Legenda Pendekar Perintah Surga

Legenda Pendekar Perintah Surga
Babak Final Seleksi Divisi Murid Dalam


__ADS_3

Babak demi babak terus berlalu, Chu Feng dan Qin Ying berhasil mengalahkan musuh mereka dengan mudah. Pertarungan sengit antara generasi muda di babak kualifikasi terus berlanjut, para tetua tak henti takjub akan generasi emas kali ini.


"Aku sudah hidup puluhan tahun, tapi baru hari ini aku merasakan bahwa bakat ku dulu biasa-biasa saja, dibandingkan dengan para generasi muda ini, aisshhh sebenarnya aku hanyalah sampah" ungkap seorang tetua divisi murid dalam sambil menggeleng kepalanya.


"Hahaha tetua jangan kuatir, generasi muda memang layak untuk dihormati" jawab tetua lainnya.


"Baguslah sesi kualifikasi telah selesai, selamat untuk para anak muda yang luar biasa ini, berikut nama-nama murid yang lolos ke babak final, Chu Feng, Qin Ying, Buo Yang, Yi Dong, Gong Yu, Gao Suya, dan Yu Tian. Sekali lagi untuk murid yang gagal, tetua ini harap kalian tidak berkecil hati, seleksi tahun depan akan menjadi ajang pembuktian kalian" umum tetua senior pedang kegelapan.


"Bagus-bagus seperti yang diharapkan, mereka semua adalah generasi emas divisi murid luar tahun ini" dukung semua murid divisi luar.


"Chu Feng, Qin Ying, dan yang lainnya semangat!!!".


"Ketua sekte, tetua agung" semua tetua memberi hormat, ketika Yan Huang dan Chen Ning kembali ke kursi mereka.


"Huuuh".


"Yan Huang mari kita lihat bagaimana caramu menghadapi kejutan kami" batin Chen Ning sambil melirik Yan Huang.


"Huuuh... rubah tua, aku akan melihat sampai kapan kau bisa bersabar" batin Yan Huang, ia sadar sedang dilirik diam-diam oleh Chen Ning.


"Baiklah tanpa menunggu lagi, babak final akan segera dimulai, peraturannya cukup mudah seperti seleksi tadi, seluruh peserta maju secara bersamaan, yang bertahan paling akhir lah yang akan menjadi juara" umum tetua senior pedang kegelapan.


"Woowww itu luar biasa!!!".


"Aku yakin Chu Feng lah yang akan menjadi juara" tebak murid yang memfavoritkan Chu Feng.


"Jangan terlalu yakin, dewi Qin Ying ku lah yang akan menjadi juara" tolak murid yang lain.


"Kau, kalau begitu mari bertaruh!?".

__ADS_1


"Ayo kau pikir aku takut?!".


Chu Feng, Qin Ying, Buo Yang, Yi Dong, Gong Yu, Gao Suya, dan Yu Tian. Memasuki arena no 1 secara bersamaan, terlihat wajah tegang dari Buo Yang, Yi Dong, Gong Yu, Gao Suya, dan Yu Tian. Sebaliknya Chu Feng dan Qin Ying terlihat biasa saja, Chu Feng adalah yang paling dikuatirkan oleh keempat anak itu, sementara Qin Ying mereka memang tidak berniat melawan nya.


"Sebelum pertandingan babak final ini dimulai, Ketua sekte yang terhormat akan mengumumkan hadiah untuk juara utama!".


"Wahhh kira-kira hadiahnya apa ya?".


"Membuat penasaran saja".


"Sebelumnya Ketua ini ingin mengucapkan selamat, kepada para murid yang lolos babak kualifikasi, kerja keras kalian selama ini tidak sia-sia, hasilnya sudah terlihat dan Ketua ini harap kalian akan menjadi pilar sekte di masa depan" Yan Huang terdiam sejenak sambil mengedarkan pandangannya, para hadirin agak tegang menanti hadiah yang akan diberikan.


"Hadiah juara pertama untuk seleksi divisi murid dalam kali ini yaitu, memiliki hak untuk memasuki Kolam Niat Pedang, selain itu ia akan dipromosikan menjadi murid token hitam, ia juga akan diberikan sumber daya utama dan akan diperhatikan sekte, untuk hadiah lainnya akan diberitahukan nanti, jadi ketua ini harap semuanya dapat berkerja keras, tunjukkan bakat dan kekuatan kalian kepadaku, untuk itu selamat berjuang kepada kalian bertujuh" Yan Huang tersenyum ke segala arah, memang posisi podium para tetua dan Ketua sekte cukup tinggi, itu cukup untuk melihat seisi arena.


"Wow kolam niat pedang yang legendaris itu kan? sangat gila, sekte begitu murah hati membiarkan juara masuk kolam niat perang" takjub semua murid.


"Selain itu dipromosikan menjadi murid token hitam, sial untuk menjadi murid token kuning saja, rasanya bagi ku sangat mustahil. Token hitam bahkan seperti sebuah legenda dalam pencapaian hidupku" ratap seorang murid.


"Bagaimana pun bakat dan latar belakang mereka bukan sesuatu yang bisa kita bandingkan".


"Baiklah dengan ini babak final dimulai!!!".


Triiingg...


"Hoooh... kalian berhati-hati ya" ujar Qin Ying sambil tersenyum manis, ia mengedipkan matanya yang indah, begitu dilihat oleh Chu Feng, Buo Yang, Yi Dong, Gong Yu, Gao Suya, dan Yu Tian. Mereka semua langsung terjebak di dalam teknik pesona Qin Ying, semua penonton terkejut melihat Chu Feng, Buo Yang, Yi Dong, Gong Yu, Gao Suya, dan Yu Tian tidak bisa bergerak, padahal saat itu Qin Ying sudah menebas pisaunya dengan cepat.


"Apa yang sebenarnya terjadi?" para penonton kebingungan.


"Gadis yang jenius, rupanya ia mempelajari dao pesona juga, menggunakan teknik pesona di awal untuk membuat lawan lengah, ia ingin mengakhiri pertempuran ini dengan cepat, akan kah taktik itu berhasil!" tetua senior pedang kegelapan berkomentar.

__ADS_1


"Jadi itu dao pesona?! luar biasa Qin Ying memang jenius no 1!!!" teriak pengemar Qin Ying kegirangan.


"Cih apa hebatnya, kalau tuan muda Chen menebas jari pedangnya, bahkan itu pendekar ranah alam kenaikan tingkat 8 sekalipun, tidak akan sanggup menghentikannya".


"Seni rahasia terlarang, seni penafsiran dewa kekacauan. mata surga hancurkan". dan wusshh teknik pesona yang dikeluarkan oleh Qin Ying langsung dihancurkan Chu Feng, ketika semuanya tersadar mereka terkejut bukan main melihat Qin Ying meleset dengan kecepatan tinggi.


"Huuuh hampir saja, Qin Ying benar-benar jenius, untung aku memiliki mata surga, kalau tidak aku tidak mungkin bisa menghancurkan dao pesonanya" batin Chu Feng.


"Apa yang" belum sempat Yu Tian bereaksi, dadanya sudah tergores amat dalam oleh pedang Qin Ying. Yu Tian langsung terlempar ke luar arena, tidak lama langsung tidak sadarkan diri akibat darahnya banyak keluar.


"Sial kita terkena teknik pesonanya" gerutu Buo Yang, Yi Dong, Gong Yu, dan Gao Suya. Sementara itu Chu Feng tetap terlihat tenang, ia akan memperhatikan Qin Ying terlebih dahulu baru akan bertindak sesuai keadaan.


Wussshhh wushhh...


Qin Ying meleset dengan kecepatan kilat, ai menatap musuhnya satu per satu sambil memperhitungkan keadaan. Buo Yang, Yi Dong, Gong Yu, dan Gao Suya sudah bersiap mengeluarkan teknik terkuat mereka Masing-masing.


"Cih... menyerang tuan muda mesum itu sama saja dengan cari mati, sebaiknya aku bereskan mereka bertiga dulu" batin Qin Ying setelah menimbang.


"Sial kita ditargetkan" batin Buo Yang, Yi Dong, Gong Yu, dan Gao Suya terkejut.


"Teknik pedang tanah, pedang penghancur bumi".


"Teknik pedang Angin, Pedang secepat angin".


"Teknik Pedang Besi, Pedang raja besi".


"Cih, akan ku layani sebentar kalian bermain" batin Qin Ying, ia melompat ke udara lalu melempar pedangnya ke udara.


"Teknik avatar pedang, tebasan 100 pedang es beku".

__ADS_1


Qin Ying menarik energi murni luar biasa ke teknik ini, ia menghabiskan hampir setengah energi murninya untuk melakukan serangan skala besar, muncul seratus pedang yang mengelilingi Qin Ying dengan begitu anggun, pedang itu semua dilapisi es yang begitu dingin, setelah berputar-putar cukup lama, Qin Ying mengibaskan jarinya ke arah Buo Yang, Yi Dong, Gong Yu, dan Gao Suya. Serempak 100 pedang yang dilapisi es itu bergerak bak kilat ke arah ketiganya, bagaikan disambar petir Buo Yang, Yi Dong, Gong Yu, dan Gao Suya kalang kabut melihat 100 pedang mengarah kepada dirinya.


"Ayo tahan sama-sama!!!" teriak Bou Yang.


__ADS_2