Legenda Pendekar Perintah Surga

Legenda Pendekar Perintah Surga
Kehadiran Musuh Pertama


__ADS_3

Di depan tugu batu puncak bukit pedang tunggal.


"Nak apa yang kau lihat".


"Ini!!! Semua goresan pedang ini terasa begitu mendalam, di dalamnya terkandung dao pedang sejati yang luar biasa. Hanya memandangnya saja rasanya ada tusukan tajam menghantam tubuhku" Chu Feng tanpa berkedip melihat seni pedang tunggal di tugu batu. muncul Kekaguman, dan rasa penasaran yang tinggi, Chu Feng merasakan niat pedang yang ada di dalam dirinya melonjak hebat.


"Bagus. Selamat nak itu artinya kau telah resmi memahami kultivasi mata surga, sekarang kau tidak perlu kuatir, seni rahasia apa pun yang dilihat oleh matamu. Maka itu akan sangat mudah untuk kau pahami, bahkan kau dapat melihat tembus pandang menggunakan mata surga" tuan Pedang turut senang akan hasil pelatih Chu Feng, sejujurnya tuan Pedang sangat kagum sekaligus iri, Chu Feng bisa menguasai mata surga tahap satu, hanya dalam waktu 2 bulan. Sedangkan ia dulu membutuhkan waktu berbulan-bulan.


"Tuan Pedang aku ingin segera mempelajari teknik rahasia Pedang Tunggal ini".


"Terserah kau saja aku tidak ikut campur, semua keputusan ada di tanganmu".


" Ini dia seni Rahasia Pedang Tunggal, aku datang".


Chu Feng segera duduk bersila, mencoba memahami arti mendalam dari goresan pedang. sebuah bayangan pedang berwarna emas kekuningan muncul, pedang emas itu mengelilingi Chu Feng perlahan. Kultivasi seni rahasia pedang Tunggal resmi dimulai.


***


2 bulan kemudian paviliun sepuluh tetua senior pedang.


"Aiissshh bocah itu, di mana dia sebenarnya?" tetua Shi Xia mondar mandir di aula utama paviliun. Di aula berkumpul sepuluh tetua pedang lainnya, semuanya sedang berdiskusi tentang Chu Feng. Dua bulan terkahir ia menghilang bak ditelan bumi.


"Shi Xia tua, bukankah dua bulan yang lalu. Chu Feng bersama diri mu? lalu bagaimana ia bisa menghilang" tetua senior pedang kegelapan terlihat juga cukup stress.


"Saat itu dia memang bersama ku saat di bukit pedang Tunggal, tetapi entah bagaimana tiba-tiba menghilang. Dua bulan ini aku sudah meminta seluruh murid luar mencarinya, tetapi sampai sekarang belum ada kabar. Yang benar saja apakah hal buruk terjadi?".


"Jangan panik kakak senior sekalian, aku yakin Chu Feng baik-baik saja. Ia adalah murid yang ku latih langsung, tidak ada yang bisa membahayakannya di murid luar. Kecuali....." tetua senior pedang Angin angkat berbicara dengan santai. Dikala semua tetua kuatir, hanya dia yang paling tenang. Malah terkesan tidak peduli.


"Kecuali apa??!!!" Semua tetua menatap tajam senior pedang angin secara bersamaan.


"Eh... hmm... kecuali itu kalian pasti mengetahuinya kan?" senior pedang angin terkejut mendapatkan tatap tajam, beberapa tatapan itu bahkan berisi niat pembunuh, terutama dari senior pedang es.


"Itu mustahil bukan kah pergerakan mereka terlalu mencolok, dan lagi murid luar merupakan teritorial ku, mustahil aku tidak menyadarinya" geleng tetua Shi Xia.


"Aku setuju. Bahkan setelah aku cek formasi pendeteksi, tidak menangkap pergerakan satu mahkluk asing apapun, jangankan menangkap tersentuh pun tidak pernah" jawab tetua senior pedang tanah, memang dirinya dan tetua senior kayu. Ahli di susunan formasi pendeteksi, setiap tetua senior pedang, memiliki tugas dan keahlian masing-masing. Tetapi tujuan mereka satu yaitu melindungi sekte.


"Aku rasa juga begitu mustahil mereka melakukannya di bawah pengawasan kita" setuju senior pedang es menggeleng kepalanya.

__ADS_1


"Lalu bagaimana Chu'er bisa hilang tanpa jejak?".


"Ini?" para tetua senior pedang saling berpandangan bingung.


"Kakak aku punya saran......" tetua senior pedang hendak mengajukan pendapat, tetapi tiba-tiba muncul seorang murid. Murid itu dengan tergesa-gesa berlari ke paviliun, lalu berteriak memanggil para tetua senior pedang.


"Tetua... hoshh... tetua aku..... punya kabar baik.... hosh dan juga kabar buruk..." murid itu ngos-ngosan sambil. memberikan penghormatannya.


"Tenangkan diri mu dulu, lalu katakan apa yang terjadi?".


"Kabar apa yang kau bawa, sampai tergesa-gesa seperti itu" tetua senior pedang kegelapan tidak sabar.


"Tetua Chu... Chu Feng sudah kembali ke sekte!".


" Apaaa?!".


"Di mana dia sekarang?!".


"Di puncak bukit pedang tunggal, ia sedang cekcok dengan salah satu murid dalam, kalau tidak salah itu Chen Bai, kakaknya tuan muda Chen dari keluarga emas" jawab murid itu gugup.


"Cepat kita harus kesana" ujar tetua Shi Xia.


"Benar kalau terjadi sesuatu dengan Chu'er bisa gawat" tetua senior angin langsung naik ke pedang dewa angin kebanggaannya.


"Adik tunggu".


Semua tetua senior pedang langsung melesat dengan pedangnya, kecepatan mereka bak kilat meleset ke arah puncak bukit pedang tunggal.


"Nak Terima kasih atas informasinya, kau istirahat dulu disini tetua ini akan segera ke sana" Tetua Shi Xia tergesa-gesa menaikan pedang nya. Ia terlihat panik sekali setelah mendengar kabar itu, ia termenung sehingga ditinggal para tetua lainya.


"Tetua bergegaslah, selamatkan tuan muda Chu, Tuan muda Chen Bai pasti akan membuat perhitungan, adiknya sudah dilukai oleh tuan muda Chu" hormat murid itu dengan berharap.


"Bodoh bukan Chu'er yang aku kuatir, tetapi Chen Bai ini, benar-benar bodoh mau jadi calon mayat apa?!" tetua S$_0/80hi Xia langsung melesat menebus awan.


"Eh apa maksud tetua?" murid itu termenung antara kaget, dan juga bingung.


***

__ADS_1


Puncak bukit pedang tunggal, 2 km jauhnya dari tugu batu.


"Chu Feng!!! jangan pikir dirimu sudah hebat karna sudah mengalahkan Chen Fa!!!".


"Oh... lalu apakah senior Chen Bai, ingin membalaskan dendam sampah keluarga Chen?" Chu Feng berkata dengan nada mengejek.


"Bajingan coba katakan sekali lagi!!!, ku pastikan kau akan merasa menyesal, pernah dilahirkan di dunia ini" geram Chen Bai.


"Semua Generasi keluarga Chen adalah sampah, keluarga Chen adalah sampah, menggunakan kekuatan dan pengaruh keluarga. Mengepung tanpa malu seorang junior seperti ini, bukankah itu hanya dilakukan oleh generasi sampah dari keluarga sampah?" jawab Chu Feng sinis.


"Hahaha siapa surut kau tidak mempunyai latar belakang yang kuat".


"Cih sampah!!!".


"Bajingan ini!!! semuanya bunuh dia, yang berhasil membunuhnya akan ku berikan 5.000 keping emas" perintah Chen Bai kepada para pendekar yang ia bawa, para kultivator itu rata-rata berada di ranah alam kenaikan tingkat 3-5, jumlahnya tidak sampai seratus orang, Chen Bai sendiri adalah kultivator ranah alam kenaikan tingkat 8.


semua orang itu adalah pengikut dan bawahnya, tidak hean Chen Bai berasa dari keluarga emas, jadi uang adalah senjata utamanya, selain itu pengaruh keluarganya juga salah satu faktor penting.


"Kepala murid luar ini milik ku".


"Jangan harap bonus 5.000 keping emas milikku".


"Mari bersaing, siapa pun yang membunuhnya. Maka bonus dari tuan muda Chen Bai menjadi miliknya".


"Tentu saja aku setuju".


" Cih para sampah ini menganggap aku sebagai mangsa lemah ya" batin Chu Feng.


_


_


_


***


Calon mayat:v

__ADS_1


__ADS_2