
"Senior Bai Li sialan itu merusak reputasi sekte pedang sejati, lagi pula kekacauan ini pasti disebabkan oleh diriku menghabisi kawanan serigala api bermata tiga tadi" batin Chu Feng sambil melesat dengan kecepatan tinggi di sela lebatnya lembah alam besar dunia Buddha Kuno.
"Tolong-tolong siapa pun selamatkan kami" murid dari sekte lain terdesak oleh serangan sekawan serigala api bermata tiga.
"Manusia matilah" pemimpin kawanan serigala api bermata tiga itu berbicara bahasa manusia, tampaknya ia sudah mendapatkan sedikit akal di dalam dirinya pertanda serigala itu sudah fase dewasa.
"Niat Pedang Dingin, Tebasan Energi Es".
Puluhan bilah energi niat pedang yang diselimuti elemen es meleset menebas serigala api bermata tiga tanpa ampun, suara lengkingan dan kesakitan para serigala begitu memilukan. Semua mata terkejut melihat seseorang dengan pakai dan cadar serba hitam melesat dengan kecepatan tinggi, ia tidak hanya bergerak dengan kecepatan tinggi tapi akurasi serangannya dan juga kekuatan nya begitu luar biasa.
"Auuuuhhhh, manusia sialan, apakah kalian benar-benar pengecut beraninya menyerang dari belakang, akan ku cabik kau menjadi ratusan bagian" pemimpin serigala api bermata tiga itu murka.
"Sadarlah kalian menggunakan jumlah untuk menindas orang lain" jawab Chu Feng dingin.
"Cihh... serang dia semuanya, sepertinya manusia ini lumayan kuat".
"Auuuuu arrkkkk!!!".
Para serigala api bermata tiga yang masih bisa bertarung meleset dengan kecepatan tinggi ke arah Chu Feng, mereka melompat dan mencakar tanpa ampun sesekali melemparkan bola api. Chu Feng dengan santai mengelak setiap serangan serigala api bermata tiga, ia bahkan belum menunjukkan niat membunuh sama sekali dan itu membuat pemimpin serigala api bermata tiga murka.
"Manusia Bajingan, kau meremehkan ku!!!".
"Kemampuan khusus garis darah serigala api bermata tiga, Mata Neraka tanpa batas terbuka" Tiba-tiba pemimpin serigala mengeluarkan aura yang begitu kuat, energi besar dan panas bergelonjak tanpa henti dari tubuhnya yang begitu mengerikan, ranah nya tadi yang hanya berada di alam kenaikan tingkat 5 naik menjadi tingkat puncak, mata ketiga di dahi serigala api bermata tiga terbuka dengan lebar, itulah tampilan sebenarnya dari serigala api bermata tiga yang sesungguhnya. Perasaan penindasan yang tidak nyaman ini adalah efek dari garis keturunan spesial mereka.
...Ilustrasi Serigala Api bermata tiga...
__ADS_1
"Tubuh itu... itu bentuk sejati dari serigala api bermata tiga" semua orang panik, kecuali Chu Feng ia menjadi sedikit bersemangat melihat bentuk sejati tubuh serigala api bermata tiga.
Tubuh hitam pekat dengan disertai nyala api, taring panjang dan juga mata ketiga mereka yang terbuka sempurna, dari segi kekuatan, kecepatan, dan ketahanan pemimpin serigala itu melonjak jauh dari sebelumnya.
"Manusia matilah dengan rasa terhormat karena kau memaksa ku menunjukkan wujud sejati ku".
"Masih terlalu lemah" ejek Chu Feng.
Serigala api melompat ke arah Chu Feng sambil mengarahkan cakarnya ke arah jantung Chu Feng, dengan kecepatan tinggi Chu Feng menghindar lalu mendaratkan pukulan telak ke perut serigala api bermata tiga. Tapi begitu tangan Chu Feng menyentuh kulit serigala api bermata tiga yang menyala seperti bara api, ia merasakan panas yang luar biasa di telapak tangannya, lapisan niat pedang dingin yang melindungi telapak tangannya, tidak bisa melawan suhu ekstrim yang dikeluarkan oleh tubuh serigala api bermata tiga.
"Cih panas ini bukan panas biasa, garis keturunan apa sebenarnya yang mereka miliki" batin Chu Feng.
"Hahaha apakah tangan mu merasakan api itu haha, manusia rendahan ketahuilah posisimu, aku adalah keturunan langsung dari raja serigala api bermata tiga, penguasa alam besar dunia Buddha Kuno ini. Rasakan lah api dari neraka ini hahaha" suara serigala api bergema seluruh lembah.
Chu Feng hanya diam, ia memperhatikan murid dari sekte lain yang terluka parah. Mereka sekarang pasti mengharapkan Chu Feng memenangkan pertempuran itu, dengan begitu mereka akan memiliki harapan untuk kembali dengan selamat.
"Elemen angin, langkah angin utara"
Swessss dengan kecepatan tinggi Chu Feng melesat mendekati Serigala api bermata tiga, lalu ia mengeluarkan niat pedang es dengan cepat, begitu mendekati titik serang ia langsung membentuk energi pedang di tangannya, sabetan energi pedang es tanpa henti menyerang serigala api bermata tiga, kedua pun mengalami pertempuran intens. Tetapi sesuatu hal yang pasti, meskipun ranah Chu Feng tidak setinggi serigala api bermata tiga yang telah menunjukkan bentuk sejatinya, ia berhasil memojokkan serigala api dengan niat pedang es ekstrimnya. Sampai suatu ketika serigala api benar-benar terpojok dan nyawanya benar-benar di ujung tanduk, semuanya sangat tidak percaya bahwa ada yang bisa mengalahkan serigala api bermata tiga dalam bentuk sejatinya.
"Mustahil kau bukan manusia, bagaimana mungkin aku bisa kalah aku tidak Terima" serigala api itu terlentang di tanah, pedang energi es tepat berada di lehernya dan siap menebas kapan saja. Semua murid sekte dan sisa pasukan serigala api bermata tiga terkejut bukan main, sosok berpakaian serba hitam ini begitu luar biasa kuat.
"Kau masih lemah, dan aku harap ayahmu raja serigala api bermata tiga tidak mengecewakanku" jawab Chu Feng dingin.
"Cuihhh ayahku dan klan serigala api bermata tiga ku akan memburu mu sampai ke ujung dunia, kalau kau berani membunuh ku, kau akan merasakan penderitaan yang lebih menyakitkan daripada kematian sekalipun" ancam serigala api bermata tiga tidak berdaya, nafasnya terengah-engah karena pertempuran intens yang baru saja terjadi.
"Terlalu banyak bicara" Chu Feng dengan cepat menebas kepala putra raja serigala api bermata tiga dengan sekali gerakan, ia lalu mengambil inti kristalnya dan beralih melihat sisa pasukan serigala yang gemetar ketakutan.
__ADS_1
"Kalian semua ingin bunuh diri sendiri atau aku yang membantai kalian semua?" Chu Feng Menatap tajam sisa pasukan serigala api bermata tiga.
"Kami... kami tuan kami... "
"Membosankan".
Adengan selanjutnya adalah pembantaian yang dilakukan oleh Chu Feng terhadap sisa pasukan serigala api bermata tiga, semua murid dari berbagai sekte yang terpojok, menelan lidah menyaksikan pembantaian sepihak yang dilakukan oleh Chu Feng seorang diri. Mereka menduga-duga jenius elit dari sekte mana yang telah menolong mereka ini.
"Lumayan dari puluhan serigala api bermata tiga ini aku panen 1 kristal inti peringkat menengah, dan puluhan kristal inti tingkat rendah lainnya. Ini cukup untuk sumber daya ku depannya" batin Chu Feng setelah memasuki harta yang ia menangkan setelah membantai semua serigala api bermata tiga.
"Tuan kultivator terimakasih atas pertolongan anda, kalau tidak kami semua akan..."
"Kalian semua kembalilah sekarang, alam besar dunia Buddha Kuno sedang dalam keadaan berbahaya, segera kembali dan informasi ke para tetua kuil Ilahi Cahaya Buddha, para murid mungkin akan banyak berjatuhan kali ini" Chu Feng memotong ucapan murid itu.
"Baik kami pasti akan segera kembali tapi keadaan kami sangat tidak memungkinkan" kondisi mereka memang sangat memprihatinkan, banyak murid yang terluka parah bahkan tidak sadarkan diri.
"Ambil ini segera pulihkan kondisi kalian dan lekas lah keluar dari alam ini, ingat pesan ku sampaikan pesan ku pada tetua kuil Ilahi Cahaya Buddha" Chu Feng melemparkan beberapa pil penyembuhan, penyambung tulang dan pil penyembuhan lainnya yang berguna untuk saat itu.
"Ini... ini pil peringkat 3 awal? astaga dia sangat dermawan kepada kita, dengan ini kita akan segera pulih, Terima kasih tuan penolong kami dari sekte gunung anggrek akan selalu mengingat kebaikan anda" semua murid segera memberikan penghormatan.
"Murid sekte Katak emas berterima kasih pada tuan penolong".
"Murid Sekte Hutan bambu... "
"Murid lembah Giok... "
Setelah mengurus segalanya dan membagikan pil obat yang diperlukan, Chu Feng segera pergi untuk mencari Raja Serigala Api Bermata Tiga, keselamatan murid lain masih dipertaruhkan apalagi kematian putra raja serigala api bermata tiga pasti membuat nya lebih marah, entah berapa banyak korban lagi yang akan berjatuhan.
__ADS_1
"Hoaarrrkkkkkk Putra ku yang berharga telah mati....!!! bajingan mana yang berani membunuh nyaaa!!!".