
Aulia menarik nafasnya berat, memilih untuk menjalankan tugas pertama nya ia tidak punya pilihan selain menuruti kemauan Andrian, memang apa yang harus di harapkan dari penawaran secara tiba tiba ini, seharusnya Aulia menyadari sejak awal untuk tidak mengharapkan pekerjaan layak yang semalam berhasil ia pelajari di google.
" Saya permisi pak " kata Aulia tidak menghiraukan ucapan Andrian.
Aulia tidak mengerti dengan perubahan sifat Andrian,apa sebenarnya kesalahan nya sehingga Andrian seperti terlihat membencinya.
Apa ini semua ada hubungannya dengan yang tempo hari ia bicarakan di rumah sakit,bahwa ia meminta pertanggung jawaban Aulia atas kakaknya.
Apa kakak yang di maksud adalah Ibu Maria?memangnya apa yang terjadi dengan wanita itu, kenapa Andrian menyalahkan nya ?ia akan menanyakan nya nanti,fikir Aulia.
Hari ini di lalui dengan cukup berat oleh Aulia, mulai dari mundar mandir ke pantry untuk membuat kopi yang selalu tidak enak kata Andrian, Aulia sampai 6 kali membuat kopi untuk pria itu,dan Aulia tau itu ia lakukan untuk mengerjai Aulia saja,dan di lanjutkan membersihkan ruangan Andrian yang memang sudah sangat bersih itu, tapi Andrian masih saja mengoceh kalau ruangannya belum bersih,bahakan ia menunjuk dengan kakinya ke arah yang ia lihat masih kotor itu,dan itu sangat memancing emosi Aulia,tapi ia tidak bisa melawan karena ia sudah terlanjur menandatangani kontrak kerja nya selama satu tahun,dan kini Aulia di tugaskan untuk memasukkan data ke komputer yang jumlah tumpukan nya sangat banyak entah jam berapa ini akan selesai,yang pasti harus selesai karena Andrian sudah memperingatkan nya.
Apa ini sama saja ia menjadi OG di kantor ini, mungkin istilah nya OG khusus untuk pak Andrian,ya tuhan Aulia sangat lelah,tapi ia tidak bisa mengeluh karena ini adalah bentuk sebuah tanggung jawab.
Bahkan sampai jam 6 sore,tugas Aulia belum juga selesai, badan nya rasanya sudah mau patah, tapi lagi lagi ia tidak bisa mengeluh karena sebuah tanggung jawab.
Padahal kini bosnya itu sedang duduk manis di dalam mobil menuju restoran untuk bertemu pujaan hatinya.
Setelah satu jam berlalu, akhirnya selesai juga tugasnya,ia merapikan tumpukan map itu dengan rapi, lalu bersiap untuk pulang.
Kantor itu sudah sepi,walau masih ada beberapa orang di dalam sana tapi tetap saja rasanya sangat hening, Aulia sempat merinding saat memasuki lift yang di dalamnya hanya ada ia seorang.
Untuk mengusir rasa takutnya, Aulia membuka ponsel yang sedari tadi ia abaikan.
Ada ratusan pesan dari ke dua sahabatnya itu yang ternyata sangat mengkhawatirkannya,bahkan katanya kini mereka sudah berada di parkiran menunggunya sejak jam 5 sore tadi, Aulia buru buru menelpon chika untuk memastikan,dan ternyata benar kedua sahabatnya itu ada di sana, Aulia pun bergegas menghampiri mereka.
" Risaaa,,," teriak mega begitu melihat Aulia mendekati mobil mereka.
" ya ampun,kalian kenapa nungguin gue si?gue jadi ga enak banget " kata Aulia berusaha tersenyum memasuki mobil, walau ia sangat lelah tapi ia masih berusaha baik baik saja.
__ADS_1
" Kita khawatir sama lo ris, kenapa lo baru keluar jam segini si?lo ga di apa apain kan di sana?" Kata Mega yang selalu paling ramai diantara mereka.
" Iya,,gue baik baik aja kok cuma memang tugas gue banyak banget hari ini, maklum masih penyesuaian" jawab Aulia berusaha menutupi perasaannya.
" Lo yakin ris?kayanya muka lo lesu banget?" Pak Mario ga ngerjain lo kaya anaknya kan?" Kini giliran chika yang bertanya.
" Engga koq chik,pak Mario orang nya ga kaya gitu koq "
Aulia tidak mau menambah ke khawatiran sahabatnya dengan menceritakan perlakuan Andrian hari ini yang memang sudah keterlaluan,tapi masih bisa Aulia terima, karena itu tidak seberapa dengan apa yang sudah Andrian berikan kepada Ayahnya.
" Ya ampun ris,kalo tau lo kerja sampe jam segini, mendingan lo terima aja bantuan dari kita deh,buat ganti uang Pak Mario itu,jadi kan lo ga usah capek-capek kerja segala " kata Mega menyesal.
" Tadi lo yang bilang kalo Risa beruntung bisa kerja di sini, sekarang malah beda lagi,,," kata chika gemas,
" Tapi Mega bener ris,kenapa lo harus susah susah kerja coba?" Sambung chika.
" Gue udah terlalu banyak nyusahin kalian,gue cuma pengen aja, bantu bokap dengan kerja keras gue sendiri Chik,Ga ,, maaf ya bukanya ga mau di bantu,pasti kalian ngerti kan maksud gue?" Kata Aulia sungkan.
" Semangat ya ris,,, gue akan berdoa semoga Pak Mario atau Pak Andrian jatuh cinta sama lo deh,biar utang lo cepetan lunas " kata Mega asal
" Eitt, enak aja lo,,, kalo Pak Andrian masih bisa di terima deh,nah kalo Pak Mario mah jangan lah,,,masa risa mau jadi sugar baby sih,lo doanya ngaco ga " kata chika sewot.
" Eh ga apa apa,kali aja Risa bisa gantiin Bu Sarah jadi ibu tirinya Sandra " jawab mega lagi.
Yang jadi bahan perbincangan hanya tersenyum sambil menggelengkan kepala,merasa terhibur dengan perdebatan sahabatnya yang absurt itu.
" Kalo Risa jadi ibu tirinya Sandra,gue akan ngedukung kalo dia jadi ibu tiri yang kejam hahaa" Mega mulai menghalu.
" Ga jelas doa lo ga,,gila,tetep aja ga banget,,pak Mario udah tuir kali " kata chika.
__ADS_1
" Eh ,, tapi pak Mario masih keliatan macho tau,," kata Mega masih ga mau kalah.
" Engga,,, engga pokoknya jangan pak Mario" chika kekeh dengan keputusan nya.
" Biarin kali chik,,,," baru saja Mega mau bicara Aulia memotong pembicaraan nya.
" Eh,,,stop stop,,, kenapa kalian jadi ribut si,,udah yu chik pulang,gue capek banget nih " kata Aulia akhirnya berusaha menengahi sahabatnya yang sedang membicarakan pepesan kosong itu.
" Tau lo chik, ngapain dari tadi diem aja di sini si?kita makan dulu yua ah,gue laper " jawab Mega.
" Lo kan yang ngajak debat,,,ya udah ayo kita makan dulu,,mau makan apa nih?" Tanya chika.
" Makan Apa Ris?lo pasti belum makan kan?" Kata Mega yang sangat faham dengan suara perut Aulia.
" Apa aja deh,yang penting murah " kata Aulia.
" Makan burger aja deh,kita Drive thru " kata chika akhirnya.
Aulia memakan big burger nya dengan lahap,ia benar benar kelaparan karena ia sama sekali tidak istirahat tadi, bahkan minum pun hanya satu gelas sejak ia datang hingga pulang tadi, Aulia benar benar kelelahan.
" Ahh,, akhirnya kenyang juga gue,, sumpah laper banget, makasih ya chik burger nya " kata Aulia tersenyum bahagia setelah menghabiskan makanan cepat saji itu dengan cepat.
" Tumben banget lo makan banyak banget ris?kayanya lo bener bener di siksa ya sama pak Mario?" Kata Mega.
" Engga gitu,tapi memang gue kan ga bawa makan tadi,untung kalian dateng " jawab Aulia.
" Eh ris ,,kalo bokapnya Sandra jahatin lo juga kaya anaknya tuh,lo bilang ya ke kita ?" Kata chika.
" Iya chik, kayanya pak Mario ga gitu deh,mudah mudahan dia ga kaya anaknya sih "
__ADS_1
" Gue Aminin ,,, " jawab chika dan mega bersamaan.
" Ya udah gue anterin lo balik deh yuk,biar lo istirahat deh ya,,besok pagi harus berangkat sekolah lagi kan " kata chika akhirnya.