
Sepuluh Hari kemudian, ketua sekte mengumumkan akan menunda kompetisi untuk memasuki murid dalam, hal ini disebabkan adanya alasan khusus yang tidak bisa diketahui dengan pasti. Sekte seperti merahasiakan sesuatu dengan terlihat tenang, padahal di internal sekte terjadi gejolak yang sulit dipahami.
Di bukit pedang tunggal selatan sekte pedang sejati.
"Chu'er jangan berpuas hati dengan dirimu yang sekarang, kau memang disebut jenius di sekte pedang sejati, tetapi ketika kau melangkah keluar dan melihat dunia sesungguhnya, maka kau akan sadar bahwa kita ini hanya katak dalam sumur" tetua Shi Xia kepada Chu Feng, keduanya sedang mengobrol santai di bukit pedang tunggal.
"Murid akan selalu mengingat yang tetua katakan" hormat Chu Feng.
"Bagus bagus aku percaya padamu hahaha".
"Tetapi master murid ini ingin menanyakan sesuatu".
"Apa itu Chu'er?"
"Apakah ada sesuatu dengan keempat perbukitan ini, keempat bukit di sekte memiliki nama unik sekali itu membuat murid ini menjadi penasaran".
"Hahaha kau cukup cermat Chu'er, ya semua bukit ini memiliki kisah luar biasa yang mendalam nya sendiri" jawab tetua Shi Xia mengelus jengot panjangnya pelan.
"Mohon pencerahan master".
"Baiklah akan ku ceritakan sedikit".
"Di sekte pedang sejati terdapat 4 bukit yang masing-masing memiliki nama spesial, diantaranya Bukit Pedang Tunggal sebelah selatan, Bukit Pedang Langit sebelah timur, Bukit Gemuruh Guntur sebelah utara, dan Bukit Pedang Raja sebelah barat. Konon katanya bukan tanpa alasan semua bukit itu diberikan nama seperti itu, ratusan tahun yang lalu leluhur pendiri sekte pedang sejati, telah menciptakan 4 jurus rahasia pedang yang sangat mendalam, dan menurut catatan kuno sekte keempat seni rahasia pedang yang diciptakan leluhur pendiri diletakkan di keempat bukit".
"Di mana tepatnya master?".
"Itu masih diragukan tetapi tengah-tengah setiap bukit memiliki sebuah tugu batu, batu itu bukan sembarangan batu di atasnya terukir ratusan bahkan ribuan goresan pedang, di setia tugu terdapat sebuah teknik rahasia seni pedang yang mendalam, diduga teknik itu ada kaitannya dengan nama keempat bukit, tetapi walaupun sudah diketahui ratusan tahun silam, teknik ini tidak pernah ada yang bisa menemukannya apalagi menguasainya".
"Benar-benar misterius, tetapi kenapa leluhur pendiri tidak menulis keempat seni rahasia itu di buku, sehingga bisa disimpan dan dirawat dengan baik di paviliun seni pedang?".
"Entahlah hanya leluhur pendiri yang mengetahuinya".
" Master benar" jawab Chu Feng manggut-manggut.
"Chu'er, master mengerti kau ingin menjadi kuat dengan cepat, tetapi jalan dao bela diri itu benar-benar sangat panjang dan berat, master harap kau jangan membuang-buang waktumu untuk berburu seni rahasia di keempat bukit" pesan tetua Shi Xia seperti mengerti pikiran Chu Feng.
"Master tidak perlu kuatir, murid mempunyai rencana sendiri".
"Aissssh pria yang beranjak dewasa memang sulit untuk dinasehati, baik terserah kau saja tetapi ingat kau harus tau kapan untuk maju dan mundur".
"Murid akan selalu mengingatnya master".
__ADS_1
"Kalau begitu master mu ini pergi dulu untuk menemui ketua sekte". tetua Shi Xia segera menaiki pedang, setelah itu melesat dengan kecepatan yang luar biasa.
"Empat seni pedang rahasia ciptakan leluhur pendiri?" Chu Feng berpikir sejenak mencerna apa yang disampaikan oleh tetua Shi Xia.
"Bocah daripada kau berpikir tidak jelas seperti itu, kenapa kau tidak mencoba keberuntungan mu saja?".
"Tuan agung benar kenapa aku tidak mencoba melihat tugu batu itu saja" setuju Chu Feng tersadar dari lamunannya.
Chu Feng segera melesat dengan cepat menggunakan energi murninya, ia melesat dengan lincah di antara pepohonan perbukitan yang lumayan lebat. Sekitar 5 menit Chu Feng akhir menemukan sebuah tugu batu, tugu itu kira setinggi 5 meter dengan lebar 2 meter, di seluruh permukaan tugu batu terdapat banyak goresan pedang yang tidak teratur, saking banyaknya itu terlihat hanyalah seperti goresan biasa, atau itu perbuatan seorang yang hanya iseng menebas tanpa tujuan.
"Pedang Tunggal" Chu Feng membaca sebuah tulisan di bagian bawah tugu batu itu, Chu Feng mengamati setiap goresan pedang dengan teliti, tetapi setalah 1 jam berlalu ia sama sekali tidak mendapat petunjuk apa pun.
"Aarrkkkkk ini membuat ku gila, apaan tugu batu ini? apakah memang ada seni rahasia pedang leluhur pendiri di sini" Chu Feng frustasi sambil terduduk di tugu batu.
"Bocah cobalah bersabar" tuan leluhur agung menasehati Chu Feng.
"Aishhhh... Baiklah" Chu Feng mencoba meneliti lagi setiap goresan pedang di tugu batu, tetapi tetap saja hasilnya nihil ia merasa sedang dipermainkan.
"Errr itu tuan agung maaf kalau junior kurang sopan".
"Katakanlah!".
"Apa tuan ingat janji tuan agung lima tahun yang lalu? tuan mengatakan akan mengatakan asal dan siapa tuan, kenapa tuan selalu menolong saya dan mengapa tuan berada di tubuh saya?" pertanyaan dari Chu Feng bertubi-tubi sembari ia berjalan mengitari tugu batu.
"Jadi apakah tuan ini sejenis roh pedang?".
" Yaa kau bisa menanggapinya seperti itu".
"Baiklah tuan pedang maksud ku tuan agung, terimakasih sudah menjawab pertanyaan junior" jawab Chu Feng berpura-pura puas, padahal dalam hati terdalamnya ia tidak puas sama sekali.
"Suatu ketika kau akan mengetahuinya seiring bertambah kuatnya dirimu, kuharap kau tidak menyesalinya karena kau satu-satunya harapanku" batin tuan pedang.
Chu Feng pun duduk bersila di hadapan tugu batu, ia memejamkan kedua matanya dan ber kultivasi, Chu Feng memutuskan akan tinggal di tugu batu hingga seleksi pemilihan murid dalam sekte diadakan.
***
Aula pertemuan sekte murid dalam, di waktu yang sama.
"Ketua Sekte saya rasa kompetensi seleksi murid dalam harus segera diadakan, para talenta jenius tidak boleh dibiarkan terlalu lama di murid luar" sanggah seorang tetua murid dalam.
"Saya setuju, bagaimana mungkin kita menunda pemilihan murid dalam karena takut pada aliansi sialan itu, kita adalah sekte no 1 di provinsi Wuan, jadi tidak ada yang perlu kita pikiran, atau ketua sekte ingin mempermalukan martabat dan kemuliaan sekte?" setuju tetua lain.
__ADS_1
"Lancang!!!, apa kalian pikir kalian punya hak mengkritik keputusan ketua sekte haaah?" tetua Shi Xia angkat bicara.
"Shi Xia jangan berlebihan walau pun kau salah satu dari sepuluh tetua senior pedang, tugasmu itu adalah sebagai pelindung sekte, kau tidak berhak mencampuri urusan murid dalam, diundang ke pertemuan ini saja kau seharusnya bersyukur" maki tetua lainnya.
"Kauuu...!!!" tetua Shi Xia hendak bangkit berdiri dan ingin mengajar mulut busuk tetua itu, rasa tetua Shi Xia sangat marah dengan keangkuhan para tetua murid dalam, baginya mereka ini hanyalah tua bangka yang hanya bisa menyombongkan kedudukannya, mereka juga selalu mencari keuntungan di setiap tindakannya, yang mereka pikiran hanyalah kebaikan mereka sendiri tanpa memikirkan masa depan sekte.
"Tetua Shi Xia cukup, Aiissshhhh aku akan memikirkan dan mempertimbangkannya lagi, pertemuan hari ini sampai di sini saja, silahkan para tetua kembali ke paviliun masing-masing" ketua sekte segera menangani sebelum masalah menjadi lebih serius.
"Baik ketua sekte, mohon undur diri" para tetua serempak memberikan hormat.
Setelah para tetua murid dalam pergi, di aula pertemuan hanya tersisa ketua sekte dan tetua Shi Xia.
"Ketua sekte anda terlalu memanjakan para rubah tua itu" ujar tetua Shi Xia geram.
"Sudahlah jangan dipikirkan aku memiliki caraku sendiri, oh ya bagaimana kabar anak jenius ribuan tahun Chu Feng?".
"Ia Baik-baik saja bahkan kultivasinya semakin meningkat".
"Baguslah terus bimbing dia agar tidak salah jalan, ia adalah satu-satunya harapan sekte ku, agar dapat berdiri sejajar dengan sekte besar di provinsi lain, mengembalikan masa jaya sekte pedang sejati aku serahkan di pundaknya".
"Ketua tenang saja, ia berada di pengawasan kami sepuluh tetua senior pedang".
"Bagus-bagus, ini tolong berikan pada Chu'er dan ingat jangan katakan itu dariku".
"Baik Ketua kalau begitu saya mohon kembali ke murid luar".
"Hmhm".
"Akankah sekte dapat bertahan dari bencana ini" gumam Ketua Sekte pedang sejati sambil menerawang jauh batas imajinasinya.
"......."
_
_
_
***
Maaf agak telat upload ni soalnya author ada kegiatan pelatih gitu di organisasi kampus, nah kegiatan ini diadakan 4 hari 3 malam dan nginap di kampus gitu. Acaranya ampe jam 10-11 malam gitu makanya author agak capek, karena takut badan author down author tidak begadang seperti biasa untuk membuat cerita, author membuat novel 3 hari kedepan mungkin akan telat update tetapi tetap akan author usaha update....
__ADS_1
trismmss tetap semangat...