Legenda Pendekar Perintah Surga

Legenda Pendekar Perintah Surga
Malapetaka Petir Surgawi Berbentuk Naga


__ADS_3

Setelah sambaran petir ke tujuh tidak ada lagi petir yang menyambar tetapi fenomenal alam sama sekali tidak berubah, Chu Feng menggunakan kesempatan itu untuk memulihkan dirinya sendiri secepatnya. Tiga hari pun berlalu dengan sangat cepat, anehnya tidak ada petir bencana yang menyambar Chu Feng lagi, tetapi awan hitam pekat terus berkumpul di atas puncak gunung timur, ditambah angin kencang tidak berhenti selama 3 hari itu membuat semua orang sangat heran.


"Sebenarnya apa yang sedang surga persiapan untuk Chu'er" batin tetua Shi Xia sambil menatap langit.


Tidak selang beberapa lama kemudian langit kembali menggila, petir dan kilat menyambar tanpa henti, angin bertiup semakin kuat setiap waktu. Chu Feng menatap langit lalu berteriak sekuat tenaganya sambil menunjuk ke arah langit.


"Surga kalau kau benar-benar iri dengan bakat ku, maka datangkan lah malapetaka guntur yang lebih kuat lagi. Aku Chu Feng tidak akan pernah kalah dari siapa pun apalagi dari dirimu, aku akan menjadi yang terkuat berdiri di puncak bela diri, dan akan segera menemukan kedua orang tua kandungku!!!" tantang Chu Feng kepada langit.


Seperti mengiyakan tantangan Chu Feng langit semakin menggila guntur pun meledak sebanyak tujuh kali, lalu dengan cepat petir berwarna Emas dengan aura mengerikan menghantam tubuh Chu Feng.


Boouuuuuuuummmmmm.....


Duarrrrkkkkkkkkk...


"Petir Emas!!!! Itu malapetaka petir yang muncul sama persis, saat Emperor Dinasti Jiang melakukan penerobosan ke ranah alam kaisar puluhan tahun silam. Chu'er bertahanlah" tetua Shi Xia menjadi sangat kuatir, tetapi ia tidak dapat berbuat apa-apa, ia takut akan mengganggu proses penting ini.


"Naikan pertahanan formasi pedang emas tertinggi ke kekuatan paling tinggi" perintah ketua sekte pedang sejati.


"Baik!!!!".


"Bakat yang setara dengan emperor Dinasti Suci Jiang, Entah ini berkah atau bencana bagi benua Cangxuan" batin ketua sekte pedang sejati.


Sambaran Petir Emas menyambar Chu Feng tanpa ampun tetapi itu ditangkis oleh sesuatu, bahkan petir Emas diserap oleh tubuh Chu Feng. Chu Feng sendiri sangat terkejut karena tubuhnya malah menyerap malapetaka guntur Emas, Terlebih Chu Feng merasakan jantungnya tidak sakit lagi setalah menyerap petir Emas.


"Apaan ini!?".


"Chu'er baik-baik saja!?? Demi dewa ini sangatlah ajaib, kalau itu aku, bahkan dengan kekuatan ku yang sekarang mungkin akan mati terkena sambaran malapetaka petir emas" batin tetua Shi Xia bergedik ngeri.


"Bocah kau lumayan juga" Tiba-tiba muncul suara agung yang pernah Chu Feng dengar ketika di mimpinya.


"Tuan agung apakah itu anda? anda yang muncul di mimpi saya beberapa hari yang lalu" tanya Chu Feng bersemangat.


"Dasar kau ini, itu bukan mimpi. saat itu kau berada di dunia spritual yang aku ciptakan" jawab suara agung itu.

__ADS_1


"Jadi saat itu bukalah sebuah mimpi? berati saat itu..."


"Tebakan mu benar Chu Feng aku yang telah membantumu membunuh rubah surgawi ekor 9".


"Aku Chu Feng sangat berterima kasih kepada tuan agung".


"Sudahlah masalah sepele seperti itu jangan dipikirkan lagi, sekarang fokuslah menghadapi petir ke sembilan itu".


"Ahh tuan agung benar".


"Kau beruntung aku akan menolong mu menahan daya hancur petir malapetaka kali ini, dan kau fokus saja menyerap khasiat dari malapetaka petir yang sangat berguna ini" Perintah suara yang agung itu, suara itu hanya Chu Feng yang dapat mendengarnya.


"Baiklah tuan aku, sebelumnya Chu Feng mengucapkan terimakasih karena membantu Chu Feng sekali lagi".


"Tidak perlu sungkan bocah, lakukan saja seperti yang aku arahat kan".


"Baik Tuan yang agung".


Tidak berselang lama malapetaka guntur kesembilan mulai menunjukkan dirinya, semua orang merasakan tekanan yang begitu kuat tidak terkecuali ketua sekte. Awan gelap yang begitu pekat di langit tiba-tiba bergerak membentuk sebuah terowongan panjang, seolah-olah itu adalah penghubung antar Langit dan bumi. Dari terowongan itu muncul petir raksasa yang begitu mengerikan, Secara perlahan petir warna Emas itu mengambil sosok bentuk tubuh seekor naga raksasa dengan panjang ribuan meter. Naga itu hanya mengeluarkan kepalanya saja dari langit tetapi itu mampu menekan semua mahluk dibawanya.


"Lakukan secepat mungkin sebelum naga malapetaka petir itu melancarkan serangan!!!" ketua sekte panik bukan main, ini pertama kalinya ia melihat suatu kejadian yang hanya tercatat di kitab kuno, benar-benar terjadi di depan matanya sendiri. Malapetaka petir yang mengambil bentuk sesosok apa pun itu, pasti sosok itu adalah seorang yang sangat kuat dan luar biasa berbakat. Sosok naga itu pasti adalah sesosok yang luar biasa sebanding dengan bakat Chu Feng, Ketua Sekte harus memikirkan cara menyembunyikan bakat seperti Chu Feng dari kekuatan teratas provinsi lain.


"Nak kau lumayan juga mampu memaksa bakat kaisar naga ini keluar, walau hanya 50% tapi kaisar ini yakin kau akan berkembang lebih kuat lagi ke depannya" sosok naga malapetaka guntur itu berbicara pada Chu Feng.


"Senior Kaisar Naga terlalu memandang tinggi diriku".


"Hahha bagus kau adalah anak muda pertama yang menarik perhatian kaisar ini, aku harap kau bisa berkunjung suatu ketika ke God Beast Continent (Benua Binatang Dewa) dan menemui kaisar ini".


"Junior Chu Feng akan mengingatnya". jawab Chu Feng sambil memberikan penghormatan.


"Jadi namamu Chu Feng? bagus-bagus kaisar ini akan mengingatnya, bersiap-siaplah nak kaisar ini tidak akan sungkan padamu" naga malapetaka petir membuka mulutnya, lalu memuntahkan sambaran petir tanpa henti ke arah Chu Feng, beruntung ada perlindungan tuan agung, yang menghalangi efek penghancur petir malapetaka yang bentuk naga raksasa itu.


"Hoaaarrrmmmmmm"

__ADS_1


Booommmmmmmm....


Duaaarrkkkkkkkkk....


"Sangat mengerikan langit dan bumi bergetar hebat" batin Chu Feng beruntung dirinya mendapatkan perlindungan dari tuan agung.


"Apanya yang mengerikan, naga kecil itu bahkan tidak bisa memuaskan rasa puasaku terhadap petir kecilnya ini" ujar tuan agung.


Chu Feng hanyar terdiam ia memikirkan siapa tuan agung ini dan kenapa ia menolongnya di saat seperti ini.


"Anak muda kaisar ini semakin tertarik padamu, kalau kau ada waktu datanglah ke Benua Beast dewa, berkunjunglah ke istana Kaisar Naga Azzure untuk menemui kaisar ini". Ujar sang malapetaka petir setelah menghantam Chu Feng dengan 50% kekuatan nya, Padahal itu hampir serangan itu setara serangan great emperor tingkat 2, tetapi Chu Feng terlihat baik-baik saja di bawah serangan maha Kuat malapetaka guntur.


"Baiklah senior, di masa depan nanti Junior ini akan berkunjung" janji Chu Feng.


"Bagus kaisar ini menunggu janjimu, seperti tugas kaisar ini sudah selesai, Kaisar ini pamit dulu nak ku harap kau menepati janjimu" malapetaka petir Emas yang berbentuk sosok naga raksasa itu pun perlahan-lahan memudar di langit, semua orang akhirnya dapat bernafas lega karena tekanan yang mengerikan itu akhirnya menghilang.


Chu Feng pun langsung fokus memurnikan petir Emas yang masuk ke dalam tubuhnya, suara tuan agung pun lenyap sepertinya ia sedang mengurus sesuatu juga. Langit berangsur-angsur cerah matahari menampakkan dirinya lagi setalah hampir 4 hari tertutup awan gelap.


Formasi pelindung dilepaskan dan hampir rusak 90% menahan bencana petir saat penerobosan Chu Feng. Gunung, perbukitan dan lembah yang indah di sekitar sekte rata dengan tanah, kerugian tidak terelakkan entah itu maklum hidup di sekitarnya mati di bawah ganasnya malapetaka petir surgawi.


"Akhirnya selesai" Ketua sekte dan para tetua akhirnya lega.


"Apakah Chu'er masih bisa disebut sebagai manusia?" batin tetua Shi Xia yang masih gemetar setelah menyaksikan malapetaka petir berbentuk naga raksasa.


"Kenapa rasanya ada yang salah" batin Chu Feng ketika memulai kultivasinya untuk menstabilkan ranah barunya.


_


_


_


***

__ADS_1


Ahutor pov: Jelas salah jamal.... Gara-gara lu banyak kerugian yang diterima orang lain ogeb, guru lu aja ampe gemetar ketakutan tuh ckckck...


__ADS_2