
"Ayo mulai tuan muda Chu".
"Baiklah tuan muda Chen"
"Inilah adalah jurus spesial yang diajarkan tetua Mo Gu padaku, namanya adalah jurus pedang Giok Api, hari ini aku akan membuktikan bahwa aku Chen Fa adalah jenius sesungguhnya".
"Tuan muda ini banyak bicara sekali, kalau tidak memikirkan pandang orang lain, aku mungkin akan mengalahkan mu sekali serang menggunakan niat pedang petir pemusnahan" batin Chu Feng.
Chen Fa lalu menarik pedangnya keluar dari sarung lagi menghunuskan pedangnya ke arah Chu Feng, Chu Feng hanya berdiri terdiam sambil memperhatikan gerak gerik Chen Fa. Lalu Chu Feng menggerakkan jari telunjuk dan jari Tengahnya bersama, tiba-tiba saja jari itu terbungkus oleh energi murni.
"Ap... apaan itu jarinya terbungkus seperti cahaya berbentuk mirip bilah pedang, astaga tuan muda Chu ini benar-benar penuh kejutan" semua orang terkejut karena baru menyaksikan ini untuk pertama kali, bahkan para tetua tidak luput dari keterkejutan Melihat yang dilakukan Chu Feng.
"Anak muda itu sungguh mengerikan, pemahamannya akan niat pedang sudah mencapai tingkat yang sangat tinggi, niat pedang cahaya yang terbungkus di jarinya itu agak familiar bagi ku, tetapi aku lupa di mana pernah melihatnya" gumam seorang tetua.
"Kau benar aku pun merasa begitu".
"Lihat Chen Fa terpojok oleh pemuda itu".
"Sialan pria mesum ini ternyata cukup hebat juga, jangan sampai dia memenangi pertarungan ini, Chen Fa kalau kau sampai kalah aku akan membencimu seumur hidup" batin Qin Ying tidak tenang.
"Cih dasar tukang pamer dan arogan, jurus pedang Giok Api, tebasan pedang Api Tanpa Ampun" Chen Fa membalas setiap jari-jari Chub Feng yang terbungkus energi murni samar- samar berbentuk pisau, Chu Feng menggunakan teknik jari pedang Cahaya Yang Tajam, dikombinasikan dengan niat pedang petir.
Dengan lincah Chu Feng menghindari setiap serangan dari Chen Fa yang bertubi-tubi, bahkan Chu Feng masih sempat memberi pukulan balasan ke perut Chen Fa menggunakan kakinya.
Buuuukkk...
"uuuhhkkk... Ini mustahil" Chen Fa terlempar ke belakang beberapa meter karena tendang Chu Feng.
"Yang benar saja tendangnya kuat sekali, apa dia benar-benar berada di ranah alam kenaikan tingkat 2?" para murid sekte pedang sejati melonggo melihat kekuatan tendangan Chu Feng.
"Entahlah aku tidak yakin begitu".
"Maafkan aku Tuan Muda Chen kalau menendang mu terlalu keras" Chu Feng terlihat kuatir, padahal dalam hatinya ia sangat puas menendang orang yang telah meremehkan desa Gunung Yan nya. "Itu untuk kau yang merendahkan desa Gunung Yan ku tercinta". batin Chu Feng puas.
"Tidak tidak aku tidak apa-apa, sekali lagi!" Chen Fa bangkit berdiri dan kembali menyerang Chu Feng dengan serangan lebih intens. "B@jingan ini berani sekali kau bermain trik di hadapan tuan muda ini, akan ku beri kau pelajaran hari ini" batin Chen Fa murka.
"Teknik pedang Giok Api, panah pedang langit Berapi" Chen Fa tiba-tiba melompat ke atas Chu Feng dengan kecepatan tinggi, diarahkannya mata pedang ke bawah tepat mengincar Chu Feng. Chen Fa menukik bagaikan elang dan melesat bagaikan anak panah, tiba-tiba dari ujung pedang Mo Xiao muncul api membara dan semakin membesar karena bantuan pergesekan udara dan juga jurus pedang giok api.
__ADS_1
"Itu serangan yang berbahaya" batin seluruh penonton pertandingan itu.
"Hiiyyaaaaa".
"Niat Pedang Angin, pedang angin membelah awan" begitu serangan Chen Fa hanya berjarak 2 cm dari badan Chu Feng, ia mengingat jurus pedang angin membelah awan, berdasarkan perkataan tetua senior pedang angin, jurus ini bisa membuat penggunaannya berpindah dengan cepet sesuai arah niat pedang diarahkan, Chu Feng menggunakannya pada saat yang tepat. Chu Feng meleset bagaikan kilat ke belakang Chen Fa, bahkan Chen Fa pun tidak sempat melihat gerakan Chu Feng yang itu.
Buuuuummmmm....
"Sial meleset lagi" maki Chen Fa dalam hatinya, lantas ia menatap kesal Chu Feng yang kini di belakangnya sambil menatapnya tersenyum. Chu Feng baik-baik saja tanpa luka gores sedikitpun, bahkan posisi rambutnya saja tidak berubah karena angin dari serangan Chen Fa
"Astaga Tuan muda Chu mampu menghindari serangan tuan muda Chen dengan mudah, padahal aku dengar apabila jurus itu dikeluarkan oleh tuan muda Chen, maka akan sangat sulit untuk dihindari, bahkan ranah alam kenaikan tingkat delapan pernah terkena serangan itu saat latih tanding dengan Chen Fa" para murid terkejut dengan kecepatan gerakan Chu Feng.
"Itu gerakan jenis apa?!" para tetua dan tetua Mo Gu terkesan sekaligus terkejut melihat gerakan Chu Feng.
"Kecepatan yang luar biasa, bahkan mata pendekar ranah alam surga tingkat puncak seperti aku kesulitan melihatnya" gumam seorang tetua mengutarakan keterkejutannya.
"Kau benar aku pun kesulitan melihatnya" balas tetua Mo Gu, "Hebat sekali, anak ini sangat berbakat bahkan, kalau dibiarkan berkembang ia akan melebihi bakat Chen,er" puji tetua Mo Gu dalam hatinya, ia tidak mungkin mengatakan hal itu kepada orang lain. Karena yang sedang bertarung dengan anak muda bernama Chu Feng itu, adalah murid pribadinya sendiri, yang kini sedang murka karena tak satu pun serangannya mampu melukai Chu Feng.
"Bagaimana mungkin kau bisa menghindari serangganku yang itu?" Chen Fa geram sambil mengepal tangan kirinya.
"Ahh itu... Itu hanya keberuntunganku Tuan muda Chen" jawab Chu Feng sambil tersenyum.
"Astaga pedang apa itu, kenapa aku merasakan hawa yang sangat mematikan dari pedang itu" para murid berlari menjauh dari lapangan latih tanding karena hawa itu.
"Sebenarnya itu pedang apa?" Chu Feng mengerutkan dahinya, ia juga dapat merasakan aura mengerikan yang kuat dari pedang itu. Tetapi aura itu tidak sekuat aura dari pedang yang pernah muncul di dalam mimpinya, pedang giok api bergetar hebat di tangan Chen Fa dan terus menerus mengeluarkan hawa pembunuh yang kuat.
"Bocah jangan bingung lagi, nama pedang itu sebenarnya adalah pedang Giok darah, apabila pedang itu dialiri tenaga dalam hingga membangunkan rohnya. Pedang itu akan menjadi pedang yang haus akan darah, pedang giok darah yang sudah bangun hanya bisa dihentikan dengan darah, maksudku pedang itu akan tenang apabila menyentuh darah" Tiba-tiba suara tuan agung muncul menjelaskan tentang pedang yang dipegang Chen Fa, kini cahaya dan pedang itu sudah mulai berubah warna, sebelumnya yang berwarna seperti barah api kini berubah menjadi warna merah darah terang.
"Tuan agung ada terbangun?".
"Berhati-hatilah roh pedang itu sudah mulai bangun" peringat tuan agung.
"Tentu, terima kasih atas penjelasan dari tuan agung" Chu Feng segera mengalihkan perhatiannya, ia meningkatkan kewaspadaannya ke pedang yang mulai berubah warna cahaya itu.
"Itu pedang pusaka Giok Darah?!" para tetua terkejut bukan main sampai berdiri dari tempat duduknya.
"Apa tetua Sun Lang mengenal pedang itu?" tanya Qin Ying tidak kalah terkejut pun bertanya pada tetua Sun Lang.
__ADS_1
"Tentu saja... Pedang itu adalah pedang andalan dari tetua Mo Gu sewaktu ia muda dulu, kalau aku tidak salah ingat pedang itu termasuk pedang pusaka Roh tingkat awal. Apabila pedang itu dialiri tenaga dalam hingga membangunkan rohnya, Pedang itu akan menjadi pedang yang haus akan darah. Hanya ada 1 cara untuk menenangkannya yaitu dengan menyentuhkan pedang itu pada darah".
"Apa tetua Mo Gu sudah gila memberikan pedang se berbahaya itu pada Chen Fa?" terlihat di luar Qin Ying begitu kuatir padahal di dalam hatinya ia sangat senang. "Bagus kalau begitu tuan muda mesum ini pasti kalah, hahaha akan ku buat kau menyesali kesepakatan kita sebelum" batin Qin Ying puas melihat pedang di tangan Chen Fa.
"Entahlah aku pun tidak mengerti pikirannya" Sun Lang mengeleng-geleng kepalanya.
"Jadi pedang giok api hanyalah samaran luarnya saja, ternyata itu adalah pedang giok darah yang legendaris!!!" semua murid pun ikut terkejut melihat pedang yang digenggaman oleh Chen Fa.
"Tidak sia-sia hidupku hari ini, pilihan ku sangat tepat hadir di area latih tanding".
"Tetua Mo Gu bukankah itu pedang andalan mu dulu, apakah kau memberikannya pada murid mu sekarang?" para tetua memperhatikan pedang yang kini dipegang oleh Chen Fa pedang itu sudah berubah warna sempurna menjadi pedang giok darah. Hawa pembunuh yang keluar dari pedang itu pun semakin kuat, hingga membuat siapa pun orang yang merasakannya menjadi merinding hingga berkeringat dingin.
"Kau benar tetua" jawab tetua Mo Gu, "Apa yang sebenarnya dipikirkan oleh anak ini, hingga ia harus menunjukkan pedang itu pada seluruh orang saat seperti ini. Aaaiihhh aku harus membuat alasan yang bagus nanti untuk para tetua lain, benar-benar anak yang menyusahkan, mentang-mentang tuan muda dari keluarga emas, semaunya saja berbuat seenaknya" batin tetua Mo Gu yang marah melihat kecerobohan muridnya ini, ia sengaja meminjamkan pedang giok emas itu pada Chen Fa, karena ia ingin menyenangi hati tuan muda dari keluarga emas itu
"Tuan muda Chen maaf sebelumnya itu pedang apa?, kenapa aku merasakan auratnya begitu berbeda dari sebelumnya?" Chu Feng berpura-pura menanyakan nama pedang Chen Fa, padahal ia sudah tau nama pedang itu dari Tuan Agung misterius.
"Ciihh jangan mengalihkan perhatianku, sebaiknya kau terima seranganku berikutnya, Aku tidak percaya keberuntunganmu itu bisa menyelamatkanmu sekali lagi dari bahaya pedangku ini, aku akan membuktikan padamu siapa yang sebenarnya jenius di sini" Chen Fa menggertak Chu Feng sambil menunjuk Chu Feng menggunakan pedang giok darah.
"Tuan muda Chen jangan salah paham aku... Aku hanya ingin..."
"Teknik Pedang Giok Darah, Pedang Giok haus darah" tiba-tiba Chen Fa menebas pedangnya ke arah Chu Feng dengan dialiri energi murni yang besar, tebasan itu memunculkan beberapa gelombang kejut berwarna merah darah yang mengarah ke Xiao Shen.
"Chen Fa beri tuan muda sialan itu pelajaran!!.!" teriak Qin Ying semangat ketika merasakan bahwa Chu Feng pasti kalah, Qin Yin dan tetua Sun Lang sudah menjauh dari pingir panggung lapangan latih tanding sekte. Mereka menjauh dari tempat itu atas saran dari tetua Sun Lang, lapangan yang kini penuh dengan hawa pembunuh membuat efek lain bagi para penonton. Contohnya Qin Ying yang merasakan kakinya lemas tidak mampu berdiri bahkan berkeringat dingin, sehingga ia harus menjauh dari tempat itu agar tidak terkena imbasnya lagi.
Chen Fa hanya membalas teriakan Qin Ying dengan senyuman dan anggukan kepalnya, Chen Fa sudah tidak tau apa yang harus ia lakukan saat ini, yang ia tahu ia harus menang dari Chu Feng, dan membuat kesan baik di hadapan para tetua dan murid, terutama Qin Ying.
"Niat Pedang Angin, pedang angin membelah awan"
"Niat Pedang Angin, Tebasan Jari Pedang Angin Musim Semi Dari Utara".
Syuuutttt... Syuuutttt.....
Wussssshhhh... Swussssshhh...
Buuuummm... Buuummm.... Duarrrrrrrr...
"Sial!".
__ADS_1
"Chu Feng ini b@jingan!!!" gerutu Qin Ying dan Chen Fa bersama dalam hati.