
Keesokan harinya setelah pertempuran antara Chu Feng dan Chen Fa.
Kabar pertempuran antar Chu Feng dengan Chen Fa pun menyebar dengan begitu cepat, Chen Fa yang selama ini dianggap jenius langka ternyata bukan apa-apa dibandingkan Chu Feng.
"Chu Feng itu adalah jenius langka sesungguhnya, tetapi latar belakangnya belum jelas" diskusi para murid di sela mereka beristirahat.
"Dari kabar yang aku dengar ia berasal dari desa Gunung Yan, bukankah sangat mustahil jenius sepertinya berasal dari sana?".
"Apa yang kau tahu, senior ku ada di sana saat itu, ia bahkan mendengarnya langsung dari mulut Chu Feng, bahwa ia memang berasal dari desa Gunung Yan".
"Rasanya aku masih tidak percaya".
"Aisshh sangat membingungkan".
"Kalian di sana sudahi perbincangannya, segera lanjutkan latihan" perintah seorang tetua kepada para murid yang sedang asik membicarakan Chu Feng.
"Baik Tetua".
***
Kamar tetua Mo Gu...
Tetua Mo Gu sedang bersujud di hadapan seorang pria bertopeng berpakaian serba hitam, pria itu sedang menginterogasi tetua Mo Gu yang sedang gemetaran ketakutan.
"Apa ada b@jingan yang telah menghancurkan pedang giok darah, bahkan Teknik pemanggilan jiwa kematian terekspos?".
"Itu benar sekali tetua, itu bukan salah saya" tetua Mo Gu semakin gemetar ketakutan "Ini semua karena b@jingan Chu Feng itu, kalau saja ia tidak memprovokasi tuan Muda Chen Fa, mustahil teknik pemanggilan jiwa kematian akan terungkap secepat ini" batin tetua Mo Gu geram.
"Tidak berguna!!! Sekarang teknik pemanggilan jiwa kematian sudah terungkap oleh mu, sekarang kau tidak berguna" jawab pria bertopeng membentak tetua Mo Gu, ia mengeluarkan sebilah belati atau degger dari balik bajunya.
"Tidak tetua mohon kasihanilah saya, mohon berikan saya satu kesempatan berikutnya" melas tetua Mo Gu bersujud membenturkan kepalanya ke lantai sampai berdarah.
"Cihhh... Aku beri kesempatan terakhir untukmu, bunuh anak yang sudah menghancurkan pusaka pedang giok darah, lalu segera cari tahu letak kelemahan formasi itu" jawab pria bertopeng malas.
"Terima kasih Terima kasih atas kebaikan tetua, saya pasti akan menjalankan tugas dengan sebaik-baiknya" sudah tetua Mo Gu berkali-kali.
"Telan ini sekarang!!!" perintah tetua itu dengan paksa, ia memasukkan pil berwarna merah darah ke dalam mulut tetua Mo Gu.
"Ukkkhhh... pil apa itu tetua?".
"Jangan banyak tanya, pil itu baik untuk pemulihan dirimu, tanya lagi aku akan berubah pikiran".
"Tetua benar, terimakasih atas kemurahan hati tetua" tetua Mo Gu kembali bersujud. "Cihh ini pasti pil beracun, sejak kapan kalian para bajingan menjadi baik hati" batin tetua Mo Gu kesal.
"Bagus kau sadar diri juga, secepatnya kau cari selesaikan misi dari Aliansi, kalau gagal kau tahu konsekuensinya" pria bertopeng membalikkan badannya.
"Saya akan melakukan yang terbaik tetua".
"Huuuuhhh".
Wussshhhhhh.....
__ADS_1
Tiba-tiba pria bertopeng itu berubah menjadi kabut berwarna hitam pekat, kabut itu perlahan-lahan pudar dibawa angin. Suasana kamar tetua Mo Gu pun menjadi hening, tidak beberapa lama terdengar ketukan dari pintu kamar.
Tok... Tok... Tok...
"Aku datang!".
"Maaf tetua Mo, saya diperintahkan oleh tetua senior pedang Shi Xia, untuk meminta tetua Mo menghadap tetua senior pedang Shi Xia di dunia spiritual miliknya" jelas seorang murid utusan tetua Shi Xia setelah memberi hormat.
"Hmhmhmm aku mengerti".
"Kalau begitu murid ini pamit dulu tetua".
"Hmhmhmm".
"Bajingan para tua bangka itu" gumam tetua Mo makin kesal, ia langsung menuju ke tempat yang disebut tetua Shi Xia untuk bertemu dirinya.
***
Keesokan harinya...
Pagi tiba dengan begitu cepat, malam panjang yang begitu membosankan akhirnya berakhir sehingga seorang gadis muda isa bernafas lega. Cahaya jingga keluar begitu indah dari ufuk timur menambah suasana tentram dan damai pagi itu, cahaya menyilaukan dari cahaya matahari pagi tidak membuyarkan sedikit pun lamunan gadis itu, ternyata gadis itu adalah Qin Ying yang dengan setia menunggu Chu Feng sadar.
"Tuan Muda Mesum bagaimana keadaanmu sekarang?, aku sudah menunggumu sejak dua hari yang lalu tapi kau belum tersadar juga" batin Qin Ying sambil tetap fokus menatap ke arah Chu Feng yang terbaring.
"Dasar B@jingan atas dasar apa kau membuat nona muda ini menunggu kesadaranmu 2 hari ini?, Cihh sudahlah anggap ini sebagai hukuman karena telah membahayakan nyawamu" gumam Qin Ying berusaha menenangkan dirinya sendiri.
"Nona Qin Ying anda sebaiknya beristirahat sebentar dan menikmati sarapan yang sudah saya sediakan, sejak dua hari yang lalu anda tidak ada beristirahat sama sekali, dan terus duduk di dekat tuan muda Chu" tiba-tiba seorang murid wanita kira-kira berumur 20 tahun membuyarkan lamunan Qin Ying sejenak.
"Tapi Nona..."
"Sudah jangan tapi-tapi, sampaikan pesanku kepada ibunda ketua, kemungkinan besar aku sudah menemukan orang yang Ibunda ketua cari" jawab Qin Ying Malas.
"Ah baiklah kalau itu yang nona muda inginkan, tetapi ingat nona harus menjaga kesehatan, jangan sampai membuat yang ketua marah, lalu tidak mengizinkan nona yang menjalankan misi ini lagi" ujar murid itu setelah memberikan penghormatan, ia bangkit berdiri dari posisi duduknya meninggalkan Qin Ying dan Chu Feng.
"Baiklah aku paham jangan cerewet lagi, pergi sana".
***
1 minggu kemudian...
"Ukhhhh... Uhuukkkk... Uhuukk...!"
"B@jingan eh maksudku tuan muda Chu anda sudah sadar?!" Qin Ying terkejut sekaligus senang karena Chu Feng sudah sadarkan diri, akhirnya ia bebas tidak menunggu lama lagi.
"ukkhhh.... Berapa hari aku tidak sadarkan diri?" tanya Chu Feng sembari memegangi dadanya yang terasa sesak dan kepalnya terasa sakit.
"Kau sudah membuat ku hampir mati kebosanan tahu, kau tidak sadarkan diri sudah hampir 1 minggu ini b@jingan, hm hm sebaiknya aku beritahu mereka terlebih dahulu, Tuan muda mesum sebaiknya istirahat dulu dan jangan banyak bergerak" ujar Qin Ying tanpa semangat sembari berdiri.
"Kau mau kemana?".
"Kemana lagi? pastinya memberitahukan para tetua senior pedang bahwa kau sudah sadarkan diri" jawab Qin Ying memutar kedua bolanya malas, Qin Ying mendapatkan hukuman oleh tetua pedang Shi Xia setelah tau duduk masalah sebenarnya. Ia ditugaskan untuk mengawasi perkembangan Chu Feng, selama satu minggu penuh Qin Ying selalu berada di sisi Chu Feng.
__ADS_1
"Ukkhhhh... Ini sudah di kamarku rupanya? Ahhkkkk kepala ku sakit jika ingin mengingat kejadian sebelumnya" Chu Feng memengangi kepalanya, lalu ia bangkit untuk duduk lalu menutup matanya dan mengalirkan energi murninya untuk menyembuhkan dirinya sendiri. Lalu Chu Feng berusaha berkultivasi dan mencoba melihat tingkat kultivasinya sekarang, Chu Feng merasakan ia telah melakukan terobosan, Chu Feng naik 3 tingkat sekaligus, atas bantuan tetua agung misterius yang hanya ada suaranya itu. Di tubuhnya mengalir energi murni yang sangat nyaman, itu membuat lukanya berangsur-angsur sembuh.
"Ini?!! Monster ini malah naik 3 tingkat ketika ia koma?! Kekuatan dan auranya ini luar biasa kuat sekali" batin Qin Ying.
"Bagaimana bisa kau naik tiga tingkat sekaligus saat kau tidak sadarkan diri?" tanya Qin Ying.
"Tidak tahu?! mungkin karena aku jenius yang luar biasa?! " jawab Chu Feng sambil mengangkat bahunya.
"Cih b@jingan ini" batin Qin Ying geram.
"Terserah aku tidak akan ikut campur urusan mu lagi" jawab Qin Ying memutar kepalanya malas.
"Selamat Chu'er berhasil naik tingkat!!!, kau memang tidak salah mendapat gelar jenius sekte yang muncul 1000 tahun sekali" puji tetua Shi Xia sambil tersenyum pada Chu Feng, di belakangnya ada beberapa orang lainya, yang tidak lain adalah anggota dari sepuluh tetua senior pedang lainnya.
"Tetua Senior Pedang" Chu Feng dan Qin Ying memberikan hormat secara bersamaan.
Di mata tetua Shi Xia dan tetua senior pedang lainnya Chu Feng hanya naik 3 tingkat, padahal kultivasi Chu Feng yang sebenarnya sudah mencapai ranah alam kenaikan tingkat puncak. Satu langkah lagi ia akan menerobos ke ranah alam jiwa baru lahir, Ini semua berkat teknik penyamaran kultivasi, yang diajarkan oleh tetua agung misterius yang berada di dalam tubuh Chu Feng, menurut tetua agung misterius, belum saatnya menujukan kultivasinya yang sangat mengerti ini, sehingga meminta merahasiakannya.
Selain itu alasan kenapa Chu Feng bisa menerobos langsung 8 tingkat, adalah tetua agung misterius yang telah membantunya memurnikan jiwa kematian ranah alam raja, setelah memurnikan jiwa kematian, Chu Feng harus berada di dalam dunia spiritual tetua agung misterius, ia untuk menyerap kekuatan jiwa kematian untuk dirinya sendiri. Itulah alasan Chu Feng tidak sadarkan diri selama seminggu.
"Terimakasih tetua Shi Xia, ini semua berkat bimbingan para tetua semuanya" jawab Chu Feng sembari memberi hormat kepada tetua Shi Xia dan tetua senior pedang lainnya.
"Tuan muda Chu bagaimana keadaanmu?" tiba-tiba tetua Mo Gu memberikan hormat pada Chu Feng sekaligus menanyakan kabarnya.
"Kau? Bukannya kau salah satu tetua waktu itu?"
"Ahh aku merasa terkesan tuan muda masih mengingat tetua ini".
"Itu... Oh ya tetua bagaimana aku memanggilmu?".
"Tuan muda bisa memanggil tetua ini tetua Mo Gu, itu pun kalau tuan muda Chu berkenan".
"Tentu saja aku mau tetua Mo Gu" jawab Chu Feng sambil tersenyum manis.
"Ah syukurlah kalau begitu".
"Chu'er ku memang berbakat dan sangat beruntung, ada gadis cantik yang menemanimu selama koma" komentar tetua senior Pedang angin.
"Itu itu..."
"Hahahahahaha".
"Cih aku tidak akan disini kalau bukan perintah kalian juga tetua sialan, selain itu misi dari ibunda ketua juga harus aku selesaikan" batin Qin Ying.
-
-
-
Novel ini akan tetap berlanjut hingga tamat, jadi jangan lupa coment, vote dan juga likenya awas loh author maksa awokawok...
__ADS_1
Oh ya plz jangan didownload ya cerita author ini agar dapat retwiet dari pembaca... mohon bantuannya... terima kasih...