
"Chu'er memberikan hormat terimakasih pada kesepuluh master karena telah membimbing Chu'er" Chu Feng memberikan hormat kepada 10 tetua senior pedang yang berdiri berjejer di hadapannya.
"Tidak perlu sungkan kami sangat menikmati menyiksamu, hmhm maksud ku melati fisikmu selama 5 tahun terakhir".
"Itu benar Chu'er ingatlah selalu berjalan di jalan lurus tapi ingat belok bila ada tikungan, hahahaha".
"Adik kesepuluh Pedang Angin!!!" tatapan membunuh diarahkan ke tetua senior pedang angin, memang dari kesepuluh tetua senior pedang. Senior pedang anginlah yang paling muda, umurnya kisaran 25 tahunan ke atas sehingga ia sering bermain-main. Senior pedang angin terbilang masih sangat tampan, wajahnya sangatlah menarik perhatian para murid gadis. Ia mendapatkan julukan "Wajah mengajak berumah tangga dan bersatu dengan alam" oleh kalangan murid perempuan.
"Uhhh maaf Maaf kakak sekalian" Senior pedang angin selalu mengeluarkan humor yang sangat tidak lucu, ia sendiri yang tertawa tetapi orang lain hanya Donggo mendengar humornya yang garing.
"Aaiishh dewasa lah sedikit jangan membuat wibawa kita turun di mata Chu'er" gerutu tetua senior pedang api.
"Chu'er apa yang akan kau lakukan selanjutnya?" tetua Shi Xia bertanya pada Chu Feng.
"Murid ini juga masih memikirkanya master".
"Chu'er sebaiknya kau mengikuti turnamen tahun ini, kebetulan sekali kolam niat pedang akan dibuka kembali. Sekte mengadakan kompetensi ini untuk mencari bakat yang paling menonjol, bakat teratas yang pantas memasuki kolam niat pedang" tetua senior pedang angin memberikan saran.
"Bukankah dengan bakat Chu'er ia bisa langsung masuk kolam niat pedang tanpa seleksi?".
"Aku tahu tapi tetua sekte ingin menggunakan ini sebagai latihan nyata bagi Chu'er dan murid lain, ketua sekte tidak ingin ada ketidak puasan murid lain akan hal ini" jelas tetua senior air.
"Tapi yang membuatku ku lebih penasaran lagi adalah, kenapa kita semua di minta khusus oleh ketua sekte untuk melatih Chu'er?" tetua senior pedang kayu ikut berbicara.
"Benar ini adalah pertanyaan yang menganjal di hatiku semenjak lima tahun yang lalu" tetua senior pedang es ikut berbicara, tetua senior es adalah satu-satunya senior pedang yang berjenis kelamin perempuan.
"Huuuh Shi Xia, Chu'er adalah murid mu kan awalnya apa kau tahu apa yang spesial darinya? atau kau tau kenapa ketua sekte memerintah kami semua melatihnya?" tetua senior pedang petir dan guntur angkat berbicara.
"Kenapa tanya aku tanyakan langsung saja kepada ketua sekte".
"Cih bertindak sok misterius lagi" tetua senior pedang kegelapan mengejek tetua Shi Xia.
"Apa maksud mu tua bangka? apa kau ingin bertarung denganku".
"Cih siapa takut denganmu rubah tua bau tanah".
"Maju sini ayo maju!!".
"Sudah-sudah apa kalian tidak malu dilihat Chu'er" lerai tetua senior pedang tanah.
"Cih tunggu kau tua bangka".
"Kau kira aku takut denganmu".
Chu Feng hanya bisa nyengir menanggapi ke sepuluh masternya ini yang memiliki sifat uniknya masing-masing, terlebih tetua senior pedang cahaya dan kegelapan, keduanya apabila bertemu tidak akan pernah damai, selalu saja ada yang mereka ributkan entah masalah sepele atau serius. Selamat 5 tahun ini ia sudah sangat terbiasa dengan mereka, bahkan ia hafal kesukaan dan hal yang tidak disukai oleh ke 10 masternya ini.
"Chu'er segera mengikuti kompetisi memasuki kolam niat pedang, urusan di sini sebaiknya kau jangan dimasukkan ke dalama hati" perintah tetua senior pedang es.
"Baik master murid ini pamit dulu".
"Pergilah semoga selalu sukses nak".
"Akhirnya naga sudah keluar dari sarangnya" gumam tetua senior pedang angin.
__ADS_1
***
"Wow sekte tidak berubah sama sekali" batin Chu Feng ketika pertama kali ia melangkah keluar dari dunia spiritual ke dunia nyata.
Gunung, lembah, dan sungai yang dulunya rata dengan tanah kini telah pulih kembali, bahkan lebih indah dari sebelumnya ini luar biasa. Chu Feng pun berjalan mengikuti ingatan 5 tahun terakhirnya, semenjak ia berlatih tidak pernah sehari pun ia di izinkan keluar oleh ke sepuluh masternya.
"Hei lihat itu tuan muda dari keluarga mana? sangat tampan dan auranya luar biasa" gosip para gadis sepanjang jalan yang memperhatikan Chu Feng.
"Ia sangatlah tampan aku rela dihamili olehnya".
"Perempuan murahan sepertimu jangan mimpi".
"Hei kau juga rendahan ya, jangan kira aku tidak tahu kau semua tabiat busuk mu, kau sering memuaskan para senior dan tuan muda keluarga besar demi keuntungan".
"Sial kau mencari mati".
"Kau pikir aku takut?!!".
Begitulah Kira-kira ucapan para gadis yang berpapasan dengan Chu Feng, sedangkan Chu Feng sendiri heran kenapa ia terus diperhatikan seperti itu oleh para gadis, sementara para pria menatapnya dengan wajah membenci yang teramat sangat. Padahal seingat Chu Feng ia tidak memiliki dendam sama sekali dengan mereka semua.
"Aneh apakah mereka mengetahui bahkan kerusakan parah yang menimpa sekte lima tahun yang lalu, disebabkan oleh ku? tapi itu mustahil master sudah membereskan itu semua" batin Chu Feng.
Ketika Chu Feng melihat sebuah kolam ikan mas di halaman perpustakaan sekte, ia berhenti dan berkaca melalui pantulan air kolam. betapa terkejutnya Chu Feng melihat sosok dirinya yang sekarang, ini sangat rupawan bahkan seimbang dengan para tuan muda dari keluarga besar.
"Heii bocah manja dari keluarga mana kau?" Tiba-tiba mendadak Chu Feng ditegur oleh seseorang, terdengar orang itu memiliki suara seorang perempuan yang agak familiar di telinga Chu Feng.
Chu Feng membalikkan badannya dan melihat seorang gadis yang begitu cantik, ia memiliki kelopak mata berwarna biru langit, rambut berwana biru giok yang tertata dengan rapi dihiasi beberapa biasa Kepala yang cantik, ditambah aksesoris seperti gelang, kalung dan gaunnya begitu menawan. Oh oh jangan lupa itunya begitu besar menonjol dan m*ntok apalagi bokongnya.
"Hei mesum!!! cukup lihat-lihat nya dasar b@jingan mesum, katakan kau tuan muda dari keluarga mana haah?" wajah gadis itu merah merona karena diperhatikan Chu Feng dari kaki sampai ujung rambut.
" Cih b@jingan ini benar-benar membuat ku kesal".
"Sabarlah nona apakah latar keluarga begitu penting?".
"Tentu saja bodoh kau kira aku ini akan melunak padamu kalau kau dari keluarga tingkat atas, cepat katakan dari keluarga mana kau?".
"Boleh saja saja, asalkan kau menjadi kekasihku?".
"Sialan jangan berharap seorang mesum seperti mu, walaupun wajahmu begitu tampan dan latar belakang mu sangat tinggi aku tidak akan pernah mau. Karena aku sudah memiliki sumpah hanya akan menikahi dengan seorang pria".
"Oh benarkah? sangat disayang sekali, kalau boleh aku tahu siapa pria yang begitu beruntung itu?".
"Cih kau tidak perlu tahu".
"Apakah ia lebih tampan dariku".
"Aihhsssss b@jingan ini" gadis itu menghela nafas berat.
"Aku benar bukan".
"Baiklah akan aku beritahu!!, apakah kau tau tentang berita seseorang yang melakukan penerobos di puncak gunung timur 5 tahun silam?".
"Ya aku tahu itu?".
__ADS_1
"Ada rumor mengatakan bahwa ia adalah seorang pria muda seumur kita, tetapi bakatnya sangat luar biasa bahkan melebihi bakat emperor suci dinasti Jiang".
"Lalu apa hubungannya denganmu?"
"Tentu saja ada bodoh, rumor yang mengatakan bahwa ia adalah seorang pria itu masih diragukan, jadi aku melakukan Sumpah Hati Pedang, jikalau orang itu adalah seorang perempuan maka akan ku jadikan saudara, dan kalau orang itu adalah laki-laki, maka aku akan hidup hanya untuk menikahinya, dan bila tidak dengannya maka aku akan mejadi gadis sampai mati" jawab gadis itu sambil tersenyum percaya diri.
"Apa sumpah hati pedang?" Bagi Kultivtor dao pedang melakukan sumpah hati pedang adalah hal tabu, sumpah hati pedang akan menanam kutukan 9 iblis pedang di hati, apabila si pengucap sumpah melanggar sumpahnya, maka seketika itu juga akan mati di tempat dengan kondisi hati hancur lebur seperti dicincang.
"Benar bukankah aku ini sangat menawan".
"Tunggu maksudmu orang yang melakukan penerobos di puncak gunung timur? lima tahun yang lalu? dan menimbulkan malapetaka guntur surgawi berbentuk naga?".
"Iyap benar sekali".
"Ini...., itu aku!!!".
"Hahahahaha... Dasar b@jingan selain sangat mesum ternyata kau juga suka berbohong hahahaha, mana mungkin dia adalah kau benar-benar aku sampai sakit perut" gadis itu tertawa lepas sekali, ia sudah lama sejak ia tidak pernah tertawa lepas seperti ini.
"He aku serius!!! kalau kau tidak percaya maka apa yang harus aku lakukan untuk membuktikannya padamu?" tantang Chu Feng.
"Hahaha sialan kau jangan membuat ku sakit perut lagi, tapi baiklah sebentar aku pikirkan".
"Baiklah aku punya ide, kalau kau bisa mengalahkan tuan muda Chen Fa dari keluarga emas mungkin aku bisa percaya padamu!!! bagaimana apakah kau berani tuan muda mesum?".
"Di ranah apa sekarang tuan muda Chen ini".
"Ranah alam kenaikan tingkat 5".
"Hanya itu? gampang sekali" ujar Chu Feng meremehkan.
"Cih jangan hanya mulutmu saja yang besar, kau buktikan saja di arena tanding nanti, kebetulan hari ini adalah hari latihan rutinnya Chen Fa di arena tanding".
"Kau tenang saja nona, tetapi kalau cuman membuktikan masalah itu aku rasa tidak menguntungkan aku, jadi mari kita buat lebih menyenangkan lagi, bagaimana tertarik?".
"Boleh juga nona muda ini akan ikut dalam kesenangan ini, jadi apa syarat mu" tantang gadis itu lagi sambil menyipitkan bola matanya.
"Apabila aku menang kau harus menuruti semua keinginan ku selama 1 tahun penuh, kalau aku kalah aku yang akan menuruti semua keinginanmu 1 tahun penuh, bagaimana nona?".
"Baiklah gampang, tetapi biar adil akan ada tetua yang akan menjadi saksi dari taruhan kita, apakah kau berani?".
"Tentu kau yang memutuskan".
"Bagus aku harap kau jangan menyesal tuan muda mesum".
"Tidak akan pernah".
_
_
_
***
__ADS_1
Chu Feng mesum anjay, ajaran siapa nih dari kesepuluh masternya🗿