
Sedangkan di dalam ruangan nya Andrian pun merasa tidak tenang setelah beberapa kali menghubungi aulia tapi tidak ada jawaban sama sekali, bahkan kini ponsel anak itu mati.
Dua jam sudah yang di tunggu tidak datang,dan itu malah membuat Andrian kesal,tapi ia mencoba tidak perduli,yang ada di fikiran nya sekarang,jika besok anak itu masuk kerja, Andrian akan menghukum nya.
Berani sekali anak itu tidak datang tanpa mengabari nya,apa karena kemarin ia memberikan lampu hijau jadi sekarang anak itu bersikap seenaknya, Andrian sangat kesal,ia meletakkan ponselnya dengan kasar.
Tapi kenapa Andrian malah merasa tidak tenang begini,anak itu terlalu menyimpan banyak misteri,dan Andrian menjadi sangat penasaran.
" Dimas, cari informasi tentang anak yang bernama Clarissa Aulia Anggara,dan lacak ponsel anak itu,aku ingin tau di mana sekarang anak itu berada,aku akan mengirim foto dan nomor nya kepadamu " setelah mendapatkan jawaban iya dari sebrang sana Andrian segera mematikan ponselnya.
Ia lalu melanjutkan pekerjaannya yang tertunda karena memikirkan anak itu.
***
Chika dan Mega sampai di rumah Aulia,dan seperti biasa rumah itu selalu sepi,tidak ada tanda tanda Aulia berada di rumah.
" Assalamualaikum,," salam chika dan mega bersamaan.
" Waalaikum salam " dari dalam terdengar nenek aulia membukakan pintu.
" Eh,,ada chika sama Mega,ayo masuk,," kata si nenek mempersilahkan kedua temannya Aulia itu masuk ke dalam.
Chika dan Mega pun merasa tidak enak datang ke sana, takut nenek nya akan berfikir macam macam,karena sudah dapat di pastikan Aulia tidak ada di rumah.
" Gimna kabar papanya Aulia nek?maaf baru bisa ngejenguk sekarang " kata chika sungkan.
" Alhamdulillah,sudah sehat,mau minum apa chika sama mega "
" Ga usah repot-repot nek,kita cuma sebentar koq " kini mega yang menjawab.
" Ngomong ngomong ada apa ya, tumben dateng pas Aulia ga ada?" Kata nenek nya.
Chika dan mega saling berpandangan, mereka bingung mau bilang apa.
" Emm,,,kita mau,, jenguk ayah aulia aja koq nek ,iya,,gitu " jawab chika gugup.
" Oh gitu,,, pantesan, Aulia soalnya jam segini pasti udah di tempat kerja,tadi di sekolah ketemu kan sama Aulia?" Tanya nenek nya ramah.
__ADS_1
" Iya,,,iya ketemu nek,," Chika takut salah bicara.
" Siapa mah,,," tanya seorang pria dari dalam dengan kursi roda nya, tubuhnya kurus dari yang terakhir kali mereka lihat,pria gagah yang sangat tampan, ketampanan nya melebihi pak Mario dan pak Andrian yang sombong sekalipun.
Tapi kini pria itu terlihat sangat kurus dan lesu,miris melihatnya, chika dan mega sampai terheran melihat perubahan drastis dari ayah sahabatnya itu.
Dulunya pria itu gagah dan berkarisma, bahkan tidak terlihat seperti seorang yang sudah memiliki anak yang usianya sudah 17 tahun.
" Om,,gimana kabarnya?" Kata Chika dan mega menghampiri Angga lalu mencium kedua tangan ayah sahabatnya itu.
" Oh kalian,, baik,,sudah lebih baik " kata Angga sambil tersenyum.
" Aulia koq ga sama kalian?" Tanya Angga mencari keberadaan anaknya.
" Aulia kan masih magang di kantor kepala yayasan nya,kamu lupa ya" nenek aulia yang menjawab.
Karena selama ini Angga tidak tau kalau anaknya bekerja untuk melunasi hutang bekas biaya pengobatan nya,yang angga tau Aulia dapat tugas untuk magang di kantor kepala yayasan tempat nya bersekolah, karena Aulia adalah siswi yang berprestasi,jadi ia di minta untuk belajar bekerja di perusahaan itu.
" Oh iya,,kalian memang tidak tau ya?" Tanya angga menyelidiki.
" Tau koq om,tau,,kita ke sini bukan mau ketemu aulia koq, kita cuma mau ngejenguk om,kan kita belum sempat ngejenguk om secara langsung " kata chika.
" Iya om sama sama,om sehat sehat ya,maaf kita cuma sebentar ke sini nya om,ini mau sekalian pamitan, soalnya mega ada keperluan om " kata Chika beralas an.
Mega yang dapat serangan tiba tiba jadi bingung mau kasih alasan apa.
" Eh,,i,,iyaa om ini mega di tunggu in mama mau,,itu nganterin mama arisan " jawab mega akhirnya.
" Oh gitu,,iya sudah ga apa apa, makasih banget udah jengukin om ya Chika Mega " jawab angga ramah.
Mereka tersenyum canggung,lalu keduanya berpamitan.
" Chik,gue khawatir banget sama aulia,ga biasa nya dia kaya gini deh,kemana si tuh anak,ga ngabarin kita juga koq ya,kita mau cari dia ke mana lagi ini " kata mega khawatir.
" Gue juga ga tau mega,ini gue lagi mikir,ya tuhan semoga aulia baik baik aja di manapun dia berada " kata chika.
" Aamiin " sahut mega.
__ADS_1
" Mungkin ga kalo dia ke rumah Tante ayu?" Lanjut Mega.
" Coba lo telpon Tante ayu,lo masih simpen nomernya kan?" Tanya Chika.
" Iya masih, sebentar gue cari "
Setelah beberapa kali suara sambungan, akhirnya telpon di angkat.
Tapi ternyata aulia juga tidak ada di sana , hingga menjelang sore mereka tidak juga mendapat kabar dari Aulia.
" Chik terus harus gimna lagi dong ini " kata mega mulai kehabisan cara.
" Sebentar gue coba telpon si Andrian kurang ajar itu dulu,kali aja aulia udah datang ke kantor "
Satu panggilan di tolak
Dua panggilan di tolak
Tiga panggilan di tolak
Chika kesal sendiri, merasa Andrian sudah sangat keterlaluan.
Akhirnya Chika mengirim pesan yang sangat absurt kepada Andrian,ia mengatakan kalau Andrian tidak mengangkat telponnya maka Chika akan membuat pengakuan kalau ia adalah wanita yang di perawani Andrian lalu di campakan.
Berhasil..
Di dering ke empat panggilan itu di angkat.
" Apa maksudnya mengancam saya seperti itu,kamu hanya anak kecil jangan bermain main dengan orang dewasa apa kalian mengerti "
" Kami hanya mau menanyakan sahabat kami,apa dia Sudah datang?" Tanya chika masih sangat kesal.
" Belum, dan jangan mengganggu, saya sibuk " baru Andrian akan mematikan ponselnya suara Mega menghentikan niatnya.
" Pak tolong tanyakan kepada ibu Sarah mungkin ia tau di mana Aulia,tolong pak,kami sangat khawatir , karena aulia pun tidak ada di rumah nya " kaya mega setengah memohon.
Andrian diam , seperti berfikir, kenapa Sarah? sepertinya kedua anak ini pun tau sesuatu.
__ADS_1
" baiklah, saya akan menolong kalian, tapi kalian harus memberi tau saya sesuatu, temui saya sekarang di kafe 99 dekat kantor saya,15 menit,jika tidak datang saya tidak akan menolong kalian " setelah berkata seperti itu Andrian mematikan panggilan nya.
Sedangkan dua remaja itu kalang kabut, chika sambil menggerutu langsung tancap gas ke kafe yang Andrian sebut kan tadi.