Kisah Untuk Mama

Kisah Untuk Mama
16.Hari Pertama Bekerja


__ADS_3

Hari ini akan menjadi hari pertama nya bekerja di kantor pak Mario, Aulia sendiri tidak tau apa yang harus ia kerjakan nanti, tapi Aulia bertekad akan melakukan apapun untuk melunasi hutangnya kepada Andrian.


Karena berkat pertolongan Andrian,ayah Aulia sudah bisa melakukan operasinya,dan saat ini hanya tinggal memulihkan psikologisnya saja.


Aulia masih berada di sekolah, siang nanti setelah pulang dari sekolah ia akan langsung berangkat ke kantor pak Mario,ia sudah membawa kemeja berwarna cream juga rok selutut berwarna hitam,hanya baju itu yang dirasa pantas jika di pakai bekerja,yang lainya baju baju yang Aulia punya hanya jeans dan kaos kaos saja, pakaian anak muda pada umumnya.


" Guys,,gue koq deg deg an ya,hari ini hari pertama gue ke kantor pak Mario,kira kira apa ya kerjaan gue ?" Tanya aulia masih merasa gugup, karena pak Mario ataupun Andrian tidak memberi taunya apa pekerjaan ny nanti, Andrian hanya mengirimkan pesan agar ke kantor nya siang ini.


" Ih sumpah ris,gue ngiri tau ga sama lo,bisa dengan mudah masuk ke BM group,lo beruntung banget bisa tiap hari ketemu cowok cowok ganteng tau ga?" Kata mega antusias.


" Lo tenang aja ris,gue yakin lo ga akan susah koq belajar kerjaan di sana,secara otak lo kan cemerlang,ga kaya mega,yang di fikirin cowok ganteng mulu " jawab chika sambil mengacak rambut Mega.


" Huuhff,,,semoga aja tugas yang di kasih ga berat berat ya,,,dan semoga di sana ga ketemu senior yang ngeselin " kata Aulia lirih karena dia takut seprti yang di film film kalo senior itu biasanya suka mengerjai anak baru,apalagi aulia tidak punya sedikit pun pengalaman.


Sepulang dari sekolah, Aulia diantar oleh kedua sahabatnya pergi ke gedung 21 lantai itu,dan sesuai arahan dari Andrian kemarin, Aulia harus datang ke lantai 7 tempat di mana,Ruangan pak Mario dan juga Andrian.


Dengan gugup Aulia memasuki gedung yang sangat mewah itu, walaupun pernah datang ke sini sebelum nya, tapi tetap saja kini ia datang dalam keadaan yang berbeda, dulu ia datang karena minta pertanggungjawaban , sedangkan sekarang ia datang untuk bertanggung jawab atas hutangnya.


Aulia memasuki lift yang lumayan ramai, karena sepertinya ini berbarengan dengan jam istirahat kantor,jadi situasi di sana cukup ramai, bahkan di dalam lift saja sangat penuh sekarang, Aulia mencoba tenang dan berusaha tersenyum kepada orang orang yang menatapnya,ada yang menatapnya aneh,ada juga yang menatapnya penuh selidik,dan tak jarang para lelaki menatap genit kepadanya,tapi sepertinya mereka tidak terlalu memperhatikan Aulia karena mereka sibuk dengan urusan mereka masing masing.


Akhirnya Aulia sampai di lantai yang ia tuju,ia melihat beberapa orang turun di lantai yang sama dengan nya, Aulia menghampiri meja resepsionis di lantai itu sebagai basa basi,sepertinya di setiap lantai ada resepsionis nya, karena tadi di lantai bawah Aulia pun sempat bertanya kepada resepsionis,untuk menemui pak Mario,dan ia di arahkan ke lantai 7, sebenarnya Aulia sudah tau kemana ia harus masuk,karena mengikuti prosedur yang ada maka Aulia harus melapor di lantai bawah tadi, seperti yang di lakukan ibu Dewi kemarin, wanita cantik itu seperti curiga menatap penampilan Aulia, tapi Aulia tidak perduli karena memang ia ada janji bertemu si pemilik perusahaan hari ini.


" Selamat siang mba,saya Clarissa Aulia, saya ada janji bertemu dengan pak Mario hari ini " kata Aulia sopan,lagi lagi ia mengikuti cara bu Dewi kemarin, tapi kali ini ia tidak di suruh menunggu.


" Selamat siang mba Aulia,mba sudah di tunggu di ruangan bapak, silahkan " wanita yang tak kalah cantik dengan resepsionis di bawah itu mempersilahkan Aulia masuk ke pintu kaca di depanya dan ia mengantar Aulia ke sebuah ruangan yang tak lain adalah ruang sekertaris sekaligus asisten pribadi pak Mario.


" Sing pak Riswan,ini tamu pak Mario sudah datang " kata resepsionis itu ketika baru masuk ke dalam.


" Oh iya, silahkan duduk mba Aulia,terimakasih ya bel " jawab pria paruh baya berkacamata itu lalu mempersilahkan Aulia duduk.

__ADS_1


" Clarissa Aulia, siswi SMA Nusantara yang di rekomendasikan oleh pak Mario untuk bekerja partime di sini? apakah benar?" Tanyanya ramah.


" Benar pak,saya Aulia " jawab Aulia tak kalah ramahnya.


" Perkenalkan,Saya Riswan,sekretaris bapak Mario,Jadi begini Aulia,untuk sementara kamu di tugaskan untuk membantu di ruangan pak Andrian " kata pria itu lugas.


Kata kata membantu sempat janggal di fikiran Aulia seperti bukan bekerja melainkan menjadi pembantu, seperti apa maksud dari membantu ya? Aulia akhirnya memberanikan diri bertanya kepada pria di depanya yang bernama oak Riswan.


" Maaf pak,boleh minta di jelaskan secara rinci pekerjaan saya pak?" Tanya Aulia sopan.


Pria itu tersenyum ramah lalu menjawab pertanyaan Aulia.


" Tugas kamu hanya menuruti perintah pak Andrian saja,jadi secara tidak langsung tugas kamu akan di berikan langsung oleh pak Andrian " jawab pak Riswan dengan ramah.


Aulia bertambah bingung, mengapa jenis pekerjaan nya sangat aneh? Tidak seperti yang aulia pelajari di internet semalam, tentang jenis pekerjaan di stasiun televisi.


Tapi sepertinya pekerjaan ini berbeda, seperti memang tidak terlalu di butuhkan dan terkesan memaksa kan,ia malah di tempat kan di tempat yang terbaik,ada di samping orang nomor 2 di kantor ini.


Seperti tidak menyangka kalau itu adalah tugas pertamanya datang kesini.


Aulia sempat melamun tapi suara pak Riswan mengagetkan nya.


" Mba Aulia, mulai hari ini,jika sedang bekerja tolong untuk tidak melamun, karena akan mempengaruhi kinerja nantinya " kata pak riswan terdengar seperti nasihat atau sindiran.


Aulia langsung di antar menuju ruangan Andrian,dan di sana ternyata Andrian sudah menunggu nya.


"Siang pak,mba Aulia sudah tiba pak " kata pak riswan ramah.


"Iya, suruh ia masuk " kata Andrian antusias.

__ADS_1


" Selamat siang pak,," sapa Aulia gugup menjulurkan tangannya dan di sambut baik oleh Andrian, entah kenapa jika bertemu Andrian, jantung nya seperti sedang lomba meloncat.


" Siang Aulia, akhirnya kamu datang juga " kata Andrian dengan tatapan aneh.


" Bagaimana keadaan ayah kamu?" Tanya Andrian membuka pembicaraan.


" Baik pak, Ayah saya sudah sadar dan mulai membaik berkat pertolongan bapak " jawab Aulia dengan sopan.


" Iya memang karena saya, kalau tidak pasti sekarang ayah kamu sudah menghadap tuhan " jawab Andrian santai.


Sontak jawabnya itu membuat Aulia kaget dan mengalihkan tatapannya menatap Andrian dengan dahi berkerut,ia merasa tidak nyaman dengan perkataan itu.


" Maksud bapak apa ya?" Tanya Aulia.


" Jangan banyak bertanya, sekarang kamu bekerja dengan saya,dan jalankan tugas pertama yang saya perintahkan dengan baik " kata Andian menatap tajam ke arah Aulia, tatapan lembut itu sudah berubah menjadi tatapan datar dan dingin,itu membuat Aulia bingung,apa salahnya kepada Andrian sehingga mudah sekali pria itu berubah.


" Aku tidak membayarmu untuk melamun, Sekarang buatkan saya kopi dan bersihkan ruangan saya ini sampai rapi dan bersih,mengerti?itu tugas pertama mu Aulia " kata Andrian tajam.


Aulia belum bisa dengan cepat mencerna ucapan Andrian ia jadi masih diam saja mentap tidak percaya.


" Mau segera lakukan,atau bayar sekarang hutangmu?" Kata Andrian yang melihat Aulia hanya diam saja tanpa pergerakan.


Seperti di tampar keadaan akhirnya Aulia menuruti perintah Andrian.


" Baik pak,saya akan kerja kan " Aulia hendak pergi menjalankan tugasnya, tapi perkataan Andrian menghentikan nya.


" Tenang Aulia ini baru permulaan " kata Andrian sinis.


Aulia mengerutkan keningnya tapi Andrian hanya mengangkat sebelah alisnya,dengan tatap yang tidak Aulia mengerti.

__ADS_1


__ADS_2