Legenda Pendekar Perintah Surga

Legenda Pendekar Perintah Surga
Pencerahan


__ADS_3

Suara Menyilukan dari seruling iblis hijau milik Dugu Yan, menciptakan medan suara yang menakutkan, banyak di antaranya kultivator yang terluka, bahkan ada yang langsung meninggal di tempat, tak kala sementara itu pendekar ranah alam surga pingsan, para pendekar alam raja mengeluarkan darah dari telinga.


"Sial... Inikah suara seruling iblis hijau... arrkkk rasanya jiwaku tersabik" rintihan para kultivator ranah alam raja, mereka sambil menutupi telinga masing-masing, walaupun begitu darah segar tetap mengalir keluar.


Para pasukan dari Dugu Yan yang kacau balau menjadi tenang, antar takut akan seruling iblis hijau, dan juga moral mereka telah kembali, setelah melihat kekuatan seruling iblis hijau.


"Aku harus bisa mengulurkan waktu sebanyak-banyaknya, menunggu tetua Aula datang, hanya mereka yang bisa bersaing dengan Ten Elements Dao" batin Dugu Yan tanpa henti meniup seruling iblis hijau nya.


Dao suara adalah salah satu Dao yang sangat sulit di tangani, bahkan Ten Elements Dao tidak berani bertindak gegabah, Dao suara tidak bisa ditepis oleh energi murni berbentuk seni rahasia apa pun, tetapi kalau itu seni rahasia yang terkhusus untuk melawan Dao suara, maka mungkin kau akan memiliki sedikit kesempatan, hal itu juga kembali ke tingkat kultivasi lagi.


"Dugu Yan... ku akui Dao suara mu memang hebat, tetapi kau pikir sekte ku tidak memiliki artefak pengangkal Dao suara?!!!" Yan Huang mengeluarkan sebuah lonceng berwarna hitam, lalu lonceng itu membesarkan sebesar gunung, lalu menutupi seluruh sekte pedang sejati, efek suara seruling iblis hijau pun tidak berpengaruh.


"Cih sial artefak rank Perak tipe pertahanan Dao suara" batin Dugu Yan.


"Seruling Iblis Hijau memang sesuai dengan reputasinya" batin para tetua di pihak Yan Huang.


"Hahahahaha... mari kita lihat sampai kapan artefak lonceng mu bisa bertahan, entah itu energi murni ku yang habis duluan atau dirimu" ujar Dugu Yan merendahkan.


"Sial konsumsi energi murni lonceng perak sangat banyak, mungkin aku hanya bisa bertahan beberapa jam lagi" batin Yan Huang.


***


5 km dari tempat pertempuran... di sebuah tempat tersembunyi, di bawah kaki sebuah gunung besar.


"Tuan pedang aura mereka semua sangat luar biasa" Chu Feng sangat takjub dengan cahaya di langit, semuanya memancarkan aura menakutkan, kali ini Chu Feng baru menyadari betapa luasnya dunia ini. Walau pun jaraknya dengan pertempuran sangat jauh, tetapi Chu Feng bisa melihat semuanya dengan jelas, ini semua berkat mata surganya.


"Anak bodoh kenapa kau berkeliaran di saat seperti ini, bukan kah lebih baik bersembunyi dengan para murid yang lain?" keluh tuan pedang pada Chu Feng.

__ADS_1


"Itu... haha maafkan aku tuan pedang, ini... bagaimana mungkin aku melewatkan momen langka ini, menyaksikan pertempuran para kultivator ranah alam emperor, setidaknya aku akan mendapatkan beberapa manfaat untuk kultivasi ku" jawab Chu Feng sambil mengaruk kepalanya yang tidak gatal.


"Ahh sudahlah itu adalah keputusan mu" jawab tuan pedang. "Bagus nak kau memang seperti harapanku, seorang kultivator tidak akan bisa menjadi kuat, ia harus mengalami yang namanya hidup dan mati, cobaan seperti inilah yang akan meningkatkan potensi diri. Aku harap kau mendapatkan manfaat dari pertempuran ini" batin tuan pedang.


"Tuan pedang tidak perlu kuatir aku memiliki caraku sendiri" jawab Chu Feng.


"........"


Karena tidak ada lagi jawaban dari tuan pedang, Chu Feng mengalihkan perhatiannya pada pertempuran, efek seruling iblis hijau pun tidak luput mengenai Chu Feng, bagaimana pun letak persembunyian Chu Feng, tidak terlindung oleh artefak loncek perak.


"Arrkkk... apaan ini telinga ku sangat sakit, jiwaku seolah-olah di cabik-cabik suara seruling ini" teriak Chu Feng.


"Nak cepet gunakan niat pedangmu, arahkan ke indra pendengarmu, lakukan itu terus menerus sampai suara seruling ini hilang" perintah tuan pedang.


"Baik tuan pedang" Chu Feng langsung duduk bersilah, ia memfokuskan energi murninya di telapak tangan, lalu dengan cepat Chu Feng mengubahnya menjadi niat pedang, lalu menotok pangkal urat penting telinganya berdasarkan arahan tuan pedang.


"Tuan pedang apa itu sebenarnya?" tanya Chu Feng masih posisi duduk bersila.


"Salah satu dari banyaknya Dao di dunia, itu adalah Dao suara" jawab tuan pedang singkat.


"Dao suara? itu terlalu mengerikan jiwaku hampir hancur dicabik-cabik" jawab Chu Feng sambil mengingat kejadian tadi.


"Dao suara memang salah satu Dao paling mengerikan di dunia, selain karena daya hancurnya yang luar biasa, Dao suara sangat sulit ditangani, perbandingannya apabila itu kultivator di ranah yang sama, Kultivator Dao suara pasti akan lebih di untungkan".


"Benar-benar mengerikan!!" Chu Feng tidak dapat membayangkan, apabila bertemu dengan musuh sekuat Dugu Yan di masa depan nanti.


"Nak semuanya tentu ada sebab akibatnya, Dao suara memang sangat mengerikan, tetapi itu sulit untuk di kultivasi, sama halnya dengan Dao pedang" Tuan pedang mengingat masa lalunya dulu, sebelum ia menjadi pedang yang sekarang banyak hal yang dilaluinya.

__ADS_1


"Aku pernah seperti dirimu nak, seiring perjalanan aku bertambah kuat, hingga akhirnya menjadi puncak dari seluruh pedang di dunia" batin Pedang agung.


"Tuan pedang apa sebenarnya arti sejati dao, sampai membuat kultvator meresikokan nyawa untuk mencapainya?" tanya Chu Feng tiba-tiba.


"Hahaha pertanyaan bagus nak... alasan kultivtor berlatih susah payah sampai meresikokan nyawa mereka, tidak lebih dari dua kata... Martial Dao!!!".


"Martial Dao?" Chu Feng bergumam.


"Apa itu Dao? kalau ada 100 bagian, maka Dao yang Agung akan menjadi 50. Surga yang luas menjadi 49, ada 3000 jalan dao yang Agung, dan itu berputar-putar tanpa batas. Beberapa orang berkata perjuangan adalah Dao, sebagian berkata seni adalah dao, sebagian berkata alam, pepohonan, sungai, danau adalah Dao, beberapa bahkan mengklaim semut kecil di tanah adalah Dao. Nak... meski kau bertanya padaku apa itu Dao sejati?, aku hanya akan bilang bahwa aku adalah dao itu sendiri, di mana pun aku berada, di situlah dao berada. Jalani lah jalan mu sendiri, dan buatlah Dao mu sendiri, mengikuti jalan yang lainnya, hanya akan membuat mu terus mengejar di belakang mereka selamanya" jawab tuan pedang dengan detail.


"Apakah kau mengerti nak?".


"Menjalani jalanmu sendiri? dan membuat dao mu sendiri?!!!" Chu Feng langsung memejamkan matanya, ia mendapatkan pencerahan yang begitu berharga, ia di ambang penerobos ranah naik ke ranah alam surga.


"Bagus Tampaknya kau mengerti" Tuan pedang takjub akan kemapuan dan pemahaman Chu Feng, daya tanggap dan bakat Chu Feng memang sangat mengerikan, tidak heran surga saja bisa iri dengan dirinya.


Suasana alam menajdi semakin mencekam, udara semakin bergerak dengan kecepatan tinggi, guntur dan kilat menyambar tanpa henti, langit seolah-olah sedang bersiap berperang, sambaran petir menghancurkan puncak-puncak batu di sekte pedang sejati.


_


_


_


_


_

__ADS_1


***


__ADS_2