Legenda Pendekar Perintah Surga

Legenda Pendekar Perintah Surga
Chu Feng Vs Qin Ying


__ADS_3

Tring... trang... trangg.... tringg...!!!


Dentuman keras menggetarkan arena no 1, dalam hitungan menit ratusan pedang beku menghantam Buo Yang, Yi Dong, Gong Yu, dan Gao Suya tanpa henti. Mulut penonton menganga melihat pemandangan luar biasa ini, Teknik pedang dari keempat pemuda itu hancur oleh teknik Qin Ying. Tetapi tidak sampai di situ saja Buo Yang, Yi Dong, Gong Yu, dan Gao Suya. mengeluarkan artefak armornya masing-masing.


Duarrrkkk... booooouummm...!!!


"Uukkhhh... sialan mereka menggunakan artefak armor" keluh Qin Ying yang terkena serangan balik, pantulan energi dari 3 artefak rank perak itu memberikan dampak yang tidak sedikit.


"Apakah butuh bantuan ku?" tawar Chu Feng melalui suara spiritual.


"Cih tidak perlu, setelah mengurus mereka, giliran mu yang selanjutnya" jawab Qin Ying kesal.


"Terserah kau saja".


"Hahaha nona Qin Ying jangan menyakiti dirimu lagi, artefak armor rank perak kami ini bukan suatu hal yang bisa nona lawan" ejek Bou Yang.


"Terlebih lagi menggunakan seni rahasia rank 5 tadi, seharusnya menghabiskan banyak energi murni nona Qin kan? Sebaiknya nona menyerah saja" tambahan Yi Dong.


"Apa yang kalian tahu? dasar anak-anak manja!!! yang bisanya hanya menggunakan artefak saat pertempuran" ejek Qin Ying tidak peduli.


"Kau..." Gong Yu mengepalkan tangan.


"Sudahlah jangan banyak bicara dengannya, ayo cepat selesaikan urusannya dengannya. Setelah itu kita harus mengurusi si monster Chu Feng itu" ingat Gao Suya.


"Saudara Gao benar, mari akhiri ini dengan cepat" jawab Yi Dong.


Keempat tuan muda itu mengeluarkan sesuatu dari cincin penyimpanannya masing-masing, muncul aura yang cukup membuat para penonton gemetar. Aura itu memiliki aura membunuh yang cukup kuat, sudah bisa di tebak itu adalah artefak tipe penyerang rank perak tingkat rendah. Qin Ying tidak menduga masing-masing dari tuan muda ini, memiliki 2 artefak rank perak dengan tipe penyerang dan pertahanan.


"Benar-benar tuan muda dari kalangan keluarga dengan latar belakang kuat, dengan mudahnya mengeluarkan 2 artefak rank perak sekaligus" komentar para tetua.


"Cih benar-benar mengganggu, apakah aku harus menggunakannya?" batin Qin Ying ragu-ragu.


"Huuuhh sebenarnya ini aku persiapan untuk menghadapi Chu Feng sialan itu, tetapi tidak ku sangka kalian sampai memaksa ku menggunakannya sekarang. Jadi kalian seharusnya sudah merasa bangga" ujar Qin Ying sambil mengeratkan kepalan tangannya.


"Apa maksudnya?".

__ADS_1


Qin Ying tiba-tiba melayang di udara sambil membentang kedua tangannya, ia mengusap halus cincin penyimpanannya perlahan. Dalam hitungan detik muncul aura yang lebih menakutkan, aura itu lebih mendominasi dari artefak milik keempat tuan muda tadi, semua orang meneguk air liurnya merasakan aura mengerikan itu, muncul cahaya emas terang menyelimuti Qin Ying, dengan gerakan seperti mencabut pedang dari ruang hampa, Qin Ying menarik sebuh pedang yang memancarkan aura menakutkan tadi. Semua mata terbelak, menyaksikan apa yang ditarik keluar oleh Qin Ying.


"Itu... itu artefak rank emas tipe penyerang?!!!" semua penonton terkejut bukan main, bahkan para tetua saja tidak memiliki artefak rank emas.


Artefak rank emas bukanlah suatu hal yang bisa dimiliki oleh sembarangan orang, bahkan di provinsi Wuan sendiri artefak rank emas tidak lebih dari lima. Para keluarga tingkat tinggi seperti keluarga emas, perak, dan perunggu hanya memiliki 1, sedangkan penguasa provinsi Wuan juga memiliki 1. Latar belakang Qin Ying pastinya bukan suatu hal yang bisa diremehkan, artefak rank emas tipe penyerang tingkat rendah milik Qin Ying berbentuk sebuah pedang.


"Mustahil itu... itu... Frozen heart sword (Pedang Hati Beku) yang legendaris!!!" para tetua yang mengenal pedang di tangan Qin Ying terkejut bukan main.


"Siapa gadis ini sebenarnya? apa mungkin?..."


"Kau... kau siapa kau sebenarnya?!!!" teriak keempat tuan muda tadi terkejut, mereka merasakan aura dingin yang menakutkan dari artefak rank emas milik Qin Ying.


"Benar-benar mengganggu sekali, kalian berempat segera menyerah atau... " ancam Qin Ying sambil mengarah mata artefak rank emasnya yang berbentuk pedang.


"Kau berani....!!!".


"Ukkhhhh... ukkhh... aaahkkk... dadaku" keluh Buo Yang, Yi Dong, Gong Yu, dan Gao Suya bersamaan.


Buo Yang, Yi Dong, Gong Yu, dan Gao Suya tiba-tiba merasakan aura es yang begitu menusuk, kulit mereka seakan mati rasa, dinginnya aura es yang dipancarkan pedang hati beku bukan main-main. Aura itu tidak sampai di situ saja dada keempat tuan muda itu menjadi sesak, keempatnya merasakan hatinya seperti membeku oleh es, Tidak diragukan lagi perbedaan artefak rank emas dan perak sangat jauh.


"Hmhm bagus" ujar Qin Ying sambil tersenyum manis.


"Luar biasa keempat peserta lainnya sudah menyerah, artefak rank emas memang sesuai reputasinya, hanya dengan auranya saja membuat lawan menyerah, selanjutnya ini akan menjadi duel antar Chu Feng dan Qin Ying... akankah Chu Feng menyerah juga" umum tetua senior pedang kegelapan, para penonton berdecak kagum akan artefak rank emas milik Qin Ying.


"Chu Feng bagaimana apakah kau akan menyerah?" tanya Qin Ying sambil tersenyum.


"Huuhh... Menyerah? maaf aku Chu Feng sejak lahir tidak tahu cara menuliskan kata "MENYERAH", nona Qin Ying silahkan dimulai" jawab Chu Feng sambil tersenyum dingin.


"Hooh bagus bagus kau membuat nona muda ini marah, kalau begitu jangan bilang kalau aku menindas mu ya". ujar Qin Ying tidak suka.


Duaaaaarrkkkk...


Setelah mengucapkan kata-kata itu Qin Ying meleset bak sebuah peluru meriam, ia berputar mengelilingi Chu Feng dengan kecepatan tinggi, Chu Feng tetap dengan posisi tenangnya, ia memperhatikan apa yang dilakukan oleh Qin Ying, dengan kecepatan kilat Qin Ying menyerang Chu Feng membabi buta, dalam hitungan detik keduanya sudah bertukar ratusan gerakan pedang, suara dentuman dan gelombang kejut begitu mengerikan, Chu Feng terlihat biasa saja melawan artefak rank emas milik Qin Ying, sementara Qin Ying menjadi semakin marah melihat Chu Feng tidak kesulitan sama sekali.


"Huuuhhh... Teknik Frozen Heart Sword, Domain Pedang Es" Qin Ying melepaskan aura dingin yang begitu luar biasa, arena menjadi mencekam oleh aura dingin itu, Qin Ying yang mempelajari dao pedang dengan atribut es, memiliki keuntungan di arena es itu, kecepatannya bertambah tajam kemampuannya bertarung nya meningkatkan 10% persen.

__ADS_1


"Ritme serangannya berubah" batin Chu Feng.


"Niat pedang api, Pedang Terik Matahari".


Bouuummmm....!!!!


Ledakan karena bentrok 2 energi yang bertolak belakang itu menggetarkan arena, Chu Feng menebas jari pedangnya kek segala arah untuk menghancurkan domain es milik Qin Ying, melihat itu Qin Ying tidak tinggal diam ia pun menambah kecepatan serangannya, kini Chu Feng harus dipaksa ke posisi bertahan karena serangan Qin Ying menjadi semakin ganas dan intens. Chu Feng hanya tersenyum tipis sebelum mengeluarkan suatu langkah aneh, ia melompat ke atas domain es Qin Ying lalu membentuk suatu energi yang bergelonjak.


"Teknik Pedang Tunggal, Gerakan Ketujuh, Pedang Api Yaman".


Muncul Sebuah Bayangan Raksasa di belakang Chu Feng, Bayangkan itu menyerupai sosok hitam bermata merah menyala. Di tangan sosok itu sebuah pedang hitam raksasa dilapisi api hitam muncul, pedang itu ditebas ke arah domain ciptaan Qin Ying, suara gemuruh dari ayunan pedang membawa suara gaduh, udara di sekitar menjadi kelam pekat, angin berembus kencang, dan tiba-tiba hawa arena yang tadinya dingin, menjadi panas membara.


Swusshhhh....


Bouuummmmm.... Duaarrkkkkk...


Getaran hebat menghantam arena setelah pedang api hitam menghantam domain Qin Ying, semua orang mengganga menyaksikan pertempuran kedua orang itu, kekuatan penghancur keduanya bukan main, itu sudah melebihi kekuatan ranah alam kenaikan tingkat 8.


"Apakah keduanya masih disebut manusia?" para murid divisi luar tidak percaya dengan apa yang mereka lihat.


"Qin Ying bagaimana masih ingin melanjutkan?" tanya Chu Feng setelah mendarat di arena, Chu Feng masih terlihat baik-baik saja, sedang Qin Ying sudah kehabisan energi murninya.


"Cih sial... Baiklah aku menyerah" ujar Qin Ying sambil berusaha bangkit berdiri menggunakan pedangnya, setelah menyimpan kembali artefak pedangnya ke cincin penyimpanan, Qin Ying menghampiri Chu Feng.


"Bajingan jangan senang dulu, pertempuran ini tidak adil, ukkhhk... aku sudah menghabiskan setengah energi murni ku menghadapi Buo Yang, Yi Dong, Gong Yu, dan Gao Suya tadi, kalau tidak kau tidak akan memiliki kesempatan untuk menang melawan ku, lain kali aku akan menantang dirimu lagi" ujar Qin Ying mengepalkan tangannya.


"Aku akan selalu menunggu mu" jawab Chu Feng sambil tersenyum, baginya ekpresi kesal Qin Ying begitu ikut di matanya.


"Cihh..." Qin Ying langsung berjalan pergi.


"Dengan ini... tetua ini umumkan juara utama seleksi divisi murid dalam dimenangkan oleh Chu Feng!!!" umum tetua senior pedang kegelapan.


"Wouuuu... tuan muda Chu luar biasa..."


"Hebat-hebat tuan muda Chu... aku cinta padamu".

__ADS_1


"Chu Feng biarkan aku melahirkan anak untukmu!!!".


__ADS_2