkap itu.
" Apa mungkin karena usia kalian tidak jauh berbeda,saya seperti melihat anak saya sendiri " wanita itu tertawa.
Aulia merasa ada yang aneh dari tawa itu, entah apa,tapi ada yang menggelitik perasaanya sendiri,apakah ibunya juga suka memikirkanya di sana? Aulia tersenyum memikirkan nya.
Tapi mungkin Ibu Aulia tidak se tua ibu Maria, karena ibu maria terlihat lebih tua dari ayah Aulia.
Setelah menyelesaikan tugasnya aulia kembali ke bawah, ia mencoba melihat lihat foto yang terpajang di dinding serta meja sudut ruang tamu.
" Guys,," sapa Aulia setelah melihat keadaan.
" Ya sayangku Risa,kami hampir mengantuk di sini " suara mega menyauti ucapan Aulia.
" Guys ,di sini ada foto sandra kayanya foto waktu masih SD, kenapa ga ada foto dewasanya ya?terus ada juga fotonya bersama dua laki laki,kayanya saudaranya sandra deh " kata Aulia memberikan informasi.
" Sandra punya kakak laki laki?" Chika mulai heboh.
" Kayanya sih,entah kakak atau adik soalnya besarnya ga jauh beda,dan juga kembar
anak laki laki ini " ada foto mereka berdua juga pake baju kembaran.
" Terus ada foto siapa lagi ris?" Tanya chika.
" Foto ibu Maria dan Suaminya,kayanya foto lama,karena Sandra masih kecil juga,tapi ga bersama dua anak laki-laki kembar itu " kata Aulia lagi
__ADS_1
Aulia sempat melihat foto anak kembar itu,ia mengingat ingat wajah yang terasa familiar itu,di mana ia pernah melihat anak laki-laki itu ya?
" Itu anak kembar saya,usianya sekitar 12 tahun di foto itu, saat kami masih menjadi keluarga bahagia" kata ibu Maria mengagetkan Aulia,yang langsung menaruh foto itu ke tempat semula.
Aulia menatap ibu Maria takut, seperti orang tertangkap basah.
" Mereka sesuai kamu sekarang,hanya berbeda satu tahun dari Joana " kata ibu Maria tersenyum matanya seperti sedang mengingat sesuatu.
" Apa mereka tinggal di sini bersama ibu?" Tanya Aulia takut.
Ibu Maria seprti berfikir dan mengingat ingat,lalu ibu maria menatap Aulia tajam.
Aulia yang mendapatkan tatapan seperti itu menjadi takut,apa dia salah bicara,tapi kemudian pertanyaan ibu Maria membuat Aulia semakin terkejut.
" Kemana ya mereka?kamu ga tau kemana mereka?oh,,, sepertinya mereka ikut suami saya ke kantornya " Wajah yang tadi mengerikan seketika tersenyum kembali.
Aulia bernafas lega, tapi juga bingung dengan sikap ibu Maria ini.
" Oh iya bu,kalau gitu saya permisi ke belakang bu " Aulia meninggalkan ibu Maria setelah mendapatkan anggukan dari wanita itu.
" Gaes ada yang aneh sama ibu ini,nanti gue ceritain deh " kata Aulia
Jam sudah menunjukkan pukul 8 malam,Aulia sudah meminta izin kepada neneknya akan menginap di rumah mega malam ini kerena besok adalah libur,jadi neneknya mengizinkannya.
Setelah berkemas,Aulia berpamitan kepada dua teman ART nya dan juga kepada ibu Maria.
Chika dan Mega sudah menunggunya di perempatan jalan tak jauh dari sana.
" Guys,," Aulia menaiki kursi belakang mobil Chika.
" Gimna ris,apa lagi informasi yang lo dapet ?" Tanya chika dan Mega antusias.
" Huhh gila gue takut banget ngadepin orang depresi kaya gitu,moodnya berubah rubah "
" Ternyata anak laki-laki kembar itu Adiknya Sandra,dan mereka sudah meninggal karena kecelakaan yang membuat bu Maria Depresi " kata Aulia memberikan informasi.
" Terus lo udah ada informasi belum kenapa Sandra ga tinggal sama nyokap kandungnya?" Tanya Chika.
" Belum sih,tapi kayanya sandra malu deh,dia takut ketauan orang orang kalo nyokapnya,depresi " kata Aulia menyimpulkan.
" Terus cowok yang pertama nemuin lo itu siapa?" Tanya Mega yang dari tadi penasaran.
" Kata ART di sana,itu adiknya suami ibu Maria dan lo salah info chik,ibu Maria kayanya malah istri pertama pak Bram deh bukan istri ke dua " kata Aulia.
" Masa sih?"
" Iya,,,soalnya nih setau gue kalo istri muda itu ya biasanya muda " kata Aulia dengan polos.
" Hahahha ngaco lo,ga gitu juga konsepnya Suketi,,," Chika dan Mega tertawa dengan pemikiran Aulia.
" Eh chik,tapi mungkin juga sih,soalnya yang pernah gue liat,ibu sarah kayanya masih muda deh dan dia cantik juga,gue pernah ketemu waktu dia dipanggil kepala sekolah,waktu Sandra nyiram Yuni pake Air cucian piring tukang bakso tuh " kata Mega menimpali.
" Mungkin juga sih,,coba lo cari tau ris " kata Chika.
" Siap lah,,,demi makan enak gratis selama setahun " kata Aulia lagi.
Mereka pun pulang ke rumah Mega , Chika juga menginap di sana.
" Eh lo tau ga,,,adenya pak Bram itu ganteng banget tau,,masih muda juga,paling umur 25 an gitu " kata Aulia.
" Ihhh,,,, udah mulai ngerti cowok ganteng ya lo,sukanya sama yang udah mulai matang ternyata gaess " kata chika menggoda Aulia dan di sambut tawa Mereka.
" Tapi serius deh ,pas ngeliat dia tuh gue gue ngerasa beda aja,,,apa kaya gitu ya jatuh cinta pada pandangan pertama,,gitu ga sih chik?" Tanya Aulia kepada Chika karena dia yang paling berpengalaman diantara mereka bertiga.
" Engga juga sih,,dulu gue sama Arkan malah karena berantem baru ada rasa " kata Chika mencoba mengingat.
" Oh kaya gitu ya,,, mungkin perasaan gue aja kali ya " kata Aulia.
" Cieee,lagi jatuh cinta nih,, kaya sinetron aja deh lo,Jatuh Cinta Pada Pandangan Pertama Sama Majikan,,,hahaha" Mega menggoda.
__ADS_1
" Ihh,itu judul panjang banget,,, sinetron ikan terbang ya " Aulia jadi ketawa.