Legenda Pendekar Perintah Surga

Legenda Pendekar Perintah Surga
Kemunculan Beast Ilahi Kuno


__ADS_3

"Saudara-saudara ku mari lakukan" tetua Shi Xia maju paling depan, ia mengangkat tangannya ke depan.


"Langit dan bumi yang luas, yin dan yang tidak ada habisnya, ada angka dalam bentuk, ada bentuk dalam kebenaran. Melihat sesuai kebenaran, melakukan sesuai aturan, berkembang terus ke arah yang menguntungkan, dan lakukan sebaliknya, Emas, Kayu, Air, Api, Tanah. Lima unsur dasar Terima perintah, Lima unsur langit dan bumi, langit sebagai aturan, bumi untuk kehidupan, Formasi pemanggilan 5 elemen terbuka!!!!".


Shi Xia langsung meletakkan tangannya ke bawah, begitu terbentuknya formasi kuno berwarna warni di langit, muncul tekanan yang luar biasa, dengan disertai ledakan yang mampu menguncang langit dan bumi.


Bouuummmm....


"Ukkhhhh apa yang dipanggil para tua bangka itu" batin Dugu Yan.


Begitu formasi terbentuk sempurna, muncul sebuh paruh raksasa berwarna putih, secara perlahan munculah sosok beast ilahi kuno, sosok itu mengeluarkan perasaan tidak tertahankan, penindasan dari 5 elemen dasar dari langit dan bumi, membuat semua orang menjadi gusar, tidak terkecuali kubu Yang Huang sekalipun.


"Itu itu... beast kuno yang legendaris... Bi Fang tidak salah lagi, itu benar-benar Bi Fang 5 elemen!!!" semua orang terkejut sekaligus takjub, ini adalah pertama kali dalam hidup mereka melihat sosok beast kuno yang legendaris.


Nama Bi Fang berasal dari suara derak bambu dan kayu yang terbakar. Menurut catatan kuno, Bi Fang adalah beast pengendali 5 elemen dasar, yang hidup di pepohonan. Bi Fang terlihat seperti burung bangau bermahkota merah, namun hanya memiliki satu kaki (dengan kata lain hanya satu sayap), badan berwarna biru dengan bintik merah, dan paruh berwarna putih. Bi Fang tidak memakan biji-bijian dan melahap api, konon kemunculan Bi Fang membuat api besar. Legenda mengatakan bahwa ketika Huangdi( Kaisar Kuning, seorang tokoh pemimpin dan diakui sebagai leluhur semua orang Tionghoa (terutama Huaxia)). mengumpulkan hantu dan dewa di Gunung Tai, dia mengendarai kereta yang ditarik oleh naga, sementara Bi Fang menunggu di dekat kereta.



Ilustrasi Bi Fang


"Gawat-gawat kita tidak memiliki kesempatan menang melawan beast ilahi kuno" moral kubu Dugu Yan sekali lagi hancur.


"Diam...!!!" bentak Dugu Yan, ia juga tidak bisa menyembunyikan rasa terintimidasi ini, seluruh badannya gemetar dan mengeluarkan keringat dingin, mata merah Bi Fang sesakali menyapu bersih seluruh arena sekte pedang sejati.

__ADS_1


"10 tua bangka, kenapa kalian memanggilku lagi? apa kalian tidak takut vitalis kehidupan kalian terisap sampai habis haah?!!!" bentak Bi Fang kepada Shi Xia dan tetua senior pedang lainnya.


"Tuan Bi Fang tidak perlu kuatir, kami telah memikirkan matang-matang resikonya" jawab Shi Xia.


"Aisshh kalian orang tua bau tanah, kali ini siapa lagi yang harus ku lawan setelah pertempuran 5 tahun yang lalu" Suara Bi Fang terdengar mengelegar.


"Tetap mereka, Aula Dao. Bisakah kau mengatasinya?".


"hehehe, Tenang saja walau pun teman lama dulu muncul mereka pasti akan ku bantai semua" ujar Bi Fang langsung terbang ke langit yang lebih tinggi.


"Nah para rubah tua, bukankah kalian terlalu lama bersembunyi?, segera keluar lah hadapi aku" ujar Bi Fang yang membuat semua orang kebingungan.


"Bi Fang jangan terlalu sombong!!!" Tiba-tiba terdengar 10 suara bersamaan memperingati Bi Fang. Muncul secara tiba-tiba dari kekosongan 10 orang tua dengan jangut panjang, mereka menggunakan pakaian serba putih dengan bermacam senjata yang terbang mengelilingi mereka


"Dendam kematian paus Agung ke 7 lima tahun yang lalu, harus dituntaskan hari ini!!!" salah satu tetua dari aula Dao murka.


"Hahaha itu pun kalau kalian mempunyai kemampuan!" ejek Bi Fang.


"Kami sudah mempersiapkan lawan yang sesuai untuk mu, saudara ku bentuk formasi" seperti yang dilakukan oleh 10 tetua senior pedang tadi, 10 tetua aula Dao membentuk formasi pemanggil.


"Kesempatan menciptakan, tidak bisa tanpa kehidupan, tetapi juga tidak bisa tanpa kendali, awal terbagi yin dan yang terpisah, siklus hidup dan mati tanpa henti berjalan, jalan surga dan bumi tidak ada habisnya, Munculah Tao Wu!!!".


Formasi berwarna hitam pekat muncul di langit, bersamaan dengan itu aura langit dan bumi semakin kacau, aura kejahatan dan aura membunuh memenuhi langit dan bumi, bahkan loncet perak Yan Huang retak akibat aura hitam dari Tao Wu ini.

__ADS_1


"Menjijikkan!!! kalian mencari lawan dari dunia bawah untuk ku?, raja ini tidak Terima!!!!" Bi Fang langsung menyerang 10 tetua aula Dao dengan membabi buta, tetapi serangan itu ditangkis oleh suatu aura hitam pekat, aura itu bagaikan sebuah perisai tanpa tanding.


"Bi Fang... Lawanmu adalah aku" suara yang begitu berat dan sarat dengan aura kematian, inilah beast ilahi kuno dari dunia bawah yang legendaris.


Dari pusat Formasi 10 tetua aula Dao muncul sosok beast mengerikan, aura kematian mengelilingi tubuhnya tanpa henti, Dalam mitologi Tiongkok tao wu adalah binatang buas dalam legenda kuno. Legenda ini adalah salah satu dari "empat kejahatan" di zaman kuno. Ia memiliki wajah manusia dan tubuh hewan, punggung harimau, punggung beruang, dan kekuatan tak terbatas. para dewa di jaman kuno telah menyegelnya di neraka selama ratusan tahun, tetapi itu menjadi kesalahan fatal karena ia malah menjadi beast yang memakan jiwa orang yang meninggal, Tao Wu adalah musuh abadi dari raja neraka dan alam bawah, yaitu raja Yaman karena selalu menganggu jalur inkarnasi semua makhluk.



Ilustrasi Tao Wu


"Tao Wu bajingan kau kira aku takut padamu?!".


"Hahaha Beast ilahi dunia langit, kalau aku bisa menikmati tubuhmu? mungkin aku bisa menjadi raja beast ilahi kuno" ujar Tao Wu.


"Dalam mimpimu!!!" Bi Fang menerjang, mencakar, menyermburkan api dan elemen lainya tanpa henti, pertempuran keduanya begitu intens hingga menyebabkan langit dan bumi seperti runtuh, semua pendekar merinding menyaksikan pertarungan brutal 2 beast ilahi kuno, satunya adalah mahkluk jahat dari dunia bawah, dan satunya adalah beast suci dari langit alam surga.


"Terlalu mengerikan, kalau begini provinsi Wuan bisa hancur" batin semua orang menyaksikan bagaimana gunung yang besar dan kokoh, hancur lebur hanyar terkena hantaman energi keduanya, gelombang kejut menyapu bersih arena ribuan meter, lautan api terbentuknya dengan cepat, aura kematian mendominasi provinsi Wuan, hingga membuat semua orang kesulitan bernafas.


"Chu Feng...!!! jangan ke sana nak berbahaya!!!!".


Para tetua, Yan Huang dan tetua senior pedang juga pihak aula dao terkejut bukan main, melihat sosok seorang pemuda melesat tanpa beban ke arah 2 beast ilahi kuno yang sedang bertempur, Shi Xia lah yang paling panik, ia melihat sosok Chu Feng tersenyum padanya sebentar lalu melesat terbang.


"Chu'er!!!!".

__ADS_1


__ADS_2