
Trang... Trang...
Buuukkkk...
Ukhhhkk...
"Hebat... hebat sekali junior Chen Fa ini, sepertinya tetua Mo Gu mendidik dan mengajari Tuan Muda dari keluarga emas dengan baik" puji salah satu tetua yang hadir melihat latihan di arena tanding sekte pedang sejati
"Tetua terlalu memuji, semua ini tidak mungkin terjadi tanpa kerja keras dari Chen'er sendiri. Aku hanya menuntun dan memberi arahan untuk meningkatkan akar bela dirinya ,dan juga membetulkan yang salah dari kultivasinya agar makin berkembang" Tetua Mo Gu berusaha merendah.
"Tetua Mo terlalu merendahkan diri, jelas-jelas ini semua karna dirimu yang mengajarinya secara langsung. Betul kata orang buah tidak akan jatuh jauh dari pohonnya, tetua Mo Gu sangat berbakat saat muda dan muridnya pun begitu tidak kalah berbakat dari mu" puji tetua yang lain, ia terkenal ahli menjilati orang lain dengan skill lidah emas pembawa untungnya.
"Tetua tetua sekalian terlalu baik".
"Hahahaha kita adalah saudara perguruan sejak kecil, bagaimana bisa kau tidak mengenal sifatku sejak dulu" semua tetua terlihat bahagia saat itu.
"Ahhhh tetua benar... Hahahaha..."
"Mari kembali fokus ke latih tanding ini tetua Mo, aku yakin Chen'er akan menang berturut-turut lagi seperti biasanya" Tetua yang lain langsung mengalihkan pandanganya ke tengah lapangan latihan sekte, di tengah lapangan berdiri Chen Fa dengan gagah menatap seluruh penonton yang hadir.
"Tetua terlalu berlebihan lagi".
"Hahahahaa".
"Siapa lagi yang ingin berlatih tanding denganku?!!" Chen Fa berteriak menantang setiap murid dari sekte pedang sejati.
"Siapa yang berani bertanding dengannya, jelas-jelas ia itu murid jenius dan berbakat dari kita. Masih umur 17 tahun tetapi sudah berada di ranah alam kenaikan tingkat 5, bahkan dari sekte besar pun jarang memiliki bakat seperti Chen Fa" para murid heboh membahas bakat Chen Fa.
"Kau benar aku jadi iri padanya".
"Hey itu wajar saja kan? dia itu anak dari keluarga emas yang hebat, aku dengar ayahnya adalah seorang yang berada di ranah Alam Surga tingkat 10, pastinya bakat hebat ayahnya akan turun pada Chen Fa juga" tambah murid lain.
"Kau benar kawan, Chen Fa bahkan mendapatkan pelatihan khusus dari tetua Mo Gu secara pribadi. Hal ini tentunya bisa membuatnya menjadi pendekar hebat, aku yakin tidak sampai usia 50 tahun Chen Fa akan mencapai ranah alam surga".
"Aaahh aku menjadi makin iri saja padanya".
"Sssttt kecilkan suara kalian, apa kalian sudah tidak nyawa kalian kalau hal ini terdengar tetua Mo Gu atau Chen Fa?" peringat salah satu murid senior pada para murid junior yang sedang asik membicarakan Chen Fa.
"Senior benar, kita harus jaga bicara".
"Ya ya".
"Hey apa tidak ada yang berani lagi menghadapi ku?!!, kalian ini sungguh payah!!" Chen Fa menatap para murid sekte yang b
erjumbel di bawah panggung area tanding, para murid yang ditatap segera menundukkan kepala mereka, tidak berani membalas tatapan Chen Fa yang menurut mereka sangat mengintimindasi mereka.
"Biarkan aku yang mencobanya!!!" tiba-tiba seorang anak muda yang mengenakan dengan aura berbeda dari seluruh penghuni sekte mengangkat tangannya, para murid sekte segera membuka jalan bagi pemuda asing itu. Terlihat ia didampingi oleh seorang gadis muda nan cantik berambut biru giok di sampingnya, Di belakangnya berjalan seorang pria sepuh yang amat di kenal oleh para murid sekte pedang sejati
"Itu tetua Sun Lang dan Qin Ying murid yang bakatnya setara dengan Chen Fa, dan siapa tuan muda asing itu? Berani-beraninya ia menantang Chen Fa benar-benar cari penyakit" para murid kembali ramai membahas kehadiran tuan muda yang pertama kali mereka lihat di sekte, bahkan orang itu didampingi oleh tetua Sun Lang dan Qin Ying secara langsung.
"Kau benar, dia benar-benar mencari penyakit saja dengan menghadapi Chen Fa".
"Junior Qin Yue?! Tetua Sun Lang!?" Chen Fa terkejut begitu menyadari orang yang mendampingi Tuan Muda yang pertama kali ia lihat ini.
__ADS_1
"Apa kabar Chen Fa" Qin Ying menyapa Mo Xiao dengan senyum tipis.
"Ah rupanya masih belum berubah, masih dingin saja pada semua orang terutama kepadaku" batin Chen Fa.
"Apa kabarmu Chen'er?" sapa tetua Sun Lang sambil menyungingkan senyuman ramah di bibirnya.
"Ahhh aku... Aku baik tetua, bagaimana keadaan tetua sendiri?" Chen Fa tersadar dari lamunannya.
"Aku baik" tetua Sun Lang memberi kode pada Chen Fa, agar tidak menyapa Qin Ying untuk sekarang. Ia kembali melihat sifat dingin Qin Ying muncul ketika kembali memasuki area tanding, tawa dan senyum di wajahnya tadi langsung hilang bagaikan ditelan bumi.
"Maaf saudara... Apakah aku bisa berlatih tanding dengan anda" tanya pemuda asing sopan.
"Tentu saja boleh... Tetapi sebelumnya tolong perkenalkan dirimu pada kami semua" Chen Fa memberi senyuman termanisnya pada pemuda itu.
"Baiklah kalau begitu".
Tuan muda itu pun menaiki anak tangga panggung latih tanding, begitu sampai di samping Mo Xiao pemuda itu berhenti. Ia kemudian mengarahkan matanya menyapu seluruh sekte, kini banyak mata mengarah padanya tidak terkecuali tetua Mo Gu dan tetua lainnya.
"Apa kabar semuanya?... Maaf sebelumnya aku menganggu aktivitas latih tanding tuan muda Chen, di sini aku ingin memperkenalkan diriku pada kalian semuanya. perkenalkan nama ku adalah Chu Feng umur 17 tahun, tingkat kultivasiku ranah alam Kenaikan tingkat 2. Salam kenal semuanya dan mohon bimbingan" Chu Feng memperkenalkan dirinya, Chu Feng agak canggung karena ini pertama kalinya ia akan bertarung dilihat oleh banyak orang
"Apa...! Dia sudah mencapai ranah anak kenaikan tingkat 2, umurnya baru 17 tahun tapi sudah sehebat itu, bukankah bakatnya tidak terlalu buruk dari tuan muda Chen Fa" para murid sekte pedang sejati terkejut mendengar hal itu.
"Itu aneh aku melihat fisiknya terlihat seperti seorang pria dengan umur 20 tahun, badannya terlalu besar untuk seorang anak berusia 17 tahun".
"Hey kau tidak pernah mendengar kalau seseorang yang terlalu sering berlatih, fisiknya akan menjadi semakin lebih cepat menua daripada usianya".
"Aku baru mendengar hal yang seperti itu".
"Baik-baik lain kali aku akan ke sana".
"Bakatnya tidak kalah dari Chen Fa, bahkan bisa dibilang ia juga seorang anak jenius berbakat, kalau bisa berkembang beberapa tahun lagi mungkin ia akan menjadi naga di antar naga" remuk para tetua yang menonton dari podium khusus.
"Kau benar dia pasti anak dengan latar keluarga besar di luar sana"
"Kau mengenalinya?" para murid sekte pedang sejati mulai ramai lagi, mereka semua memperhatikan Chu Feng dengan teliti.
"Tidak aku tidak mengenalinya sama sekali" sahut murid lain.
"Aaaiiiihhh ku sangka dia adalah murid dari keluarga terkenal mana, dan juga marga Chu aku jarang sekali mendengarnya" para murid memiliki asumsi masing-masing.
"Saudara Chu Feng apakah aku boleh bertanya kamu ini berasa dari Keluarga besar mana?" tanya Chen Fa sambil memperhatikan Chu Feng dari atas sampai bawah, ia sama sekali belum pernah melihat orang seperti Chu Feng sebelumnya. Sosoknya misterius bahkan Chen Fa yang dari keluarga emas pun tidak mengenalnya.
"Aku berasal dari desa gunung Yan, aku bahkan memiliki rumah dan kepala desa Li di sana" jawab Chu Feng jujur.
"Apa kau bilang berasa dari desa Gunung Yan? desa miskin dan tertinggal itu?, Ffhhttttt hahaha.... tuan muda Chu suka becanda ternyata, tapi kalau pun itu benar bagaimana kultivasimu bisa begitu tinggi?. Apakah kau memiliki master di luar sana?, apakah master mu itu hebat dan apakah master tidak berasal dari desa gunung Yan juga" Tanya Mo Xiao bertubi-tubi.
"Tuan muda Chen aku tidak bisa menjawab hal itu semuanya, tetapi yang jelas aku memang memiliki lebih dari 1 master yang mengajariku".
"Aahhahaha tuan muda Chu benar benar aku terlalu banyak bertanya masalah pribadimu, maafkan aku yang sudah terlalu merepotkan mu junior tuan muda Chu".
"Tidak tidak tuan muda Chen tidak perlu meminta maaf, wajar kalau kita selalu memiliki rasa penasaran akan sesuatu. Kita akan bertanya untuk mendapat jawaban yang memuaskan, seharusnya aku yang meminta maaf karena tidak bisa menjawab pertanyaan tuan muda Chen" Chu Feng agak dingin di akhir kalimatnya.
"Tidak tidak begitu".
__ADS_1
"Baik tuan muda Chu apakah kita bisa berlatih tanding sekarang?".
"Tentu saja boleh... Tetapi di mana pedangmu?" Chen Fa kebingungan melihat Chu Feng tidak membawa pedang sama sekali.
"Ahh itu... Anu tuan muda Chu maksudku aku tidak memiliki pedang, dan aku terbiasa bertarung dengan jari" jawab Chu Feng tersenyum canggung sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
"bertarung dengan jari? tuan muda Chu ini benar-benar suka mencari masalah, dengan menantang pendekar pedang yang tingkatnya lebih tinggi dari dirinya" para murid sekte kembali ramai mendengar hal itu.
"Kau benar dia itu sombong sekali mentang-mentang memiliki bakat yang tinggi, dan tidak menyadari batasannya sendiri".
"Sudahlah mari kita lihat bagaimana senior Chen Fa memberinya pelajaran".
"Apa?? Kau serius akan bertarung menggunakan jari? Yang benar saja aku tidak ingin menindas mu" Chen Fa tidak habis-habisnya mendapatkan kejutan dari Chu Feng.
"Tuan muda Chen Fa tenang saja aku akan berusaha semaksimal mungkin" jawab Chu Feng menatap Chen Fa.
"Baiklah nanti jangan bilang aku menindas mu ya".
"Tuan muda Chen tenang saja".
"Baiklah majulah".
"Aku mulai Tuan muda Chen...hiyaaaaa".
Sementara itu di tempat duduk khusus para tetua sekte...
"Pemuda ini sepertinya cukup menarik... Aku yakin ia memiliki se suatu yang menarik perhatian, sehingga tetua Sun Lang dan Qin Ying sampai membawanya kemari untuk berduel melawan Chen Fa" batin tetua Mo Gu sambil mengelus-elus jengot panjangnya.
"Tetua Mo Gu apa kau mengenal siapa pemuda itu?".
"Tidak aku tidak kenal siapa dia" jawab tetua Mo Gu tanpa mengalihkan perhatiannya dari panggung lapangan latih tanding.
"Aku kira dia adalah salah satu tuan muda dari keluarga teratas".
"Errrrr itu... Itu tidak usah dibahas lagi ayah" tetua Mo Gu mengalihkan pandangnya kembali ke lapangan.
"Itu kan putri Qin Ying yang bakat nya setara dengan Chen Fa dan juga tetua Sun Lang?, kapan mereka kemari?".
"Entahlah aku pun tidak tahu, yang jelas keduanya lah yang membawa kembali pemuda asing itu bersama mereka".
"Aiiihh siapa pemuda itu sebenarnya?, sampai-sampai Qin Ying dan tetua Sun Lang begitu antusias memperhatikannya".
"Entahlah aku yakin pemuda itu menarik perhatian Qin Ying, dia memiliki daya tarik tersendiri yang membuat putri es seperti Qin Ying memperhatikannya".
"Tetua Mo Gu benar".
_
_
_
***
__ADS_1