Legenda Pendekar Perintah Surga

Legenda Pendekar Perintah Surga
Upacara Pengujian Jiwa Roh Pedang


__ADS_3

"Aduh... Hei kalau jalan lihat-lihat!!!" bentak orang itu kepada Chu Feng yang ternyata adalah seorang perempuan.


"Maafkan aku yang tidak hati-hati" jawab Chu Feng ramah, ia mengulurkan tangganya mencoba membantu perempuan itu berdiri, ketika perempuan itu mendongakkan Kepala, Chu Feng tertegun melihat wajah orang yang menabraknya.


"Cih semua pria itu sama saja hanya melihat bentuk fisik" sarkas perempuan itu sembari lekas berdiri, tanpa basa basi ia langsung meninggalkan Chu Feng dengan wajah badmood.


Ternyata yang menabrak Chu Feng adalah seorang gadis cantik berambut biru giok, bola matanya yang biru langit membuat kecantikannya semakin terpancar. Chu Feng Terpana melihat wajah rupawan gadis cantik itu, Chu Feng selalu berada di desa Gunung Yan tidak pernah melihat dunia luar sama sekali, ini pertama kali baginya ia melihat seorang gadis cantik seumurnya, wajar saja Chu Feng menjadi terpana melihat gadis cantik itu untuk pertama kali.


"Cantik tapi kasar dan bicara plin plan" batin Chu Feng memperhatikan sang gadis yang mulai menghilang ditelan lautan manusia.


Chu Feng pun tersadar dan segera bergegas menuju Aula Jiwa Pedang, ia akan mengikuti upacara pengujian peringkat Jiwa Pedang di sana sesuai arahan tetua Duan Mu.


***


Tidak sulit bagi Chu Feng mencari Aula Jiwa Pedang karna bangunan itu sangatlah besar dan megah, tulisan Aula Jiwa Pedang terpapang dengan sangat jelas di depan pintu masuk Aula.


Chu Feng memasuki Aula jiwa pedang bersama ratusan murid lain, tujuan mereka 1 yaitu menguji peringkat Jiwa pedang masing-masing. Pengujian jiwa pedang tidaklah sulit malahan terbilang sederhana.


Di tengah-tengah Aula jiwa pedang terdapat sebuah panggung besar, dan di panggung itu terdapat beberapa tetua yang menjaga batu besar setinggi sekitar 3 meter. Benda itu adalah Sword Soul Stone (Batu Jiwa Pedang) yang digunakan untuk menguji peringkat jiwa pedang.


Satu per satu murid mencoba menguji tingkat jiwa pedang mereka, prosesnya terbilang sangat cepat, karena hasil langsung bisa dilihat oleh para tetua lalu langsung diumumkan. Peringkat jiwa pedang sendiri terbagi menjadi beberapa tingkat, dari yang terlemah sampai terkuat dibagi menjadi beberapa, Diantaranya:


Sword Birth Level (Tingkat Kelahiran Pedang)


Sword Unification Level (Tingkat Penyatuan Pedang)


Sword Micro Level (Tingkat Mikro Pedang)


Sword and human level (Tingkat Pedang dan manusia)


Sword Body Level (Tingkat Tubuh Pedang)


Sword Universe Level (Tingkat Semesta Pedang)


Tingkat jiwa pedang dibag lagi menjadi 4 fase yakni Fase Rendah, Fase sedang, Fase Tinggi, dan Fase Sempurna.


Banyak murid yang bahkan tidak mencapai Tingkat Kelahiran Pedang, karna jiwa pedang adalah suatu hal yang sangat langka untuk didapatkan. Para murid yang tidak memiliki jiwa pedang sama sekali, sudah dipastikan menjadi murid token merah selamanya.


"Gao Suya, Tingkat Kelahiran Pedang Fase Sedang" umum tetua dari panggung.


"Woow akhirnya ada yang memiliki jiwa pedang, kalau aku tidak salah Gao Suya itu adalah tuan muda dari Aliansi Dagang Water Moon (Bulan Air) kan?".


"Pantas saja latar belakangnya saja tidak biasa".


"Gong Yu, Tingkat Kelahiran Pedang Fase Tinggi".


"Kelahiran pedang lagi tetapi fase tinggi, mereka itu adalah anak dengan latar belakang yang luar biasa. jadi jangan heran kawan mereka selangkah lebih maju dari kita"


"Kau benar kawan".

__ADS_1


Kemudian lusinan Tingkat Kelahiran pedang bermunculan tetapi hanya di antara fase rendah dan fase sedang, Chu Feng masih menunggu giliran namanya dipanggil.


"Buo Yang, Tingkat Penyatuan Pedang fase rendah".


"Waahh dia itu tuan muda dari keluar Bou, kalau tidak salah keluarga Bou itu adalah kelurga perak provinsi Wuan".


"Pantas saja jiwa pedangnya tinggi sekali".


"Chen Fa, Tingkat Penyatuan Pedang fase tinggi"


"Oh astaga itu tuan muda Chen dari keluarga emas, sesuai reputasinya bahkan itu melampaui Bou Yang".


"Qin Ying, Tingkat Penyatuan Pedang fase tinggi".


"Hei siapa gadis itu tingkat jiwa pedangnya setara dengan tuan muda Chen Fa dari keluarga emas!!??" Semua orang kaget dengan hal itu.


"Entahlah aku tidak tau, tapi dia terlihat sangat cantik dan begitu berbakat, kalau aku bisa menjadi kekasihnya hehe..."


"Cih pecundang sepertimu? bangun kawan mimpimu terlalu jauh".


"Teman macam apa kau?".


"hahaha"


"Bukankah itu gadis yang menabrak ku tadi? jadi namanya Qin Ying, cukup menarik berbakat dan cantik tapi sangat kasar" batin Chu Feng.


"Akhirnya giliran ku tiba" Chu Feng bergegas naik ke atas panggung, semua mata memandang rendah dirinya karena pakai compang-camping yang dikenakan.


"Siapa anak itu? diliat dari pakaiannya ia bukan anak dari latar belakang yang kuat, cih mempermalukan diri sendiri saja".


"kita yang dari keluarga kelas 3 saja hanya jiwa pedang tingkat kelahiran pedang fase rendah, apa yang diharapkan anak gelandang itu haha" Orang-orang sangat memandang rendah Chu Feng.


"Itu lelaki menyebalkan tadi yang yang menatapku tanpa berkedip, jadi namamu Chu Feng? Aku akan mengingatnya" batin Qin Ying cemberut, sebenarnya Qin Ying hendak lekas pergi dari Aula jiwa pedang, tetapi ketika melihat Chu Feng ia mengurungkan niatnya.


"Kau siap?" tanya salah satu tetua pengawas ujian, sebenarnya ia agak ragu dengan Chu Feng karna penampilannya kucel dan juga kumuh.


"Siap tetua" jawab Chu Feng mantap.


"Letakan tangan mu ke batu jiwa pedang dan tunggu sampai aku memintamu melepasnya" jelas sang tetua.


Baik murid ini mengerti".


Chu Feng mendekati Batu Jiwa Pedang lalu meletakkan tangannya di atas batu itu, berselang beberapa lama tidak muncul reaksi apa pun. Semua orang mulai mempertanyakan jiwa pedang Chu Feng.


"Sudahlah suruh turun saja gelandang itu membuang waktu saja".


"Bukankah yang kukatakan tadi benar apa yang bisa diharapkan dari anak gelandang sepertinya".


"Ahhh... Chu Feng, Tanpa Jiwa Pedang".

__ADS_1


"Ini bagaimana mungkin, aku sudah berjuang sampai titik ini apakah aku hanya akan menjadi murid Token merah selamanya?" Chu Feng tidak terima dengan hasil pengujiannya.


"Tetua mohon tunggu sebentar izinkan aku meletakkan tangga ku lebih lama lagi".


"Ini..."


"Heii sampah jangan membuang waktu kami, segeralah turun sadarlah posisi mu".


Chu Feng tidak peduli dengan semua teriak orang yang meremehkannya, iya fokus untuk. merasa jiwa pedang dari dantiannya. Tiba-tiba perasaan aneh muncul dari jantung Chu Feng, energi yang murni meluap-luap tanpa henti dan itu menyebabkan Chu Feng merasakan seluruh tubuhnya hangat. Tiba-tiba saja...


Boouuuuuummmm...


Gelombang kejut kecil muncul hingga membuat semua orang menutup mata, ditambah cahaya yang menyilaukan dari batu jiwa roh membuat semua orang kesulitan melihat.


"Hei apa yang anak itu lakukan".


"Ini... ini... Bagian murid luar ku diberkati surga ini luar biasa" Sorak seorang tetua.


"Tetua Shi Xia apa yang sebenarnya terjadi".


"Sekte kita akan berjaya lagi ini luar biasa".


"Apa yang membuat Senior Pedang Cahaya begitu antusias" tanya semua tetua lain.


"Hasil anak ini aku saja yang umumkan ujar tetua Shi Xia" Ia langsung bangkit dari posisi duduknya dan mengumumkan tingkat jiwa roh Chu Feng


"Ba... baik senior" tetua lain masih kebingungan apa yang sebenarnya terjadi.


"Chu Feng, Tidak ada jiwa Pedang!!!" Suara tetua Shi Xia bergema.


"Ini...??!." semua orang kebingungan karena Fenomenal aneh yang muncul saat Chu Feng menyentuh batu jiwa pedang, seharusnya adalah sesuatu yang luar biasa tapi malah tidak memiliki jiwa pedang.


"Sudah kukatakan anak itu hanya bermain trik hingga muncul fenomenal aneh seperti itu" komentar murid yang lain.


"Benar juga pasti begitu".


Suasana menjadi hingga bingar karena para murid mendiskusikan hal yang baru saja terjadi, para tetua pun langsung menertibkan dan melanjutkan upacara ujian jiwa pedang.


"Nak ikutilah tetua ini, ada hal yang ingin tetua ini sampaikan" Perintah Tetua Shi Xia setelah mengumumkan hasil ujian Chu Feng.


"Baik Tetua" Chu Feng agak gugup tapi ia sama sekali tidak menampakkan nya.


_


_


_


***

__ADS_1


__ADS_2