
Bukkkk....
"Uhhhhkkk"
Sekali lagi Chen Fa terkena pukulan Chu Feng dengan telak, Kali ini Chen Fa tidak menyadari serangan Chu Feng karena menggunakan jurus Pedang Angin Membelah Awan.
'Uuhhhhhkkk sial... Bagaimana mungkin ia terus bisa memukulku, sedangkan serangan ku sama sekali tidak ada yang dapat mengenainya" batin Chen Fa geram, selama pertarungan ia sama sekali tidak bisa menyentuh secuil pun baju atau rambut Chu Feng. sedangkan Chu Feng selalu bisa memberikan pukulan yang telak padanya, bahkan beberapa kali ia tertipu dengan gerakan Chu Feng yang sangat sulit dibaca.
"Bagaimana tuan muda Chen? Apakah masih bisa diteruskan latihan ini, aku lihat energi murni tuan muda Chen sudah mulai terkuras habis" Chu Feng menatap musuhnya dengan senyum tipis.
"Sialan kau, aku masih sanggup menghadapi mu" nafas Chen Fa mulai memburuh tidak teratur akibat dari pertarungannya dengan Chu Feng, energi murni Chen Fa hampir habis karena menggunakan pedang giok darah.
"Kalau itu kehendak tuan muda Chen maka aku hanya akan menemani".
"Cihh aku akan mengeluarkan seluruh kemampuanku kali ini, aku tidak akan sungkan dan menyembunyikannya lagi" Chen Fa semakin marah melihat Chu Feng yang tidak terluka sama sekali, dan jelas-jelas ia sedang diremehkan oleh Chu Feng saat ini.
"Apa maksudnya? Ingin aku bantai haah?" batin Chu Feng geram.
"Kali ini aku harus menggunakan jurus itu, aku tidak boleh kalah dari bocah ini. Bagaimanapun aku adalah jenius langka dari keluarga emas provinsi Wuan, bagaimana aku menanggung malu kalah dari Chu Feng, si sialan yang identitasnya masih belum jelas ini" Chen Fa berpikir keras untuk mempertahankan ketenarannya sebagai jenius sekte murid luar.
"Aku mulai bersiaplah" Chen Fa memberi aba-aba.
"Pedang Giok Haus Darah, Pedang Roh Kematian Haus Darah".
"Uuhhhhkkkkk perasaan ini? Ini adalah hawa kematian dan kebencian, bahkan kemarahan ini membuatku merinding kuat sekali" orang-orang yang sudah menjauh dari lapangan latih tanding, tetap saja terkena dampak dari kekuatan pedang giok darah.
Hawa kematian ini berasal dari para arwah yang sudah mati oleh pedang giok darah, selama ini mereka disegel di dalam Pedang giok darah untuk digunakan sewaktu-waktu untuk pertempuran.
"apaan pedang itu, aku pertama kali merasakan hawa kebencian seperti ini" gumam Chu Feng
"Bocah berhati-hatilah, itu adalah jurus puncak dari pedang giok darah. Nama jurus itu adalah Pedang Roh Kematian Haus Darah, jurus itu amat berbahaya sekali, walaupun kau sudah mencapai ranah alam kenaikan tingkat 2, ditambah dengan fisik yang luar biasa kuat, Kau harus tetap berhati-hati menghadapi jurus ini, bagaimanapun mungkin saja ada jiwa kematian, dengan ranah alam kenaikan tingkat tinggi yang tersegel di dalam pedang itu, atau lebih parahnya lagi ada ranah alam surga" suara tuan agung memperingati Chu Feng.
"Jiwa Kematian? Apa maksud anda dengan jiwa kematian tuan Chu Feng mengerutkan dahinya, matanya tetap fokus memperhatikan gerak gerik Chen Fa.
__ADS_1
"Jiwa kematian adalah jiwa kultivator yang telah meninggal, lalu diperbudak menjadi pasukan jiwa kematian".
"Maaf tuan agung aku masih belum mengerti".
"Huhhh.... Baiklah mudahnya seperti ini"
"Dengan memiliki para jiwa kematian itu kau bagaikan memiliki pasukan kultivator yang sangat kuat. Kekuatan jiwa kematian itu setara dengan kekuatan para kultivator itu sewaktu hidup dulu, para jiwa kematian yang terkurung di pedang giok darah akan mengamuk apabila sekali saja dikeluarkan. Oleh karena itu orang yang menggunakan jurus pedang giok darah dan mengeluarkan jurus pamungkas, harus memiliki daya tahan tubuh yang kuat dan energi murni yang sangat banyak. Ia harus mampu mengontrol para jiwa kematian yang haus akan darah, para jiwa kematian yang tersegel tidak peduli itu pemiliknya atau pun lawan dari tuannya, mereka akan menyerang siapa pun yang berada di sekitarnya apabila lepas kendali".
"Kenapa jiwa kematian menyerang pemilik pedang giok darah?, bukankah seharusnya mereka mengikuti perintah si empu pedang" Chu Feng makin bingung.
"Itu tidak semudah yang kau pikirkan, para jiwa kematian begitu murka karena selama ini tidak bisa ber inkarnasi, jadi tidak salah mereka sangat membenci pemilik pedang giok darah yang telah menyegel jiwa mereka di dalam pedang. Parahnya lagi para jiwa kematian yang sudah tidak dapat ber inkarnasi itu dibuat menjadi pasukan untuk bertempur kembali, padahal saat mereka hidup mereka menjalani hidup penuh pertempuran dan kesusahan perang. Sudah mati pun tidak tenang masih saja bertarung habis-habisan, tapi perbedaannya ini bukan kehendak mereka sendiri melainkan pemilik pedang giok darah" jelas Tuan agung panjang lebar.
"Sungguh pedang yang kejam" gumam Chu Feng mengepal tangannya menahan amarah.
"Dasar b@jingan mesum kurang ajar, musuh di depanmu berani-beraninya kamu mengabaikannya. Hari ini tuan muda Chen Fa akan mewakili aku memberimu pelajaran, orang sepertimu memang pantas kalah" batin Qin Ying makin murka melihat Chen Fa melamun seperti sedang berpikir dan berbicara dengan seseorang, bahkan Chen Fa tambah heran karena Chu Feng tidak terganggu sama sekali dengan hawa pedangnya. Ia melihat Chu berdiri dengan tenang tanpa bergetar atau berkeringat sedikit pun, Chen Fa sendiri Kesakitan hebat dan berkeringat dingin merasakan energi murninya terhisap dengan cepat, hal ini karena ini masih pertama kali menggunakan jurus puncak pedang giok darah.
"Maaf tuan muda Chen ini adalah latih tanding, kenapa tuan muda mengincar nyawaku" Chu Feng seperti baru tersadar dari lamunannya.
"Ciihh siapa bilang ini latih tanding, hal itu hanya berlalu pada sesama murid sekte kami. Tapi kau bukan murid sekte kami jadi aku bebas membunuhmu, dan pula kau itu hanyalah seseorang dengan latar belakang yang tidak jelas tapi sok terlihat kuat" maki Chen, ia Yakin Chu Feng bukan dari sekte pedang sejati, karena ia baru pertama melihat Chu Feng.
"Aku tidak peduli dengan itu... Kau pikir kau akan selamat kali ini?, ciihh jangan harap".
"Tuan muda Chen benar-benar sudah dikendalikan oleh nafsu, cepat sadar tuan muda sebelumnya semuanya terlambat" peringat Chu Feng yang sudah mulai waspada tetapi masih dalam postur tenang.
"Hahaha orang aneh sepertimu ingin mengajariku, tunggu 10 tahun lagi. Itupun kalau kau selamat hari dari pedangku ini, matilah kauuuu..."
Syuuuttttttyyyyy.....
Duaaarrrrrr....
"Sial lagi-lagi meleset, sebenarnya gerakan apa yang digunakan bocah ini" Chen Fa tambah murka, matanya benar-benar sudah digelapkan oleh nafsu membunuh yang amat kuat.
"Huuuhhsss hampir saja" Chu Feng bernafas lega.
__ADS_1
"Tetua Sun Lang apakah anda merasakan hawa ini?, ini apakah tidak terlalu berbahaya untuk tuan muda Chu. Bagaimana kalau dia mati di pedang giok darah?" Qin Ying, ia mulai kuatir melihat pertempuran keduanya yang sangat sengit, padahal awalnya ia sangat mengharapkan kekalahan Chu Feng, tetapi ini sudah berlebihan.
"Aku juga merasakannya, huuuhhhss kita tidak bisa menghentikan latihan ini. Apa kau lupa bahwa latih tanding tanpa membunuh itu hanya berlaku bagi murid sekte, sedangkan anak ini adalah orang asing yang entah dari mana asalnya" tetua Sun Lang mengeleng-geleng kepalnya sambil mengelus jengot putihnya.
"Tapi itu, apakah tetua yakin ia bukan dari sekte?".
"Lantas apakah kau pernah melihatnya sebelum ini?".
"Ini... tidak tetua, tetapi apakah tetua tidak bisa menghentikan pertarungan ini?".
"Aku tidak bisa menghentikan pertarungan ini, pertarungan hanya bisa dihentikan apabila salah satu dari keduanya ingin berhenti. Dan kau lihat anak itu dapat dengan mudah menghindari serangan pedang giok darah, aku rasa anak itu masih memiliki trik tersembunyi karena sampai sekarang ia tidak menyatakan menyerang sama sekali".
"Tapi tetua itu tetap saja berbahaya" sebenarnya tetua Sun Lang Bin tidak ingin Chu Feng kenapa-kenapa, selain karena bakat dan kejeniusan Chu Feng ia ingin Qin Ying tetap tertawa bahagia seperti tadi bersama pemuda itu, walaupun tidak lama tetapi tetua Sun Lang sudah puas menyaksikan kebahagiaan Qin Ying.
"Kau tenang saja, tetua ini yakin dia masih memiliki sesuatu yang ia sembunyikan" tetua Sun Lang sebenarnya hanya ingin melihat kemampuan Chu Feng yang sebenarnya terlebih dahulu. Walaupun ia tau kalau Tingkat kultivasi Chu Feng tertinggal di belakang Chen Fa, hanya satu keunggulan Chu Feng di mata semua orang yaitu kecepatannya yang luar biasa.
"Terserah kata tetua saja, tetapi aku meminta pada tetua agar segera menghentikan perkelahian itu nanti ketika b@jingan itu terpojok. Bagaimanapun hanya tetua yang memiliki basis kultivasi ranah alam raja di sini, dan juga hanya tetua yang bisa menghentikan pedang giok darah yang sedang mengamuk itu" pinta Qin Ying yang kembali fokus ke arena latih tanding.
"Hmhmhm kau tenang saja" walaupun tetua Sun Lang yakin Chu Feng masih menyembunyikan kemampuannya.
"Jangan hanya bisa menghindar kau bodoh, kalau kau berani hadapi pedangku ini" Chu Feng berusaha terlihat masih kuat, padahal nafasnya sudah ngos-ngosan dan tenaga dalamnya tinggal sedikit. Entah apakah ia sanggup mengendalikan para jiwa kematian nantinya?, atau ia akan terkena efek dari serangan jiwa kematian pedangnya sendiri.
"Senior tidak perlu memaksakan diri, aku tau energi murni Tuan Muda Chen sekarang tersisa sedikit, sebaiknya kita sudahi pertengkaran ini, aku tidak ada niat untuk melukai atau mengambil ketenaran Tuan muda di sini" Chu Feng berusaha menjelaskan pada Chen Fa yang sebenarnya, tetapi itu terdengar bukan seperti sebuah penjelasan bagi Chen Fa, tetapi lebih terdengar sebagai ejekan karena dirinya lebih lemah dari Chu Feng, darah Chen Fa makin mendidih mendengar ucapan Chu Feng.
"Bocah sepertinya kau harus pandai mengatur ucapan mu lagi ke depannya" Tiba-tiba tuan agung angkat bicara.
"Maksud tau agung apa?".
"Lihat itu".
"Apa yang kau.... "
"Hiyyyyaaaa.... "
__ADS_1
Buuuaakkkkkkkk....
Uuhhhkkkkkkk....