Kisah Untuk Mama

Kisah Untuk Mama
18. Menbicarakannya


__ADS_3

Hari pertama dan selanjutnya benar benar seperti di neraka untuk Aulia, Andrian terus saja memberikan nya tugas yang tidak masuk akal,mulai dari membersihkan ruangan dan membuat kopi setiap Andrian minta itu sudah jadi rutinitas nya.


Sekarang Aulia harus ikut kemanapun Andrian pergi,bahkan mengekor nya saat dia berpacaran sekali pun, sampai sampai Pacarnya Andrian memandang sinis kepadanya karena selalu ada di mana pun Andrian berada,membawakan jas dan tasnya kemanapun pria itu melangkah.


Sangat tidak manusiawi nya lagi, Aulia hanya di biarkan berdiri sampai Andrian menyelesaikan kegiatan nya,kadang hatinya sakit di perlakukan seperti ini,tapi kembali lagi ini semua ia lakukan demi ayahnya.


Apalagi Minggu ini ayah Aulia harus menjalani pemeriksaan lagi di bagian kepalanya yang terbentur saat kecelakaan dan menimbulkan efek sakit yang luar biasa kadang sampai meronta ronta dan beeteriak,dan itu membuat Aulia sangat tidak tega,jadi Aulia meminta bantuan lagi kepada Andrian untuk membantu nya.


Tidak seperti saat pertama ia menawarkan pinjaman,hari itu saat Aulia bicara ingin meminjam uang lagi, jawaban Andrian sangatlah keterlaluan,yang akan aulia ingat sampai kapanpun.


" Saya akan membantu kamu,tapi saya rasa jika kamu terus meminta bantuan dari saya, meskipun kamu bekerja seumur hidup di sini,itu tidak akan cukup untuk melunasinya ?" Kata Andrian dengan wajah yang sangat menyebalkan.


Aulia hanya tertunduk, memikirkan apa yang Andrian katakan, sebenarnya ia sudah sangat sakit hati karena di perlakukan sangat tidak baik di sini,tapi ia tidak punya pilihan lain, karena uang yang ia butuhkan memang tidak sedikit,dan pak Andrian benar, meskipun seumur hidupnya ia bekerja di sini mungkin belum tentu bisa melunasinya, mengingat dirinya hanya bekerja paruh waktu saja.


" Saya akan melakukan apapun yang bapak perintah kan,tapi saya mohon,bantu saya untuk yang terakhir kalinya pak,saya janji saya akan bekerja dengan giat lagi " Aulia memohon dengan sangat sampai tangannya ia satukan dan di letakan ke dadanya.


" Kamu serius dengan omongan kamu?karena saya sangat membenci orang yang ingkar janji,jika ada orang yang berani membohongi saya, hukuman nya tidaklah mudah Aulia " kata Andrian dengan senyum yang sangat mengerikan.


Aulia sempat takut melihat senyum yang sangat sinis itu,di tambah tatapan tajam yang tidak pernah bisa Aulia artikan selama ini,tapi bayangan kesakitan ayahnya membuat nya harus membuat janji dengan orang yang mengerikan ini.


" Iya pak saya serius dan sungguh sungguh mengatakan nya " kata aulia akhirnya.


" Baiklah,,saya akan urus pengobatan ayah kamu,dan sebagai gantinya kamu harus mengikuti perintah saya,tanpa bertanya apalagi membantah ucapan saya,dan setiap perkataan saya adalah sebuah aturan yang harus kamu taati ?"


Setelah menyanggupi dan menandatangani surat perjanjian itu, Aulia baru saja memasuki neraka dunia yang sesungguhnya.


" Aulia, setelah ini ikut saya pulang, karena masih ada pekerjaan yang harus kamu selesaikan di sana "

__ADS_1


" Tapi pak,,"


Andrian melirik tajam karena mendengar kata tapi dari mulut Aulia,memandang benci kepada gadis itu,dan aulia yang mengerti tatapan itu pun menundukan wajahnya,ia sangat takut dengan tatapan mematikan itu, tapi aulia bingung ini sudah jam 8 malam,apa yang harus ia katakan pada keluarganya.


" Baik pak,," akhirnya hanya kata itu yang bisa ia ucapkan, baru lah Andrian mengalihkan tatapannya.


Aulia menghubungi keluarganya mengabarkan kalau Aulia akan bermalam di rumah chika untuk menemani chika.


Untung nya tidak ada yang mencurigai nya, akhirnya Aulia ikut pulang ke rumah Andrian,dan dapat di pastikan ia akan bertemu Sandra di sana,itu bukan berita bagus,ia harus bersiap menerima apapun nanti yang akan Sandra katakan kepadanya.


Mobil mewah itu memasuki gerbang yang menjulang tinggi, ternyata di dalam gerbang itu hanya terlihat taman taman dengan lampu hias yang sangat cantik di pandang mata.


Aulia sampai terkesima melihat nya,luas rumah ini tiga kali lebih luas dari rumah chika dan juga mega.


Saat mereka berhenti di depan pintu rumah, seperti biasa Aulia yang akan turun, membukakan pintu mobil juga membawakan tas Andrian,layaknya seorang pelayan rendahan Aulia hanya menunduk ketika berjalan,kali ini Aulia berharap dirinya tidak terlihat oleh siapapun.


" Apa yang kau lakukan di sini,,, anak miskin " tanya Sandra sinis,lalu ia berhenti sebelum sampai di depan Aulia karena suara Andria menghentikan langkahnya.


" Jangan ganggu pelayanku Jo,,urus saja urusanmu sendiri " perintah Andrian.


Sandra seketika membungkam mulutnya, karena Sandra tau Andrian adalah paman yang tidak bisa ia debat,dan Andrian tidak pernah suka urusannya di campuri,makanya ia memilih pergi ke kamarnya dengan masih menatap sinis ke arah Aulia,tak lama datang seorang perempuan paruh baya yang terlihat sangat cantik, perempuan itu berjalan hendak menghampiri Sandra, tapi ia berhenti setelah melihat Aulia, awalnya wajahnya lembut dan bersahaja tapi setelah menatap Aulia , jelas sekali perubahan di wajahnya,ada keterkejutan yang sangat ketara di sana.


Sarah menatap tajam seorang gadis cantik yang sedang tertunduk di belakang Andrian,sejak tadi ia masih belum percaya bahwa yang ada di hadapannya adalah nyata.


Gadis yang bertemu secara tidak sengaja di pusat perbelanjaan itu,yang sempat mengusik perasaan yang sudah lama ia kubur,tapi tiba tiba datang di hadapannya, awalnya ia merasa hanya berhalusinasi,tapi nyatanya gadis itu nyata,dan kini sedang ada di hadapannya.


Hari ini ,Andrian memang sengaja datang ke rumah untuk menemui Sarah,ada beberapa pekerjaan yang harus mereka bicarakan,karena poject ini akan melibatkan Sarah sebagai Pemilik butik ternama itu, seharusnya Mario lah yang mengurus permasalahan ini, tapi karena Mario yang sedang kesal dengan istrinya itu ,malah mengutus Andrian yang datang menemui Sarah.

__ADS_1


Padahal Andrian sudah menyarankan untuk mengganti saja dengan perancang busana yang lain,karena ia pun malas bertemu Sarah,yang selama ini Andrian selalu juluki wanita bermuka dua,Semenjak Sarah dan Sandra memutuskan untuk tinggal bersama, Andrian pun meninggalkan rumah itu,rumah utama Keluarga nya,Andrian jarang sekali pulang ke rumah ini,jika tidak di paksa sang kakak atau ingin mengambil barang nya, ia tidak ingin menginjakkan kakinya di rumah ini lagi,ada sebuah alasan yang membuat nya enggan berada di rumah ini.


Aulia masih menunduk di belakang Andrian,kadang mencuri lirik ke arah meja yang sedang menampilkan gambar gambar yang di buat oleh Sarah melalui laptop nya.


Beberapa kali juga Sarah melirik ke arah Aulia,ia menjadi tidak fokus dengan presentasi nya kepada Andrian, padahal itu bukan tipenya,ia adalah wanita profesional yang tidak melibatkan hati dalam pekerjaan.


Tapi kali ini sarah seperti orang yang tidak punya ketenangan, karena beberapa kali ia minum air ,dan terlihat merubah posisinya.


" Hmm jadi, apakah semua sudah dalam proses pembuatan? Kami ingin kualitas terbaik yang anda punya, perusahaan kami tidak mau menerima kesalahan sekecil apapun,jadi saya harap anda bisa bekerja sama dengan baik " kata Andrian sambil berdiri.


Sarah sangat sulit untuk berfokus kepada klien nya ini,matanya lagi lagi selalu berfokus kepada Aulia,dan tentunya itu membuat Aulia pun merasa tidak nyaman.


" Baiklah akan segera kami rampung kan dalam waktu dekat " hanya itu yang bisa ia jawab.


Andrian ternyata memperhatikan sikap Sarah sejak tadi,ia pun merasa aneh dengan sikap kakak iparnya itu,mengapa seakan ia mengenal Aulia.


" Ada apa dengan asisten baruku?kau menatap nya sejak kami masuk ke dalam sini? Apa kau merasa mengenal nya" kata Andrian tanpa basa basi.


Sarah yang mendapat pertanyaan seperti itu menjadi gelagapan sendri,ia sendiri belum yakin dengan pikirannya, apakah benar kalau anak ini adalah anak Angga?jika benar ini akan menjadi masalah untuknya.


" Dimana kau menemukan nya?" Tanya Sarah sinis menunjuk aulia dengan dagunya.


" Apa harus aku menjawab pertanyaan mu ? Sedangkan pertanyaan ku saja tidak kau jawab " kata Andrian tidak kalah sinis nya.


" Tidak perlu,aku sudah tidak berminat,aku harus beristirahat,selamat malam " Sarah bangkit dari kursinya dan meninggalkan Andrian dan Aulia.


Aulia merasa aneh,mereka membicarakan nya di depan dirinya sendiri,apakah setidak berharga nya dirinya?.

__ADS_1


__ADS_2