Legenda Pendekar Perintah Surga

Legenda Pendekar Perintah Surga
Kehancuran Jiwa Kematian


__ADS_3

"Matilah untukku" teriak Chen Fa sembari menambahkan energi murni ke susunan pemanggilan jiwa kematian, pedang giok darah bergetar hebat dan bercahaya semakin terang. Pedang giok darah yang merupakan kunci atau pusat dari susunan itu, pedang itu berada tepat di tengah susunan roh pemanggilan jiwa kematian.


Jiwa kematian semakin menggila dan membabi buta menebas pedangnya ke arah Chu Feng, Tidak peduli beberapa kali Chu Feng berusaha membuat jarak, jiwa kematian selalu bisa mengejarnya dan menebas pedang tanpa ampun.


"Kekeke sekarang matilah" jiwa kematian mengangkat pedangnya ke atas dengan kedua tangannya, lalu muncul sebuah cahaya berbentuk bilah pedang raksasa, bilah pedang raksasa itu mengeluarkan aura yang mengerikan, jiwa kematian lalu mengayunkan pedangnya ke arah Chu Feng dengan diikuti bilah pedang raksasa.


"Teknik pedang kuno, Pedang keadilan dari Langit" jiwa kematian meneriakkan nama teknik itu dengan suara menggelegar.


"Teknik pedang yang begitu mendalam, rasanya tubuh dan jiwa ku terpotong-potong" batin Chu Feng menggeliat menahan tekanan pedang dari jiwa kematian.


"Inikah teknik terkuat seorang master pedang ranah alam raja tingkat 1" batin semua orang yang menyaksikan betapa mengerikannya hal itu..


Pedang raksasa semakin dekat dengan Chu Feng, tetapi Chu Feng hanya dia di tempat, ia terlihat tenang sambil memegang dadanya. Semua orang berpikir bahwa Chu Feng sudah pasrah, atau kehilangan akalnya karena akan mati.


"Tamatlah riwayatnya" batin Qin Ying sambil menutup matanya, sementara Chen Fa muntah darah berkali-kali karena menahan beban di tubuhnya, sebagai sumber energi murni susunan pemanggilan jiwa kematian. Energi murni di tubuh Chen Fa sudah terkuras habis, sekarang pedang giok darah mengisap vitalis kehidupannya, tetapi ia sudah tidak peduli karena di otaknya sekarang hanya ingin membunuh Chu Feng, atau bisa dibilang ia sudah dikendalikan oleh pedang giok darah itu sendiri.


Ketika bilah pedang raksasa itu tersisa beberapa puluh cm dari badan Chu Feng, ia mengangkat tangan kanannya ke atas untuk menyambut pedang raksasa, begitu bilah pedang raksasa dan tangan Chu Feng bertemu. Terjadi ledakkan yang luar biasa hingga menghancurkan arena tanding sampai rusak parah, padahal arena latih tanding sekte pedang sejati terbuat dari meterial khusus. Gelombang kejut sampai membuat para murid terjungkal beberapa meter, bahkan para tetua pun akan terpental kalau mereka tidak menggunakan energi murni untuk melindungi dirinya.


Bouuuuuuuuummmmmmm...


Duaaarrrrrrrhhhhhh...


Swuuussssssssshhhh....


Angin berhembus sangat kencang akibat ledakkan dahsyat itu membawa debu berhamburan ke sana ke mari, Chen Fa bahkan terlempar ke belakang puluhan meter, tetapi ia bangkit lagi, karena sekarang yang mengendalikan tubuh Chen Fa bukan dirinya lagi tapi pedang giok darah. Arena latih tanding berlubang seperti sebuah danau dengan diameter puluhan meter, tanah retak menghancurkan bagian bawah podium tempat para tetua hingga mengakibatkannya runtuh.


"Da... dashyat sekali" batin semua orang.

__ADS_1


"Gila itu adalah serangan kekuatan penuh seorang master pedang ranah alam raja tingkat 1, tetapi lebih gila lagi aku melihat Chu Feng menyambut serangan itu dengan tangan kosong, ia bahwa tidak membungkus tangannya dengan niat pedang. Aku yakin Chu Feng sekarang mati dengan mengenaskan oleh serangan itu" diskusi para penonton.


Debu-debu di arena pun mulai menghilang, pemandangan arena yang hancur menjadi bukti, betapa mengerikannya pertarungan itu. Semua orang mencari sosok Chu Feng yang diduga sudah hancur berkeping-keping karena serangan itu, tetapi hal yang diduga itu ternyata salah besar, terlihat sosok Chu Feng masih berdiri sambil memegang bilah pedang raksasa dengan tangan kosong, kakinya terpendam beberapa cm ke dalam tanah akibat tekanan dari bilah pedang raksasa itu.


Semua mata yang melihat hal itu terkejut bukan main, sosok Chu Feng yang bagaikan semut di bawah pedang raksasa itu bisa menahannya dengan mudah.


"Itu gila benar-benar gila, apakah ini kekuatan dari ranah alam kenaikan tingkat dua?".


"Tuan muda Chu Feng ini seberapa kuat dia sebenarnya, itu serangan penuh kultivator ranah alam raja loh, tetapi tuan muda Chu bisa menghentikannya dengan tangan kosong".


"Sungguh bakat yang mengerikan".


"Kalau aku pasti sudah hancur berkeping-keping".


Chu Feng yang menggenggam bilah pedang raksasa lalu meremas dengan tangan kosong, dan praaaaakkkkk...!!! bilah pedang raksasa itu hancur berkeping-keping, semua mata makin shock menyaksikan semua itu, terutama jiwa kematian yang murka melihat tekniknya hancur begitu saja.


"CUKUP!!!" Chu Feng mengucapkan satu kata itu dengan suara menggelegar, disertai auranya yang beribu-ribu kali lebih mengerikan dari aura jiwa kematian. Satu kata itu lebih dari cukup membuat jiwa kematian terdiam seribu bahasa, tetapi jiwa kematian tidak takut dan kemudian kembali berniat menyerang Chu Feng.


"TUNDUK!!!!"


Belum sempat jiwa kematian melangkah kakinya, Tiba-tiba kakinya kaku, badannya hampir hancur, dan basic kultivasi jiwa kematian menghilang tanpa sisa. tekanan yang begitu luar biasa itu menekankan jiwa kematian dengan luar biasa, ia bisa merasakan ancaman dari aura itu, tetapi bukan ia saja yang merasakan tekanan itu, para murid dan tetua yang hadir hari itu juga merasakan efek tekanan mengerikan itu, para murid banyak yang memuntahkan darah bahkan ada yang tidak sadarkan diri mendadak, para tetua tidak luput bahkan sampai muntah darah, ketika mencoba menggunakan niat pedang untuk melindungi diri.


"Apa... apaan ini tekanan aura ini menekankan seluruh jiwa dan kesadaran ilahi ku, niat pedang ku bahkan seperti menciut dan tertekan tidak berani keluar" batin tetua Sun Lang, satu kesimpulan yang para tetua dapat simpulkan bahwa aura ini menekankan niat pedang apa pun.


Chu Feng mengangkat jarinya dan menggerakkannya seolah-olah ia menekankan jiwa kematian dengan jarinya, begitu gerakan itu dilakukan muncul ledakkan yang lebih dahsyat menimpa jiwa kematian.


Boooouuuummmmmm...

__ADS_1


"Tidak aku tidak terima ini...!!! Kau...Kau...!!!! Pedang Penguasa Surga....!!!!" teriak jiwa kematian melengking sebelumnya akhirnya menghilang tanpa jejak, beberapa saat setelah debu akibat ledakkan dashyat tadi menghilang, terlihat lubang dengan ukur besar berbentuk sebuah jari sedalam puluhan meter. Setelah itu aura mengerikan yang berasa dari Chu Feng menghilang, langit menjadi cerah seketika hingga terpampang dengan jelas kerusakan parah arena latih tanding.


"Gila ini apa yang terjadi" para tetua menjadi panik melihat pemandangan di depan mata mereka ini.


"Pedang ku tidak... Aaaarrrkkk itu hancur" tetua Mo Gu histeris.


"Tetua Mo tenang bersabarlah".


"Tidak aku harus membunuh b@jingan kecil ini untuk memuaskan amarahku" ujar tetua Mo Go gerak, di sisi lain arena tergeletak badan Chen Fa yang kaku, entah ia hidup atau mati, sementara itu aura pedang giok. menghilang menandakan ia hancur, tetua Mo Gu menjadi murka ia dibutakan niat membunuh, ditambah muridnya dipermalukan sampai seperti ini di muka umum.


"Bocah kau harus mati" teriak tetua Mo Gu membentuk niat pedang yang kuat, niat pembunuhnya sepenuhnya diarahkan ke Chu Feng.


"MAHKLUK RENDAHAN SADARLAH POSISIMU!!!" Chu Feng hanya berbicara pelan tapi suaranya terdengar menggelegar.


"Aku ingin lihat siapa yang berani menyentuh Chu Feng sehelai rambut pun?!!!" tiba-tiba muncul suara lain yang begitu dikenali si telinga para tetua.


"Ahhhh itu suara Senior Pedang Cahaya, senior Shi Xia" batin tetua Mo Gon terkejut.


"Tetua saya hanya ingin".


"Lancang!!!!".


Boooouuuummmmmm...


Duaaarrrrrrrhhhhhh...


Uukkhhhh....

__ADS_1


__ADS_2