
Hari berganti,tapi Aulia belum juga menemukan titik terang atas pencarian ibunya,apa ia harus menyerah saja,kadang ia merasa putus asa ketika dalam pencarian menemukan jalan buntu.
Tante ayu pun tidak dapat membantu banyak,karena Mak nur sudah tidak mau lagi buka suara, alasannya takut dengan keluarga ibunya.
Aulia benar benar prustasi sekali,ia sudah tidak punya harapan apapun,hanya nama sebuah Butik yang Intan berikan,itu juga belum pasti butik ibu atau neneknya.
Mungkin saja intan hanya asal menulis karena pernah mendengar nama butik itu dari televisi.
Sedang kan Sandra dan Chika tidak pernah bisa berhenti membuat onar,dan sekarang Aulia ikut terseret namanya,di peringatan pertama sekolah sudah memberikan ultimatum akan mencabut beasiswa nya jika ia terlibat lagi masalah di sekolah.
Sebenarnya Aulia lah yang selalu di olok olok oleh Sandra, tapi Chika yang selalu memperbesar masalah karena meladeni Sandra yang memang sangat keterlaluan itu,kalau saja Ayahnya bukan ketua yayasan di sana mungkin Sandra juga sudah di DO sejak lama karena sikapnya yang terlalu semenamena.
Setelah hari itu, chika lebih sering mengalah menekan egonya itu semua karena ia tidak mau sahabatnya itu kehilangan beasiswa nya,chika hanya berusaha bersabar dalam beberapa bulan saja,
Beberapa bulan lagi semua akan berakhir,karena Sandra akan pergi dari sekolah itu,jadi kemungkinan tidak akan ada lagi masalah untuk ketiga sahabat itu, kecuali Sandra tidak ingin pergi dari sekolah itu karena ingin mengganggu Chika, tapi itu tidak mungkin terjadi.
Meskipun Sandra menambah level kekejaman nya tapi chika selalu berhasil menghindari perkelahian,tapi itu tidak membuat gadis egois itu menyerah,ia bahkan menjadikan Aulia target utamanya untuk menyakiti chika.
Di bulan terakhir Sandra membuat masalah dengan Aulia.
Pagi itu sekolah sangat ramai menggunjingkan sosok yang baru saja memarkirkan sepeda nya di tempat parkir.
Semua mata tertuju kepadanya, mereka berbisik bisik dan ada juga yang terang terangan mencibir Aulia.
" Ih tampangnya doang polos,tapi ternyata murahan "
Seorang teman prianya bahkan dengan kurang ajarnya menyentuh wajah Aulia dengan tatapan mesum.
" Tarif lo berapa ris,boleh dong tar malem nemenin gue " kata anak laki-laki itu dengan tampang mesumnya.
Perasaannya semakin tidak enak, pasti ada yang tidak beres,Aulia mulai berlari mencari dua sahabatnya untuk menanyakan ada masalah apa,sehingga anak anak di sekolah memandang nya dengan jijik.
Tapi ternyata dua sahabat nya lebih dulu menarik Aulia ke parkiran,lalu pergi meninggalkan sekolah.
" Chika Mega, kalian mau kemana sih ,ini jam sekolah,kenapa malah pergi,turunin gue ah,,,gue mau sekolah chik " kata Aulia kesal.
" Gue anjurin lo ga usah sekolah ris,gila ini gila banget,,lo bisa syok kalo lo tau masalahnya " kata mega buka suara.
Dari tadi kedua sahabatnya itu hanya diam,dengan wajah yang sulit di artikan.
" B*****t,,,ini pasti ulah Sandra,gue yakin,anak itu beneran gila,dia udah keterlaluan,gue ga bisa diem kalo gini,,,aarrggh " kata chika marah memukul stir mobilnya.
" Ada masalah apa si sebenarnya?dari tadi di sekolah aneh banget, semua orang ngeliat gue kaya ngeliat bangkai,ada apa sih chik ga ? Kalian juga aneh,kenapa ngajak gue bolos sekolah?kalo gini beasiswa gue akan beneran di cabut ? " Kata Aulia hampir menangis.
" Lo ke sekolah pun beasiswa lo kemungkinan akan di cabut ris " kata mega lemah.
" Maksud lo?emang gue salah apa?" Tanya Aulia wajah terkejut.
__ADS_1
Mega menunjukkan sebuah foto di dalam ponselnya dengan ragu,ia takut Aulia akan pingsan melihat apa yang mereka lihat tadi pagi di Mading sekolah.
" I,,,ini ris " mega memberikan ponselnya dengan takut, sedang kan chika hampir memejamkan matanya untuk menekan perasaan nya,ia memilih membuang wajahnya,tidak ingin melihat kesedihan sahabatnya itu.
Tangan Aulia seketika bergetar,nyawanya seakan pergi dari tubuhnya,bahkan air matanya tidak terlihat menetes, wajahnya terlihat sangat pucat, ponsel mega jatuh di pangkuannya.
" Ini ga bener kan?" Cuma kata itu yang mampu di ucapkan untuk meyakinkan hatinya.
Chika meminggirkan mobilnya lalu memeluk Aulia dengan erat,tangis chika yang pertama pecah lalu di ikuti mega yang juga memeluk sahabatnya itu.
Aulia belum sadar sepenuhnya dengan ke adaan, otaknya masih berusaha menolak kalau yang ia liat tidaklah nyata,salah,,ini semua salah,,,,ya tuhan cobaan apa lagi ini, tidak cukup kah membiarkanya hidup susah saja,kenapa sekarang ia harus melihat ini, sebuah masalah paling besar dalam hidupnya.
Kali ini bukan hanya akan kehilangan beasiswa nya,tapi ia juga akan kehilangan harga dirinya, juga kehilangan nama baik keluarganya, bagaimana ini,,, Keluarga nya,,, bayangan tangis sang nenek juga kekecewaan sang ayah tergambar jelas di bayangannya,apa yang harus ia katakan sekarang.
" Darimana Sandra sialan itu dapat foto itu,gue yakin kejadian itu juga pasti rencana nya,,, aarrggh Sandra berengsek,,gue akan bikin perhitungan sama tuh anak " Chika sangat emosi.
" Sabar dulu chik,kita ga bisa nuduh sandra tanpa bukti,biar gimanapun Sekarang ini bukan Sandra yang harus di fikirin, tapi nasib Aulia " mega coba menenangkan sahabatnya itu,agar jangan asal bertindak.
Chika dan Mega menatap Aulia yang masih setia dengan diamnya,kini sudah tidak ada lagi air mata yang ada hanya wajah pucat yang sedikit bergetar.
" Ris,,lo,, tenang ya,kita akan selesaikan masalah ini sama-sama,lo ga sendiri ris kita ada sama lo " kata chika meraih kepala Aulia untuk memeluknya lagi.
Aulia masih diam dengan tatapan kosongnya,ia seperti manusia tanpa nyawa yang hanya menatap lurus tanpa ekspresi.
" Chik, anterin gue ketemu bokap nya sandra chik, cuma dia yang bisa nolongin gue, gue ga mau di DO chik,gue ga mau,,,,gimna nanti kalau sampai bokap gue tau,gue ga bisa bayangin gimana sedihnya bokap gue "kata Aulia berusaha menahan tangisnya dengan susah payah walau akhirnya keluar juga.
" Gue akan coba ngomong ke Tante Dewi,untuk ngebantuin li ris,lo tenang aja ya " ucap mega menenangkan Aulia.
" dan Gue akan coba minta tolong bokap gue buat nemuin pak Mario,tapi sebelum nya kita harus pastiin dulu kalo masalah ini belum sampai ke keluarga lo "
***
" Permasalah ini sudah cukup serius bu,kalau sampai masalah ini sampai keluar, kredibilitas sekolah kita akan hancur " kepala sekolah sedang berbicara dengan ibu Dewi selaku wali kelas Aulia.
" Iya pak, saya mengerti,tapi saya sangat tau bagaimana Aulia,anak itu tidak mungkin melakukan hal tidak senonoh seperti itu,ia anak yang baik dan sopan,saya rasa ini hanya foto editan yang sengaja di buat oleh seseorang,untuk menjatuhkan Aulia pak" bela ibu Dewi.
" Lalu sekarang bagaimana?kita tidak mungkin bisa mempertahankan Aulia di sekolah ini bu, karena itu akan melanggar peraturan sekolah, terlebih jika sampai wali murid yang lain tau,semua masalah ini akan sangat panjang,sekalipun kita bisa menemukan siapa pelakunya kita tidak akan bisa berbuat banyak,ibu mengerti maksud saya kan? "
" Saya mengerti pak,tapi kita juga tidak bisa mengeluarkan Aulia begitu saja,biar bagaimanapun Aulia juga pernah mengharumkan nama sekolah kita,dan kita punya tanggung jawab juga janji untuk menanggung beasiswanya untuk ke universitas negri pak,dan kita pernah mengatakan itu di depan semua wali murid,apa bapak lupa ?" Bu Dewi masih mencoba membela Aulia.
" Lalu sekarang bagaimana?apa ibu Dewi punya usul atau pilihan yang lain?" Kata kepala sekolah sedikit mengalah.
" Bagaimana kalau kita bicarakan ini kepada dewan sekolah pak?" Usul bu Dewi.
" Itu akan sia sia bu, karena ibu tau sendiri siapa Sandra, Pak Mario pasti akan lebih membela anaknya " jawab kepala sekolah dengan yakin.
" Kita belum mencobanya pak, barangkali pak Mario bisa lebih bijaksana untuk kali ini "
__ADS_1
" Baiklah kalau ibu bersikeras, silahkan hubungi orang tua Aulia,saya akan mengirimkan pesan kepada asisten bapak Mario " jawab kepala sekolah akhirnya.
" Baik pak, terimakasih atas pertimbangan nya,saya permisi "
Bu Dewi menuju kelas untuk mencari Aulia,tapi ia tidak menemukan anak itu,dan teman temannya bilang bahwa Aulia membolos bersama Chika dan Mega,dan bu Dewi cukup mengerti dengan sikap mereka,anak remaja memang lebih memilih lari dari masalah dari pada menyelesaikan nya.
Akhirnya bu Dewi memutuskan untuk menelpon orang tua dari Aulia, tapi nomor yang ada di grup sekolah ternyata sudah tidak aktif,dan tidak ada yang mengetahui tempat tinggal Aulia selain dua sahabatnya itu.
Ibu Dewi memutuskan untuk menelpon Mega, karena itu nomor keponakan Nya,ia yakin anak itu pasti sekarang ada bersama Aulia.
" Kenapa harus membolos,dasar Mega,kalau sampai orang tuanya tau,aku yang akan di marahi karena tidak becus mengatur satu keponakan saja " batin ibu Dewi.
Setelah dua kali berdering akhirnya mega mengangkat telponnya.
" Halo,, Mega,kamu di mana sekarang?" Tanya bu Dewi tanpa basa basi.
" A,,aku di jalan bu,eh tan " haduhh Mega jadi gugup karena mendengar suara cempreng wali kelas nya itu.
" Apa Aulia ada sama kamu?" Tanyanya cepat.
" I iya tab,kita lagi bolos,kita lagi nenangin Aulia,tolong ya tan bantuin Aulia agar tidak kehilangan beasiswa nya,aku mohon tan sebagai keponakan kesayangan tante,aku janji aku ga akan minta hadiah ke Disneyland lagi,asalkan tante bantuin Aulia ya tan,aku mohon tan " Mega mulai menangis di telponya, entah ia sedih karena Aulia atau sedih karena janjinya.
" Cepat temui tante di sekolah sekarang,bawa Aulia ke sini,kita akan selesaikan masalah ini sama sama,tante tunggu " bu Dewi mematikan telponya mega menghembuskan nafas antara rela dan tidak,tapi ini semua demi sahabatnya ia akan melakukan apapun,akhirnya ia tersenyum ikhlas kehilangan Disneyland nya.
" Guys,gue ada kabar gembira,bu Dewi nyuruh kita balik ke sekolah,dia udah janji akan bantuin Aulia untuk mempertahankan beasiswa nya " ucap Mega senang.
" Lo serius kan ga?" Kata Aulia Antusias.
" Iya ris,gue rela koq rencana liburan ke Disneyland gue gagal,asalkan lo bisa tetep sekolah sama kita ris " jawab Mega.
" Makasih ya ga " jawab Aulia dengan haru.
" Lo tenang aja,nanti biar gue yang minta sama bokap gue, untuk kita bertiga liburan ke Disneyland, sekarang yang paling penting kita selesaikan masalah Risa dulu " kata Chika menimpali.
" Yeaas ga jadi gagal ke Disneyland,," teriak Mega kegirangan seperti anak kecil.
Aulia dan Chika akhirnya tertawa melihat tingkah Mega, mereka pun memutar balik kembali ke sekolah.
Sesampainya di sekolah anak anak sudah masuk ke dalam kelas,Chika, Aulia dan Mega sengaja langsung ke ruangan guru untuk bertemu ibu Dewi, setelah bertemu ibu Dewi mereka ber empat akhirnya pergi ke ruang khusus untuk berkonsultasi permasalahan yang di alami Aulia.
Mereka menceritakan semuanya kepada ibu Dewi,juga tentang jebakan Sandra untuk memainkan permainan tantangan pada malam itu,tentu saja ibu Dewi sangat marah terlebih kepada keponakan kesayangan nya yang sudah berani menyentuh minuman ber alkohol itu,tapi yang menjadi permasalahan nya bukan itu.
Bu Dewi akhirnya memberi saran untuk mendapatkan bukti soal si penyewa kamar hotel itu,kalo memang penyewa kamar itu adalah pak Mario,tentu saja itu bisa di jadikan Alat untuk membuat pak Mario tidak mempermasalahkan foto itu, karena secara tidak langsung ia juga terlibat atas perlakuan tidak senonoh itu.
Bu Dewi yakin pak Mario tidak akan berani mempertaruhkan nama baiknya hanya untuk mengeluarkan Aulia dari sekolah.
Bu Dewi akan membantu Aulia untuk membicarakan hal ini secara pribadi dengan pak Mario,ia akan mencari waktu yang tepat agar tidak banyak yang terlibat, akhirnya bu Dewi memutuskan untuk mengajak Aulia menemui Pak Mario di kantor nya.
__ADS_1